Dewan Desak PLN Bontang Bawa Persoalan Pemadaman ke Tingkat Atas

BONTANG – DPRD Bontang meminta PLN membawa persoalan pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari ke tingkat manajemen yang lebih tinggi.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, dalam rapat dengar pendapat bersama PLN Bontang, Selasa (15/9/2026).

Menurut Winardi, persoalan kelistrikan di Bontang tidak cukup hanya diselesaikan di tingkat daerah. Terlebih, sistem kelistrikan Bontang terhubung dengan jaringan interkoneksi, sehingga listrik yang diproduksi di daerah ini juga masuk ke sistem yang melayani wilayah lain.

“Pak Manager, enggak usah takut sama atasan. Bawa saja hasil rapat ini. Bawa notulen ini sekeras mungkin ke atas,” tegasnya.

Ia menilai pemadaman yang berlangsung hingga berjam-jam, telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

Winardi juga menyoroti kondisi ketika Bontang memiliki kapasitas pembangkit yang besar, namun warga masih harus menghadapi pemadaman.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menyebut berdasarkan data PLN, kebutuhan listrik masyarakat Bontang rata-rata hanya sekitar 70 MW. Sementara kapasitas produksi pembangkit yang berada di Bontang disebut mencapai sekitar 230 MW.

Baca Juga:  Masih Kekurangan Alat Operasional dan Sarpras, BPBD Harap Tidak Terkena Pemangkasan Anggaran

“Total yang bisa Bontang produksi itu 230 MW. Bontang dengan keadaan saat ini seperti mati di lumbung padi,” ujar Rustam.

Ia menyebut Bontang memiliki sejumlah pembangkit, di antaranya PLTD dengan kemampuan sekitar 50 MW dan PLTMG sekitar 180 MW. Selain itu, terdapat PLTU Teluk Kadere.

Dengan jumlah pelanggan sekitar 59 ribu sambungan, Rustam mempertanyakan penyebab pemadaman masih terjadi ketika kebutuhan lokal disebut jauh di bawah kapasitas produksi pembangkit.

“Kalau kebutuhan rata-rata masyarakat Bontang hanya di kisaran 70 MW, kenapa pemadaman masih bisa terjadi sampai tiga jam?” katanya.

Rustam menjelaskan, listrik yang dihasilkan pembangkit di Bontang tidak sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan lokal. Pasokan tersebut masuk ke sistem interkoneksi sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah.

Karena itu, ia meminta PLN menjelaskan secara terbuka persoalan sistem dan distribusi yang menyebabkan pemadaman masih dirasakan masyarakat Bontang.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.