Karhutla Meluas di Paser, 103 Kejadian Tercatat sejak Awal Kemarau

PASER – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser terus meluas selama musim kemarau. Hingga 23 Agustus 2026, BPBD Paser mencatat 103 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 313 hektare.

Kepala BPBD Kabupaten Paser Ruslan mengatakan pihaknya menduga sebagian kejadian karhutla cenderung dipicu aktivitas manusia. Namun, BPBD belum dapat memastikan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab karena hal tersebut menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Menurut Ruslan, BPBD fokus pada penanganan dan pemadaman setiap menerima laporan kebakaran dari masyarakat.

“Kalau kami menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian karhutla, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemadaman ke lokasi,” ujarnya, Minggu (30/8/2026).

Dalam sejumlah kejadian, lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman. Ketika petugas tiba, tidak ada warga di lokasi yang dapat dimintai keterangan mengenai awal munculnya api.

Laporan dari masyarakat juga umumnya baru diterima ketika api sudah membesar. Kondisi tersebut membuat BPBD kesulitan mengetahui secara langsung sumber awal kebakaran.

“Di lokasi kami harus meminta keterangan kepada siapa? Tapi menurut hemat kami, kecenderungan itu ulah oknum,” kata Ruslan.

Baca Juga:  Dishub Kaltim Ambil Alih Pengelolaan Dermaga Strategis di Sungai Mahakam

Meski memiliki dugaan tersebut, Ruslan menegaskan penentuan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab bukan kewenangan BPBD.

“Terkait penelusuran penyebab dan pihak yang bertanggung jawab itu ranah pihak yang berwenang. BPBD bertugas mengoordinasikan pelaksanaan penanganan bencana, termasuk upaya pemadaman karhutla,” tegasnya.

BPBD Paser juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di wilayah konsesi perusahaan, terutama perkebunan. Peringatan dini telah disampaikan kepada perusahaan agar meningkatkan pengamanan serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.

Ruslan mengatakan karhutla yang ditemukan di wilayah perusahaan sejauh ini masih dapat ditangani.

“Untuk kejadian karhutla yang terjadi di wilayah korporasi selama ini alhamdulillah masih dalam kondisi aman terkendali. Walaupun ada, tetapi masih bisa tertangani,” katanya.

Sejak BMKG mengeluarkan peringatan awal musim kemarau hingga 23 Agustus 2026, sebanyak 103 kejadian karhutla telah tercatat di Kabupaten Paser dengan luas lahan terdampak mencapai 313 hektare. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.