Beranda blog Halaman 1021

Bulan Puasa 7 Remaja Asyik Pesta Miras di Selambai, 2 di Antaranya Perempuan

0
Bulan Puasa 7 Remaja Asyik Pesta Miras di Selambai, 2 di Antaranya Perempuan
Polsubsektor Loktuan saat mengamankan 7 remaja pesta miras. (ist)

BONTANG – Miris, bukannya beribadah dengan baik di Bulan Ramadan, 7 remaja di Loktuan justru diamankan kepolisian lantaran kepadapatan pesta miras. Polsubsektor Loktuan menangkap 7 remaja sedang pesta miras itu di Jembatan Kampung Selambai, Minggu (16/4/2023) sekira pukul 02.00 Wita.

Bhabinkamtibmas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, 7 remaja tersebut mengganggu jam istirahat warga sekitar.

“Mereka bernyanyi sambil teriak-teriak, kita amankan dan kita bina serta membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya.

Aipda Bajuri pun mengajak orang tua yang mempunyai anak usia remaja, agar lebih aktif mengontrol kegiatan anaknya di luar rumah.

“Jangan sampai menyesal jika terjadi sesuatu pada anak-anak mereka,” imbuhnya,

Pihaknya pun menyayangkan dengan kejadian itu, lantaran di antara ketujuh remaja tersebut dua di antaranya perempuan. (hms)

Pengamanan Idulfitri, Operasi Ketupat Mahakam Libatkan 174 Personil di 5 Pos Penjagaan

0
Pengamanan Idulfitri, Operasi Ketupat Mahakam Libatkan 174 Personil di 5 Pos Penjagaan
Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya (tengah) saat ditemui. (Yahya Yabo/ Media Kaltim (grup Radarbontang.com)

BONTANG – Polres Bontang siap melaksanakan Operasi Ketupat Mahakam (OKM) 2023.  Diawali gelar pasukan,  Operasi Ketupat akan terlaksana sejak 18 April hingga 1 Mei 2023 mendatang.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya mengungkapkan, Polres Bontang menyiapkan 5 pos pengamanan selama operasi ketupat berlangsung. Di antaranya 1 pos terpadu di depan Ramayana Bontang, 2 pos di Marang Kayu dan Muara Badak, 1 pos pengamanan di Bontang City Mall,  dan 1 pos di Pelabuhan Loktuan.

“Ada beberapa titik kerawanan Laka Lantas sesuai karakteristik wilayah kerawanannya. Seperti di Muara Badak dan Marang Kayu di Gunung Menangis, dan kilometer 41 dan 45. Kalau copet rawan di tempat keramaian seperti di pelabuhan,” kata AKBP Yusep Dwi Prastiya kepada awak media Senin (17/4/2023).

Polres Bontang menyiagakan 174 personel dan personel gabungan yang terdiri TNI, Dishub, Satpol PP, BPBD hingga organisasi relawan.

“Gunanya pos-pos yang kita buat, salah satunya digunakan untuk melakukan patroli keamanan bersinggungan. Kemacetan di wilayah kota ada dua titik di depan BCM dan Ramayana. Antisipasi penempatan personel pada titik kemacetan,” jelas Yusep.

Ia juga menginstruksikan kepada personel atau mitra polisi, agar berpatroli di wilayah pemukiman yang warganya banyak mudik, atau rumah-rumah sedang ditinggalkan.

Yusep mengimbau kepada pemudik, untuk mempersiapkan kelengkapan kendaraan dan mempersiapkan diri dengan melakukan perjalanan pada saat siang hari.

“Utamakanlah perjalanan pagi atau siang hari, karena ada beberapa penerangan yang kurang,” katanya. (yah)

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan, FJB Santuni Anak Yatim dan Duafa

0
Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan, FJB Santuni Anak Yatim dan Duafa
Ketua FJB, Herdi Jaffar (dua dari kiri) saat menyerahkan santunan ke panti asuhan. (ist)

BONTANG – Senyum bahagia terpancar dari penghuni Panti Asuhan Al-Haq, saat menyambut kehadiran pengurus dan anggota Forum Jurnalis Bontang (FJB). Kedatangan para pewarta Kota Taman itu dalam rangka bakti sosial (baksos) yang dirangkai dengan buka puasa bersama (bukber).

Suasana penuh keakraban terlihat saat semuanya saling menyantap takjil, dilanjut salat magrib berjamaah, penyerahan bantuan dan santunan, dan ditutup dengan foto bersama.

Dikatakan Ketua FJB, Herdi Jafar, kunjungannya ke panti asuhan yang beralamatkan di Perumahan Damai Lestari Indah, Jalan Arief Rahman Hakim, RT 41 Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat itu dalam rangka bersilaturahmi, menjalin Ukhuwah Islamiyah, serta berbagi keceriaan melalui Program “FJB Berbagi Bersama Yatim dan Duafa,” Minggu (16/4/2023).

Di tengah hiruk pikuk aktivitasnya dalam menyajikan berita dan informasi kepada masyarakat, Herdi turut mengapresiasi para jurnalis yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk bisa berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Tak lupa, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan program ini.

“Semoga apa yang kami salurkan ini dapat memberikan manfaat bagi santri dan pengurus panti asuhan,” harapnya.

Sementara itu, Ustaz Hatta selaku Pengurus Panti Asuhan Al-Haq, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan jajaran pengurus dan anggota FJB. Kata dia, panti asuhan yang mereka kelola saat ini dihuni sekitar 20-an orang yang terdiri dari anak yatim maupun duafa.

“Alhamdulillah panti asuhan ini sudah berdiri sekitar lima tahun lebih, dan alumni dari panti asuhan ini juga sudah banyak. Semoga bantuan yang diberikan FJB dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tutur Hatta.

Sebagai informasi, Program FJB Berbagi yang diinisiasi Bidang Agama dan Sosial ini rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan. Tak hanya melibatkan para anggotanya, tetapi juga donasi dari para relasi dan mitra FJB. Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako dan uang tunai guna membantu operasional panti asuhan. (rls/yah)

Barang Bukti Hasil Tangkapan Operasi Pekat Dimusnahkan

0
Barang Bukti Hasil Tangkapan Operasi Pekat Dimusnahkan
Barang Bukti sabu dan miras yang dimusnahkan di Polres Bontang. (Yahya Yabo/Media Kaltim (Radarbontang.com))

BONTANG – Polres Bontang memusnahkan barang bukti yang telah diamankan selama operasi pekat berlangsung di Bulan Ramadan, Senin (17/4/2023) di halaman depan Mako Polres Bontang.

Barang bukti yang dimusnahkan di antaranya sabu sebanyak 22 poket dengan berat 25,33 gram, 210 knalpot brong, 32 unit motor hasil tangkapan balap liar, miras tradisional jenis sopi sebanyak 40 jerigen dan 179 botol.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan, pemusnahan barang bukti merupakan hasil giat cipta kondisi kegiatan rutin yang ditingkatkan, jelang Operasi Ketupat Mahakam 2023.

Pelaksanaan pemusnahan barang bukti ini juga dalam rangka menciptakan kondusifitas dan rasa aman.

“Semua barang bukti hasil dari operasi personel, pada saat operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan,” kata Kapolres, Senin (17/4/2023) saat pemusnahan barang bukti di Mapolres Bontang.

Kegiatan ini dihadiri pula Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Dandim 0908/Btg, Kepala Kejaksaan, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah dan jajaran Forkopimda. (yah)

Media Gathering dan Bukber, Jalinan Silaturahmi Pupuk Kaltim Bersama Insan Pers

0
Media Gathering dan Bukber, Jalinan Silaturahmi Pupuk Kaltim Bersama Insan Pers
SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono saat memberikan sambutan. (ist)

BONTANG  – Seluruh jurnalis dan awak media di Bontang mengikuti Media Gathering yang digelar PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Jumat (14/4/2023) kemarin. Kegiatan ini dirangkai agenda buka puasa bersama yang diadakan di Rumah Makan Bontang Kuring.

Kegiatan yang diadakan rutin tahunan oleh Perusahaan pupuk BUMN itu, bertujuan meningkatkan hubungan silaturahmi dan sinergi antara PKT dengan media lokal Bontang.

VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya menyatakan, pihaknya berusaha menjaga hubungan baik dengan media. Karenanya menjaga tali silaturahmi dengan seluruh media di Bontang menjadi salahsatu agenda utama.

“Di momen yang penuh keberkahan ini, saya kira hubungan media dengan PT Pupuk Kaltim bisa terus berjalan dengan baik ke depannya,” katanya saat memberikan sambutannya.

Media Gathering dan Bukber, Jalinan Silaturahmi Pupuk Kaltim Bersama Insan Pers
VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya ikut dalam permainan. (ist)

Sementara itu, SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono mengharapkan acara ini bisa terus rutin dilaksanakan, guna menjalin komunikasi dengan seluruh media di Bontang yang baik dan berkelanjutan.

“Kami terus berharap kerja sama yang sudah baik ini akan terus terjaga. Bahkan bisa semakin baik ke depannya. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan PKT tidak akan bisa maksimal tanpa peran serta dari media,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Bontang (FJB), Herdi Jaffar menyampaikan, agar media dan mitra bisa berjalan beriringan untuk mencapai visi dan misi yang sama.

Media Gathering dan Bukber, Jalinan Silaturahmi Pupuk Kaltim Bersama Insan Pers
Karyawan Humas Pupuk Kaltim dan insan pers berfoto bersama usai kegiatan. (ist)

“Kami berterima kasih kepada PKT atas perannya kepada para jurnalis dan awak media Bontang. Terus membantu pengembangan kualitas SDM para jurnalis di kota Bontang,” tandasnya.

Usai sambutan-sambutan dan berbuka puasa bersama, kegiatan ini dilanjutkan dengan menggelar games seru memasukkan bola pingpong ke gelas dan melanjutkan kata. Anggono Wijaya dan Teguh Ismartono pun tampak berbaur bersama insan pers mengikuti permainan. (al)

Kadir Tappa: Pendidikan Berkualitas Cara Cegah Narkoba!

0
Kadir Tappa: Pendidikan Berkualitas Cara Cegah Narkoba!
Sosialisasi Perda Narkoba oleh Kadir Tappa. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Penyebarluasan peraturan daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) nomor 4 tahun 2022, terkait pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, prekursor dan psikotropika kembali dilaksanakan di Hotel Andika, Sabtu (15/4/23).

Kegiatan ini kembali dilaksanakan oleh Abdul Kadir Tappa, Anggota DPRD Provinsi Kaltim untuk masyarakat Bontang, agar seluruh warga Bontang teredukasi dan dapat menekan peredaran narkoba di Bontang.

“Narkoba memang sulit untuk dihilangkan, tapi setidaknya dengan sosialisasi perda ini dapat memberikan basic pengetahuan untuk masyarakat,” ucapnya.

Dalam acara ini, dihadirkan dua narasumber. Pertama adalah Muhammad Nurfan Tandayu, Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang dan Selamat Said Sanib, motivator.

Nurfan Tandayu menjelaskan, jenis-jenis narkoba yang sering didapati di wilayah Bontang merupakan wilayah darurat narkoba. Sempat disinggung presiden RI, Jokowi bahwa Indonesia sudah darurat narkoba sejak tahun 2015 hingga sekarang.

“Setidaknya masyarakat harus paham mengenai dasar-dasar hukum narkotika, sehingga masyarakat paham harus seperti apa saat menghadapi narkotika,” jelasnya.

Diketahui, bahwa masyarakat maupun aparat di Indonesia ini kesadarannya masih kurang. Masyarakat cenderung membiarkan para pecandu dan pengedar narkoba.

Lebih lanjut, Selamat Said juga menjelaskan dampak dari narkoba yang dapat merusak tubuh sehingga dapat merugikan bagi diri sendiri maupun sekitarnya.

“Narkoba mudah masuk ke orang-orang yang terbelenggu, oleh karena itu peran keluarga sangatlah penting,” jelasnya.

Abdul Kadir Tappa kembali mengaskan, akan selalu berfokus dalam pemberantasan narkoba, karena di Bontang masih banyak penyebarannya tidak diketahui oleh petugas kepolisian.

“Saya tentu akan memberikan sosialisasi terus menerus agar warga Bontang dapat mengerti bahaya narkoba,” tegasnya.

Ia ingin memberikan pendidikan yang baik sebagai salah satu cara untuk memberantas narkoba dan tidak menggunakan kekerasan yaitu, melalui pendidikan yang berkualitas serta memperdalam ilmu agama. Di Bontang sendiri sudah terdapat sekolah tahfidz gratis.

“Ilmu agama, pesantren, pondok, ada juga SMP di Yayasan Taman Firdaus, sekolah tahfidz. Jika ingin belajar di luar akan mahal, Bontang juga punya untuk sekolah seperti itu,” jelas Kadir Tappa.

Ia berharap dengan menjadi tahfidz, anak tidak akan mudah terjerumus ke dalam narkoba, sehingga generasi muda dapat ikut serta dalam mengurangi pecandu dan peredaran narkoba. (adv/sya)

Waspadai Perdagangan Orang ke Timur Tengah

0
Waspadai Perdagangan Orang ke Timur Tengah
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang tidak bisa memastikan, apakah bisa memulangkan Ayu Febriani, wanita asal Bontang yang ‘dijual’ ke Suriah. Lantaran proses keberangkatan kerja Ayu tidak melalui rekomendasi Disnaker Bontang. (radarbontang.com, 7/4/2023)

Masyarakat harus mewaspadai berbagai macam modus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ini disampaikan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), mengingat kasus TPPO makin meningkat setiap tahunnya.

Menurut Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu Yudha Nughra, ada empat modus TPPO menjerat masyarakat. Pertama, tawaran bekerja di luar negeri yang banyak disampaikan melalui jaringan media sosial, calo atau sponsor. Kedua, berangkat ke luar negeri untuk bekerja melalui calo, bukan jalur resmi.

Ketiga, menjerat masyarakat lewat pemberian panjar (uang muka) oleh calo dengan besaran Rp 5 juta—Rp 10 juta. Keempat, berangkat ke Timur Tengah dengan menggunakan visa ziarah ataupun visa umrah, bukan visa kerja. Kelima, iming-iming dan bujuk rayu terkait gaji lebih besar dari UMR sehingga banyak masyarakat ingin bekerja di luar negeri.

Saat ini, pemerintah Indonesia masih menerapkan moratorium penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) terhadap 14 negara yang ada di kawasan Timur Tengah. Kemenlu mencatat, kasus perdagangan orang WNI kurun waktu 2021—2022 meningkat 100% lebih.

Dari 360 kasus TPPO, meningkat menjadi 752 kasus. Namun, angka tersebut kemungkinan besar hanya puncak gunung es karena masih banyak korban yang tidak melaporkan kasusnya. Mengapa kasus TPPO tidak kunjung tuntas?

Salah Ambil Moratorium dan Terbatasnya Lapangan Kerja

Pemerhati politik Fatma Sunardi memberi tanggapan atas kasus ini. Fatma mengungkapkan bahwa meningkatnya perdagangan orang karena pemerintah salah ambil moratorium.

“Kasus ini sekaligus membongkar bagaimana Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 tentang moratorium atau penghentian penempatan pekerja migran di 19 negara di Timur Tengah justru berdampak pada masalah yang lebih besar yakni meningkatnya kasus perdagangan orang,” terangnya kepada redaksi MNews, Ahad (9-4-23).

Moratorium itu diambil karena banyaknya masalah yang menimpa PMI di Timur Tengah dan banyak pihak mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan pada PMI.

Tetapi, banyak pihak akhirnya mengkritik keputusan pemerintah, Migrant Care melihat moratorium itu justru berdampak pada praktik perdagangan orang ke Timur Tengah yang makin tidak terkendali.

Kritikan itu terbukti. Kasus perdagangan orang makin marak karena pemerintah belum bisa menyelesaikan masalah PMI yang berangkat ilegal.

Penyebab masalah ini adalah terbatasnya lapangan kerja. Banyaknya PMI ilegal karena  semakin terbatasnya lapangan. Di sisi lain, permintaan tenaga kerja informal dari negara-negara Timur Tengah melonjak. Ini menjadi lahan subur jaringan perdagangan orang.

Pemerintah harus mengambil solusi jangka pendek (praktis), yakni menyediakan lapangan kerja terutama di pedesaan. Meskipun pemerintah akan menghadapi tantangan kebijakan ekonomi serta program-program yang masih berpihak pada oligarki.

Konferensi Internasional

Pada Februari 2023 di Adelaide (Australia), sejumlah pemimpin bisnis dan pemerintah berkolaborasi dalam Forum Bali Process untuk memerangi perbudakan modern. Mereka berkomitmen memperkuat kebijakan dan kerangka hukum, mengatasi perbudakan modern, dan memajukan upaya memberantas perdagangan manusia (human trafficking).

Bali Process on People Smuggling, Trafficking in Persons and Related Transnational Crime merupakan forum kerja sama membahas isu perdagangan orang, penyelundupan manusia dan kejahatan terkait di kawasan. Organisasi multilateral yang beranggotakan 49 negara dan organisasi internasional, serta 18 negara observer dan 9 organisasi internasional.

Dalam forum tersebut, Menkumham Yasona H. Laoly menyampaikan harus ada upaya kolektif dengan sektor swasta untuk memerangi perdagangan manusia. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasinya, di antaranya KUHP baru dan Perppu UU Cipta Kerja.

Hal yang sama disampaikan Menlu RI Retno Marsudi mengenai pentingnya keterlibatan sektor bisnis untuk mengatasi persoalan ini. Perdagangan manusia merupakan kejahatan transnasional, tidak bisa diatasi oleh pemerintah saja.

Ia pun menawarkan tiga solusi untuk memeranginya, yakni memperkuat upaya pencegahan, memerangi penyalahgunaan teknologi, dan mengoptimalkan dampak kerja dari Bali Process.

Namun tampaknya, Bali Process tidak lebih dari sekadar basa-basi konferensi internasional dalam menyolusi perdagangan manusia. Ini karena sejatinya sistem kapitalisme yang menjadi kiblat berbagai negara saat ini memandang manusia sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan. Bahkan sebagian besar korban dari perdagangan manusia ialah perempuan.

Hegemoni Kapitalisme

Setiap tahunnya, perdagangan manusia melibatkan hubungan antarnegara. Parahnya, Indonesia masuk urutan kedua dalam laporan perdagangan orang yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS. Kemiskinan menjadi faktor paling dominan dalam mendorong terus berlangsungnya perdagangan manusia.

Ekonomi menjadi alasan utama karena lahir dari pemahaman kapitalisme yang menjadikan manusia mengutamakan materi dan kesenangan hidup. Kapitalisme mencabut aspek kemanusiaan dan mencari keuntungan di tengah bencana kemanusiaan.

Menurut Direktur LKBH PEKA Rosita Nengsih, terbaca pola modus perdagangan manusia di Kalimantan Barat (Singkawang), yakni dengan istilah “pengantin pesanan”. Mengutip dari theworldnews, “pengantin pesanan” merupakan modus TPPO karena ada proses yang mengarah pada perdagangan yang terencana.

Korban dijanjikan akan menikah dengan orang kaya asal Cina dan iming-iming seluruh kebutuhan hidup korban dan keluarganya akan terjamin. Namun, sesampainya di Cina, korban malah dipekerjakan dengan durasi waktu yang lama. Ini makin mudah terjadi karena dukungan kecanggihan teknologi dan terbukanya koneksi lewat jalur transportasi dan infrastruktur.

Miris, kehormatan kaum perempuan di negeri ini mudah dimanfaatkan oleh kapitalis Timur dan Barat. Sempurnalah hegemoni kapitalisme di negeri ini, menjarah SDA dan SDM (perempuan) kita, juga melemahkan negara hingga tidak berdaya melawan kejahatan perdagangan manusia.

Solusi dengan Sistem Islam

Sistem Islam tidak membutuhkan keterlibatan swasta dalam mengatasi perdagangan manusia. Dalam Islam, tidak ada celah bagi siapa pun untuk memperdagangkan orang untuk tujuan apa pun. Berikut di antara cara Islam untuk mencegahnya.

Pertama, menerapkan sistem ekonomi Islam. Politik ekonomi Islam menjamin terpenuhinya semua kebutuhan masyarakat. Ketika masyarakat telah hidup sejahtera, tidak ada alasan yang dibenarkan bagi perempuan untuk bekerja ke luar negeri dengan alasan tuntutan ekonomi. Apalagi nafkah bagi perempuan sudah ditanggung oleh wali.

Kedua, menerapkan kebijakan luar negeri yang menjamin keamanan warga negara dan orang asing. Ketiga, menerapkan sistem ketenagakerjaan yang adil. Keempat, kebijakan luar negeri Khilafah menjamin keamanan dunia dari kejahatan transnasional.

Maka, menyelesaikan kejahatan perdagangan manusia tidak bisa hanya dengan mengenali modus-modus tindak kejahatannya. Tidak juga dengan mengharapkan solusi lewat forum internasional, apalagi menyerahkan pada pihak swasta untuk memeranginya.

Tetapi, harus dengan mewujudkan tatanan baru untuk dunia, yang akan melengserkan hegemoni kapitalisme. Inilah satu-satunya jalan untuk mengenyahkan perdagangan manusia di dunia.

Wallahualam.

Dari Kampung Nelayan ke Desa Wisata, Malahing Tuai Prestasi

0
Dari Kampung Nelayan ke Desa Wisata, Malahing Tuai Prestasi
Pintu masuk Kampung Malahing. (Yusva Alam)

BONTANG – Keberhasilan Malahing masuk 75 besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023, tidak dicapai dalam waktu yang singkat. Butuh proses panjang dan kerja keras seluruh warganya.

Siapa sangka Malahing awalnya hanyalah sebuah kampung nelayan kumuh. Namun saat ini telah bertransformasi menjadi sebuah desa wisata.

Kisah transformasi itu diceritakan Nasir, Ketua RT 30 Malahing. Menurut Nasir, warganya pun tak pernah menyangka kalau sekarang kampung mereka telah menjelma desa wisata. Wajah kampung lebih indah dengan hiasan di sana sini, banyak produk oleh-oleh dihasilkan oleh warganya, dan spot wisata semakin beragam.

“Dulu kampung kami kampung paling kumuh di antara kampung nelayan yang ada dipesisir Bontang. Tapi sekarang beda,” ujar Nasir saat menceritakan perubahan kampungnya di kegiatang monitoring dan sosialisasi sapta pesona kampung wisata Malahing yang diadakan Dispopar Bontang beberapa waktu lalu.

Titik awal perubahan itu terjadi di tahun 2017, saat PT Pupuk Kaltim (PKT) memutuskan Malahing menjadi desa binaannya. Sejak itu, tak hanya wajah kampung yang berubah, namun aktivitas warganya pun ikut berubah.

Dulu kaum pria di Malahing pekerjaannya nelayan, dan kaum wanitanya tidak memiliki aktivitas yang produktif. Setelah dibina PKT, para wanita di Malahing sangat produktif.

Para wanita mampu menghasilkan produk-produk khas Malahing, seperti batik, kuliner sate kerang ijo dan lain sebagainya. Pola pikir masyarakat pun ikut berubah. Jadi lebih terbuka, karena kampung mereka semakin banyak dikunjungi orang untuk berwisata.

“Alhamdulillah PKT membina kami saat itu. Terima kasih juga Pemkot Bontang yang juga membimbing perjalanan kami,” ungkapnya.

Rupanya hasil transformasi itu tak hanya menuai prestasi tahun ini saja. Tahun lalu Malahing juga pernah masuk dalam 100 desa wisata di ADWI. Tahun ini lebih meningkat masuk ke 75 besar. Sehingga menjadi salahsatu desa wisata yang akan dikunjungi Menparekraf, Sandiaga Uno.

Kepala Dispopar, Ahmad Aznem menambahkan, nama Kampung Malahing bakal semakin dikenal pasca kedatangan Menparekraf nantinya. Dirinya meyakini dengan datangnya Sandiaga Uno akan banyak media yang meliput.

“Media-media ini akan memblowup Kampung Malahing, sehingga nama Malahing akan dikenal dimana-mana,” kata Aznem.

Setelah dikenal, dampak positif pun akan dirasakan warga Malahing. Akan semakin banyak turis yang datang berkunjung. Bahkan kampung-kampung lain yang belum berhasil masuk ADWI tentunya akan datang untuk belajar ke Malahing.

“Peningkatan ekonomi akan terjadi setelah makin banyak turis yang datang berkunjung,” pungkasnya. (al)

Polisi Sita Petasan dari 3 Pedagang di Loktuan

0
Polisi Sita Petasan dari 3 Pedagang di Loktuan
Polsubsektor Loktuan saat menyita petasan dari pedagang. (ist)

BONTANG – Polsubsektor Loktuan mengamankan petasan dari tiga pedagang di Loktuan, Jumat (14/4/2023) malam tadi. Lantaran ketiga pedagang tersebut tidak mengindahkan imbauan dari pihak kepolisian.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri menjelaskan, pihaknya terpaksa menyita dagangan petasan ketiganya, lantaran sudah diingatkan 2 kali sejak awal Ramadan, namun tidak diindahkan.

“Kami sita jenis-jenis petasan yang mengandung ledakan besar seperti petasan korek,” ujar Aipda Bajuri.

Ketiga pedagang itu tidak ditahan, namun mereka diberi peringatan keras dan diminta bertanda tangan tidak mengulangi lagi.

Apabila tetap mengulangi lagi akan diproses sesuai aturan yang ada.

Dikatakannya, pihak kepolisian terus mensosialisasikan terkait larangan berjualan petasan, utamanya yang memiliki daya ledak tinggi. Hal itu karena selain membahayakan juga mengganggu ibadah selama Bulan Ramadan.

“Lagi Salat Tarawih atau selesai salat, biasanya anak-anak itu main petasan. Bunyinya menganggu orang salat. Sering juga mereka lempar-lempar petasan sambil mengendarai sepeda motor. Lempar ke jalan, bahkan lempar di bawah mobil. Ini kan sangat berbahaya sekali,” beber Aipda Bajuri. (al)

Ironi Kota Industri dengan Angka Pengangguran Tertinggi

0
Ironi Kota Industri dengan Angka Pengangguran Tertinggi
Retno Furi Handayani, A.Md.

Oleh:

Retno Furi Handayani, A.Md

Guru TPA

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kota Bontang, angka pengangguran dari Tahun 2021 hingga Tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 2,11 persen atau sebanyak 1.193 orang. Menurut data BPS, dari 99.150 orang jumlah angkatan kerja yaitu yang berusia 15 – 64 tahun, jumlah pengangguran di kota Bontang pada Agustus 2022 mencapai 7.742 orang atau 7,81 persen. Jumlah ini di klaim turun dari Tahun 2021 sebanyak 8.935 orang atau 9,92 persen orang yang menganggur.

Namun, walaupun sudah mengalami penurunan dalam jumlah pengangguran, nyatanya Kota Bontang masih menduduki peringkat tertinggi angka pengangguran se Provinsi Kalimantan Timur dengan nilai 7,81 persen.

Masih jauh di atas Balikpapan di posisi kedua dengan nilai 6,90 persen. Ditinjau dari kota Bontang yang termasuk kota kecil dengan penduduk tidak sebanyak kota lain di Kalimantan Timur, juga terkenal dengan sebutan kota industri nyatanya belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya akan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Menilik data Disnaker Kota Bontang, pada Tahun 2022 terdapat 8.407 pencari kerja. Rinciannya 6.013 laki- laki dan 2.394 perempuan. Dibandingkan Tahun 2021 angka tersebut mengalami kenaikan sebanyak 1.509 pencari kerja.

Hal ini terjadi karena banyaknya lowongan perkerjaan yang dibuka di tahun ini. Misalnya lowongan pekerja industri bidang Turn Around (TA) dan pesatnya pertumbuhan retail dengan dibukanya Bontang Citi Mall.

Sayangnya dari kenaikan lowongan pekerjaan yang tersedia ini belum sebanding dengan jumlah pencari kerja di kota Bontang. Jumlah lowongan kerja yang tersedia di kota Bontang sebesar 1.462 dengan penempatan kerja sebanyak 1.510 orang.

Dapat disimpulkan bahwa dari jumlah pencari kerja yang ada, sebanyak 5.388 orang diantaranya belum bekerja. Bahkan penyumbang tertinggi angka pengangguran adalah dari lulusan SMK sebesar 28,13%.

Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Disnaker Bontang, Ridwansyah mengatakan bahwa kondisi ini dipengaruhi kenyataan bahwa walaupun Bontang kota industri namun keadaannya tidak bisa diprediksi. Biasanya lowongan banyak dibuka jika perusahaan ada project.

Melihat kondisi tersebut, kata Ridwan pihaknya berusaha mengimbangi dengan membuka sejumlah pelatihan. Mulai dari administrasi hingga alat berat. Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut masyarakat bisa memiliki skill yang mumpuni. Sehingga ketika perusahaan membuka lowongan, ada peluang bagi mereka untuk diterima bekerja.

Masalah Pengangguran Tanggung Jawab Negara

Pengangguran merupakan masalah serius, baik untuk daerah maupun negara. Pengangguran dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi, melemahnya daya beli masyarakat, banyaknya tindak kriminalitas dan kenaikan angka kemiskinan. Beban pemerintah sendiri baik daerah maupun pusat juga semakin berat karena tingginya angka pengangguran.

Masalah pengangguran sebenarnya adalah masalah yang sistemik yang harus diselesaikan negara dan tentu saja daerah. Dalam hal ini daerah merupakan representasi dari negara di skala yang lebih kecil. Harus ada link and match antara skill dan lapangan pekerjaan yang tersedia.

Daerah juga harus mampu menciptakan lapangan kerja bagi warganya. Juga harus mampu mengelola hasil Sumber Daya Alam yang dihasilkan dari daerahnya. Sehingga tidak bergantung pada swasta dan stakeholder lainnya.

Bahkan pendidikan vokasi yang diharapkan mampu memberikan mereka bekal keterampilan untuk dunia kerja belum mampu mengatasi masalah pengangguran ini. Justru lulusan SMK menjadi penyumbang angka tertinggi angka pengangguran. Hal ini terjadi karena kualitas lulusan SMK maupun politeknik tak selalu sesuai dengan kualifikasi penyedia kerja.

Sekilas terlihat bahwa masalah bisa terselesaikan jika pihak swasta dan para investor turut serta dalam mengurai permasalahan ini. Bahkan, terlihat pihak swasta lah yang menguasai pasar dunia kerja. Padahal, pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjamin ketersediaan lapangan kerja.

Jika pengurusan ini dilakukan oleh swasta maka yang akan terjadi orientasi solusi yang diberikan beradasarkan untung dan rugi. Konsekuensinya bagi masyarakat adalah mereka harus mengeluarkan biaya yang lebih untuk mendapatkan fasilitas umum jika kepengurusannya dilakukan oleh swasta.

Ditambah lagi aset-aset kekayaan alam yang sejatinya melimpah ruah, tidak bisa dimiliki sepenuhnya untuk modal mensejahterakan rakyat. Kebijakan ekonominya disetir oleh kekuasaan oligarki. Hingga situasi ekonomi pun sangat rentan dipermainkan pihak swasta dan investor.

Solusi Islam Atasi Pengangguran

Dalam Islam pemimpin atau negara menempatkan diri sebagai pengurus dan penjaga rakyat. Negara bertanggung jawab mewujudkan kemaslahatan dan memberikan pelayanan kepada rakyat. Karena dalam Islam para pemimpin sadar sepenuhnya bahwa segala kebijakan tentang pengurusan rakyat nantinya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah.

Ajaran Islam menetapkan mekanisme jaminan kesejahteraan dimulai dari kewajiban mencari nafkah bagi seorang laki-laki. Pada saat yang sama negara juga wajib memastikan tersedianya lapangan pekerjaan bagi laki-laki. Dan juga memberikan dukungan dalam hal pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja yang ada.

Sehingga seluruh masyarakat terutama kaum laki-lakinya mempunyai kesadaran akan kewajiban mencari nafkah dan memiliki kemampuan serta keterampilan yang diperlukan dunia kerja.

Sektor-sektor yang potensinya besar seperti pertambangan, pertanian, kelautan dan industri dikelola secara serius dan sesuai aturan Islam. Serta tidak memberikan celah oligarki menguasai sektor-sektor ini. Juga dengan membuka akses sumber-sumber ekonomi halal dan mencegah berkembangnya sektor non riil yang bisa menghambat perekonomian negara.

Negara menerapkan politik industri yang bertumpu pada pengembangan industri berat. Hal ini akan mendorong perkembangan industri sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak dengan kompetensi yang tidak diragukan sebagi output sistem pendidikan Islam.

Tersedianya bantuan modal usaha tanpa bunga dan memberi pelatihan kepada masyarakat dan mampu berdaya dan menghasilkamn. Juga menyediakan pos-pos anggaran belanja untuk bantuan kepada masyarakat yang sudah tidak mampu bekerja lagi.

Layanan publik dipermudah dan digratiskan, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan pokoknya. Negara juga mendorong dunia pendidikan untuk menciptakan inovasi teknologi sesuai jaman, memfasilitasi penelitian-penelitian untuk kemaslahatan umat. Sehingga mampu melampaui capaian negara-negara maju lainnya.

Semua ini kembali pada soal paradigma kepemimpinan Islam yang berperan sebagai pengurus dan penjaga. Seorang pemimpin negara akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap orang yang dipimpinnya. Jika ada satu saja rakyat yang menderita karena buruknya pengurusan mereka, pemimpin harus siap-siap menerima azab Allah Swt.

QS Shod Ayat 26:

Artinya: “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah SWT. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah SWT akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Qs Shad: 26).

Wallahualam bissawab