UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menilai kerukunan umat beragama menjadi salah satu modal penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, saat menerima kunjungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Timur dalam Dialog Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Rabu (5/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Suhuk membacakan sambutan Bupati Mahulu. Ia mengatakan pembangunan yang sejalan dengan visi Mahulu Melaju: Maju, Merata, Berkelanjutan membutuhkan kondisi sosial yang aman, damai, dan harmonis.
“Upaya tersebut membutuhkan dukungan dari semua pihak. Pembangunan akan berjalan lebih baik apabila masyarakat hidup dalam suasana yang aman, damai, dan rukun,” ujarnya.
Menurut Suhuk, keberadaan FKUB memiliki posisi strategis dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama. Forum tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkuat dialog, komunikasi, sekaligus membangun saling pengertian antarpemeluk agama.
Ia menekankan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui musyawarah.
Mahakam Ulu, lanjut Suhuk, merupakan daerah dengan keberagaman suku, adat, dan keyakinan. Kondisi tersebut menjadi kekuatan sosial yang harus terus dirawat bersama.
“Kabupaten Mahakam Ulu adalah rumah bagi keberagaman. Kita hidup berdampingan dengan berbagai suku, adat, dan keyakinan. Oleh karena itu, menjaga toleransi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia mengingatkan toleransi tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum formal. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati dan menjaga hubungan baik antarwarga.
Dalam konteks pembangunan daerah, suasana sosial yang kondusif dinilai akan memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan berbagai program pembangunan.
Karena itu, Pemkab Mahulu menyambut positif kunjungan FKUB Kaltim yang menggelar dialog langsung di wilayah tersebut.
Menurut Suhuk, pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara FKUB Provinsi Kaltim, FKUB Mahulu, pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai unsur masyarakat.
“Saya berharap kunjungan dan dialog pada hari ini semakin mempererat hubungan antara FKUB Provinsi Kalimantan Timur, FKUB Kabupaten Mahakam Ulu, pemerintah daerah, para tokoh agama, serta seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat toleransi di Mahakam Ulu.
“Semoga pertemuan ini menghasilkan gagasan dan semangat baru untuk terus menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Mahakam Ulu,” tambahnya.
Pemkab Mahulu berharap penguatan kerukunan menjadi bagian dari fondasi pembangunan daerah. Dengan masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis, visi Mahulu Melaju diharapkan dapat diwujudkan secara lebih kuat dan berkelanjutan.
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.




