Hadiah OSN 2026 Turun Drastis, Mendikdasmen: Anggaran Puspresnas Terpangkas

JAKARTA – Penghargaan uang untuk siswa terbaik di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 turun drastis. Hadiah peraih medali emas jenjang SD dan SMP yang tahun lalu mencapai Rp15 juta, kini hanya Rp3 juta. Penurunan serupa terjadi untuk medali perak dan perunggu, atau mencapai 80 persen di seluruh kategori.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengakui penurunan tersebut berkaitan dengan pemangkasan anggaran Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

“Ya karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk pos Presnas itu. Tapi kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan pengumuman Puspresnas pada Minggu (30/8/2026), peraih emas OSN 2026 mendapat Rp3 juta, perak Rp2 juta dan perunggu Rp1 juta.

Setahun sebelumnya, hadiah masing-masing mencapai Rp15 juta untuk emas, Rp10 juta untuk perak dan Rp5 juta untuk perunggu.

Artinya, setiap kategori mengalami pemangkasan dengan persentase sama, yakni 80 persen.

Baca Juga:  Penyidikan Kasus Andrie Yunus Diminta Tak Berhenti di Empat Terdakwa

Penurunan itu terjadi di tengah pemangkasan besar anggaran program pengembangan prestasi dan talenta yang dikelola Puspresnas. Anggarannya disebut turun sekitar Rp350,9 miliar, dari semula Rp408,3 miliar menjadi sekitar Rp57,3 miliar.

Mu’ti mengatakan pemerintah masih berusaha mencari sumber pendanaan lain agar penghargaan uang untuk para juara dapat ditambah.

Namun, ia meminta penghargaan kepada siswa berprestasi tidak hanya dilihat dari nominal hadiah. Para juara OSN, menurutnya, juga memperoleh prioritas untuk mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Tapi jangan dilihat penghargaannya hanya dari sisi hadiahnya ya, karena mereka yang juara juga dapat prioritas untuk beasiswa dari LPDP, yang itu menurut saya jauh lebih bermakna dari sebatas uang itu,” ujarnya.

Menurut Mu’ti, beasiswa dapat memberikan manfaat lebih panjang untuk mendukung pendidikan para siswa.

“Tentu uang penting, tetapi beasiswa menurut saya jauh lebih penting dan itu nilainya sangat besar,” katanya.

Ia menegaskan pemangkasan hadiah bukan berarti pemerintah mengurangi dukungan terhadap siswa berprestasi. Dengan anggaran yang tersedia, pemerintah tetap berupaya mempertahankan ruang kompetisi dan pengembangan kemampuan siswa.

Baca Juga:  SK Pengurus Golkar Kaltim Belum Terbit, DPP Disebut Sedang Menata Ritme Penerbitan Nasional

“Sehingga ini memang bukan berarti kami tidak mendukung prestasi, tapi kami berusaha dengan dana yang memang sangat terbatas itu tetap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk berprestasi, untuk dapat meningkatkan kemampuannya,” tutur Mu’ti.

Pemerintah kini mencari skema pendanaan lain yang memungkinkan hadiah OSN ditambah. Mu’ti juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta dan juara.

“Dan mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Nicha R
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.