BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan, Pemerintah Kota Bontang tidak akan memaksakan pembangunan dengan skema utang di tengah ketidakpastian kondisi keuangan daerah.
Menurut Neni, sejumlah proyek memang bisa saja dijalankan melalui pembiayaan tertentu. Namun ia memilih lebih berhati-hati agar keuangan daerah tetap sehat.
“Bisa saja saya jalankan, tapi saya enggak mau ngutang,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah lebih memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti infrastruktur dasar, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, alokasi mandatory spending pendidikan juga dipastikan tetap dipenuhi minimal 20 persen dari APBD.
Neni menilai pembangunan harus dilakukan secara realistis sesuai kemampuan fiskal daerah. Karena itu, beberapa program yang belum mendesak terpaksa ditunda sementara.
“Enggak ada uangnya. Masa mau hutang,” katanya.
Ia juga menegaskan kondisi keuangan daerah saat ini masih cukup stabil, karena Pemkot Bontang tidak memiliki beban utang kepada pihak ketiga.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




