BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang membentuk Posko Bersama Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kelurahan Bontang Lestari.
Posko tersebut berada di Pos Damkar Bontang Lestari dan melibatkan sejumlah unsur lintas sektoral, mulai dari Disdamkartan, TNI AD, TNI AL, hingga Polri.
Kepala BPBD Bontang, Usman, membenarkan pembentukan posko bersama tersebut. Posko dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat koordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Posko itu berada di pos damkar yang berada di Bontang Lestari. Iya, TNI, TNI AL, dan Polri juga gabung,” ujarnya.
Personel ditugaskan secara bergantian dalam tiga shift selama 24 jam.
Disdamkartan, Kodim 0908/Bontang, dan Polres Bontang masing-masing menempatkan enam personel setiap shift. Sementara Pos TNI AL menugaskan satu personel setiap shift.
Sistem penjagaan dibagi menjadi tiga waktu, yakni shift pagi pukul 07.30–15.30 Wita, shift sore pukul 15.30–23.30 Wita, dan shift malam pukul 23.30–07.30 Wita.
Personel yang bertugas diharapkan menjalankan fungsi pemantauan, kesiapsiagaan, koordinasi, pelaporan, hingga respons awal apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Posko Bersama Penanganan Karhutla tersebut dijadwalkan berlangsung selama September 2026, mulai 31 Agustus hingga 30 September 2026. Masa pelaksanaan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.
Pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi penanganan Karhutla pada 27 Agustus 2026, serta arahan Wakil Wali Kota Bontang untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah tersebut.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




