BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih mengusulkan penambahan jaringan gas rumah tangga (jargas), termasuk untuk menjangkau wilayah Bontang Lestari. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), namun realisasinya masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Kota Bontang, Arif Rokhman, mengatakan Wali Kota Bontang telah bersurat kepada Kementerian ESDM untuk mengusulkan perluasan sambungan jargas.
“Masih diusulkan, bu wali sudah bersurat ke Kementerian ESDM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Bontang sebelumnya mengajukan tambahan sekitar 4.000 Sambungan Rumah (SR). Dari usulan tersebut, sebanyak 1.000 SR telah direalisasikan pada 2026.
Dengan tambahan itu, jumlah sambungan yang semula direncanakan sebanyak 10.553 SR meningkat menjadi 11.553 SR.
Adapun sisa usulan penambahan sambungan akan kembali diajukan kepada pemerintah pusat. Pemkot juga akan memperbarui data calon penerima, agar kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dan tidak ada warga yang terlewat.
Terkait peluang masuknya jargas ke Bontang Lestari, Arif belum dapat memastikan kapan program tersebut bisa direalisasikan. Pasalnya, penambahan sambungan masih bergantung pada persetujuan dan kebijakan Kementerian ESDM.
“Terakhir kita usulkan tambahan 4.000-an SR ke ESDM, yang 1.000 sudah dilaksanakan tahun ini,” jelasnya.
Pemkot Bontang berharap usulan tambahan sambungan tersebut dapat memperoleh tindak lanjut, sehingga cakupan layanan jargas semakin luas dan bisa menjangkau lebih banyak rumah tangga.
Jika usulan disetujui, perluasan jaringan diharapkan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap energi rumah tangga. Namun, untuk kepastian pembangunan jargas di Bontang Lestari, warga masih perlu menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




