NUSANTARA – Fasilitas hiburan mulai masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN). PT Indobox Cinematic Buana menanamkan investasi Rp5 miliar untuk membangun Indobox Cinema di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) WP 1A.
Bioskop tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 4.897 meter persegi, tidak jauh dari kawasan Rusun ASN 3. Pembangunan fisiknya ditargetkan mulai September 2026.
Investasi tersebut menjadi salah satu dari dua kerja sama yang diteken menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain Indobox, Lion Group juga menjajaki pembangunan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat di kawasan Bandara Internasional Nusantara.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kesepakatan yang dilakukan bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi diarahkan untuk segera direalisasikan.
“Itu bukan sekadar PKS dan MoU biasa, tetapi komitmen yang benar-benar ada tindak lanjut nyatanya di lapangan. Momentum ini tentunya membuat kami semakin optimistis bahwa ekosistem Nusantara yang maju dan terintegrasi bisa segera terwujud,” kata Basuki saat media briefing di Auditorium Balai Kota IKN.
Kehadiran bioskop menjadi menarik karena pembangunan IKN selama ini lebih banyak ditandai pembangunan perkantoran, hunian, jalan dan fasilitas pemerintahan.
Masuknya fasilitas hiburan menunjukkan kebutuhan kawasan mulai bergeser mengikuti bertambahnya aktivitas dan penghuni di IKN.
Indobox Cinema nantinya tidak hanya berisi ruang pemutaran film. Investor juga menyiapkan Cinematic Cafe, Indobox Store serta kios bagi pelaku UMKM.
Direktur PT Indobox Cinematic Buana Rendy Gunawan mengatakan konsep tersebut disiapkan agar investasi tidak hanya menghadirkan fasilitas hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi lokal.
“Kami akan membangun fasilitas cinema, cinematic café, wadah UMKM, hingga Indobox Store. Kami berharap kehadiran Indobox dapat memberikan hiburan berkualitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Rendy.
Dari investasi Rp5 miliar tersebut, perusahaan disebut memberikan kontribusi kepada negara sekitar Rp449,16 juta.
Pada saat bersamaan, investasi sektor penerbangan juga mulai diarahkan ke kawasan IKN.
Otorita IKN, Badan Bank Tanah dan Lion Group telah menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki pengembangan fasilitas pelatihan penerbangan dan MRO di sekitar Bandara Internasional Nusantara.
Melalui PT Batam Aero Teknik, Lion Group berencana membangun pusat pelatihan dan praktik penerbangan sekaligus fasilitas pendukung pemeliharaan pesawat.
Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan fasilitas tersebut juga diarahkan untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor penerbangan.
“Kerja sama ini menjadi milestone penting untuk menarik pemuda-pemudi Indonesia belajar teknologi dirgantara, sekaligus menjadikan Nusantara sebagai pusat perawatan pesawat,” katanya.
Dukungan lahan akan melibatkan Badan Bank Tanah. Plt Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat mengatakan tim telah disiapkan di sekitar kawasan Bandara IKN untuk mempercepat koordinasi.
“Tim khusus kami bersiaga langsung di basecamp dekat Bandara IKN agar koordinasi dengan Otorita IKN berjalan cepat dan fleksibel untuk menstimulus percepatan ekonomi,” ujarnya.
Dua investasi tersebut membawa dua fungsi yang berbeda. Indobox masuk mengisi kebutuhan hiburan dan ruang komersial di KIPP. Sementara Lion Group diarahkan membangun ekosistem industri penerbangan di sekitar bandara.
Bagi IKN, masuknya bioskop juga menjadi penanda bahwa pembangunan kawasan mulai bergerak ke fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari penghuninya.
Jika sesuai jadwal, pembangunan Indobox Cinema mulai terlihat pada September mendatang.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.




