Kebakaran Lahan di 3 Titik Terjadi Bersamaan, Petugas Terhalang CFN saat ke Lokasi

BONTANG – Kebakaran lahan terjadi di tiga titik berbeda di wilayah Kota Bontang, Sabtu (3/10/2026) malam. Ketiga titik tersebut dilaporkan terbakar secara bersamaan, dan berada tak jauh dari kawasan permukiman warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan bahwa, pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya kebakaran lahan. Setelah dilakukan pengecekan, petugas mendapati tiga titik api yang harus ditangani, secara bersamaan.

“Ada tiga titik lokasi kebakaran yang terjadi bersamaan. Lokasinya juga dekat dengan pemukiman,” ujar Amiluddin.

Dijelaskannya, dua titik kebakaran berada di kawasan HOP 7. Sementara satu titik lainnya berada di belakang Gereja Santo Yosef, tepatnya di belakang Kantor BRI Pusat atau di belakang sekolah Bahrul Ulum.

Petugas kemudian dibagi menjadi beberapa tim, untuk mempercepat proses pemadaman. Tim bergerak secara terpisah menuju masing-masing titik, agar api dapat segera dikendalikan, mengingat lokasinya berdekatan dengan permukiman.

“Kami membagi beberapa tim untuk memencar dan melakukan pemadaman secara bersamaan,” jelasnya.

Namun, upaya petugas saat menuju lokasi sempat terkendala akses jalan. Pasalnya, di waktu yang bersamaan tengah berlangsung kegiatan Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan MT. Haryono, sehingga arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan cukup padat.

Baca Juga:  Meriahkan HAB Ke-76, Kemenag Gelar Lomba Mancing

Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam harus mendapat pengaturan lalu lintas terlebih dahulu, agar dapat melintas menuju lokasi kebakaran.

“Ada sedikit waktu yang terbuang akibat pengaturan lalu lintas, agar mobil kami bisa melintas ke lokasi kejadian,” ungkapnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Petugas masih berfokus melakukan pemadaman dan memastikan api tidak kembali meluas.

“Untuk penyebabnya kami masih belum mengetahui. Alhamdulillah, untuk pemadaman sudah sedikit kami padamkan,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.