Kepala SPPG Bontang Selatan 5 Duga Ayam Suwir Penyebab Siswa Vidatra Mual dan Muntah

BONTANG – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5, Gusti, menyebut dugaan awal mengarah pada menu ayam suwir dalam insiden puluhan siswa SMP YPVDP (Vidatra) Bontang yang mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

Gusti mengaku awalnya tidak langsung mengaitkan keluhan para siswa dengan makanan yang diproduksi SPPG. Ia baru mulai mencurigai salah satu menu setelah menerima informasi dari pihak terkait.

“Begitu saya dapat telepon dari atasan bahwa menu ayam suwir yang kemungkinan menjadi penyebab kejadian seperti kemarin itu, baru saya terpikir bahwa kemungkinan itu,” ujarnya dalam rapat evaluasi penanganan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan, pihaknya langsung meminta sekolah menghentikan konsumsi makanan yang masih tersisa, agar dapat dijadikan sampel pemeriksaan.

“Saya langsung menghubungi kepala sekolah dan meminta makanan yang masih utuh tidak dimakan dulu. Dibiarkan saja untuk keperluan pemeriksaan,” katanya.

Baca Juga:  Modus Investasi Trading Bodong, Total Kerugian Korban 'Sultan UMKM' Capai Rp 226 Juta

Ia menyebut, menu MBG yang disajikan saat kejadian terdiri atas nasi uduk tanpa santan, ayam suwir kemangi, oseng tahu, tumis pepaya dan wortel, serta buah jeruk pontianak.

Ia memastikan seluruh proses produksi telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penyimpanan bahan baku, pengolahan makanan hingga distribusi.

Ia menjabarkan proses pengolahan seperti bahan baku ayam, kata dia, diterima dalam kondisi beku pada siang hari, sehari sebelum dimasak. Sementara tahu dan bahan lainnya datang pada sore hingga malam hari, dan langsung diolah tanpa disimpan semalaman.

“Kalau tahu datang magrib, malam itu juga langsung dimasak,” jelasnya.

Setiap bahan baku yang datang juga diperiksa oleh petugas administrasi dan tim dapur. Jika ditemukan bahan yang tidak layak, pemasok diminta menggantinya.

Mereka juga menyimpan sampel setiap menu yang diproduksi. Sampel tersebut telah diserahkan kepada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan laboratorium PT Badak untuk diperiksa bersama sampel makanan yang diamankan dari sekolah.

Baca Juga:  Lupa Tarik Rem Tangan, Mobil Mundur Tabrak Pagar Rumah

Ditambahkan, berdasarkan SOP, makanan yang telah diterima di sekolah dianjurkan dikonsumsi maksimal dua jam setelah diterima guna menjaga kualitasnya.

Meski dugaan awal sempat mengarah pada ayam suwir, ia menegaskan penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.

“Yang bisa memastikan penyebabnya nanti hasil pemeriksaan laboratorium. Kami menunggu hasil resminya,” tutupnya.

Sebelumnya, puluhan siswa SD dan SMP YPVDP Bontang mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (10/8/2026).

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati menyatakan hasil laboratorium kemungkinan akan ada dalam tiga hari ke depan karena melalui beberapa proses untuk memastikan kandungan dalam makanan MBG yang saat itu disajikan.

“Pemeriksaan seperti tidak bisa dilakukan dengan instan, kemungkinan tiga hari lagi keluar hasilnya,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.