BONTANG – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan SMP menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang. Salah satu yang menjadi perhatian ialah masih adanya perbedaan capaian akademik antarsekolah.
Pada hasil TKA SMP 2026, posisi tiga besar nilai rata-rata gabungan ditempati SMP YPVDP, SMP YPK, dan SMP Negeri 1 Bontang. Sementara pada jenjang SD, 10 besar nilai didominasi oleh sekolah swasta.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muhammad mengatakan hasil tersebut perlu dilihat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, sekolah tidak perlu sibuk mencari alasan atas capaian yang belum maksimal. Sebaliknya, hasil yang lebih baik dari sekolah lain dapat dijadikan contoh untuk mendorong peningkatan.
“Kalau di sana bisa, masa di situ enggak bisa. Ayo contoh yang baik. Jangan lagi membahas yang buruk-buruk, membuang energi,” ujarnya.
Ia mengatakan evaluasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa, tetapi juga proses pembelajaran yang dilakukan guru. Ia mendorong materi dan soal lebih banyak dibahas bersama siswa di kelas, agar pemahaman mereka semakin kuat.
Ia juga menilai siswa tidak perlu terus dibebani pekerjaan rumah. Waktu setelah pembelajaran sebaiknya digunakan untuk beristirahat, sehingga siswa dapat kembali mengikuti pelajaran dengan kondisi yang lebih siap
“Guru menyajikan materi-materi, soal dibahas bersama oleh anak-anak. Anak-anak pulang jangan dikasih PR, suruh istirahat. Besoknya begitu lagi dengan pelajaran yang lain,” ujarnya.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




