UJOH BILANG – Komisi II DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) melaksanakan kegiatan study tiru ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan penanganan bencana alam di Kabupaten Mahakam Ulu.
Ketua Komisi II DPRD Mahulu, Hendrikus Keling, mengatakan kunjungan tersebut didorong oleh kebutuhan Mahulu terhadap sistem regulasi dan respons bencana yang terstruktur, cepat, dan terukur.
“Kami ingin mengetahui seperti apa regulasi dan respons cepatnya hingga penanganan saat terjadinya bencana,” ujar Keling, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Mahakam Ulu memiliki tantangan tersendiri dibanding daerah lain karena merupakan wilayah perbatasan dengan kondisi geografis yang cukup ekstrem, terutama saat musim banjir dan kemarau panjang.
“Mahakam Ulu bukan daerah biasa. Sebagai daerah perbatasan dengan kondisi geografis yang cukup ekstrem, tantangan dalam penanganan bencana jauh lebih sulit,” ungkapnya.
Melalui kegiatan study tiru tersebut, Komisi II DPRD Mahulu berharap dapat mengadopsi praktik terbaik yang telah diterapkan di Kota Surabaya, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi geografis dan karakteristik bencana yang sering terjadi di wilayah Mahulu.
Hasil kunjungan tersebut nantinya diharapkan dapat dituangkan dalam regulasi penanggulangan bencana yang lebih komprehensif, responsif, dan berpihak pada keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Mahakam Ulu.
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.




