BONTANG – Material menyerupai oli berwarna hitam terlihat mencemari sejumlah titik di pesisir Pulau Beras Basah, Kota Bontang. Kondisi tersebut terekam dalam sebuah video, yang memperlihatkan ceceran material hitam di tepian pantai hingga perairan sekitarnya.
Temuan itu memunculkan dugaan adanya pencemaran di kawasan wisata bahari tersebut. Namun, hingga kini sumber material yang terlihat dalam video itu belum dapat dipastikan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, mengatakan identifikasi jenis material dan sumber pencemaran merupakan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kalau sumber pencemaran, jenis pencemaran, itu kewenangan DLH,” ujarnya.
Ia menyampaikan, informasi dari masyarakat di sekitar Bontang Lestari maupun pedagang di kawasan Beras Basah menyebut, material menyerupai minyak kerap terbawa arus laut dari arah tenggara hingga selatan, terutama pada pagi hari.
Bahkan, muncul dugaan material tersebut berasal dari arah kawasan aktivitas industri, termasuk area yang berkaitan dengan CPO maupun Indominco Mandiri. Meski demikian, dugaan tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut.
Menurut Eko, diperlukan pembuktian untuk mengetahui asal material yang mencemari kawasan pantai itu. Penentuan sumber pencemaran, tidak dapat hanya berdasarkan informasi masyarakat atau perkiraan arah arus laut.
“Yaa, dari arah CPO atau Indominco Mandiri. Tapi itu kan harus dibuktikan. Gak bisa hanya asumsi atau dugaan,” jelasnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap material hitam yang ditemukan di pesisir dan perairan Beras Basah. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan jenis material, sumber pencemaran, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan laut dan aktivitas wisata.
Hingga sumber pencemaran teridentifikasi, dugaan yang mengarah kepada pihak atau aktivitas tertentu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Pihak DLH juga belum memberikan respon terhadap wartawan terkait pencemaran tersebut.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




