Kasus DBD di Bontang Capai 131, Tanjung Laut Indah Jadi Wilayah Terbanyak

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat sebanyak 131 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan peningkatan kasus DBD menjadi perhatian serius pemerintah untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

“Data tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, pemantauan, dan pengendalian DBD di Bontang,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Adapun sebaran kasus terbanyak berada di Kelurahan Tanjung Laut Indah dengan 31 kasus, disusul Kelurahan Tanjung Laut sebanyak 19 kasus.

“Jadi sekitar 50 kasus berada di dua kelurahan tersebut. Memang penyebaran kasus terbanyak ada di Tanjung Laut Indah dan Tanjung Laut,” jelasnya.

Dilanjut, Kelurahan Berbas Tengah 12 kasus, Gunung Telihan 11 kasus, Belimbing 10 kasus dan paling sedikit di Kelurahan Satimpo dengan satu kasus.

Meski jumlah kasus masih cukup tinggi, Dinkes menegaskan hingga saat ini baru satu kasus yang dikategorikan sebagai kematian murni akibat DBD sepanjang 2026. Adapun kasus meninggalnya seorang anak berusia enam tahun yang sempat menjadi perhatian publik, tidak masuk dalam kategori tersebut.

Baca Juga:  Lansia Asal Balikpapan Meninggal di Perairan Beras Basah, Diduga Usai Bermain Banana Boat

“Adapun Kasus yang terakhir tidak bisa kami kategorikan sebagai kematian akibat DBD. Berdasarkan kronologi medis, penyebab kematian adalah komplikasi penyakit penyerta, bukan karena DBD murni,” tegasnya.

Sebagai langkah pengendalian, Dinkes terus melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE), fogging pada lokasi yang memenuhi kriteria, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

Selain itu, Dinkes juga terus mengevaluasi program penyebaran nyamuk ber-Wolbachia, yang telah berjalan sejak 2023. Meski dinilai membantu menekan penyebaran DBD, Toetoek menegaskan program tersebut merupakan upaya pendukung dan tidak menggantikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap melakukan 3M Plus, membersihkan lingkungan, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam atau gejala yang mengarah pada DBD,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.