Beranda blog Halaman 1021

Reses di Bontang, Rudy Mas’ud Dicurhati soal Banjir

0
Rudy Mas’ud saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan  (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Anggota Komisi III DPR RI, Rudy Masud melaksanakan reses atau serap aspirasi masyarakat dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Bontang. Acara dilaksanakan di gedung Aini Rasyifah, Bontang, pada Selasa (25/10/2022).

Hadir dalam acara tersebut, mantan wali kota Bontang, Neni Moerniaeni dan ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Rudy Masud mengatakan, sosialisasi dimaksudkan untuk menjawab tantangan kebangsaan  seperti globalisasi dan kapitalisme.

“Terkait tantangan kebangsaan. Yakni tentang globalisasi kehidupan dan kapitalisme dalam merumuskan kebijakan nasional,” kata Rudy Masud.

Selanjutnya, dia mengatakan, sosialisasi dan serap aspirasi dimaksudkan untuk menampung aspirasi masyarakat seperti permasalahan banjir, perbatasan wilayah Sidrap dan permasalahan lain.

“Kami di pusat siap membantu dan memfasilitasi kepala daerah yang ada di Kalimantan Timur untuk bagaimana memperjuangkan daerahnya. Agar pembangunan lebih cepat, lebih bagus dan dapat mengatasi permasalahan terkhusus di Bontang,” kata Rudy.

Seorang warga Kelurahan Gunung Elai, Daniel Samad sempat menyampaikan aspirasinya. Dia berharap Rudi bisa membantu penanganan banjir di Bontang.

“Bagaimana caranya agar banjir bisa hilang di Kota Bontang minimal berkurang. Karena tentu kebijakan ada di tangan yang lebih paham,” katanya. (yah)

Angkat Ekonomi Masyarakat, Kutim Apresiasi Peluncuran KPBS Binaan Pama

0

BONTANG – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Pemkesra) Sekkab Kutai Timur (Kutim), Poniso Suryo Renggono mewakili Pemkab Kutim, menghadiri grand launching Koperasi Persada Berkah Sejahtera (KPBS) binaan PT Pamapersada Nusantara di Jalan A Yani Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Selasa (25/10/2022).

Poniso mengatakan, program kolaborasi antara Pama Bontang dan Kutim tersebut patut mendapat apresiasi. Dia berharap program itu bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pada pasca-pandemi, sehingga UMKM Kutim akan bangkit lebih cepat dan tumbuh lebih kuat. Sejauh ini, sambungnya, dampak UMKM bagi perekonomian di Kutim sangat bagus. Geliatnya sangat berdampak besar terhadap perekonomian.

“Bahkan Pemkab (Kutim) telah mendorong agar setiap kegiatan selalu melibatkan UMKM. Baik kegiatan yang berlangsung di kawasan Kota Sangatta hingga kecamatan,” singkatnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah juga ikut bersyukur dengan berdirinya koperasi tersebut. Dia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Keberadaan koperasi tersebut menurutnya, sangat membantu 543 UMKM Bontang yang sudah mendapat bantuan KPBS.

“Dampaknya sangat besar bagi perekonomian Bontang. Jumlah UMKM yang akan bergabung dengan koperasi akan semakin banyak. Semoga koperasi ini dapat membangkitkan UMKM yang sempat terpuruk selama dua tahun akibat pandemi Covid-19,” urainya.

Senada, Direktur PT Pamapersada Nusantara Ari Sutrisno mengutarakan, KPBS dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Sehingga program corporate social responsibility (CSR) dipastikan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat di setiap wilayah operasional Pama. Pemberdayaan masyarakat katanya, merupakan sebuah proses pembangunan.

“Pembinaan UMKM juga dilakukan melalui proses pendampingan untuk mengawal atau memonitor penggunaan pinjaman sebagaimana mestinya. Sehingga dapat mengembangkan usaha yang sudah dijalankan,” sebutnya.

Pendampingan juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), berupa motivasi kelompok dalam menjalankan usaha. Termasuk pelatihan pembukuan dan perhitungan akuntansi sederhana. Serta pelatihan terkait inovasi produk, kemasan dan cara memperluas pasar.

Pama lanjutnya, sudah membangun dua Lembaga pengembangan bisnis (LPB), yakni LPB Banua Etam dan LPB Bessai Berinta. Sedangkan keberadaan koperasi untuk mendukung keduanya. UMKM yang sudah dibina kemudian akan dibantu dengan program pembiayaan melalui koperasi agar dapat makin tumbuh dan berkembang. (adv)

Polsek Bontang Barat Giatkan Patroli Yustisi Penerapan Prokes

0

BONTANG – Polsek Bontang Barat terus melakukan patroli yustisi pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah dan mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19, Selasa (25/10/2022). Patroli menyasar tempat-tempat publik, seperti terminal bus Bontang, tempat berkumpul warga, serta masyarakat yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Lukito mengatakan, kegiatan patroli yustisi ini untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat pada pentingnya disiplin menerapkan prokes.

“Berdasarkan info dari Satgas Covid-19 Kota Bontang saat ini penyebaran Covid-19 di Kota Bontang mengalami tren kenaikan. Terkait  hal tersebut kami memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi prokes,” kata Iptu Lukito.

Ia menambakan selain melaksanakan patroli pendisiplinan, personel Polsek Bontang Barat juga membagikan masker kepada masyarakat yang tidak memakai masker. ”Kami membagikan puluhan masker kepada warga serta menghimbau dan mengajak untuk disiplin mematuhi prokes,  utamanya pemakian masker,” imbuhnya.

Kapolsek menghimbau dan mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan prokes 5M untuk menjaga agar wilayah Bontang Barat menjadi zona hijau.

“Kami mengajak masyarakat jangan lengah, jangan kendor tetap disiplin menjalankan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas agar virus Covid-19 segera berakhir dan kehidupan kita menjadi normal seperti sedia kala,” pungkas Iptu Lukito. (hms)

Wawali Bontang Hadiri Peresmian Koperasi Persada Berkah Binaan PT Pama

0

BONTANG – Untuk mendukung keterlibatan seluruh elemen dalam membangun perekonomian di Kota Taman, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menghadiri grand launching Koperasi Persada Berkah Sejahtera (KPBS), Selasa (25/10/2022) pagi.

Kegiatan diselenggarakan di Kantor Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Bessai Berintai, yaitu wujud Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pama Persada Bontang untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bontang.

Direktur PT Pama Persada Nusantara, Ari Sutrisno mengatakan program koperasi ini untuk membantu UMKM dan masyarakat yang terkendala akses pendanaan ke lembaga keuangan formal. Tujuan utama pembentukan koperasi ini katanya, untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan anggota UMKM.

“Koperasi ini sudah berbadan hukum. Insyaallah aman. Hadirnya PT Pama di sini salah satunya untuk membangkitkan semangat pelaku UMKM di Bontang maupun Kutai Timur dengan cara memfasilitasi usaha,” ucapnya.

Melalui jasa simpanan tabungan dan investasi berjangka, KPBS membantu para pelaku UMKM binaan dalam mengelola modal usaha untuk bisa naik kelas menuju lebih mandiri.

Ari menyebut, sejak Juni sampai Oktober 2022 ini, UMKM yang telah dibina oleh PT Pama di Bontang sebanyak 543 UMKM. Sedangkan untuk area Kabupaten Kutai Timur khususnya wilayah Sangatta, Rantau Pulung dan Bengalon sebanyak 329 UMKM.

“Jumlah anggota yang sudah bergabung di koperasi ini sekitar 61 orang yang terbagi di wilayah Sangatta dan Bontang,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah sangat mangapresiasi dibentuknya koperasi simpan pinjam oleh PT Pama Persada Nusantara. Dengan adanya koperasi itu, Najirah berharap pertumbuhan ekonomi di Kota Bontang berjalan dengan mandiri. Sehingga mampu memulihkan ekononi masyarakat pasca pandemi Covid-19 dan mampu menciptakan peluang kerja bagi warga sekitar.

“Terima kasih sekali, karena PT Pama sudah mewujudkan komitmennya dalam membangun Kota Bontang. Saya berharap tidak hanya program ini saja. Melainkan menciptakan program lainnya dalam mengangkat ekonomi masyarakat,” tandasnya. (kmf/adv)

BPBD Bakal Naik Klasifikasi A

0
Abdul Malik, anggota komisi III DPRD Kota Bontang

BONTANG – Komisi III DPRD Kota Bontang bersama Bagian Hukum Sekertariat Kota Bontang, Bapelitbang, BPKD, dan BKPSDM Kota Bontang melaksanakan rapat pembahasan mengenai pembentukan, fungsi, tugas, struktur organisasi dan tata kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Selasa, 25 Oktober 2022 di Gedung DPRD Kota Bontang.

Dalam rapat tersebut, mereka membahas mengenai rencana peningkatan status BPBD Kota Bontang menjadi Klasifikasi A. Abdul Malik selaku anggota komisi III DPRD Kota Bontang menyampaikan bahwa rencana peningkatan klasifikasi tersebut merupakan yang pertama di Kalimantan Timur.

“Iya peningkatan klasifikasi dari B ke A, dan ini kalau tidak salah yang pertama di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Adanya peningkatakn klasifikasi berbanding lurus dengan meningkatknya kebutuhan SDM dan pelayanan terhadap masyarakat dalam hal penanggulangan bencana daerah, khususnya Bontang.

“Kalau penambahan anggota otomatis di sana ada. secara prinsipnya kan dua. Ada yang ASN dan akan dilaksanakan penyesuaian secara jumlah dan kepangkatan dan SDM sejenis honorer juga nanti akan disesuaikan dengan anggaran dan organisasinya,” ujarnya.

Ke depan perencanaan ini akan kembali dibahas untuk menyempurkan pembentukan, fungsi, tugas, struktur organisasi dan tata kerja BPBD. (adv/sc)

Peluang Investasi Pergudagangan di Bontang Menjanjikan

0

BONTANG – Sesuai dengan rencana tata ruang Kota Bontang tahun 2019-2039, terdapat beberapa lokasi di Kelurahan Bontang Lestari yang diperuntukkan sebagai kawasan industri.

Emelia Darmawati dari Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang yang ditemui pada 24 Oktober 2022 dikantornya, menyampaikan bahwa peluang investasi pada bidang pergudangan di Kota Bontang cukup besar.

“Jadi, kita ini memiliki beberapa kategori peluang usaha di Kota Bontang. Nah, salah satunya pada bidang pergudangan,” ujarnya.

Investasi pada bidang pergudangan dinilai cukup penting. Hal ini dikarenakan tidak semua barang dapat didistribusikan secara langsung. Karena itu, dibutuhkantempat penyimpanan terhadap barang-barang tersebut.

Manfaat dari investasi di bagian pergudangan selain sebagai tempat penyimpanan barang, juga bisa digunakan sebagai tempat pendukung proses produksi.

Selain itu, adanya pergudangan dapat berfungsi sebagai tempat penanganan persediaan barang, agar kebutuhan dapat dipenuhi setiap waktu.

Keuntungan berinvestasi di bagian pergudangan adalah harga properti yang terus naik, bisa dipakai sendiri ataupun disewakan, dapat membantu meningkatkan pendapatan perusahaan, bisa dijual kembali dan kemudahaan akses.

Pemerintah Kota Bontang telah menyiapkan lahan sebesar 442,40 hektare khusus untuk pembangunan pergudangan di kawasan industri Bontang Lestari. (adv/sc)

DPRD Bontang Upayakan PSU Berusia 5 Tahun Harus Diserahkan ke Pemkot

0

BONTANG – DPRD Bontang tengah mengupayakan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang sudah mencapai minimal 5 tahun usia pembangunannya harus diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Upaya tersebut tergambar dalam Rapat Kerja Komisi III DPRD Bontang yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengelolaan dan Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dan Kawasan Permukiman Inti, di Gedung DPRD Bontang, Selasa (25/10/2022).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik ini, membahas Raperda yang masuk dalam tahap akhir itu mengungkap klausul pasal 28 huruf b dan c. Dalam pasal ini, menjelaskan dalam jangka waktu 5 tahun usia sarana dan prasarana untuk fasilitas umum yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah dapat langsung diserahkan.

Namun, hal itu tentu melalui proses verifikasi oleh instansi terkait. Nantinya akan mengacu pada perda yang akan disahkan tidak lama lagi ini.

“Untuk mengakomodir PSU yang sudah ada. PSU sudah ada yang lebih 5 tahun diperkirakan sudah lama. Jadi pemerintahan sudah harus turun untuk memverifikasi kepada pengembang itu,” ujar Malik.

Belum berhenti disitu, pada huruf c, mengisyaratkan penegasan kepada developer atau pengembang untuk menyerahkan PSU yang berusia 1 sampai 5 tahun kepada pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah kota Bontang.

“Dikasih tenggat waktu selama tiga tahun proses penyerahannya,” ungkapnya.

Dengan akan disahkannya Raperda ini, Malik berharap kesulitan masyarakat dalam mengatasi kondisi PSU yang tidak terawat dapat diurai.

Politisi PKS ini membeber, fasilitas umum yang telah dibangun oleh pengembang akan dapat diatasi oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya menyelesaikan kerusakan yang ada.

“Ini kebutuhan kami sebagai pengambil kebijakan sebagai pijakan, di dalamnya juga menjadi kebutuhan pengembang,” jelas Malik.

Kekhawatiran akan adanya pengembang yang abai dengan kondisi PSU karena adanya Raperda ini, dibantah Abdul Malik. Ia menjelaskan bahwa adanya PSU di sebuah perumahan merupakan kewajiban pemerintah Kota Bontang dalam menanggulanginya. Hanya saja selama ini pemerintah tidak dapat menyelesaikannya disebabkan bukan aset pemerintah daerah.

Bahkan, Malik menegaskan jika pihaknya akan melakukan verifikasi ketat terkait syarat layaknya PSU yang bisa diterima Pemerintah Kota Bontang.

“Itu dimandatkan di Perwali, ini apa ini jangan sampai cek kosong. Kalau paritnya nda diperhatiin, jalannya didepannya dibiarin berlumpur ini namanya cek kosong, harus diterjemahkan jelas di perwali,” tutup Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik. (adv)

Buang Sabu di Pinggir Jalan, Dua Orang Ditangkap Polisi

0
Barang bukti yang telah diamankan. (Istimewa)

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Muara Badak menangkap laki-laki dan perempuan berinisial DI dan DR, Senin (24/10/2022) sekitar pukul 23.00 Wita. Keduanya didapati menyimpan satu poket sabu-sabu saat berada di Jalan Manunggal Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Plt Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono mengatakan, penangkapan kedua terduga pelaku dilakukan atas informasi masyarakat yang menyebutkan di Jalan Manunggal Desa Tanjung Limau sering terjadi transaksi narkoba.

“Anggota Reskrim Polsek Muara Badak mendatangi tempat itu dan didapatkan laki-laki dan perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat keduanya diamankan, ditemukan 1 poket yang diduga narkotika jenis sabu. Sabu ini dibuang di pinggir jalan oleh pelaku laki-laki,” kata Plt Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono, Selasa (25/10/2022).

Mandiyono mengatakan, anggota Reskrim bersama saksi dan ketua RT setempat melakukan penggeledahan dan mengamankan barang bukti yang dimiliki pelaku. “Semua barang bukti yang ditemukan diakui milik pelaku. Atas kejadian tersebut pelaku beserta barang bukti di bawa ke Polsek Muara Badak,” tambah Mandiyono.

Barang bukti yang diamankan yakni 1 poket plastik klip diduga narkotika jenis sabu, 1 unit handphone, uang tunai Rp 52.000, dan 1 unit sepeda motor Scoopy. Kedua terduga pelaku telah diamankan di Polsek Muara Badak beserta barang bukti.

“Atas tindakan ini, pelaku disangkakan dengan pasal 112 dan pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” jelasnya. (yah)

MGMP Bahasa Indonesia Adakan Lomba Pidato dan Baca Puisi, Pemkot Dukung Kreativitas Siswa

0
Salah satu siswa SMP yang mengikuti lomba baca puisi. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Dalam rangka menyemarakan Bulan Bahasa dan HUT PGRI ke-77, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia mengadakan lomba berpidato dan membaca puisi SMP/MTs se-Kota Bontang.

Lomba mengambil tema Bangkit Bersama, Perkukuh penggunaan Bahasa Indonesia, dilaksanakan pada Selasa (25/10/2022). Lomba berpidato dan puisi diikuti 42 peserta siswa-siswi tingkat SMP/MTs se-Bontang.

Mewakili Wali Kota, Asisten dua Pemkot Bontang, Lukman dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik lomba pidato dan membaca puisi yang dapat dijadikan sebagai wadah positif dalam menumbuhkan kreativitas serta mencerdaskan pemuda di Bontang.

“Bahasa Indonesia diciptakan untuk memelihara persatuan, menghubungkan antar-suku untuk berkomunikasi dengan bahasa yang sama. Bahasa Indonesia dapat merobohkan sekat-sekat dan menjadikan kesatuan bangsa sebagai identitas nasional,” kata Lukman, saat membuka lomba pidato dan membaca puisi, Selasa (25/10/2022) di Pendopo Rumah Jabatan wali Kota Bontang.

Lukman menambahkan, dirinya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan rutin tiap tahun, agar dapat mengasah bakat pemuda/pemudi Bontang.

“Kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan, sehingga mampu mengasah bakat adik-adik, pemuda/pemudi dalam keterampilan berpidato dan membaca puisi serta menanamkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka,” kata Lukman.

Sementara itu, ketua MGMP Bahasa Indonesia, Jumriah mengatakan, lomba dilaksanakan dalam rangka Bulan Bahasa Indonesia dan HUT ke-77 PGRI dengan pelaksanaan lomba berpidato dan membaca puisi.

Disebutkan pula, lomba dilaksanakan dengan tujuan memperkukuh penggunaan bahasa dan sastra Indonesia. “Diikuti 20 peserta untuk lomba berpidato dan 22 untuk peserta lomba membaca puisi dari SMP/ MTs,” kata Jumriah.

Jumriah menambahkan, lomba pidato dan membaca puisi harus mengangkat tema sumpah pemuda dan penggunaan bahasa Indonesia. “Kami ingin agar penggunaan bahasa Indonesia bangkit kembali, agar tidak terkikis oleh bahasa asing yang di-indonesiakan dan dipakai,” jelas Jumriah. (adv/yah)

PKT Siap Garap Pasar Amonium Nitrat, Target Produksi 75 Ribu Ton untuk Bantu Kurangi Impor

0
Pembangunan pabrik KAN. (Istimewa/Yahya/ Media Kaltim)

BONTANG – Dalam roadmap pertumbuhan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) 40 tahun ke depan, hilirisasi petrokimia berbasis renewable resources menjadi salah satu strategi yang akan dijalankan untuk keberlanjutan. Mengingat posisinya sebagai pelopor transformasi hijau industri petrokimia di Tanah Air, PKT  berinisiatif memulai strategi hilirisasi di industri petrokimia guna mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Strategi ini sejalan dengan target pemerintah untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri energi dan industrinya.

Dengan berfokus pada produk bernilai tambah yang dihasilkan dari ekses produksi pupuk, kini PKT kembali berinovasi dengan mengembangkan komoditas amonium nitrat. PKT melalui anak usahanya PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) yang merupakan perusahaan patungan dengan PT Dahana Investama Corp (anak perusahaan Dahana), telah melakukan penandatanganan kontrak pada 18 Desember 2019 untuk pembangunan pabrik amonium nitrat berkapasitas 75.000 MTPY di Kawasan Industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur yang ditargetkan selesai pada tahun 2023.

Hanggara Patrianta, Direktur Operasi dan Produksi PKT mengatakan dalam prosesnya, PKT melihat pada tahun 2024, permintaan amonium nitrat diperkirakan akan naik hingga 221.441 ton. Menjawab tantangan tersebut, pembangunan Pabrik KAN diharapkan mampu  memenuhi kebutuhan amonium nitrat dalam negeri dan sebagai upaya substitusi impor.

“Ini adalah bentuk dari diversifikasi usaha yang jadi bagian strategi utama PKT yang berfokus pada pemberian nilai tambah produk. Tentunya semua ini kami lakukan sebagai usaha mewujudkan ketahanan produk petrokimia dalam negeri dengan membantu mengurangi impor amonium nitrat,” katanya.

Dengan menerapkan praktik ekonomi sirkular, PKT akan berusaha mengoptimalkan potensi ekses amonia yang tidak dikonversi menjadi urea yang merupakan produk utama PKT, untuk dimanfaatkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah seperti amonium nitrat. Pembangunan pabrik amonium nitrat inilah yang menjadi strategi keberlanjutan yang dilakukan oleh PKT.

“Dari segi operasional, proyek ini nantinya akan beroperasi secara komersial tahun 2023. Produksi amonium nitrat PKT dengan kapasitas 75.000 MTPY ini nantinya diperkirakan dapat memenuhi sekitar 12 persen kapasitas amonium nitrat lokal. Untuk bisa memenuhi target produksi tersebut, tentu kami sudah menyiapkan pabrik yang akan beroperasi dengan dukungan teknologi tinggi yang aman dan ramah lingkungan dengan standar operasional pabrik kelas dunia berlisensi Sedin-Hallifeng. Dan teknologi yang kami terapkan di operasional pabrik ini bertujuan untuk bisa mencapai net zero carbon emission di tahun 2050. Selain itu, pabrik ini didukung oleh sumber daya manusia dengan kemampuan mengoperasikan teknologi termutakhir,” ujar Dormatua Siahaan, Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat.

PKT memilih untuk mengembangkan produksi amonium nitrat mengingat fungsi dan kegunaan bahan kimia ini memiliki nilai tambah yang sangat potensial. Namun sayangnya, nilai impor untuk suplai amonium nitrat  masih sangat tinggi. Kehadiran pabrik amonium nitrat PKT ini diharapkan bisa mengurangi volume impor domestik dengan mengoptimalkan fungsi amonium nitrat di berbagai sektor.

“Dari pembangunan pabrik amonium nitrat ini, kita bisa melihat bahwa ke depannya PKT akan semakin memperluas bidang industrinya untuk bisa semakin mumpuni dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui pengembangan produk turunan amonium nitrat. Kegunaannya juga sangat luas. Misalnya di sektor pertanian, amonium nitrat bisa dimanfaatkan sebagai sumber nitrogen untuk pupuk yang dapat berfungsi menyuburkan tanah, yang di dalamnya terdapat kandungan bahan kimia amonium untuk campurannya. Selain itu, amonium nitrat juga dibutuhkan di industri pertambangan dan infrastruktur. Amonium nitrat memiliki nilai tambah tinggi yang mampu memberi dampak berganda bagi ekonomi Indonesia,” ungkap Indardi, SVP Pengembangan PKT.

Dengan adanya pabrik amonium nitrat ini, maka PKT juga turut mendukung pertumbuhan perekonomian lokal. Pertumbuhan ini dapat tercipta dengan menyerap tenaga kerja terutama untuk operasional pabrik sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal sekitar lokasi pabrik. Selain itu juga, kehadiran pabrik amonium nitrat ini diharapkan secara tidak langsung juga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

“Dengan menerapkan inovasi dalam peningkatan nilai tambah komoditas, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak, dan juga mampu meningkatkan nilai peluang usaha di dalam negeri, maka kami berharap dengan pengembangan amonium nitrat sebagai salah satu usaha PKT dalam mewujudkan diversifikasi usaha ini dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan pertumbuhan perekonomian nasional yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutup Hanggara.(rls/yah/mk)