BONTANG – Warga Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, sudah lama berhadapan dengan air yang menggenang setiap hujan turun. Kini harapan itu mulai terjawab. Pemerintah Kota Bontang mulai membangun saluran drainase baru yang menghubungkan Jalan Pattimura dengan sistem drainase di Jalan Ahmad Yani, lalu diteruskan ke sungai yang bermuara ke laut.
Pembangunan itu memang menuntut konsekuensi. Sejumlah pohon di tepi jalan harus ditebang karena menghalangi trase saluran. Meski mendukung proyek, DPRD Bontang mengingatkan agar Pemkot tidak melupakan aspek lingkungan setelah pekerjaan selesai.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan pemotongan pohon dilakukan karena kebutuhan teknis di lapangan. Menurutnya, konektivitas drainase adalah kunci agar air tidak lagi tertahan di badan jalan.
“Tujuan utama pembangunan ini untuk mengurai aliran air dan mengkoneksikan drainase yang ada, agar sistem pembuangan air lebih optimal,” ujar Sahib, Senin (29/6/2026).
Sahib menegaskan, proyek infrastruktur tidak boleh mengorbankan ruang hijau kota. Ia meminta Pemkot Bontang segera menyiapkan rencana penanaman pohon pengganti di sekitar Jalan Pattimura maupun titik lain yang sesuai.
“Dampak lingkungan dari penebangan tidak boleh diabaikan. Pemkot wajib memastikan ada penggantian vegetasi yang hilang akibat proyek ini,” tegasnya.
Pembangunan drainase di ruas tersebut memang ditunggu warga. Selama ini Jalan Pattimura kerap menjadi langganan banjir kiriman dan genangan yang mengganggu aktivitas harian. Dengan terhubungnya saluran ke Jalan Ahmad Yani dan bermuara ke laut, kapasitas pembuangan air saat hujan deras diharapkan meningkat.
Kini pekerjaan tinggal menuntaskan sisi teknis sekaligus menepati janji lingkungan. Bagi DPRD, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari lancarnya air, tetapi juga dari seberapa baik kota menjaga pohon pengganti tumbuh di tempatnya.
(Sya/adv)
Editor: Yusva Alam




