Beranda blog Halaman 1015

Tidak Cukup Hanya Pelatihan, Perlu Dana Kembangkan Wirausaha Pemuda Kaltim

0
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi menyikapi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim menjelang pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak cukup sekadar menggelar pelatihan.

Politisi Gerindra ini menyatakan, Komisi IV telah menggelar rapat dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, membahas pengembangan kepemudaan di Kaltim. Disampaikan, bahwa Dispora memiliki program untuk peningkatan kemampuan untuk berwirausaha.

“Beberapa waktu lalu kami dengan Dispora sudah ada, mendengar pembahasan bahwasanya ada program nantinya di tahun depan tentang pemuda berwirausaha dicanangkan mungkin sekitar 10 ribu pemuda ikut pelatihan wirausaha,” jelasnya belum lama ini.

Tak cukup pelatihan, untuk pengembangan kemampuan wirausaha anak muda Kaltim, dibutuhkan pula modal usaha.

“Percuma dilatih, tapi tidak dibantu dengan modal kerja dan sarana prasarana. Artinya pelatihan itu cuma sebatas pelatihan saja tidak ada tindak lanjutnya,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov Kaltim untuk memformulasikan, pemberian modal usaha atau sekadar kemudahan pinjaman modal usaha dengan bunga yang tidak besar bagi generasi muda di Bumi Etam. (adv/dprdkaltim)

Dukung Pencapaian Net Zero Emission, Badak LNG Gelar 12th Borneo LNG Conference & Games

0

BONTANG – Setelah sempat tertunda beberapa tahun karena pandemi, pada tahun ini Borneo LNG Conference & Games kembali digelar. Kali ini Badak LNG dipercaya untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang melibatkan ratusan pekerja yang mewakili Badak LNG, Malaysia LNG, dan Brunei LNG beserta undangan spesial Donggi Senoro LNG dan Tangguh LNG.

Mengusung tema “LNG’s Role in the Transition Towards Net-Zero Emission”, menggambarkan bahwa bisnis LNG memiliki prospek cerah di masa depan dimana LNG sebagai energi bersih berperan penting pada masa transisi menuju net zero emission. Sehingga perlu adanya kolaborasi untuk mempertahankan keunggulan agar dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan.

Bertempat di Bandung pada tanggal 1-3 November 2022, kegiatan ini terdiri atas konferensi yang menampilkan inovasi-inovasi dari seluruh perwakilan perusahaan, serta social event dan turnamen golf untuk meningkatkan semangat kebersamaan antar perusahaan.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan tersebut, Teten Hadi Rustendi selaku Director & COO Badak LNG menuturkan bahwa kegiatan ini adalah kesempatan yang bagus untuk semua pihak mendapatkan pengetahuan baru dari pengalaman masing-masing perusahaan.

“Semoga rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan nanti, dapat menjadi wadah sharing knowledge dan memberikan insight baru untuk kita, serta olahraga yang akan dipertandingkan menjadi ajang menjalin persahabatan.” ujar Teten.

Borneo LNG Conference & Games pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 yang merupakan event yang rutin diselenggarakan dalam rangka menjalin hubungan baik antar perusahaan LNG di Pulau Kalimantan, yaitu Badak LNG, Malaysia LNG, dan Brunei LNG. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyediakan platform bagi semua perusahaan untuk berkumpul dan bertukar pengetahuan dan keterampilan, sambil berbagi best practice, dan mengeksplorasi ide-ide baru baik di bidang teknis maupun non-teknis. (adv)

Kadispora Bontang Tunggu Hasil Pertemuan PB Porprov dan KONI Kaltim

0
Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Asnem saat dijumpai awak media. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur rencananya diundur ke 26 November 2022. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang telah menerima surat tertanggal 25 Oktober 2022  dari Gubernur Kalimantan Timur mengenai pengunduran jadwal Porprov itu.

Dalam surat tersebut menyarankan PB Porprov untuk melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. Namun koordinasi ini belum dilakukan.

Kepala Dispopar Kota Bontang, Ahmad Asnem mengatakan bahwa PB Porprov (tuan rumah) akan melakukan rapat bersama KONI Kalimantan Timur untuk menindaklanjuti surat Gubernur Kaltim.

Menurut Asnem, jadwal atas rekomendasi dari Gubernur Kaltim, di mana PB harus mengkomunikasikan dengan pihak terkait yakni Koni dan Dispora se-Kalimantan Timur.

“Nah ini yang belum dilakukan saat ini. Makanya kami menunggu. ‘Kan surat dari PB Porprov ke Gubernur agar ditunda. Tapi Gubernur belum ada menegaskan, cuman mengatakan koordinasikan ke pihak terkait se-Kaltim,” katanya, Kamis (3/11/2022) saat ditemui awak media.

Selain itu, Asnem mengatakan masih akan menunggu hasil pertemuan PB Porprov dan Koni Kaltim serta koordinasi dari Dispora se-Kaltim. “Maunya PB ‘kan 26 November sampai 7 Desember minta ke Gubernur. Gubernur balas dengan surat untuk berkoordinasi,” tambah Asnem.

Untuk atlet di Kota Bontang seluruhnya telah siap untuk melaksanakan Porprov yang akan dilaksanakan di Kabupaten Berau. (yah/adv)

Tingkatkan dan Kembangkan Wisata, Pemkot Gelar Bimtek Kelompok Sadar Wisata

0
Bimtek Pokdarwis bersama Kadispar Kaltim di Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar)  melaksanakan Bimtek Kelompok Sadar Wisata  (Pokdarwis) untuk menciptakan destinasi wisata di Bontang. Bimtek digelar pada Kamis (3/11/2022) di ruang rapat Kantor Dispopar Bontang.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Bontang, Sarifah Nurul Hidayati mengatakan, perkembangan pariwisata dari tahun ke tahun dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi.

Sarifah menyebut, pariwisata dapat memberikan efek berganda atau multiplier effect, bagi pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan semua kalangan. Untuk itu, pemerintah memperhatikan pengembangan pariwisata dengan melakukan pengelolaan secara  serius dan profesional.

“Dengan jargon pariwisata Kota Bontang, Energy of Bontang -Amazing Khatulistiwa, dan komitmen wali Kota dalam rencana aksi dengan pengembangan kompetensi ASN yang merupakan visi-misi Kota Bontang 2021-2026. Khususnya misi ke-3 yang berdaya saing dan sejahtera melalui peningkatan SDM,” kata Sarifah Nurul Hidayati.

Dia meminta seluruh camat, lurah dan kelompok sadar wisata dapat memahami sapta pesona dan menerapkan di OPD dan wilayah kerjanya masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Tentunya mereka sangat mengetahui potensi yang dimiliki sehingga bisa memetakan potensi dan menjadikan sebagai objek  wisata,” katanya.

Ditambahkan pula, masuknya Desa Wisata Kampung Malahing di Kelurahan Tanjung Laut Indah ke dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI 2022) dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diharapkan akan memotivasi desa lain di Bontang. Harapannya, di tahun 2023, peringkat yang diperoleh Kampung Malahing bisa naik menjadi peringkat  50 besar.

“Dengan prestasi ini, Kampung Malahing dapat menjadi percontohan dan memacu Pokdarwis lain untuk menjadikan wilayahnya sebagai objek wisata sebagaimana parameter Kemenparekraf,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Ahmad Asnem mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Bontang Basri Rase, selama tahun 2023 akan digelar 77 event.

“Selama ini hanya sedikit kegiatan yang dikirimkan ke provinsi. Ini merupakan lonjakan dari wali, agar Bontang dapat bergerak, mengimbangi dan menyejajarkan dengan kota/kabupaten di Kaltim,” kata Asnem.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltim Ahmad Herwansyah mengatakan,  ada 7 penilaian dalam  pengembangan desa wisata. Mulai dari daya dukung, pengelolaan home stay, kreativitas, kuliner dan suvenir, sarana dan prasarana, protokol kesehatan dan kelembagaan desa.

“Itu yang harus dilakukan di setiap desa wisata atau kampung wisata. Kita harus membangun, karena Indonesia bangkit dimulai dari Pokdarwis, desa wisata dan kampung wisata,” kata Ahmad Herwansyah.

Untuk mencapai 50 besar ADWI 2023, ketujuh kategori penilaian harus disediakan oleh kampung wisata agar dapat menunjang desa wisata. “Tadi 7 kategori sudahkah dilakukan. Nanti penguatan di lembaganya terakhir. Semoga bisa masuk dalam 50 besar,” pungkasnya. (adv/yah)

Menulis Adalah Budaya Akademik yang Harus Dilestarikan Oleh Para Dosen

0

OLEH: ZULKIFLI, M.Pd., C.PHT.

Dosen STITEK & Inisiator Penulis Book Chapter Dosen PAI Kaltim

Setiap akademisi pasti memiliki impian sekaligus harapan untuk menghasilkan karya tulis yang terbaik. Namun kadang-kadang sulit untuk diaktualisasikan. Pada dasarnya menulis bukan persoalan kecerdasan dan bakat semata, namun yang menentukan seseorang untuk mampu menorehkan ide dan gagasannya di atas kertas adalah kesungguhan dan kemampuanya dalam mengoptimalkan waktu dan komitmen untuk terus berlatih. Jadi, siapapun Anda sangat berpotensi untuk menjadi seorang penulis yang baik.

Sebagai seorang akademisi, nampaknya tidak ada pilihan untuk tidak beriktiar dalam menghasilkan karya tulis. Sepertinya sulit dibayangkan jika seorang dosen enggan bahkan memiliki alasan tidak ada waktu dan kesempatan untuk menuangkan ide dan gagasannya di atas kertas, meskipun sesederhana mungkin karya yang akan dihasilkan.

Sebagai seorang akademisi tentu harus berkomitmen untuk dapat melaksanakan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, berbasis luaran (outcomes). Pada prinsipnya jika seorang dosen ingin lebih produktif, maka tidak cukup sekedar memenuhi tagihan administrasi (syarat jabatan fungsional dosen), tetapi harus diniatkan untuk lebih banyak manfaatnya. Salah satu indikator kebermaanfaatan karya yang dihasilkan oleh dosen adalah dibaca dan disitasi oleh mahasiswa atau pun sesama akademisi.

Hasil kolaborasi yang telah kami lakukan sebagai upaya dalam mengasah dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh teman-teman dosen, khususnya dosen PAI Kaltim. “InsyaAllah upaya yang dilakukan oleh sejumlah dosen PAI di Kaltim, tidak hanya mendatangkan manfaat secara personal, akan tetapi juga berimplikasi postif terhadap lembaga atau institusi masing-masing”.

Seyogyanya, kolaborasi menulis dapat dijadikan sebagai salah satu budaya akademik sehingga perlu untuk terus ditingkatkan sebagai bagian dari rekognisi kelembagaan, khususnya di tingkat nasional dan Asia Tenggara.

Sesuai dengan judul buku yang telah ditulis oleh beberapa dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di beberapa perguruan tinggi di Kalimantan Timur, berharap dapat dijadikan sebagai salah satu buku referensi pengajaran PAI di lembaga pendidikan dasar hingga dijenjang pendidikan tinggi, khususnya di Kalimantan Timur.  Sekaligus sebagai motivasi bagi rekan-rekan dosen lainnya untuk terus berkarya sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut hemat kami, aktivitas menulis bukan persoalan kecerdasan dan kemampuan akademik semata, namun yang terpenting adalah kemampuan seorang dosen untuk mengoptimalkan waktu dan kesempatan yanga ada.

Ditahun 2023, semoga kami lebih produktif dalam menghasilkan karya terbaik, bahkan kami berharap mahasiswa dapat ikut berkolaborasi dengan dosen melalui lintas perguruan tinggi. Insyaallah impian harus terus diukir dan potensi diri harus dapat dikembangkan. (***)

Demokrasi Kaltim Terbaik di Luar Jawa

0

BALIKPAPAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur, menggelar Sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia di Kota Balikpapan, Rabu (2/11/2022).

Pada kegiatan ini Kesbangpol Kaltim mengusung tema “Merajut Konsolidasi Demokrasi, Menyongsong IKN dan Kaltim sebagai Barometer Demokrasi Nasional”.

Acara dihadiri langsung oleh Guberbur Kaltim Isran Noor, sekaligus membuka Sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia yang dihadiri dari kalangan partai politik, akademisi, ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya, di Hotel Grand Senyiur Balikpapan.

Dalam kesempatan tersebut, Isran Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyambut baik dan mengucapkan selamat atas dilaksanakannya Sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia dengan metode baru ini.

Isran menilai, masyarakat Kaltim patut berbangga karena provinsi berjuluk Bumi Etam ini menjadi salah satu barometer demokrasi nasional. Hal ini karena Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di tahun 2021 mencapai poin 81,02 atau terbaik ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“IDI Kaltim sudah masuk dalam kategori High Performing Democracy. Pencapaian itu sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan berdemokrasi di Kaltim berjalan baik, sehingga bisa menjadi nilai positif berkenaan dengan telah ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia yang kini diberi nama IKN Nusantara,” ujar Isran.

Pada tahun ini, IDI menggunakan metode pengukuran baru, di mana bukan hanya unsur politik, tetapi juga mencakup unsur sosial dan ekonomi sebagai indikator.

Meskipun begitu, lanjut Isran, posisi IDI Kaltim jangan sampai turun, tapi perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Disamping harus terus dibarengi dengan upaya peningkatan kesadaran berdemokrasi masyarakat yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari.

“Untuk menjadi masyarakat yang demokratis diperlukan berbagai upaya, diantaranya pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk warga negara yang demokratis, berkeadaban, cerdas dan bertanggung jawab bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara,” jelas Isran.

Untu itu, Isran meminta demokrasi harus dijadikan prinsip hidup bersama. Hal itu harus bisa dibuktikan dalam bertindak dan menyikapi berbagai hal atau isu-isu yang terjadi. Apalagi suhu politik di tanah air sudah mulai naik, berkaitan dengan akan digelarnya Pemilu Serentak tahun 2024.

Dengan IDI yang tetap membaik, tambah Isran, Pemilu Serentak 2024 di Kaltim diharapkan akan berlangsung aman dan lancar. Bagi Kaltim hal ini sangat penting, khususnya dalam rangka mendukung suksesnya pembangunan IKN Nusantara, sebagai karya besar Bangsa Indonesia dan menjadi kebanggaan kita bersama.

“Ormas berdiri karena asas demokrasi, dan di Kaltim berdiri berbagai ormas atau organisasi daerah. Artinya, nilai demokrasi di Kaltim ini bagus. Seluruh Kalimantan, yang paling damai adalah Kalimantan Timur, bukannya kita mau merendahkan daerah lain tapi ini memang fakta,” tegasnya. (Bom/Adv/Diskominfokaltim)

Wagub Minta Jangan Ada Generasi Mager, Buka Festival Olahraga Pendidikan

0

SAMARINDA– Festival Olahraga Pendidikan (FOP) Kalimantan Timur Tahun 2022 resmi digelar. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi membuka gelaran di halaman parkir Kompleks Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda, Rabu (2/11/2022).

Upacara pembukaan turut dihadiri anggota DPD RI Dapil Kaltim Nanang Sulaiman, anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Pahlevi, Rektor Universitas Mulawarman Abdunnur, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, Kepala Dispora Kaltim Agus Tianur, Ketua Umum Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Dikdik Setia Munardi, perwakilan Kemenpora, serta Ketua Sekretariat Desain Besar Olahraga Daerah Kaltim Zairin Zain.

Wagub Hadi Mulyadi mengapresiasi pelaksanaan FOP Kaltim sebagai upaya membina atlet sejak dini di daerah, khususnya di Kalimantan Timur dan merupakan bagian dari program pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, yaitu Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Tanam selasih di teluk maritim, selasih dijual di tengah pasar. Terima kasih kepada DBOD dan Igornas Kaltim, telah mengadakan Festival Olahraga Pelajar (Pendidikan),” ucap Wagub Hadi Mulyadi mengawali sambutannya.

Menurut Hadi, satu hal penting dalam kehidupan ini adalah membiasakan hidup sehat atau gerakan masyarakat sehat (Germas). Dalam hidup sehat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu hati, jiwa dan pikiran yang sehat. Baru saja, lanjutnya, pada 28 Oktober lalu, diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, yang mengingatkan perjuangan para pemuda dalam mempersatukan Indonesia.

“Pembinaan pemuda salah satunya melalui olahraga, sebagai bagian dari memastikan generasi muda kita menjaga keutuhan NKRI. FOP ini harus menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, menang kalah itu biasa saja,” jelas Hadi.

Mantan legislator Senayan ini juga meminta seluruh stakeholder untuk terus menggelorakan semangat olahraga di semua jenjang pendidikan.

“Saya sudah meminta kepada Kemenpora agar dihidupkan lagi senam kesegaran jasmani atau SKJ. Jangan sampai nanti anak-anak kita masuk kelompok mager atau malas bergerak. Mengingatkan kepada generasi kita untuk makan menu makanan yang sehat, yang disebut dengan B2SA, yaitu beragam, bergizi sehat dan aman,” pesannya.

“Semoga FOP ini melahirkan generasi yang berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Hadi.

Ketua Sekretariat DBOD Kaltim Zairin Zain menjelaskan, pelaksanaan FOP Kaltim merupakan instruksi dari Kemenpora yang seharusnya ada 8 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, namun untuk pelaksanaan FOP pertama ini hanya 2 cabor yang dipertandingkan, yaitu pencak silat dan ateltik.

“FOP ini dikemas dalam DBON dan di daerah ada DBOD. Sifatnya untuk mencari bakat-bakat atlet muda yang nanti akan dibina lagi di SKOl di Samarinda dan sekolah khusus olahraga, yang rencananya akan dibangun di daerah lain di Kaltim,” jelas Zairin. (Adv/Diskominfokaltim)

DPRD Kaltim Bentuk Pansus Investigasi Pertambangan

0
Jalannya Rapat Paripurna ke-47 DPRD kaltim dengan agenda pembentukan Pansus Investigasi Pertambangan.

SAMARINDA– DPRD Kaltim membentuk Panitia Khusus (Pansus) Investigasi Pertambangan pada rapat paripurna ke-47, Rabu (2/10/2022). Pansus diberi tugas untuk mengurai sejumlah persoalan pertambangan yang ada di Bumi Etam.

Menurut Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud, pansus akan fokus menyelidiki permasalahan pertambangan seperti dana jaminan reklamasi, CSR serta masalah 21 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diduga palsu.

“Membentuk pansus investigasi karena masih belum ada data konkret. Pertama, terkait jamrek mau diurai, CSR, itu kan jadi masalah. Kemudian izin 21 itu, akan fokus kesana,” terangnya usai memimpin rapat paripurna Rabu siangi.

Politisi Golkar ini berkomitmen  masa kerja pansus tidak akan menjadi kendala untuk mengurai polemik pertambangan di Kaltim. Ia memastikan pula  DPRD Kaltim akan mengawal persoalan pertambangan ini.

“Batas waktu tiga bulan, bisa diperpanjang dua kali artinya setahun. Kita bisa perpanjang dengan kebijakan yang penting kita semua setuju. Kita tunggu lah (hasil kerja pansus) kita kawal bersama media,” ucapnya.

Hasanuddin menyebut, persoalan pertambangan perlu segera dituntaskan karena berdampak pada kerusakan lingkungan, tapi minim kontribusi kepada daerah. Apalagi pertambangan ilegal sudah menjamur di Bumi Etam.

“Penambangan ini banyak yang koridor, yang ilegal. Izinnya tidak ada, tapi dilaksanakan (menambang). Nah ini yang akan kita rambah. Pertama karena lingkungan juga untuk pendapatan asli daerah,” pungkasnya.(eky/Adv/DPRDKaltim)

Pemkot Akan Bangun Terminal di Bontang Lestari

0

BONTANG – Dalam membantu mempermudah kehidupan manusia, dibutuhkan alat transportasi untuk mempermudah pemindahan barang ataupun manusia. Hal ini guna memudahkan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan cepat.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 115/PMK.6/2020 tentang pemanfaatan barang milik daerah pasal 86 ayat (a) memungkinkan swasta mengelola infrastruktur transportasi milik pemerintah dengan skema KETUPI  atau skema Kerjasama Terbatas Untuk Pembiayaan Infratsruktur, untuk meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi oprasional Barang Milik Negara.

Sesuai dengan kebutuhan transportasi dan regulasi yang ada membuat Kota Bontang memiliki potensi investasi pada bidang transportasi terminal tipe C yang akan dikembangkan di kawasan industri strategis Bontang Lestari.

Emelia Darmawati, bagian Perencanaan Pengembangan Iklim Promosi dan Fasilitas Penanaman Modal Kota Bontang pada 2 November 2022 menyatakan bahwa pembangunan terminal dapat menjadi infrastruktur penting penghubung di Bontang Lestari

“Dengan pendirian terminal tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung dalam hal transportasi di kawasan Bontang Lestari ke Kota Bontang maupun sebaliknya,” ujarnya.

Kerja sama pada bidang ini pasti akan memberikan manfaat kepada para investor dan masyarakat Kota Bontang nantinya. Untuk pembangunan terminal nantinya akan berlokasi di depan SMP 6 Bontang Lestari. (adv/sc)

Bontang Selatan Kurangi AKI dan AKB Lewat Pembinaan GSI

0

BONTANG – Pembinaan Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingkat Kecamatan Bontang Selatan dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Bontang Selatan pada Rabu (02/11/22) siang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kepedulian kepada Ibu dan anak.

GSI sendiri merupakan gerakan percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang dilaksanakan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat diharapkan aktif terlibat dalam kegiatan seperti pemetaan kehamilan, mendata bayi, balita, menyiapkan calon pendonor darah, suami siaga, dan lain-lain.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber. Yang pertama, Gianina Ardana Reswari yang membahas dan menjelaskan apa itu GSI. Kedua, Andi Sri Mega Purwanti yang membahas dan menjelaskan tentang indikator penilaian GSI seperti memantau pengetahuan serta gizi ibu dan anak.

Ketiga, Desi Ekawati yang membahas kelanjutan GSI di masing-masing kelurahan yang ada di Bontang Selatan. Peserta yang hadir merupakan kader PKK Bontang Selatan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan kader GSI dari masing-masing kelurahan. Acara ini dibuka oleh Camat Bontang Selatan, Kamsal.

“Wanita yang ingin hamil atau sedang hamil harus inisiatif pergi memeriksakan diri ke puskesmas. Jangan tinggal diam, sejak dini harus dilakukan pemeriksaan. Peserta yang hadir di sini nanti harus mengedukasi warga, tidak hanya istri, suami juga harus siaga. Berikan pemahaman agar masyarakat tidak takut periksa ke puskesmas.” jelasnya. (adv/sya)