SANGATTA — Pengelola Stadion Utama Kudungga, Sangatta, Kutai Timur (Kutim), bergerak cepat melakukan pemeliharaan fasilitas guna menyambut kompetisi Liga Nusantara. Langkah prioritas yang kini diambil adalah melakukan penutupan sementara arena pertandingan untuk perawatan rumput lapangan secara maksimal.
Langkah pembenahan ini menyusul hasil verifikasi dan inspeksi langsung dari tim i-League pada Senin (19/10/2026). Secara umum, stadion dinilai memenuhi syarat untuk menggelar laga sepak bola nasional, meski masih memerlukan perbaikan pada beberapa fasilitas pendukung minor.
Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga, Hadri Nirwan, menjelaskan bahwa kondisi rumput menjadi fokus utama pengelola dalam sisa waktu persiapan sekitar satu bulan. Pihaknya berencana mensterilkan area lapangan agar kondisi rumput tetap terjaga optimal saat laga berlangsung.
“Fokus yang paling utama sebenarnya rumput ini yang harus segera kita lakukan pemeliharaan. Lapangan harus kita tutup total mungkin sekitar 20 hari sebelum pertandingan,” kata Hadri.
Hadri menambahkan, secara keseluruhan stadion berkapasitas 7.500 penonton ini telah memiliki standar kelayakan yang memadai. Fasilitas seperti penerangan 1.200 lux, papan skor, serta ruang ganti pemain tim tamu telah siap digunakan, sementara ruang ganti tuan rumah masih dalam tahap penyelesaian.
“Secara keseluruhan dari semua fasilitas yang ada itu minor. Artinya, tidak semua harus kita lakukan perbaikan. Pada prinsipnya stadion ini dikatakan sangat layak untuk pertandingan Liga 3, bahkan Liga 2,” jelas Hadri.
Peluang emas sebagai tuan rumah ini disambut positif oleh manajemen klub Persikutim United. Ketua Persikutim United, Pandi Widiarto, menyatakan readiness timnya dan berharap ajang ini menjadi panggung lahirnya talenta lokal.
“Alhamdulillah, hari ini tim sudah mengecek segala kesiapan secara keseluruhan. Mereka menyampaikan bahwa secara persyaratan stadion ini memenuhi syarat, tinggal beberapa item saja yang harus diperbaiki dan dilengkapi,” ujar Pandi.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




