BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) bersama sejumlah pihak, khususnya Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang membagikan hampir 4 ribu masker kepada masyarakat, sebagai langkah antisipasi gangguan pernapasan akibat kabut asap dan kualitas udara yang tidak sehat, dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Bontang, Lukman, mengatakan bahwa seluruh masker yang diterima telah selesai didistribusikan kepada masyarakat. Pembagian masker berlangsung di Simpang Empat Lampu Merah Rumah Sakit (RS) Amalia.
“Alhamdulillah kita telah selesai membagikan masker sebanyak hampir 4 ribu. Masker tersebut ada masker medis dan masker kain,” ujar Lukman, Senin (7/9/2026) sore.
Ia menjelaskan, total masker yang dibagikan, ada sebanyak 3.500 masker medis dan 350 masker kain. Menurutnya, pembagian masker tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah untuk membantu masyarakat dalam mengurangi risiko gangguan pernapasan, terutama di tengah kondisi kemarau dan potensi karhutla.
“Pastinya dari kegiatan pembagian masker ke masyarakat ini, untuk menghindari gangguan pernapasan akibat karhutla, dimana kita selalu untuk bisa antisipasi,” katanya.
Lukman menyebut, kondisi karhutla di Bontang sejauh ini tidak sebanding dengan luasan hutan yang terbakar, di sejumlah daerah lainnya. Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
“Walaupun sebenarnya di Bontang tidak sebanding dengan luasan hutan yang terbakar, pada intinya kita bisa membantu masyarakat lewat pembagian masker ini,” jelasnya.
Lukman menambahkan, masker tersebut merupakan bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat yang dikirimkan melalui tingkat provinsi hingga kemudian disalurkan ke kabupaten/kota.
“Ini semua sudah kita distribusi. Semoga bisa membantu masyarakat, khususnya menghindari udara yang kotor dan tidak sehat untuk menghindari gangguan pernapasan,” pungkasnya.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




