Beranda blog Halaman 1060

Gelar Pelatihan Etika Pelayanan Publik, Kapolres: Harus Bisa Kendalikan Emosi!

0
Suasana pelatihan etika pelayanan publik. (ist)

BONTANG –  Polres Bontang menggelar Pelatihan Keterampilan dan Kemampuan Etika Pelayanan Publik serta Pengetahuan Sistem Pelayanan Perbankan bagi Personel jajaran Polres Bontang. Kegiatan berlangsung di Ruang Rupatama, lantai II Polres Bontang, Rabu (8/2/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya. Para kabag dan kasat, serta peserta pelatihan yang terdiri dari Personel Polres Bontang dan polsek jajaran berjumlah 50 orang.

Rangkaian kegiatan diawali pembukaan oleh MC, pembacaan doa, sambutan Kapolres Bontang, dan acara inti penyampaian materi dari nara sumber Bank BTN Bontang. Dilanjutkan dengan foto bersama dan penutup.

Dalam sambutannya, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya menyampaikan, etika pelayanan tidak hanya terbatas kepada rekan-rekan di bidang pelayanan, tetapi lebih luas lagi seluruh kegiatan operasional maupun kegiatan pembinaan.

“Dalam hal pelayanan dalam bentuk apapun harus mampu mengendalikan emosi, karena situasi di lapangan bermacam-macam,” ujar Kapolres.

Terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan personel Polres Bontang, sehingga dapat mendukung tugas pokok Polri yang presisi, khususnya di bidang pelayanan publik.

Sementara itu pemateri menyampaikan, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh petugas apabila masyarakat memerlukan informasi terkait pelayanan yaitu senyum, sapa dan salam. Serta dapat memberikan kemudahan dan informasi yang tepat kepada masyarakat, agar pelayanan yang diberikan memuaskan.

“Tidak kalah pentingnya bagaimana penampilan petugas di fungsi pelayanan publik, baik dari sikapnya dan tampangnya,” ungkap Dian Prisma, pemateri.

“Semoga materi yang disampaikan dapat diaplikasikan, guna menunjang tugas pokok polri yang presisi. Khususnya bagi personel yang ditugaskan di fungsi pelayanan publik,” imbuhnya.  (hms)

Pengurus Pengawas Sekolah Dilantik, Purwanto: Apsi Berperan Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0
Pelantikan Apsi Bontang langsung oleh Ketua Apsi Kaltim. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Pengurus Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (Apsi) Kota Bontang periode 2023- 2028 dilantik oleh Ketua Apsi Provinsi Kalimantan Timur, Puji Syamsuri, Rabu (8/2/2023) di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Ketua Apsi yang baru dilantik, Purwanto mengatakan, asosiasi pengawas sekolah memiliki peran dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Bontang.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan, sebagai mana tugas pokok dan fungsi diatur dalam PermenpanRB pasal 5 nomor 21 tahun 2010 dengan melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial di satuan pendidikan melalui pembinaan guru dan kepala sekolah.

“Pemantauan pelaksanaan 8 standar nasional pendidikan, pelaksanaan penilaian dan bimbingan profesional guru dan kepala sekolah,” kata Purwanto.

Lanjutnya, dalam melaksanakan tugas pengawasan, pengawas dituntut untuk profesional dalam mengemban tugas. “Untuk meningkatkan profesional pengawas sekolah, hendaknya dilakukan secara bersama dan melalui asosiasi profesi. Satu-satunya asosiasi dalam pengawas sekolah yakni Apsi,” jelasnya.

Sementara itu, Wawali Bontang, Najirah mengatakan, dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di sekolah dibutuhkan pengawas sekolah yang profesional.

Peran penting pengawas sekolah saat ini di era milenial memiliki tantangan dalam 3 peran penting, yakni pengawas sekolah sebagai seorang trainer, pengawas sekolah menjadi seorang coach, dan pengawas sekolah sebagai mentor.

“Sesuai dengan visi misi Apsi, pengawas sekolah berperan dalam mengembangkan pengawas sekolah yang profesional, kreatif dan inovatif. Untuk meningkatkan profesionalitas pengawas, dibutuhkan kerja sama melalui Apsi,” jelas Najirah, Rabu (8/2/2023).

Apsi juga menjadi sarana dan wadah dalam meningkatkan pendidikan, dengan cara bersinergi dalam pencapaian mutu pendidikan di satuan sekolah.

“Pengawas sekolah selalu bersinergi dengan dinas pendidikan dan kementerian agama, sehingga permasalahan sekolah dapat dikomunikasikan pada tingkat atas,” pungkas Najirah. (yah)

IKS PI Kera Sakti Bontang Ikuti Kejurda IKS PI Kera Sakti Cup ke-3 se-Kaltim

0
Kejurda IKS PI Kera Sakti Cup ke-3 se-Kaltim. (ist)

BONTANG – Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti cabang Bontang mengikuti Kejuaraan Daerah (kejurda) IKS PI Kera Sakti Cup Ke-3 Se Kalimantan Timur, di Samarinda, Sabtu (4/2/2023) kemarin.

Setiyabudi, Ketua Cabang IKS PI Kera Sakti menjelaskan, Bontang mengirimkan atlet di kelas fighter dewasa dan seni tunggal, ganda, beregu dan seni IKS pada kejuaraan yang berlangsung di Gedung Pencak Silat Polder Air Hitam itu.

Dalam ajang yang diikuti ratusan peserta IKS PI di-9 cabang seperti Bontang, Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, Paser, dan Kutai Barat yang tersebar di Kalimantan Timur ini. Dibuka langsung oleh Puji Hartadi selaku Ketua Pengurus Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) IKS PI Ke-3 Se- Kaltim.

“Total peserta yang ikut dalam ajang ini berjumlah 200 pendekar, Warga Tingkat I dan Warga Tingkat II yang kesemuanya anggota Cabang IKS PI Kera Sakti yang tersebar di  Kaltim,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Marvarid Jani Efendi.

Menurut Setiyabudi yang akrab dipanggil Budi, Ketua Cabang IKS PI Kera sakti Cabang Bontang mengirim enam atlitnya di masing–masing kelas yang diperebutkan.

Untuk Bontang mendapat juara II Fighter Putra Kelas A atas nama Wisnul dan Juara III Fighter Putra Kelas B atas nama Hariyanto, Juara III Fighter Putra Kelas C atas nama Muhamammad Syukran, Juara III Fighter putra kels F atas nama Muhammad Hasanuddin, Juara Beregu Seni HWA JIEN atas nama Tri Wahyudi, Wisnul dan Hasan.

Pria yang juga Direktur Optic Wijaya Bontang itu menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah ajang silahturahmi antar warga IKS PI Kera Sakti Se-Kaltim. Agar menghasilkan atlit terbaik yang akan mengharumkan nama IKS PI Kera Sakti Kaltim, dengan prestasi emas pada kejuaraan nasional di pusat Madiun yang akan datang.

“Harapannya dengan adanya kejuaraan daerah, semoga mendapatkan bibit atlit yang berprestasi di masa mendatang,” ujar Budi.

IKS PI Kera Sakti Cabang Bontang yang mempunyai sekretariat di Jalan Sultan Hasanuddin, Gang Losari 13 No 81 RT 04, Kelurahan Berbas Pantai. Kurang lebih 500 anggota meliputi warga tingkat I, tingkat II serta pendekar.

“Terima kasih kepada para pelatih dan manajer atlit yang telah membimbing di Kota Bontang selama ini,” pungkas Budi.(dar/adv)

Harga Cabai Naik Lagi, Lumrah dalam Sistem Kapitalisme

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Harga cabai kembali mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Pedagang sayuran mengatakan, harga semua jenis cabai mengalami kenaikan sejak dua hari terakhir.

Disebutkan, harga cabai keriting mengalami kenaikan dari semula harga Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Harga cabai kecil dari harga Rp 40 ribuan menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sementara harga cabai besar Rp 30 ribu per kilogram. (radarbontang.com, 2/2/2023)

Sekuler Kapitalis

Hal ini lumrah terjadi dalam sistem sekuler kapitalisme. Karena sistem tersebut menggunakan kebebasan individu, termasuk kebebasan untuk memiliki dan berusaha. Sedangkan sistem pengelolaan kehidupan meminggirkan peran negara, tetapi memperbesar peran swasta.

Lepasnya pengelolaan pangan dari tangan negara, menjadikan kelompok-kelompok swasta dan korporasi saling bersaing mengambil keuntungan dari kebutuhan mendasar masyarakat. Seperti berlepastangannya pemerintah pada aspek distribusi pangan. Hal ini berakibat naiknya harga pangan, contohnya fakta hari ini harga cabai naik.

Diperburuk dengan sistem pasar bebas, sehingga membuka ruang semakin lebar bagi bermainnya spekulan dari luar. Akibatnya, harga pangan bukan diatur dengan mekanisme supply dan demand, tetapi harga seenaknya dikendalikan spekulan dan kartel.

Syariat Islam

Paradigma dan konsep politik ekonomi Islam berbeda dengan kapitalisme neoliberal. Agar politik ekonomi ini dapat berjalan, harus berpijak pada penerapan sistem ekonomi Islam dan negara menjalankannya dengan peran politik yang benar.

Sistem ekonomi Islam bersumber dari syariat Islam yang memiliki konsep dan model pengaturan yang berbeda dengan kapitalisme, seperti pengaturan kepemilikan lahan, hukum-hukum seputar perdagangan, hukum industri, dan sebagainya.

Dalam Islam, negara bertugas sebagai pelayan urusan rakyat sebagaimana hadis riwayat Muslim dan Ahmad bahwa imam adalah raa’in (pengurus hajat hidup rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.

Bentuk tanggung jawabnya, pemimpin kaum muslim berperan dalam pengelolaan pangan mulai dari aspek hulu sampai ke hilir. Distribusi dan pembentukan harga dalam pandangan Islam, mengikuti hukum permintaan dan penawaran yang terjadi secara alami, tanpa adanya intervensi negara.

Pemerintah hanya perlu melakukan pengawasan jika terjadi kondisi yang tidak normal. Pada kondisi harga tidak normal, pemimpin negara mengambil dua kebijakan utama, yaitu pertama menghilangkan penyebab distorsi pasar seperti penimbunan, kartel, dan sebagainya.

Kedua, dengan menjaga keseimbangan supply dan demand. Begitu pula distribusi yang dikawal negara akan menciptakan pasar yang sehat.

Wallahualam

Warga Loktuan Siap-siap Tampung Air! Sabtu, WTP Loktuan Shutdown

0
WTP Loktuan akan melakukan shutwdown. (Ist)

BONTANG – PDAM Tirta Taman bakal melakukan shut down pada Water Treatmen Plant (WTP) di Kelurahan Loktuan, Sabtu (11/2/2023) besok. Shut down ini dilakukan untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan yang setiap 3 bulan sekali.

Direktur PDAM Tirta Taman Bontang, Suramin menjelaskan, pelaksanaan shut down ini berguna meningkatkan performa WTP, atau meningkatkan kualitas air. Saat shut down aliran air tidak akan mengalir dari  WTP Loktuan ke rumah-rumah pelanggan.

“Iya, kami akan pemeliharaan Sabtu besok. Nanti air di wilayah WTP Loktuan tidak akan mengalir selama satu hari penuh, biasanya bisa lebih,” ungkap Suramin saat dihubungi Mediakaltim.com, Rabu (8/2/2023).

Pemeliharaan ini dilakukan guna memperbaiki instalasi pabrik atas produksi air. “Tiga bulan sekali dilakukan perawatan rutin untuk kualitas air,” tambahnya.

Ia mengimbau kepada pelanggan PDAM yang bersumber dari WTP Loktuan, untuk bersiap menampung air. Agar saat pelaksanaan shut down tidak kekurangan pasokan air.

“Ibaratnya dapur, dilakukan pembersihan. Memang dilakukan perawatan dengan 30 orang petugas,” katanya. (yah)

Pasca Pandemi Jumlah Pengunjung Perpustakaan Daerah Melonjak Drastis

0
Jumlah kunjungan di perpustakaan daerah Bontang meningkat pesat di tahun 2022. (Syakura/radarbontang.com)

BONTANG – Jumlah pengunjung di perpustakaan daerah Bontang meningkat pesat pasca pandemi covid-19. Bahkan berdasarkan data melebihi dari target yang ditetapkan.

Alfrita Junain Sande, Kepada Bidang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang (DPK) mengatakan, jumlah kenaikan pengunjung dari tahun 2021 ke tahun 2022 sudah melebihi target.

“Jumlah pengunjung kami tahun 2021 hanya sekira 6.240 kunjungan. Tahun itu kan masih pandemi. Di awal tahun 2021 kami buka, namun tidak sampai malam,” ungkap wanita yang akrab disapa Ita itu.

Sementara di tahun 2022 lalu, pengunjung perpustakaan mencapai 51.059. Data kunjungan tersebut dihitung berdasarkan warga yang berkunjung langsung ke DPK, melalui online dengan mengakses ibontang.moco.co.id, kemudian perpustakaan keliling, serta pengunjung di Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Sebelumnya kami punya target ada sekitar 30.000 kunjungan pada tahun 2022, namun ternyata lebih dari itu, ” ucapnya bangga.

Perpustakaan juga tetap buka saat akhir pekan. Hari itu menjadi hari emas untuk keluarga. “Pengunjung yang datang saat akhir pekan juga ramai. Rata-rata mereka keluarga, ” jelas Ita.

Karena tingginya antusias masyarakat, Ita merasa kewalahan dengan jumlah staf yang terbatas, namun mereka tetap bekerja semaksimal mungkin. (sya)

Tarik Minat Pengunjung, DPK Siapkan 11 Lomba Sepanjang Tahun 2023

0
Salahsatu lomba yang pernah diadakan di DPK. (ist)

BONTANG – Salahsatu strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang (DPK) menarik minat masyarakat Bontang datang berkunjung adalah dengan mengadakan lomba. DPK berencana menyelenggarakan 11 lomba sepanjang tahun 2023 ini.

“Tahun ini untuk meramaikan perpustakaan tentu kita akan membuat acara. Tahun ini sudah ada 11 lomba yang akan diselenggarakan,” beber Alfrita Junain Sande, Kepala Bidang (Kabid) DPK.

Lomba tersebut meliputi lomba menggambar dan mewarnai untuk pelajar SD/MI dan TK, Vidio TikTok tentang perpustakaan Kota Bontang untuk umum, bertutur untuk pelajar SD/MI, Perpustakaan Kelurahan, Perpustakaan SD dan SMP, baca puisi untuk ibu-ibu, fashion show untuk para OPD Kota Bontang, mading 3D untuk pelajar SMP, duta baca untuk umum, resensi buku untuk pelajar SMA dan Bontang Got Talent untuk disabilitas.

“Lomba pertama akan kita adakan Februari ini adalah menggambar dan mewarnai, kemudian mayoritas lomba akan diselenggarakan pada Bulan Mei,” jelas Alfrita.

Dengan acara-acara yang akan diselenggarakan DKP, pihaknya berharap warga Bontang dapat terus berkunjung ke perpustakaan.

“Kami berharap dengan melibatkan seluruh warga Bontang, minat baca akan meningkat, dan memperkenalkan perpustakaan terutama untuk anak-anak,” harapnya. (sya)

Minyakita Langka di Pasar Tradisional, Pedagang: Stok dari Suplier Kosong

0
Pedagang di pasar tradisional sudah jarang yang menjual Minyakita. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Minyak goreng merk Minyakita saat ini sulit didapatkan di pasar-pasar tradisional di Bontang alias langka.

Simanjuntak, salah satu pedagang di Pasar Taman Telihan mengatakan, sudah jarang melihat Minyakita.

“Di Pasar Telihan ini saya lihat sudah tidak ada yang jual. Biasanya saya jual itu juga, belakangan langka sekali,” jelasnya

Walaupun terbilang langka, dikatakannya tidak ada kenaikan harga jika nanti stok Minyakita sudah ada. Harga Minyakita dikatakannya rata-rata Rp 14 ribu per kemasan.

Hal yang sama diungkapkan Jumriah, Pedagang di Pasar Taman Rawa Indah. Kata Jumriah stoknya sudah mulai langka. Suplai Minyakita tidak tepat waktu lagi, sehingga barang menjadi langka.

“Saya order lagi katanya memang stok masih kosong,” ungkapnya.

Melansir dari CNNIndonesia.com diinformasikan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan produk minyak goreng kemasan yang diberi nama MinyaKita, Rabu (6/7/2022).

Peluncuran dilakukan di lapangan Kementerian Perdagangan sekaligus membuka bazar penjualan MinyaKita. Bazaar ini hanya berlangsung satu hari bagi masyarakat yang ada di sekitar Kementerian Perdagangan.

“Tentu kita bersyukur pagi ini melakukan sesuatu yang penting yaitu peluncuran MinyaKita. Jadi Minyakita ini adalah minyak goreng yang dikemas secara sederhana,” ujarnya saat membuka acara peluncuran.

Minyak goreng kemasan sederhana ini ditetapkan dengan harga tertinggi Rp14 ribu per kemasan dan bisa dijual secara eceran oleh siapapun termasuk warung-warung kecil. Dengan syarat, tidak boleh dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemendag.

“Jadi MinyaKita ini bisa dijual di bawah Rp14 ribu, tapi kalau di atas Rp14 ribu tidak boleh,” jelasnya. (sya)

Baznas Adakan Seminar Zakat Nasional, Hadirkan Anre Gurutta Mangkoso

0
Seminar zakat nasional datangkan ulama kharismatik asal Sulawesi Selatan, Anre Gurutta Prof Dr AG H.M.Faried Wadjedy.,Lc.,MA.

BONTANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang bekerjasama dengan Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Bontang menggelar seminar zakat nasional, Selasa (7/2/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Seminar zakat ini menghadirkan ulama kharismatik asal Sulawesi Selatan, Anre Gurutta Prof Dr AG H.M.Faried Wadjedy.,Lc.,MA, dengan mengangkat tema ‘Menggagas pemikiran Anre Gurutta Mangkoso & tentang zakat dalam perspektif fikih, sosiologis, dan pendidikan karakter.’

Selain itu hadir pula pimpinan Baznas Kaltim dan jajaran pimpinan Baznas kabupaten kota di Kaltim.

Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga menjelaskan, di periode 5 tahun awal Baznas Bontang, pengurus berkunjung ke Kabupaten Barru untuk belajar tentang perzakatan. Usai mendapatkan arahan dari para guru-guru di Barru, Baznas mampu bergerak maju dalam pengumpulan zakat.

“Awalnya hanya mampu kumpulkan Rp 1 miliar per tahun. Sekarang sudah mampu Rp 6,5 miliar per tahun,” ujar Kuba.

Dikatakannya, penduduk Kabupaten Barru mayoritas berprofesi petani. Banyak yang miskin, namun bisa jadi pilot projet dalam pengumpulan zakat.

“Di Barru pengumpulan zakat mampu mencapai Rp 20 miliar per tahun,” singkatnya.

Menurutnya, seharusnya di Bontang dengan adanya 2 perusahaan besar skala dunia harus lebih mampu daripada Kabupaten Barru. Lantaran itu, dirinya mengajak semua pihak bersinergi mengentaskan kemiskinan di Bontang melalui zakat.

Tingginya potensi zakat di Kaltim sangat memberikan peluang lembaga Baznas di Kaltim dan kabupaten kota, untuk terus berinovasi dalam pencapaian ZIS. Ini bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat khususnya di kota Bontang.

Baznas Bontang akan terus bergandengan tangan dengan Pemkot Bontang dan lembaga UPZ yang ada LAZ. Ke depan Baznas akan berkolaborasi dengan semua perusahaan-perusahaan melalui potensi zakat perusahaan/CSR charity perusahaan

Dalam turut serta pengentasan kemiskinan, pengikatan taraf hidup masyarakat (kesejahteraan ummat) melalui berbagai program ekonomi produktif yang dilaksanakan Baznas Bontang.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Baznas Kaltim, Miswan Tahadi menyambut baik seminar ini. Dikatakannya, ilmu itu ibarat air di sumur. Kalau mau dapat airnya harus menimba terlebih dahulu.

“Alhamdulillah saat ini ilmu itu yang datang sendiri. Maka kita harus memanfaatkan semaksimal mungkin. Semoga kita dapat merasakan manfaat dari kehadiran beliau.” harap Miswan dalam pidatonya.

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah mengharapkan, acara ini dapat memberikan inspirasi dan pemahaman seputar dunia zakat. Dengan ilmu yang dibagikan dapat membangun masyarakat lebih adil dan sejahtera.

“Zakat wujud kepedulian bersama. Zakat punya peran penting jaga keseimbangan di masyarakat. Serta ibadah yang diwajibkan,” beber Najirah.

Dikatakannya, pemkot dan Baznas Bontang memiliki program gerakan sadar zakat. Melalui program ini diharapkan mampu tingkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Ada bantuan produktif untuk tingkatkan UMKM. Dengan zakat kita bisa bangun masyarakat adil dan makmur,” imbuhnya. (al/adv)

Guru PAI Adakan Pelatihan IKM

0
Para guru PAI saat ikuti pelatihan IKM. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), sebagai bagian dari tambahan pemahaman mengetahui kurikulum merdeka belajar. Pelaksanaan diadakan pada 6-8 Februari 2023 di Auditorium 3 Dimensi.

Ketua Pelaksana KKG PAI, Sajarudin mengatakan, pelaksanaan pelatihan berlangsung selama 3 hari, diikuti guru-guru PAI SD se-Kota Bontang. Pelatihan implementasi ini sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka belajar di sekolah-sekolah, khususnya mata pelajaran PAI.

“Pelatihan disupport dari Pemerintah Kota Bontang. Waktu pelaksanaan sebelumnya sempat ditunda, alhamdulillah bisa terlaksana tahun ini,” kata Sajarudin.

Wawali Bontang, Najirah mengatakan, di Indonesia masih sering mengalami krisis pembelajaran. Beberapa faktor menjadi penyebab kesenjangan pembelajaran. Salah satunya pandemi covid-19 yang telah memperpanjang kesenjangan pembelajaran.

“Banyak anak-anak yang mengalami ketertinggalan pembelajaran, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik untuk pemulihan pembelajaran kurikulum merdeka belajar,” jelas Najirah, Senin (6/7/2023).

Selanjutnya, Najirah menambahkan inti dari implementasi kurikulum merdeka belajar, yakni memberikan kepada siswa-siswi kemerdekaan dalam memilih minat dan bakat dalam belajar.

“Hal ini dimaksudkan untuk mendalami minat dan bakat siswa dari masing-masing siswa. Tolak ukur dalam penilaian siswa pasti akan berbeda-beda,” katanya.

Penerapan kurikulum merdeka belajar terbuka bagi satuan pendidikan dari tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat. “Selain itu, satuan pendidikan menentukan pilihan kesiapan implementasi sesuai dengan angket kesiapan implementasi kurikulum merdeka belajar bagi guru dan sekolah,” terang Najirah. (yah)