PENAJAM PASER UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan gambut di RT 06, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (9/8/2026). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4,13 hektare.
Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 17.08 Wita setelah api terlihat membakar lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan material yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan pepohonan.
“Material yang terbakar merupakan jenis lahan gambut dengan semak belukar dan pepohonan di atasnya,” jelas Nurlaila.
Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan sejumlah armada dari BPBD PPU, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Penajam, Dinas Pertanian, Polres PPU, PT Eastkal, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).
Air untuk proses pemadaman disuplai menggunakan kendaraan AWC Polres PPU, mobil pemadam PT Eastkal, serta mobil tangki Disperkimtan. Tim juga menggunakan mesin portable untuk menjangkau titik-titik api di kawasan gambut.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga Senin (10/8/2026) sekitar pukul 00.15 Wita.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan sejumlah titik asap yang belum dapat ditangani pada malam hari.
“Secara visual di lokasi karhutla api sudah padam, namun masih terdapat banyak titik asap yang belum dapat dilakukan pemadaman malam hari. Tim akan melakukan pendinginan kembali pagi ini di lokasi karhutla,” tegas Nurlaila.
Tim gabungan yang terlibat antara lain BPBD PPU, Brigade Karhutla Dinas Pertanian, DPKP Pos Penajam, Polres PPU, Polsek Penajam, Disperkimtan, PT Eastkal, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Ketua RT 06 Gunung Seteleng.
Pemilik lahan diketahui bernama Yunus, warga RT 02 Kelurahan Nenang. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan bara api yang berada di dalam lapisan gambut tidak kembali menyala.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Syaifudin mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang panas. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena api dapat dengan cepat merambat dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Pewarta: Robbi Lalat
Editor: Agus S.




