Beranda blog Halaman 1025

PAMA INDO dan IMM Tebar Kebahagiaan di 11 Desa Binaan

0
PAMA INDO dan IMM Tebar Kebahagiaan di 11 Desa Binaan
Safari Ramadan di Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Bontang Lestari, Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – PT PAMA INDO bersama PT Indominco Mandiri (IMM) menggelar kegiatan Safari Ramadan 1444 H, Jumat (7/4/2023) kemarin. Kedua perusahaan tambang ini berkolaborasi menebar kebahagiaan ke masjid-masjid di 11 desa binaan.

Project Manager PT Pamapersada Nusantara Distrik Indominco (PAMA INDO), Dwi Setyono menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk merajut silaturahmi kepada warga di desa binaan. Tak hanya silaturahmi, PAMA-INDO juga berbagi kebaikan dengan menyalurkan bantuan sarana ibadah serta santunan kepada para anak yatim piatu.

“Kami lakukan demi meraih keberkahan di Bulan Ramadan,” ujar Dwi Setyono kepada Mediakaltim.com.

Sujarwanto, Community Development Head PT IMM menambahkan, kegiatan Safari Ramadan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Lantaran pandemi covid-19, kegiatan tahun lalu hanya berupa pembagian paket sembako.

“IMM 200 paket dan PAMA INDO 200 paket sembako,” imbuhnya.

Tahun ini, Safari Ramadan tidak hanya penyerahan bantuan, namun juga dirangkai dengan buka bersama. Ditambah dengan pemberian santunan anak yatim dan bantuan sarana ibadah.

“IMM juga memberikan santunan bagi pesantren dan panti jompo yang ada di desa-desa binaan,” ungkapnya.

CSR Departement Head PAMA INDO, Yasser Pramana membeberkan, bahwa desa-desa binaan yang dikunjungi berada di Ring I PAMA INDO.

Terdapat 7 desa binaan di Kecamatan Teluk Pandan (Kabupaten Kutai Timur). di antaranya Desa Kandolo, Teluk Pandan, Bukit Pandan Jaya, Martadinata, Suka Rahmat, Suka Damai, dan Desa Danau Redan.

Kemudian 3 desa binaan di daaerah Kecamatan Marangkayu (Kabupaten Kutai Kertanegara). Yaitu Desa Santan Ulu, Santan Tengah, dan Desa Santan Ilir.

“Satu lagi desa binaan kami di Kelurahan Bontang Lestari,” pungkasnya.

Sementara itu, Alimuddin, Kepala Desa Kandolo sangat bersyukur dengan kepedulian dari 2 perusahaan tambang tersebut. dikatakannya, dirinya sudah tidak meragukan lagi masalah kepedulian PAMA INDO dan IMM terhadap warga di desa binaan.

“Semoga  pimpinan, para manajer, seluruh karyawan dari kedua perusahaan ini selalu dalam lindungan Allah SWT. Serta usahanya tetap lancar dan berkah, amiin,” pungkasnya.  (al)

Turap di Kelurahan Gunung Elai Retak, Komisi III Tahan Pembayaran Kontraktor

0
Turap di Kelurahan Gunung Elai Retak, Komisi III Tahan Pembayaran Kontraktor
Turap retak di Kelurahan Gunung Elai (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pembangunan turap di Kelurahan Gunung Elai sudah selesai 100 persen, namun setelah dilakukan tinjauan lapangan, Sabtu (8/4/23) oleh DPRD Bontang, ditemukan keretakan karena pergeseran tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR), Usman mengatakan, untuk segi anggaran turap tersebut sudah selesai, namun turap yang terhubung langsung dengan jembatan tersebut didapati tidak cocok dengan material yang digunakan.

“Jadi awalnya itu tanahnya kami timbun agar dijadikan jalanan, ternyata ketika dilakukan pemadatan tanah dia geser,” ungkapnya.

Karena sudah menggunakan 100 persen dari dana yang tersedia, perbaikan jalan serta turap tersebut, kemungkinan akan menggunakan dana normalisasi sungai.

“Pergeseran tanah ini tentu di luar kendali kami, tapi kami akan segera selesaikan agar tidak berdampak ke sekitar,” lanjutnya.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina menyayangkan kondisi ini. Menegur keras dinas terkait, agar menjadikan pelajaran ke depannya. Ditegaskannya, pembayaran pembangunan turap kepada kontraktor akan ditahan, hingga turap tersebut rampung.

“Ini sangat disayangkan sekali, pembangunannya tidak sempurna. Kita tinjauan lapangan karena ingin menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) wali kota. Kondisi di lapangan ternyata mengecewakan,” sesalnya. (sya)

Ambil Pesanan Sabu di Depan BPJS, 2 Remaja Loktuan Ditangkap

0
Ambil Pesanan Sabu di Depan BPJS, 2 Remaja Loktuan Ditangkap
Pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Pemuda asal Loktuan ditangkap Sat Reskoba Polres Bontang saat mengambil sabu-sabu di Jalan KS Tubun, Kamis (6/4/2023) sekira pukul 23.30 Wita.

AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Res Narkoba Iptu Muhammad Yazid, mengatakan, 2 tersangka yang berasal dari Loktuan berinisial AR (24), dan WK (26) mengambil sabu dengan sistem jejak.

Mereka tidak sadar bahwa ada petugas yang membuntutinya. Saat diamankan dan digeledah, dari tangan tersangka WK didapat satu buah bungkus plastik klip berisikan sabu dengan berat 5,01 gram

“Kita tangkap mereka di depan BPJS Ketenagakerjaan. Setelah kami pastikan dia membawa barang bukti, kami juga buru pemasoknya,” sambungnya.

Kini kedua tersangka sudah mendekam di Mapolres Bontang untuk penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 39 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)

Pria di Gang Losari Ditemukan Meninggal di Kamarnya

0
Pria di Gang Losari Ditemukan Meninggal di Kamarnya
Proses evakuasi jenazah RB. (ist)

BONTANG – Seorang Pria ditemukan terbujur kaku dalam kamarnya di Jalan Sultan Hasanuddin, Gang Losari, RT 04 pada Jumat (7/4/2023) sekitar pukul 15.30 wita.

Pria itu berinial RB (66) itu ditemukan oleh seorang tetangga sudah tidak bernyawa dalam kondisi telungkup.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kapolsek Bontang Selatan AKP Abdul Khoiri mengatakan, mulanya ada seorang tetangga datang mengetuk rumah almarhum pada pagi hari namun tidak ada jawaban.

Siang harinya saksi kembali ke rumah almarhum serta mengetuk beberapa kali tidak ada tanggapan. Akhirnya memanggil beberapa pemuda untuk mengintip lewat fentilasi rumah.

“Saat diintip itulah dilihat korban tergeletak di lantai, dengan memegang perut. Akhirnya pintu didobrak, saat diperiksa korban sudah meninggal dunia,” tutur Kapolsek.

Selanjutnya, oleh tim inafis Polres Bontang, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Taman Husada untuk dilakukan visum. “Menurut saksi almarhum pernah mengeluhkan sakit asam lambung,” pungkasnya. (hms)

Ular Cobra Sembunyi di Bawah Kasur

0
Ular Cobra Sembunyi di Bawah Kasur
Petugas Disdamkartan mengevakuasi ular cobra. (Disdamkartan for Radarbontang.com)

BONTANG – Seekor ular kembali menyatroni rumah warga, Jumat (8/4/2023). Berbeda dari biasanya, bukan jenis piton yang masuk rumah, namun ular jenis cobra.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Amiluddin membenarkan kejadian tersebut. Seekor ular cobra bersembunyi di bawah kasur seorang warga yang tinggal di Jalan Cipto Mangunkusumo.

“Iya benar sudah dievakuasi sama anggota,” ujarnya singkat saat dihubungi Radarbontang.com.

Informasi itu diterima petugas Disdamkartan Jumat malam sekira pukul 20.30 Wita. Mendapatkan informasi itu, petugas segera berangkat menuju TKP.

Warga atas nama Khoirul Huda itu melaporkan di rumahnya ada seekor ular cobra. Ular tersebut diketahui karena terlihat bergerak-gerak di bawah kasur.

“Alhamdulillah ularnya tidak melukai para penghuni rumah. Pemilik rumah cepat menginfokan ke kami,” ungkap Amiluddin. (al)

Pohon Tumbang Timpa Rumah di Bontang Lestari

0
Pohon Tumbang Timpa Rumah di Bontang Lestari
Petugas Disdamkartan sedang mengevakuasi pohon tumbang. (Disdamkartan for Radarbontang.com)

BONTANG – Sebatang pohon menimpa rumah salahsatu warga di Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (8/4/2023) kemarin. Kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang berarti.

Komandan Kompi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Disdamkartan) Bontang, Norman menjelaskan, informasi itu diterima pihaknya Jumat sore sekira pukul 16.30 wita. Namun untuk waktu kejadiannya, dirinya kurang mengetahui. Hanya memperkirakan pagi hari, diduga karena angin kencang, sehingga membuat pohon roboh dan menimpa rumah tersebut.

“Ada salahsatu petugas Disdamkartan yang tinggal dekat rumah itu. Pemilik rumah menginformasikan kepada petugas tersebut,” ujar Norman.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan berangkat ke TKP yang beralamat di Jalan Adi Pura 1, Kelurahan Bontang Lestari. Petugas segera mengevakuasi pohon tumbang itu.

Sebanyak 6 petugas diturunkan untuk evakuasi. Menggunakan peralatan lengkap, pohon itu dipotong-potong menggunakan senso kecil. Lalu ditarik perlahan-lahan menggunakan tali agar dapat disingkirkan dari atap rumah.

“Alhamdulillah tidak ada kerusakan berarti pada rumahnya. Hanya peyot-peyot sedikit di atap yang terbuat dari seng. Evakuasi selesai sekira pukul 17.30 wita,” pungkasnya. (al)

Ditebus Atau Minta Tolong KBRI Suriah, Cara Pulangkan TKW Bontang yang ‘Dijual’ ke Suriah

0
Ditebus Atau Minta Tolong KBRI Suriah, Cara Pulangkan TKW Bontang yang ‘Dijual’ ke Suriah
Kantor Disnaker Bontang. (ist)

BONTANG –Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang tidak bisa memastikan, apakah bisa memulangkan Ayu Febriani, wanita asal Bontang yang ‘dijual’ ke Suriah. Lantaran proses keberangkatan kerja Ayu tidak melalui rekomendasi Disnaker Bontang.

Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha menjelaskan, bahwa permasalahan Ayu ini sebenarnya sudah terjadi beberapa bulan lalu. Saat itu pihak imigrasi Bontang pernah meminta berkas-berkas Ayu kepada Disnaker Bontang.

“Disnaker tidak bisa memberikan apa-apa, karena memang Ayu berangkat kerja ke luar negeri tidak melalui rekomendasi Disnaker Bontang. Saya duga proses kerjanya ilegal,” ujar Safa Muha saat dihubungi Radarbontang.com, Jumat (7/4/2023).

Kemungkinan saat itu Ayu juga meminta bantuan pihak lain, untuk bisa memulangkan dirinya. Hingga akhirnya permintaan itu sampai ke pihak Imigrasi Bontang dan ke Disnaker Bontang.

Namun saat itu pihaknya juga tidak bisa banyak membantu, lantaran ketiadaan berkas-berkas itu.

“Mungkin Ayu akhirnya menggunakan cara bikin video ini agar viral. Cara dia meminta bantuan,” ungkapnya.

Dijelaskan Safa, terdapat beberapa kemungkinan cara bisa memulangkan Ayu.

Pertama, Pemkot Bontang melapor ke pihak kepolisian tentang kasus ini. Meminta tolong polisi untuk bisa melacak agen tenaga kerja yang memberangkatkan Ayu. Jika agen tersebut ditemukan, kemungkinan besar Ayu bisa dipulangkan. Karena agen itu yang mengetahui duduk permasalahan sebenarnya.

Kedua, dengan cara ditebus. Lantaran Ayu dipekerjakan dengan dugaan cara ilegal. Dengan menebus ada kemungkinan untuk bisa dipulangkan.

Ketiga, pemkot meminta bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah. Agar bisa melacak posisi Ayu dan mencarikan cara memulangkannya.

Namun begitu ditegaskan Safa, masalah membantu atau tidak, pihaknya tidak bisa memberikan keputusan. Keputusan itu ada di tangan Wali Kota Bontang. “Kami hanya bisa bantu dari sisi menyiapkan administrasi saja,” pungkasnya. (al)

Diduga Ayu Korban Perdagangan Manusia, Bisa Pulang Asal Ditebus Rp 150 Juta

0
Diduga Ayu Korban Perdagangan Manusia, Bisa Pulang Asal Ditebus Rp 150 Juta
Ika Wulandari sepupu Ayu Febriani saat diwawancara Radarbontang.com. (Yusva Alam)

BONTANG – Beredar video viral di media sosial seorang wanita asal Bontang bernama Ayu Febriani minta dipulangkan dari Suriah karena merasa dijual, Jumat (7/4/2023). Viralnya video tersebut dibenarkan pihak keluarga, yaitu sepupunya yang bernama Ika Wulandari.

Ika sapaan akrabnya tinggal di Jalan Arif Rahman Hakim, RT 41, Kelurahan Belimbing. Rumahnya persis berdekatan rumah Ayu. Saat ini suami Ika merupakan Ketua RT 41 Kelurahan Belimbing.

Ika menjelaskan kronologis dari awal bagaimana sehingga Ayu bisa berada di Suriah.

“Awalnya Ayu dapat tawaran bekerja di luar negeri melalui kenalannya di facebook. Tawaran sebagai driver di Turki. Dia memang ngomong ke saya kalau mau bekerja di luar negeri,” ujar Ika saat diwawancarai Radarbontang.com, Jumat (7/4/2023).

Ika mengingatkan kepada Ayu agar berhati-hati, karena dia khawatir tawaran tersebut ilegal. Namun Ayu tetap keukeh dengan pendiriannya untuk berangkat bekerja di luar negeri.

Kemudian Ayu berangkat ke Surabaya dan bertemu agen tenaga kerja yang bernama Eli Saraswati di Surabaya. Dikatakan Ika, dirinya masih komunikasi dengan Ayu saat itu. Ayu jelaskan ada yang lain juga selain dirinya yang juga akan berangkat kerja.

“Sampai akhirnya di Jakarta untuk pengurusan paspor dan berkas-berkas lainnya, saya terus wanti-wanti Ayu agar berhati-hati. Saya bener-bener takut kalau tawaran kerja itu ilegal,” tegasnya.

Sesampainya di Turki, Ika masih terus berkomunikasi dengan Ayu. Ayu terus mengabarkan dimana posisi dirinya.

Namun sayangnya setelah di Turki selama beberapa hari Ika tidak bisa menghubungi Ayu. Setelah beberapa waktu kemudian Ayu bisa menghubungi Ika dirinya sudah berada di Suriah.

“Kata Ayu dia dipekerjakan di Suriah. Tidak sesuai janji awal sebagai supir di Turki. Tapi saya tanya apa bosnya yang di Suriah baik, dia katakan baik. Ya udah saya pesankan lagi untuk hati-hati,” kisahnya.

Kejadian itu terjadi sekira setahun silam, persis sebelum lebaran tahun lalu.

Saat ini Ayu merasa sudah tidak kuat bekerja di Suriah. Selain karena kondisi negaranya yang sedang konflik dan gempa beberapa waktu lalu, Ayu tidak kuat dengan jam kerja yang 24 jam penuh.

Ayu merasa dijual di Suriah. Karena dia minta kepada agennya Eli untuk dipulangkan, dan dijanjikan sebelum lebaran tahun ini akan dipulangkan, nyatanya sampai sekarang belum juga dipulangkan.

Ayu minta untuk diperlihatkan kontrak kerjanya namun tidak juga diperlihatkan. Dikatakan Ika, bahwa kalau Ayu ingin bisa pulang harus ditebus dengan uang sejumlah Rp 150 juta. Jika tidak harus menunggu sekira 3-4 tahun bekerja baru bisa dipulangkan.

“Saya bingung bagaimana bantunya. Kalaupun ditebus Rp 150 juta juga tidak ada jaminan bisa dilepaskan,” ungkapnya.

Ika pun sudah meminta tolong adiknya yang di Jawa untuk mendatangi rumah agennya Eli yang di Surabaya. Namun dikatakan adiknya, rumah itu sudah kosong tidak orang satupun.

Sebelum video tersebut beredar, Ika memang sempat diminta bantuan Ayu agar bisa dipulangkan. Tetapi Ika bingung bagaimana caranya. Ika hanya menyarankan untuk membuatkan video singkat yang menjelaskan kondisi dirinya.

“Saya tau cara itu karena saya pelajari di media sosial. Biasanya orang-orang bikin video pendek agar bisa viral. Saya cuma bisa sarankan itu saja. Tidak tau bagaimana akhirnya video itu diberitakan di media online,” pungkasnya. (al)

Viral Video Wanita Asal Bontang Dijual ke Suriah, Minta Dipulangkan

0
Video Viral Ayu Febriani minta dipulangkan dari Suriah.

BONTANG – Beredar video viral di media sosial, seorang wanita meminta tolong kepada Wali Kota Bontang untuk dipulangkan dari Suriah tempatnya bekerja, Kamis (7/4/2023). Wanita bernama Ayu Febriani tersebut mengaku sebagai warga Bontang.

Dalam video berdurasi sekira 1 menit itu, Ayu menjelaskan bahwa dirinya sudah berada di Suriah selama kurang lebih 1 tahun. Dia merasa dijebak oleh seorang agen bernama Eli Saraswati di Jawa Timur, sehingga bisa berada di negara yang saat ini tengah konflik tersebut.

“Tolong bantu saya pulang, saya tidak mau di sini negara konflik. saya sudah setahun dan saya tidak bisa pulang sampai tiga tahun,” pintanya.

Dikatakan, awalnya Ayu dijanjikan bekerja sebagai driver di Turki. Namun setibanya di negaranya Erdogan itu, Ayu justru disekap dan dijual ke Suriah. Selama ini dia tidak diberikan akses komunikasi, termasuk internet.

Sampai saat ini, Radarbontang.com masih menelusuri keluarga Ayu di Bontang. untuk meminta kronologis lengkapnya, sehingga Ayu bisa berada di Suriah dan menghadapi kondisi saat ini. (al)

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MEDIA KALTIM (@media_kaltim)

Politisi Golkar Abdul Rauf Wafat, Begini Sepak Terjangnya di Dunia Politik

0

BONTANG – Politisi Partai Golkar Bontang, Abdul Rauf meninggal dunia, Kamis (6/4/2023) malam tadi. Almarhum wafat di RSUD Taman Husada Bontang setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit pemerintah tersebut.

Mantan kolega almarhum di Partai Golkar, Kusnadi menceritakan kalau almarhum sudah berjuang lama dengan sakit jantung yang dideritanya. “Beliau sakit sudah lama, sering keluar masuk rumah sakit untuk pengobatan. Saya juga kenal dekat dengan anaknya, jadi sering dapat info terkait beliau,” ujarnya.

Diceritakan Kusnadi, semenjak dulu pernah berkecimpung di Partai Golkar, Abdul Rauf merupakan politisi yang terkenal vokal dan kritis. “Awalnya beliau dekat dengan Haji Hasan, Politisi Golkar dari wilayah Bontang Barat. Karena beliau juga tinggal di Kelurahan Gunung Telihan,” imbuhnya.

Dengan karakternya yang vokal dan kritis itu, beliau kerap dipilih Partai Golkar untuk menjadi perwakilan atau utusan dalam setiap penyelesaian masalah.

Di era Neni Moerniaeni menjabat Ketua Golkar, Abdul Rauf dipercaya menjadi Ketua Golkar di wilayah Bontang Barat. Bahkan jabatan itu bertahan hingga posisi Neni bergeser ke Ketua Golkar Bontang berikutnya.

“Salut saya dengan sepak terjang beliau di Golkar. Perjuangannya banyak menyelesaikan permasalahan,” pungkasnya. (al)