TENGGARONG – Setelah sekitar lima tahun terbengkalai, Taman Replika Kerajaan Nusantara di Tenggarong mulai bangkit. Kawasan wisata yang dibangun dengan nilai sekitar Rp23 miliar itu kini dibersihkan dan dibenahi melalui swadaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Panji Berseri.
Taman yang berada di Jalan Anggana, RT 15, Kelurahan Panji, tersebut dibangun sejak 2021. Namun, minimnya pemeliharaan membuat kondisinya sempat memprihatinkan.
Semak belukar menutupi sejumlah bagian taman. Pagar pembatas roboh, dinding bangunan kusam dan berlumut, sementara satu miniatur replika bahkan rusak total hingga hanya menyisakan fondasi.
Padahal, kawasan tersebut menyimpan sejumlah replika bangunan bersejarah dan ikonik. Di antaranya Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Candi Tikus Majapahit, Candi Mahligai, Kerajaan Sriwijaya, Istana Tanjung Palas, Istana Gunung Tabur, serta miniatur Menara Eiffel dan Menara Pisa.
Perubahan mulai terlihat dalam tiga bulan terakhir. Anggota Pokdarwis Panji Berseri bergotong royong membersihkan kawasan dan mengecat ulang miniatur yang telah kusam.
Cat khusus luar ruangan digunakan agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Darmawan, mengapresiasi upaya tersebut. Ia mengatakan pengelolaan kawasan kini dilakukan Pokdarwis Panji Berseri.
“Sekarang kawasannya sudah jauh lebih bersih, dan miniatur yang dulunya kusam sudah kembali bagus setelah dicat ulang,” ungkap Awang.
Selain sebagai taman edukasi, kawasan tersebut juga memiliki danau buatan yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi wahana rekreasi air.
Ke depan, pengelola dapat menambahkan fasilitas seperti kapal kecil untuk membawa pengunjung berkeliling danau.
“Mengenai konsep akhir maupun arah pengembangannya menjadi eduwisata, ekowisata, atau pusat kuliner, pihak dinas menyerahkan keputusan penuh kepada Pokdarwis selaku pengelola lapangan,” terangnya.
Meski pembenahan terus berjalan, pengelola masih menghadapi persoalan mendasar berupa ketersediaan air bersih dan jaringan listrik.
Untuk mengatasinya, Dinas Pariwisata Kukar mengusulkan penarikan jalur listrik dari Museum Kayu yang lokasinya tidak jauh dari taman.
“Sambungan listrik ini untuk penerangan malam hari serta menunjang pengawasan keamanan area taman,” tambahnya.
Dengan pembenahan yang terus berjalan, Taman Replika Kerajaan Nusantara diharapkan kembali menjadi salah satu pilihan wisata keluarga di Tenggarong.
Selain menghadirkan replika bangunan bersejarah, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang edukasi, rekreasi, hingga pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya Taman Replika di Tenggarong dapat menghemat, dan seru bagi warga Tenggarong dan sekitarnya tanpa harus bepergian keluar daerah,” pungkasnya.
Penulis: Shavira Ramadhanita
Editor: Agus S.




