PASER – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap mulai meluas di Kabupaten Paser. Kabut asap bahkan disebut telah mencapai kawasan pusat pemerintahan. Namun, Pemkab Paser belum memilih opsi modifikasi cuaca dan masih mengandalkan pencegahan, patroli, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan pemerintah daerah belum mengarah pada pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu menekan dampak kondisi kering dan karhutla.
“Meski pemerintah provinsi telah menyampaikan agar pemerintah daerah melakukan upaya tersebut, tapi sampai sekarang kami belum mengarah ke sana,” kata Fahmi, Selasa (1/9/2026).
Pemkab Paser sejauh ini memilih memperkuat langkah preventif, terutama di wilayah yang dinilai rawan kebakaran. Upaya tersebut meliputi pemantauan titik rawan, pemetaan wilayah, patroli, serta peningkatan kesiapsiagaan personel.
Pilihan itu diambil agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sejak awal sebelum api meluas.
Meski belum menggunakan modifikasi cuaca, Fahmi memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran apabila kondisi membutuhkan penanganan darurat.
Pemkab Paser memiliki alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp5 miliar yang dapat digunakan untuk penanganan kondisi darurat, termasuk bencana.
“Setiap tahunnya sudah kita anggarkan untuk penanganan seperti ini melalui dana BTT. Insyaallah anggaran ini tercukupi,” ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap disebut telah mencapai kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Paser dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat pemantauan dan pencegahan terus diperkuat pada kawasan yang berpotensi kembali mengalami kebakaran.
Sebelumnya, BPBD Paser mencatat 103 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 313 hektare hingga 23 Agustus 2026. Data tersebut menunjukkan ancaman karhutla telah tersebar di sejumlah wilayah Paser.
Pemkab memilih meningkatkan kesiapsiagaan petugas dan memperkuat pemantauan agar laporan kebakaran dapat segera direspons. Sementara opsi modifikasi cuaca belum menjadi langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita lebih kepada melakukan upaya pencegahan, agar bagaimana situasi karhutla ini bisa teratasi. Kalau untuk modifikasi cuaca masih belum kami lakukan,” pungkas Fahmi. (MK)
Pewarta: Nash
Editor: Agus S.




