Beranda blog Halaman 1022

Diajak Buka Puasa, Karyawan PT PHKT Ditemukan Meninggal Dunia

0
Diajak Buka Puasa, Karyawan PT PHKT Meninggal Dunia di Mes
Kepolisian Marangkayu saat olah TKP. (ist)

BONTANG – M A karyawan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) asal kota Balikpapan ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mes karyawan, Kamis (13/4/2023) sekitar pukul 18.10 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kapolsek Marangkayu, AKP Slamet Riyadi mengatakan, M A diketahui meninggal dunia ketika ketiga rekannya mendatangi mes almarhum di Bougenvile Lex A untuk mengajaknya berbuka puasa.

Namun saat tiba di sana ditemukan almarhum tergeletak di atas kasur dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kemudian saksi menghubungi dokter, dari hasil pemeriksaan medis diduga almarhum meninggal akibat serangan jantung,” tutur AKP SLamet Riyadi.

Dari keluarga almarhum tidak keberatan dan menerima dengan ikhlas, serta menolak untuk dilakukan otopsi jenasah dengan membuat pernyataan di atas materai
“Jenazah dibawa ke kediamannya di Balikpapan untuk disemayamkan,” pungkasnya. (hms)

Pedagang Kembang Api Diimbau Tak Jual Petasan

0
Pedagang Petasan Diimbau Tak Jual Petasan
Sosialisasi Sat Binmas Polres Bontang kepada pedagang petasan. (ist)

BONTANG – Personil Sat Binmas Polres Bontang mengimbau dan bersosialisasi kepada para pedagang kembang api sekitar Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Tanjung Laut agar tidak menjual petasan, Jumat (14/04/23) pukul 09.00 wita.

Imbauan ini dilakukan sebagai pencegahan akan bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan petasan itu sendiri.

”Disamping suara ledakan yang ditimbulkan mengganggu masyarakat yang sedang menunaikan ibadah Tarawih, juga dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan korban jiwa,” tutur AKP Jimun, Kasat Binmas Polres Bontang

“Kami tidak melarang mereka untuk berjualan kembang api, tetapi ikuti aturan yang telah ditetapkan. Ini semua untuk kenyamanan dan keamanan kita sendiri,” imbuhnya. (hms)

Bikin Ribut Lagi! Akhirnya Yudo Ditangkap Polda Metro Jaya

0
Bikin Ribut Lagi! Akhirnya Yudo Ditangkap Polda Metro Jaya
Kantor Polda Metro Jaya. (ist)

BONTANG – Yudo Andreawan, pria asal Bontang ini akhirnya ditangkap pihak kepolisian. Yudo dilaporkan oleh salahsatu korban yang merasa dirugikan oleh ulahnya.

Diketahui, Yudo kerap membuat keributan di berbagai tempat umum, hanya karena masalah sepele. Kerap bikin onar di mal, stasiun, hingga café.

Salahsatu korban aksi Yudo di sebuah mal di Jakarta pun melaporkan kelakuannya kepada pihak Polda Metro Jaya, Jumat (14/4/2023).

Mengutip dari Detik.com, Yudo Andreawan ditangkap oleh Tim Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (14/4/2023) dini hari tadi. Yudo ditangkap setelah dilaporkan atas penyerangan terhadap korban di sebuah mal di kawasan Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Pelaku menendang korban bagian perut dan memukul, mencakar bagian wajah korban, disertai dengan kata-kata kasar,” ujar sumber di kepolisian kepada detikcom, Jumat (14/4/2023).

Tidak hanya itu, Yudo Andreawan juga melakukan kekerasan secara verbal. Yudo Andreawan melakukan penghinaan terhadap korban dan orang tua korban melalui akun Instagram miliknya.

Korban kemudian melaporkan Yudo dalam laporan bernomor LP/B/261/I/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA. Yudo dilaporkan atas pasal perbuatan tidak menyenangkan yang disertai ancaman kekerasan dan/atau penganiayaan dan/atau pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 27 ayat 3 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE. (al)

Yudo Viral Lagi, Bikin Ribut di Stasiun Kereta

0
Yudo Viral Lagi, Bikin Ribut di Stasiun Kereta
Aksi Yudo di Stasiun Manggarai, Jakarta. (ist)

BONTANG – Nama Yudo Andreawan makin viral saat ini. Pria asal Bontang ini semakin dikenal bukan dalam hal positif namun sebagai pembuat onar.

Terbaru, Yudo membuat keributan di Stasiun Kereta Api. Bahkan setelah itu, pria yang juga pernah membuat onar di salahsatu café di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang ini juga bikin rame di salahsatu mal di Jakarta.

Ramai beredar di media sosial, Yudo kembali bikin onar di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Rabu (12/4) pagi. Yudo mengaku ‘bos’ mengamuk hanya gara-gara bersenggolan dengan penumpang lain saat keluar dari KRL.

Mengutip dari Detik.com, diberitakan peristiwa tersebut terekam video amatir dan viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, tampak keriuhan terjadi di area stasiun. Seorang pria berperawakan tambun, berkemeja lengan panjang warna biru muda marah-marah.

Pria tersebut mengejar pria lain yang juga penumpang KRL. Sejumlah petugas keamanan stasiun dibantu TNI berusaha menenangkan pria tersebut.

Petugas berusaha menahan pria tersebut yang mencoba mengejar penumpang lain. Sambil menepuk dada, pria tersebut berteriak mengaku-aku sebagai ‘bos’.

“Woi… gua bos! Mukul dia duluan. Dia mukul gua duluan. Woi… gua bos, gua nih bos,” teriak pria itu sambil menepuk dadanya.

Tak cukup sampai di situ, dikabarkan Yudo menyerang korban di sebuah di kawasan Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta.

“Pelaku menendang korban bagian perut dan memukul, mencakar bagian wajah korban, disertai dengan kata-kata kasar,” ujar sumber di kepolisian mengutip dari Detik.com, Jumat (14/4/2023).

Yudo pun dianggap melakukan kekerasan secara verbal. Yudo menghina korban dan orang tua korban melalui akun Instagram miliknya. (al)

Kemenlu Larang Pemkot Bayar Tebusan Ayu

0
Kemenlu Larang Pemkot Bayar Tebusan Ayu
Perwakilan Disnaker Bontang saat konsultasi di Kemenlu. (ist)

BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang membeberkan poin-poin hasil pertemuannya dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) beberapa waktu lalu. Dimana pertemuan tersebut guna membahas persoalan Ayu Febriani, TKW asal Bontang yang mengaku ditipu oleh seorang agen tenaga kerja.

Terdapat 8 poin dibeberkan Oleh Kadisnaker Bontang, Abdu Safa Muha. Di antaranya:

  1. Untuk permasalahan Ayu Febriani sudah ditangani oleh KBRI Damaskus.
  2. Untuk proses pemulangan tidak seperti merta dapat dilakukan, lantaran ada Konvensi Mina, aturan hukum internasional tentang perjanjian antar negara.

Dalam perjanjian itu mengatur pekerja migran di Suriah adalah legal dan terikat kontrak. Apabila ingin mengakhiri kontrak secara sepihak, harus mengganti biaya perekrutan dan biaya ganti rugi yang nilainya sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani.

“KBRI tidak boleh memaksa mengambil pekerja dari majikan, tanpa memperhatikan kontrak dan klausul ganti rugi yang ada dalam kontrak tersebut,” ujarnya.

  1. Perlu diketahui bahwa dengan status Ayu sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) dinyatakan sah/resmi di mata hukum Suriah.

“Penjemputan ke rumah majikan oleh KBRI merupakan tindakan yang bertentangan dengan aturan dan hukum Suriah. KBRI harus mendekati agen di Suriah untuk memindahkan PMI tersebut ke kantornya, atau jika memungkinkan PMI tersebut datang ke KBRI secara mandiri,” bebernya.

  1. Untuk PMI yang minta dipulangkan ke tanah air, yang dilakukan KBRI adalah mengupayakan agar agen dan majikan di Suriah memberikan exit permit bagi PMI tersebut. Ini merupakan tahap yang paling rumit dan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, karena KBRI harus bernegosiasi dengan agen dan majikan yang merasa dirugikan oleh PMI yang kabur sebelum menyelesaikan kontraknya.
  2. Apabila permohonan exit permit dikabulkan, KBRI dapat melanjutkan proses pemulangan PMI dengan mengurus syarat-syarat keimigrasian dan kebutuhan administrasi lainnya, seperti paspor/SPLP, tiket pesawat, sertifikat PCR/vaksin, dsb.
  3. Kemenlu mendorong keluarga untuk memproses hukum penyalur tenaga kerja, agar bertanggung jawab atas proses pemulangan dan pembayaran ganti rugi kepada majikan.
  4. Tidak menyarankan pemerintah kota untuk membayarkan ganti rugi kepada majikan, karena akan terulang lagi di waktu mendatang dan tidak akan membuat efek jera bagi penyalur-penyalur TKI ilegal.
  5. Dir PWNI berencana akan ke Bontang untuk menemui keluarga tenaga Migran Indonesia, untuk menjelaskan mengenai proses yang sedang terjadi, dan yang akan dilakukan ke depan terhadap permasalahan Ayu Febriani. (al)

Polisi Amankan 18 Tersangka dari 13 Kasus di Operasi Pekat Mahakam 2023

0
Polisi Amankan 18 Tersangka dari 13 Kasus di Operasi Pekat Mahakam 2023
Miral ilegal diamankan beberapa waktu lalu di Pelabuhan Loktuan. (ist)

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengamankan 18 tersangka dari 13 kasus tindak pidana dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Mahakam 2023, yang digelar di kota setempat selama 20 hari pelaksanaan.

“Jumlah tersangka 18 orang, ada 13 kasus yang terdiri 9 kasus kategori mudah dan 4 kasus ringan atau tindak pidana ringan,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasi Humas Iptu Mandiono.

Iptu Mandiono mengatakan, dari keseluruhan pengungkapan kasus selama Operasi Pekat Mahakam 2023, kasus yang paling menonjol dan berhasil diungkap adalah pencurian 4 kasus, pengedaran miras 4 kasus , judi 3 kasus, dan senjata tajam 2 kasus.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk kasus miras dikenakan tindak pidana ringan dan tersangka dikenakan denda sesuai putusan dari majelis hakim.

Meski Operasi Pekat Mahakam 2023 telah berakhir, Polres Bontang tetap melaksanakan patroli rutin untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan terus melaksanakan kegiatan ini, hingga nanti menjelang Idul Fitri,” kata Kasi Humas mengakhiri penjelasannya. (hms)

Kasus Pencabulan di Tugu Khatulistiwa, NR Dipulangkan Polisi

0
Kasus Pencabulan di Tugu Khatulistiwa, NR Dipulangkan Polisi
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – NR salah satu tersangka kasus pencabulan di Tugu Khatulistiwa boleh bernafas lega, setelah dipulangkan Polisi karena tidak cukup bukti untuk menjeratnya, Rabu (12/4/2023) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kapolsek Marangkayu AKP Slamet Riyadi mengatakan, NR dibebaskan setelah dalam gelar perkara penyidik tidak menemukan alat bukti yang cukup untuk menjeratnya.

“Dari hasil gelar perkara belum cukup bukti untuk meningkatkan status NR menjadi tersangka,” tutur AKP Slamet Riyadi.

“NR sementara ini kami kenakan wajib lapor dan tidak boleh meninggalkan wilayah tempat tinggalnya, kami masih memerlukan keterangannya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk korban saat ini terus dipantau kondisi psikologisnya pasca kejadian keji yang menimpa dirinya.

Diberitakan sebelumnya, tiga bocah laki-laki masih di bawah umur tega memperkosa pelajar 15 tahun di Tugu Equator, Jalan Poros Bontang-Samarinda. Pemerkosaan terjadi pada 8 April lalu sekira pukul 05.00 wita, di dalam toilet.

“Dari pengakuan korban dia dipaksa mabuk minum miras, sebelum akhirnya tidak sadarkan diri,” jelasnya. (hms)

Sediakan Harga Distributor, Pasar Murah Diskop UKMP Diserbu Warga

0
Sediakan Harga Distributor, Pasar Murah Diskop UKMP Diserbu Warga
Antrean panjang warga saat hendak membeli kebutuhan bahan pokok. (Yahya Yabo/Media Kaltim (grup Radarbontang.com)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) menggelar Bazar Ramadan murah untuk bahan pokok, dengan harga distributor, Kamis (13/4/2023) di Lapangan Parikesit.

Bazar Ramadan kali ini bekerja sama dengan 6 distributor bahan pokok seperti Perum Bulog, agen gas elpiji, dan distributor telur dan minyak yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan.

Wakil Wali Kota Bontang (Wawali), Najirah mengatakan, dilaksanakannya bazar Ramadan dengan harga distributor ini agar masyarakat dapat memenuhi bahan pokok yang dibutuhkan sesuai dengan harga murah.

Ketahanan pangan di Kota Bontang akan tercukupi hingga pelaksanaan hari raya Idulfitri. Selain itu, Bazar Ramadan ini merupakan program tahunan.

“Bantu warga persiapan menjelang lebaran. Paling tidak berbeda dengan harga di pasaran, agar mengatasi lonjakan harga di pasaran,” kata Najirah kepada awak media, Kamis (13/4/2023).

Kepala Dinas Diskop UKMP, Kamilan menambahkan, kegiatan ini diadakan guna mengantisipasi kenaikan harga. Dilaksanakan untuk masyarakat agar dapat dijangkau dengan harga murah.

“Ini tidak paket, tapi harga distributor, kalau harga beras Bulog kan selisihnya bisa jauh di pasaran,” kata Kamilan saat ditemui.

Ia juga menyebutkan kebutuhan beras yang paling signifikan dan meningkat. Bulog menyediakan sebanyak 4 ton beras dan 1 ton gula pasir.

“Elpiji dan beras yang paling banyak dicari. Ini waktunya 3 hari saja. Kalau dalam waktu satu hari sudah habis, mungkin kita minta tambahan stok,” jelas Kamilan.

Sementara, Asisten Manajer Bisnis Perum Bulog cabang Samarinda, Lucky Ali Akbar mengatakan Bulog menyediakan gula dan beras untuk menggelar bazar Ramadan bersama Diskop UKMP Bontang dengan harga distributor.

Beras yang dijual dengan kualitas premium walaupun dengan harga medium. “Harga beras satu karung 5kg Rp 59.500, itu dengan kualitas premium. Estimasi jumlah beras sebanyak 800 karung,” ungkapnya.

Dengan adanya Bazar Ramadan ini, salah satu warga, Muhammad Jawazan mengaku antusias dan terbantu. Ia juga berharap agar ada bazar-bazar murah setiap even-even.

“Lumayan murah harganya distributor, untuk digunakan sehari-hari,” kata Jawazan.

Harga-harga bahan pokok yang tersedia seperti telur harga Rp 55 ribu 1 piring, minyak goreng harga Rp 16.500 – 18.500, tepung Rp 11.500, gas elpiji 3kg harga Rp 21.000, gula harga Rp 13.500 dan beras harga Rp 59.500. (yah)

Pasar Murah Diskop UKMP, Tabung Melon Diserbu Warga

0
Pasar Murah Diskop UKMP, Tabung Melon Diserbu Warga
Salahsatu stan menjual beras bulog di pasar murah. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Ada yang berbeda dari pasar murah yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang, Kamis (13/4/2023) ini, dari tahun-tahun sebelumnya. Diskop-UKMP menyediakan elpiji 3 Kg dengan harga murah.

Tabung gas yang biasa disebut tabung gas melon itu menjadi salahsatu yang diminati warga, “Beras, gula pasir, dan tabung gas menjadi yang paling diminati oleh warga,” ucap Kepala Diskop-UKMP, Kamilan, Kamis (13/4/2023).

Tabung gas melon dijual dengan harga miring. Per tabung seharga Rp 21 ribu. Perbedaannya yang signifikan menjadi daya tarik pembeli, dengan harga selisih mencapai Rp 10 ribu.

Stoknya pun melimpah mencapai 5 ribu tabung.

Selain gas melon, beras juga menjadi komoditi yang menjadi incaran warga. Selain harganya yang miring stoknya pun disediakan dalam jumlah yang cukup mencapai 4 ton beras.

“Ini kita ambil harga distributor. Kalau kelipatan sudah berapa. Apalagi harga beras masih tinggi sekarang ini, beras jadi banyak diincar di pasar murah ini, ” jelasnya.

Nurhidayah, Kabid Perdagangan Diskop-UKMP, pesimis stok beras bulog bisa ditambah. Berkaitan dengan itu, ia akan melihat kondisi di hari pertama dan kedua, karena terkendala biaya distribusi yang besar dan sebenarnya tidak ada penganggaran. Sehingga kegiatan ini murni untuk memfasilitasi serta menekan angka inflasi.

“4 ton beras kemungkinan habis hari ini. Karena antusias masyarakat cukup besar. Kalau hari ini habis, besok tinggal beras yang dari distributor. Kemungkinan restock kecil,” tutupnya. (sya)

Beri Obat Profilaksis, Dinkes Cegah Difteri di SDN 005 BU

0
Beri Obat Profilaksis, Dinkes Cegah Difteri di SDN 005 BU
Ilustrasi difteri. (ist)

BONTANG – Seorang murid di SDN 005 Bontang Utara (BU) terdeteksi terjangkit difteri, Rabu (12/4/2023). Tak hanya pihak sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang pun bertindak cepat mengantisipasi penyebaran difteri tersebut.

Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, Adi Permana mengatakan, telah melakukan pencegahan di SDN 005 Bontang Utara, dengan pemberian vaksin difteri bagi orang sekitar yang kontak langsung dengan siswa tersebut. Baik di wilayah sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

“Dilakukan screening serta diberikan vaksin difteri, dan pemberian obat profilaksis. Dengan obat, bakterinya hilang setop penularan pada saat itu,” kata Adi kepada Mediakaltim.com (grup Radarbontang.com).

Bagi siswa yang masih belum lengkap vaksin difteri, kata Adi, juga diberikan agar pencegahan penularan difteri bisa lebih maksimal.

“Pelaksanaan vaksin difteri dilaksanakan setiap tahun pada Bulan Agustus dan November. Siswa yang belum dapat bisa ikut,” sebut Adi.

Sementara itu Kadiskes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati menambahkan, Dinkes juga melakukan pelacakan penyebaran kontak, dengan yang terjangkit untuk kewaspadaan dini.

“Kita lacak penyebaran kontak dengan yang terjangkit untuk kewaspadaan dini kita, sekaligus memberikan vaksinasi bagi anak murid yang belum lengkap vaksinnya karena pandemi kemarin,” tambah Kadinkes. (yah)