BALIKPAPAN – PB Platinum menutup Bayan Open 2026 dengan dua gelar. Kenas Adi Haryanto/Hafiz Faizal menjuarai Ganda Dewasa Putra setelah mengalahkan pasangan Bayan, Moh. Reza Pahlevi/Sabar Karyaman Gutama, dalam pertandingan tiga gim di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (29/8/2026) malam.
Final tersebut menjadi pertandingan terakhir Bayan Open 2026. Laga berlangsung ketat hingga lewat tengah malam dan baru selesai sekitar pukul 00.10 WITA, Minggu (30/8).
Kemenangan Kenas/Hafiz juga menuntaskan penantian PB Platinum. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Platinum sudah mencapai final, tetapi belum berhasil membawa pulang gelar.
Soegianto, Direktur Operasional Platinum Hotel Indonesia Group, mengatakan pertandingan terakhir berlangsung seru dan menghibur penonton.
“Betul-betul menghibur untuk seluruh penonton. Everybody happy, semuanya bahagia. Terutama Platinum lebih bahagia lagi karena bisa juara,” kata Soegianto.

Menurut dia, hasil tahun ini menjadi jawaban setelah Platinum hanya menjadi runner-up pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Tahun lalu kita juga masuk final, tapi belum bisa juara, masih jadi runner-up. Kali ini kita buktikan bisa juara,” ujarnya.
Perjalanan Kenas/Hafiz menuju gelar tidak mudah. Sebelum bertemu Reza/Sabar di final, mereka harus melewati pasangan-pasangan kuat. Di semifinal, Kenas/Hafiz menyingkirkan Marcus Fernaldi Gideon/Rahmat Hidayat dari PB Karunia Group.
Soegianto mengatakan persiapan dilakukan serius karena mereka sudah mengetahui Bayan akan menurunkan Reza/Sabar.
“Mereka memang hampir tiap hari mengikuti turnamen-turnamen di mana-mana. Otomatis mereka sudah siap. Mereka tahu Bayan akan mendatangkan Reza/Sabar, makanya latihannya betul-betul serius untuk bisa masuk final dan menang,” katanya.
Hasil tersebut melampaui target awal PB Platinum.
“Target tercapai, malah melampaui. Targetnya final saja,” ujar Soegianto.


PB Platinum juga memastikan akan kembali mengikuti Bayan Open tahun depan. Soegianto berharap komposisi pemain yang ada tetap dipertahankan.
“Tahun depan pasti kita turun kembali dengan kekuatan yang sama. Mudah-mudahan masih bisa juara,” katanya.
Kenas sendiri mengaku tidak menyangka bisa mengalahkan Reza/Sabar. Menurut dia, kesiapan pemain di lapangan menjadi penentu.
“Yang pasti enggak nyangka bisa ngalahin Reza/Sabar. Ya hoki lah. Mungkin mereka enggak tampil maksimal,” kata Kenas.
Kenas/Hafiz sempat kesulitan pada gim pertama. Servis dan permainan cepat lawan membuat keduanya terlambat menemukan pola.
“Game pertama kegrebek. Mereka kan memang dua-duanya servisnya tipis-tipis bagus, jadi bingung kita mau main apa,” ujarnya.
Permainan berubah pada gim kedua. Kenas/Hafiz memilih bermain lebih lepas dan meningkatkan tekanan.
“Gim kedua kita coba main all out saja, sudah enggak usah mikirin. Alhamdulillah bisa balik, terus diterusin sampai set ketiga,” katanya.
Kenas mengaku persiapannya menjelang Bayan Open juga tidak seluruhnya dihabiskan dengan bermain bulu tangkis. Ia bahkan sempat lebih banyak bermain padel. Namun ketika masuk turnamen, targetnya tetap juara.
“Kalau target pasti juara. Tapi kalau sudah main, siapa yang siap, dia yang menang,” ujarnya.

DUA GELAR UNTUK PLATINUM
PB Platinum tidak hanya berjaya di Ganda Dewasa Putra. Unang Rahmat/Eko Hamiseno juga merebut gelar Ganda Veteran.
Unang/Eko mengungguli Flandy Limpele/Dedy Sardiana dari PB Mulia Baru Sangatta yang menjadi runner-up. Herman Laksono/Ignatius Rudy dari Bayan serta Suhaendi Noor/Marley Mario Mainaky dari Bankaltimtara/Keshab Timur Samarinda berhenti di semifinal.
Di Ganda Dewasa Putri, gelar menjadi milik Anggia Shitta Awanda/Debby Susanto dari Bayan. Nella Puspita Dewi/Arisma Nur Rahmadani dari Pengairan Kaltim menjadi runner-up.
Dua pasangan lainnya, Priskila Venus Elsadai/Valentine Dionny Mesdila dari Hevindo Balikpapan dan Gabriela Meilani Moningka/Jenna Gozali dari Jenna Gozali Badminton Club, mencapai semifinal.
Persaingan Beregu Putra dimenangi MAXPLAY A. Harfanas A menjadi runner-up, sedangkan Bayan B dan PB Karunia Primatama Group berhenti di semifinal.
Pada Ganda Dewasa Putra, selain Kenas/Hafiz dan Reza/Sabar, dua pasangan yang mencapai semifinal adalah Gilang Krisandi Toyo Pramana/Erwin Rendana Purnomo dari MAXPLAY BC serta Marcus Fernaldi Gideon/Rahmat Hidayat dari PB Karunia Group.

Dengan hasil tersebut, PB Platinum menguasai dua dari empat kategori Open melalui Ganda Veteran dan Ganda Dewasa Putra. Bayan meraih gelar Ganda Dewasa Putri, sedangkan MAXPLAY A menjadi juara Beregu Putra.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan Cokro Ratih Kusuma menutup secara resmi turnamen setelah seluruh pertandingan selesai.
“Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh rangkaian Bayan Open 2026 secara resmi kami nyatakan ditutup. Kami mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, klub, panitia, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Ratih.
Empat final kategori Open melengkapi 18 final Sirkuit Nasional C yang lebih dulu diselesaikan. PB Djarum Kudus keluar sebagai juara umum Sirnas C dengan empat emas, dua perak dan enam perunggu.
Jaya Raya Jakarta menjadi runner-up dengan tiga emas, empat perak dan tujuh setengah perunggu. Mutiara Cardinal Bandung berada di posisi ketiga dengan tiga emas, satu perak dan dua perunggu.
Tuan rumah juga membawa pulang gelar. Terpadu Balikpapan menempati posisi kelima klasemen medali dengan dua emas, setengah perak dan satu perunggu.
Dua emas Terpadu Balikpapan diraih Mikhayla Almira Sakhi Arifin di Tunggal Usia Dini Putri dan Muhammad Abidzar Alghifari di Tunggal Anak Putra.
Bayan Open 2026 berlangsung sejak 24 Agustus dengan pertandingan di BSCC Dome, Hevindo Arena dan GOR BJBJ. Final Kenas/Hafiz melawan Reza/Sabar menjadi laga terakhir sebelum rangkaian pertandingan berakhir sekitar pukul 00.10 WITA, Minggu (30/8).
Reporter: Insan
Editor: Agus S.





