PT LBB Klaim Lunasi Tunggakan ke Pemkot Bontang, Total Kewajiban Sekitar Rp2 Miliar

BONTANG– PT Laut Bontang Bersinar (LBB) mengklaim telah menyelesaikan seluruh tunggakan kewajibannya kepada Pemerintah Kota Bontang. Total pembayaran yang telah direalisasikan disebut mencapai sekitar Rp2 miliar, yang mencakup tunggakan kontribusi tetap, bagi hasil, serta denda atau penalti keterlambatan pembayaran.

Komisaris PT LBB, Joni Muslim, mengatakan pelunasan tunggakan tersebut merupakan bagian dari pembenahan perusahaan, setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen sebelumnya.

Persoalan utama yang ditemukan saat manajemen melakukan pemetaan kondisi perusahaan, adalah adanya kewajiban kepada pemerintah yang belum diselesaikan.

“Ketika saya masuk, kami memetakan persoalan-persoalan yang dihadapi LBB, terutama persoalan internal,” ujar Joni.

Ia menyebut, terdapat tunggakan kontribusi tetap yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat pula kewajiban pembayaran penalti akibat keterlambatan.

“Alhamdulillah, kontribusi tetap dan penalti itu sudah diselesaikan. Ini memang utang masa lalu, tetapi tetap harus bertanggung jawab,” katanya.

Adapun pembayaran disampaikan Direktur Utama PT LBB, Hariyadi. Untuk tunggakan kontribusi tetap, PT LBB sebelumnya masih memiliki kewajiban sekitar Rp467 juta. Dari jumlah tersebut, perusahaan telah melakukan pembayaran awal sebesar Rp400 juta, kemudian melunasi sisa sekitar Rp67 juta.

Baca Juga:  Harga Cabai di Pasar Melonjak

Untuk kewajiban bagi hasil, Hariyadi menyebut terdapat pembayaran untuk tahun 2023 sebesar sekitar Rp59 juta dan tahun 2024 sebesar sekitar Rp143 juta.

Selanjutnya, perusahaan juga melunasi kewajiban berupa denda atau penalti keterlambatan pembayaran. Salah satu pembayaran denda terakhir yang disebutkan dalam keterangan manajemen mencapai sekitar Rp405 juta.

“Adapun kewajiban tunggakan dan penalti lainnya, sehingga total akumulasi pembayaran mencapai sekitar Rp2 miliar,” katanya.

Hariyadi menegaskan, seluruh kewajiban kepada Pemkot Bontang yang menjadi tanggungan perusahaan telah diselesaikan.

Menurut Joni, setelah kewajiban kepada pemerintah diselesaikan, perusahaan kini berfokus pada pembenahan operasional dan peningkatan pelayanan pelabuhan.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pengadaan fender pelabuhan dengan perkiraan anggaran sekitar Rp400 juta. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan kapal saat bersandar.

“Karena kewajiban kepada pemerintah sudah kami selesaikan, selanjutnya kami akan menggenjot pendapatan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan peningkatan fasilitas,” kata Hariyadi.

Selain melunasi tunggakan, manajemen PT LBB juga mengklaim telah melakukan efisiensi anggaran, termasuk memangkas biaya perjalanan dinas hingga hampir 80 persen.

Baca Juga:  80 Nakes Terpapar Corona, RSUD Taman Husada Tracing Karyawan

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.