Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Dinkes: Tak Bisa Langsung Dikaitkan Karhutla

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kembali meningkatnya kasus ISPA di Bontang, dalam dua bulan terakhir. Namun, Dinkes menegaskan kenaikan kasus tersebut belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap karhutla.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan ISPA memiliki sejumlah faktor pemicu, sehingga peningkatan kasus tidak bisa serta-merta disimpulkan akibat asap kebakaran.

Adapun data Dinkes, kasus ISPA di Bontang memang sempat menunjukkan tren penurunan sejak awal 2026. Pada Januari tercatat sebanyak 2.493 kasus, kemudian turun menjadi 2.105 kasus pada Februari, 1.872 kasus pada Maret, dan 1.845 kasus pada April.

Angka terendah tercatat pada Mei dengan 1.587 kasus. Namun, memasuki Juni kasus kembali meningkat menjadi 1.857 kasus atau sekitar 17 persen lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan masih berlanjut pada Juli dengan total 1.880 kasus.

Baca Juga:  Sungai di RT 14 Gunung Elai Belum Diturap, Warga Sekitar Masih Jadi Langganan Banjir

Meski terjadi peningkatan, Toetoek menyebut kondisi tersebut belum cukup untuk menyatakan karhutla sebagai penyebab utama.

“Belum tepat kalau langsung menyimpulkan kenaikan kasus diakibat karena karhutla semata. Perlu dibuktikan dengan melihat beberapa indikator bersama-sama,” katanya.

Dugaan keterkaitan dengan karhutla akan lebih kuat, apabila dalam rentang tiga hingga tujuh hari setelah terjadi kebakaran, kualitas udara di wilayah terdampak mengalami penurunan signifikan dan diikuti peningkatan kunjungan pasien ISPA, khususnya di wilayah yang berada pada arah sebaran asap.

Sementara itu, hasil pemantauan Dinkes sejauh ini belum menunjukkan adanya dampak buruk yang signifikan dari kiriman asap karhutla lintas wilayah terhadap kualitas udara Bontang.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengantisipasi kondisi apabila kualitas udara mulai menurun. Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, saat udara berasap atau jarak pandang mulai berkurang.

“Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan pakai masker, memperbanyak minum air,” ujarnya.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis, apabila mengalami sesak atau kesulitan bernapas berat, napas sangat cepat, nyeri dada, maupun kondisi tubuh dan kesadaran yang memburuk, terutama bagi lansia dan balita.

Baca Juga:  Dua Pemuda Bontang Torehkan Prestasi, Terima Penghargaan dari Gubernur Kaltim di Hari Sumpah Pemuda

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.