Edukasi dan Peran Keluarga Dinilai Kunci Cegah Perilaku Berisiko Remaja di Bontang

BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto menilai pelarangan tempat saja tidak cukup untuk menekan perilaku seksual remaja. Ia menegaskan akar masalahnya ada pada minimnya edukasi dan lemahnya pengawasan orang tua.

Menurut Heri, perilaku seksual bisa terjadi di mana saja jika remaja tidak memiliki pemahaman dan pengendalian diri. Karena itu fokus utama harus pada edukasi sejak dini, baik kepada anak maupun orang tua.

“Persoalannya bukan tempatnya, tetapi edukasi yang tidak diberikan, baik dari orang tuanya maupun kepada anak sekolah atau remaja,” ujarnya.

Ia mencontohkan masih banyak orang tua yang membiarkan anaknya keluar rumah tanpa mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulannya. Padahal, kata Heri, orang tua perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya mengawasi anak di luar rumah.

Heri mendorong pencegahan dilakukan bersama melalui sinergi keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan edukasi yang tepat dan pengawasan yang baik, remaja diharapkan lebih memahami kesehatan reproduksi, pergaulan sehat, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri. (Sya/adv)

Baca Juga:  Bakhtiar Wakkang: Ada Celah Masyarakat Bisa Pelihara Buaya!

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.