Lubang Galian Jargas Makan Korban, Pengendara Motor Terperosok Alami Luka Memar dan 7 Jahitan

BONTANG – Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan setelah terjatuh ke lubang galian jaringan gas (Jargas) di kawasan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 21.32 Wita.

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di seberang Toko Andika Plaza. Korban diketahui sedang melintas menggunakan sepeda motor, namun tidak mengetahui ada lubang galian jargas yang tidak ditutup ketika terperosok ke lubang yang berada di bagian pinggir badan jalan itu.

Ida, kakak korban mengatakan bahwa saat kejadian kondisi lubang galian tersebut tidak dilengkapi tanda atau penanda, yang cukup terlihat bagi pengguna jalan.

Lubang jargas sudah ditutup pasca kejadian. (Ist)

“Ini tadi malam adik saya mengalami kecelakaan, di salah satu lubang galian Jargas. Karena memang tidak ada tanda,” ujar Ida, Sabtu (15/8/2026).

Akibat kejadian ini, korban mengalami sejumlah luka akibat terjatuh. Selain luka pada bagian tubuhnya, korban juga mengalami memar di beberapa bagian badan.

“Badannya memar-memar, bahkan di bagian pelipisnya dijahit sampai tujuh jahitan,” ungkapnya.

Dari foto yang dibagikan keluarga, terlihat sepeda motor korban berada di dalam lubang galian dengan material tanah menumpuk di sekitar lubang. Kondisi tersebut menunjukkan cukup dalamnya lubang yang menjadi lokasi korban terjatuh.

Baca Juga:  Nginap di Masjid hingga Penuh Sejak Subuh, Antusias Jamaah Ingin Dengar Tausiah UAS

Selain itu, Ida juga menyebutkan bahwa korban tidak mengenakan helm, karena lokasi kejadian berada tidak jauh dari rumah dan korban hanya berniat keluar untuk membeli gas portabel.

“Makanya kenapa tidak pakai helm karena hanya keluar di depan gang saja, untuk membeli perlengkapan untuk lomba memasak kegiatan sekolah,” katanya.

Ia berharap kondisi lubang-lubang galian di wilayah tersebut mendapat perhatian, dan segera diberikan pengamanan maupun penanda yang jelas.

Hal ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, khususnya pada malam hari ketika visibilitas pengguna jalan lebih terbatas.

“Galiannya sudah tertutup saat ini, entah kapan ditutupnya. Mungkin karena sudah ada korban, makanya langsung ditangani,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.