BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta seluruh kepala perangkat daerah memastikan tujuh program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, bisa memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Setiap program harus memiliki indikator kinerja yang jelas, target terukur, serta manfaat yang dapat dibuktikan.
Menurut Neni, tujuh program unggulan daerah merupakan bagian dari arah pembangunan Bontang di periode 2025–2029. Program tersebut menjadi instrumen untuk menerjemahkan visi pembangunan, ke dalam berbagai kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Adapun tujuh program unggulan, meliputi Bontang Sehat untuk Semua, Bontang Pintar, Gerakan Ekonomi Bontang, Digitalisasi Pelayanan, Menata Bontang, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang.
Neni menegaskan, bahwa pelaksanaan program tidak boleh hanya berorientasi pada banyaknya kegiatan yang berhasil diselenggarakan. Lebih dari itu, pemerintah harus mampu menunjukkan dampak konkret dari setiap kebijakan yang dijalankan.
“Saya meminta kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan, bahwa setiap program unggulan memiliki indikator kinerja yang jelas, target yang terukur, dan manfaat yang dapat dibuktikan,” tegasnya saat Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-27 Kota Bontang, di Ruang Rapat DPRD, Senin (12/10/2026).
Ia juga mengingatkan, agar seluruh perangkat daerah mengubah pola pikir dalam mengevaluasi keberhasilan pembangunan. Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan semata-mata jumlah kegiatan atau anggaran yang terserap, melainkan sejauh mana program pemerintah mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jangan hanya berbicara mengenai berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan. Kita harus berbicara tentang berapa banyak masalah masyarakat yang berhasil kita selesaikan,” ujarnya.
Penekanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang, untuk memastikan arah pembangunan lima tahunan berjalan sesuai sasaran. Melalui indikator dan target yang terukur, pelaksanaan tujuh program unggulan diharapkan dapat dievaluasi secara jelas, sekaligus menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum HUT ke-27 Kota Bontang pun menjadi pengingat bahwa, pembangunan daerah perlu diikuti dengan hasil yang dapat dirasakan masyarakat, bukan hanya sekadar rencana dan rangkaian kegiatan pemerintahan.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




