Beranda blog Halaman 1061

Bantuan Sepeda Motor V-xion untuk SMKN 2 Bontang

0

BONTANG – Mendukung SMKN 2 Bontang sebagai SMK Pusat Keunggulan, PT Surya Timur Sakti Jatim memberikan bantuan berupa satu unit Sepeda Motor V-xion pada acara serah terima dari pihak PT Surya Timur Sakti Jatim dengan SMKN 2 Bontang.

Acara serah terima bantuan dilaksanakan di Kampus SMKN 2 Bontang, Jl. Cumi-cumi No 01, Kel. Tanjung Laut Indah, pada hari Kamis tanggal 14 Oktober 2021. Hadir fasilitator dari BBPPMPV Cianjur, Kepala Sekolah, pihak PT Surya Timur Sakti Jatim, dan para pengajar.

Kepala SMKN 2 Bontang Mardijanti, S.Pi, M.Pd menyambut baik bantuan unit sepeda motor V-xion yang diserahkan PT Surya Timur Sakti Jatim. “Dengan bantuan unit sepeda motor ini, diharapkan dapat membantu kami dalam proses kegiatan belajar mengajar dan sinergi antara sekolah kami dengan PT. Surya Timur Sakti Jatim sebagai mitra DUDIKA dapat terus meningkat dalam rangka memajukan dunia Pendidikan, khususnya di SMKN 2 Bontang,” katanya.

Trisno L Sihombing dari PT Surya Timur Sakti Jatim, berharap bantuan-bantuan ini bisa menjadi sarana belajar praktek yang efektif bagi taruna-taruni SMKN 2 Bontang, khususnya program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Dan program pemberian bantuan ini merupakan program rutin PT Surya Timur Sakti Jatim kepada sekolah-sekolah yang menjadi binaan dalam rangka mendukung dunia pendidikan. (rls/dar)

 

Warga Malahing Bakal Menikmati Air Bersih, Anggaran Dialokasikan Tahun 2022, Pakai Jalur Pipanisasi Bawah Laut 

0
Malahing, kampung di atas air segera menikmati layanan air bersih dari PDAM Bontang. Foto: Rusdin

BONTANG – Warga Kampung Melahing atau Malahing di RT 30, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan bakal menikmati air bersih. Rencananya air bersih akan didistribusikan oleh PDAM Bontang dari Bontang Kuala melalui pipanisasi.

Menurut Wali Kota Bontang Basri Rase, perencanaan dan anggaran sudah disiapkan di APBD Bontang tahun 2022. “Iya, kita harapkan bisa segera terelasasi dan warga bisa segera menikmati air bersih langsung dari PDAM,” tutur Basri Rase.

Terpisah, Direktur PDAM Bontang Suramin menjelaskan, untuk mengaliri air bersih ke Malahing, maka diperlukan pipa di bawah laut. “Maka harus memasang pipa sepanjang 3 kilometer,” ujarnya.

Anggaran untuk pemasangan pipa teresebut berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang. “Mereka nanti yang mengerjakan. Insya Allah kami support kebutuhan air bersih ke Malahing,” sebutnya.

Pemukiman Malahing Bontang. Foto: Lulu

Sementara itu, Ketua RT 30 Malahing Nasir Lakada mengaku sudah lama warga Malahing dijanjikan air bersih melalui PDAM. Ada 2 opsi pemenuhan air bersih untuk warganya. Pertama, pemasangan pipanisasi melalui penggalian jalur laut. Opsi kedua pemasangan tandon air di Bontang Kuala. “Kalau dari kami mintanya pemasangan pipanisasi,” katanya.

Dikatakannya, PDAM dan Pemkot juga sudah melalukan survei lapangan. “PDAM sekali melakukan pengukuran jarak dari BK ke Malahing. Kalau Pemkot sudah dua kali,” tambahnya. “Tapi belum tahu kapan dikerjakannya,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pulau Malahing yang berada di pesisir Bontang telah menjadi daya tarik bagi wisatawan lantaran keunikan dan produk hasil lautnya. Namun, karena lokasinya di tengah laut, tidak ada sumber air bersih. Warga juga berharap rencana ini bisa segera terealisasi mengingat sudah 20 tahun masyarakat Malahing kesulitan air bersih. (ahr/red)

Dominasi Hari Terakhir Gulat, Kaltim Rebut Dua Emas

0
Pegulat Kaltim Hendry Hidayat (bawah) berusaha mengunci pegulat putra DKI Jakarta M Rudiansyah (atas) saat bertanding pada final gulat gaya greco-roman kelas 87 kg

PAPUA – Para pegulat Kalimantan Timur mendominasi hari terakhir pertandingan gulat PON XX Papua dengan merebut dua medali emas dan satu perunggu dari tiga kelas gaya grego roman di GOR Head Sai, Merauke, Kamis (14/10).

Papang Ramadhan mengawali medali emas bagi Kaltim di kelas 130 kilogram dalam pertandingan dengan menggunakan sistem kompetisi menghadapi semua pegulat di kelasnya. Medali perak kelas ini diraih Axel Manuella B. dari Jawa Timur dan perunggu disabet Aditya Eka Lazuardi dari Jawa Barat.

Medali emas kedua Kaltim dipersembahkan Ashar Ramadhani di kelas 97 kilogram usai mengalahkan Agus Fajar dari Jawa Timur dalam pertarungan selama 99 detik dengan kemenangan mutlak 9-0. Medali perunggu diraih Riska Adam dari Kalimantan Selatan.

Sementara itu, pegulat Kaltim Henry Hidayat yang berlaga di kelas 87 kilogram berada di posisi ketiga dan harus puas membawa pulang medali perunggu. Medali emas nomor ini diraih Lulut Gilang dari Jawa Timur usai menaklukkan pegulat tuan rumah Sumurung Siregar.

Pelatih gulat Kaltim Edy Juanidi menyatakan lega dengan pencapaian anak didiknya di hari terakhir pertandingan. “Kami kehilangan sejumlah target medali emas pada pertandingan awal, kami bersyukur pada hari terakhir bisa menambah dua emas dan satu perunggu,” kata Edy.

Secara keseluruhan tim gulat Kaltim meraih empat emas, dua perak dan enam perunggu untuk menempati peringkat kedua di bawah Jawa Timur sebagai juara umum dengan tujuh emas, tujuh perak dan dua perunggu. “Kami akan mengevaluasi hasil PON ini, tentunya kami sudah berusaha maksimal meskipun target enam medali emas gagal kami wujudkan,” kata Sekretaris Pengprov PGSI Kaltim Sumarlani.

Ia mengakui bahwa persiapan tim gulat Kaltim menghadapi PON kali ini berbeda dengan sebelumnya, khususnya tidak adanya program uji coba ke luar negeri karena pandemi covid-19. “Banyak pelajaran yang bisa diambil dari PON ini. Kami akan berusaha kembali untuk regenerasi atlet karena sejumlah punggawa PON tahun ini bakal pensiun,” tandas Sumarlani. (mi/red)

Bonus Rp 718 Juta untuk Kafilah MTQ Bontang

0
Kepala Bagian Aguswati, Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang,

BONTANG – Kafilah Kota Bontang yang sukses merebut predikat juara kedua di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 42 Provinsi Kaltim, digelontor bonus ratusan juta rupiah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang, Aguswati mengatakan, Pemkot telah menyiapkan dana Rp 718 juta bagi para peserta dan pelatih yang telah mengharumkan nama Bontang pada pagelaran MTQ ke 42, yang digela Juni lalu di Kota Bontang. “Penyerahan secara simbolis telah dilakukan saat HUT Kota Bontang kemarin,” kata Aguswati.

Nominal bonus bagi peserta ini telah tertuang dalam surat keputusan bernomor 35/LPTQ-BTG/VI/2021. Nominalnya dibagi dalam klasifikasi cabang lomba perorangan dan beregu. “Ini merupakan wujud apresiasi kepada peserta dan pelatih,” tuturnya.

Sementara pencairan dilakukan melalui rekening penerima dalam kurun waktu 10 hari ke depan. Seperti diketahui, kontingen Bontang diisi 58 peserta, 10 pelatih, dan 12 official. Terdapat 9 mata lomba yang dipertandingkan. Yakni tilawah, qiraat, hafalan alquran, tafsir, fahm, syaraah, khat, karya tulis, dan hadis nabi.

Kafilah Bontang meraih 74 poin. Juara satu sembilan orang, juara dua tujuh orang, dan juara tiga delapan orang. Sementara kontingen Kukar yang dinobatkan sebagai juara umum berhasil mendulang 83 poin.

Prestasi kafilah Bontang di ajang MTQ ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2019. Saat itu, Bontang hanya berada di urutan keempat. (ahr/red)

Besaran bonus dibagi atas 4 kategori;
– Pertama peserta berprestasi perorangan,
– Kedua berprestasi beregu,
– Ketiga pelatih berprestasi,
– Keempat peserta berprestasi perorangan (MTQ) Nasional.

Uang Pembinaan Peserta Berprestasi Perorangan
• Juara 1 Rp 17 juta dengan jumlah 7 orang
• Juara 2 Rp 15 juta dengan jumlah 9 orang
• Juara 3 Rp 13 juta dengan jumlah 8 orang
• Juara harapan 1 Rp 5 juta dengan jumlah 5 orang
• Juara harapan 2 Rp 4 juta dengan jumlah 3 orang
• Juara harapan 3 Rp 3 juta dengan jumlah 8 orang

Uang Pembinaan Peserta Beregu
• Juara 1 Rp 10 juta dengan jumlah 6 orang
• Juara 2 Rp 8 juta dengan jumlah 3 orang
• Juara 3 Rp 7 juta dengan jumlah 3 orang

Uang Pembinaan Pelatih Berprestasi
• Juara 1 Rp 10 juta dengan jumlah 10 orang
• Juara 2 Rp 8 juta dengan jumlah 1 orang
• Juara Harapan 1 Rp 5 juta dengan jumlah 1 orang

Uang Pembinaan Peserta Berprestasi Perorangan (MTQ Nasional)
• Juara 3 Rp 25 juta dengan jumlah 1 orang.

Sasar 1000 Orang, Polres Bontang Galakkan Penyuntikan Dosis Kedua

0
Kapolres dan Waka Polres Bontang meninjau vaksinasi dosis kedua untuk masyarakat dan pelajar. (ist)

BONTANG – Gerai Vaksin Presisi terus dimanfaatkan Polres Bontang dalam membantu pemerintah meningkatkan cakupan vaksinasi di Kota Taman. Beberapa hari terakhir, vaksinasi terus digalakkan baik untuk masyarakat umum maupun pelajar.

Teranyar, Polres Bontang menggelar penyuntikan vaksin dosis kedua jenis Sinovac untuk masyarakat dengan sasaran 1.000 orang, Senin (11/10/2021). Rinciannya, 500 orang di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, dan 500 di Auditorium Taman Tiga Dimensi.

“Kami apresiasi antusias masyarakat yang begitu besar untuk ikut divaksin. Kami minta mereka untuk tetap menerapkan prokes (protokol) meskipun sudah divaksin dua kali,” ujar Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi saat meninjau langsung ke lokasi.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin, untuk segera mendaftarkan diri baik penyuntikan yang dilakukan TNI-Polri, ataupun instansi pemerintah setempat. Selain ke masyarakat umum, Gerai Vaksin Presisi juga menyasar pelajar Bontang.

Rabu (13/10/2021) kemarin, ratusan pelajar SMP Negeri 5 menerima vaksin dosis kedua, yang diselenggarakan di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim. “Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah,” beber Wakapolres Bontang, Kompol Damus Asa saat meninjau ke lokasi.

Dalam vaksinasi itu, sambung Wakapolres, turut melibatkan 40 vaksinator beserta tenaga pendukung. Target yang disuntik sebanyak 615 pelajar. Namun vaksin yang disediakan sebanyak 506 vial jenis Sinovac. “Harapan kami, kekebalan kolektif di kalangan pelajar juga segera terbentuk,” pungkasnya.

Menurut pantauan Mediakaltim.com, pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan prokes ketat. Seperti seluruh peserta memakai masker, menjaga jarak, dilakukan pengecekan suhu tubuh seleum masuk ruang vaksinasi, dan tersedianya sarana cuci tangan atau hand sanitizer.

Berdasar infografis capaian vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Rabu (13/10/2021), dari total sasaran sebanyak 134.666 orang, saat ini yang sudah disuntik dosis pertama mencapai 87.054 orang atau 64,6%. Adapun dosis kedua sebanyak 57.315 orang atau 42,6%. Kategori sasarannya mencakup Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), pelayanan publik, lansia usia di atas 60 tahun, masyarakat umum dan rentan, hingga remaja usia 12-17 tahun. (bms)

Website Beasiswa Bontang Sulit Diakses, Dikeluhkan Orangtua dan Mahasiswa

0
Hari kedua pendaftaran Beasiswa Bontang, banyak yang tidak bisa mengakses website. Foto: istimewa

Sejak dibuka Selasa (12/10), banyak mahasiswa mengeluhkan susahnya melakukan pendaftaran ke laman website pendaftaran Beasiswa Bontang, http://e-beasiswa.bontangkota.go.id/home/. Hingga Rabu (13/10) malam tadi, keluhan disampaikan orangtua dan mahasiswa yang berusaha untuk melakukan pendaftaran.

“Saya sudah coba dari kantor, begitu juga anak saya, tetap tidak bisa membuka websitenya. Mungkin sibuk atau down ya,” tanya Supriyadi, orangtua mahasiswa di grup whatsapp Update Media Kaltim, jejaring Radar Bontang.

Hal yang sama juga dialami yan lain. “Iya ini saya coba register sama temanku, tapi masih belum bisa, webnya error,” kata Suardi, salah satu anggota grup, meneruskan pesan mahasiswa yang ingin melakukan pendaftaran.

Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bontang, Aguswati menduga, karena baru dua hari dibuka, jumlah pelamar membludak maka situs website sulit diakses. Ia pun menyarankan agar terus membuka berulang kali, karena sudah ada yang bisa mengakses dan melakukan pendaftaran. “Saya juga akan tanyakan dengan Diskominfo,” katanya. (ahr/red)

 

Mengenal Bahasa Isyarat Bersama Komunitas Genap Tuli Bontang

0
BONTANG – Bukanlah suatu kelemahan bagi mereka yang terlahir dengan memiliki gangguan pendengaran. Sejatinya, mereka sama seperti kita yang normal. Hanya saja dalam hal berkomunikasi, mereka punya caranya sendiri yaitu menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang mereka pakai sehari hari. Penyebutan istilah untuk mereka pun bukanlah ‘Tunarungu’ melainkan ‘Tuli’. Karena arti ‘Tunarungu’ sendiri adalah adanya kerusakan terhadap pendengaran. Mereka memilih ‘Tuli’ sebagai identitas, karena mereka punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi. Lahirnya komunitas Genap Tuli Bontang pada Maret 2018, menjadi wadah untuk para teman tuli untuk belajar juga berkumpul bersama teman tuli lainnya dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Bontang. Komunitas yang memiliki slogan ‘Bergerak Dalam Senyap’ ini memiliki tujuan agar keberadaan teman tuli di Bontang lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Karena menurut mereka, selama ini masih banyak orang-orang yang memandang mereka sebelah mata. Tujuan lainnya pun mengenalkan Bisindo kepada masyarakat agar tau bahwa teman tuli memiliki cara yang asik dalam berkomunimasi. “Jadi Genap ini terbentuk karena kami ingin mengenalkan Bisindo kepada masyarakat, agar mereka bisa belajar dan paham ketika berkomunikasi dengan teman tuli,” ucap Ketua Genap Tuli Bontang Shasmitha didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) Nurul Baity saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Genap Tuli Bontang”. Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (13/10/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Dengan membuka kelas Bisindo merupakan salah satu cara mereka mengenalkan Bisindo kepada masyarakat. “Setelah komunitas kami terbentuk, kami mulai buka kelas Bisindo untuk umum, untuk sama sama belajar dan mengenal Bisindo,”kata Shasmitha dan diterjemahkan oleh Nurul Baity. Sebagai JBI, Nurul merasa senang karena dapat menjadi jembatan teman tuli dalam berkomunikasi dengan teman dengar. Bahkan sampai saat ini, ia terus belajar untuk terus bisa memperbanyak kosakata dalam Bisindo. “Saya pun sebagai JBI masih belajar mba, karena masih banyak kosakata yang harus dipelajari dan dipahami,” kata Nurul. Pemilihan cara berkomunikasi, lanjut Nurul, teman tuli lebih memilih berkomunikasi menggunakan Bisindo dibandingkan dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Karena menurut mereka, Bisindo lebih gampang diterapkan dibanding SIBI. “Teman tuli se-Indonesia itu lebih memilih menggunakan Bisindo, karena itu melekat dengan bahasa mereka sehari-hari. Sedangkan SIBI tiap kata nya memiliki makna yang dalam, jadi kadang membuat teman tuli kebingungan,” ucapnya. Pada segmen terakhir Podcast MejaTamu, Shasmitha dan Nurul mengajarkan kepada pemirsa beberapa Bisindo yang sering digunakan, mulai dari kata tanya, kata sapaan, warna, keluarga, dan nama nama hari. (ahr)

BONTANG – Bukanlah suatu kelemahan bagi mereka yang terlahir dengan memiliki gangguan pendengaran. Sejatinya, mereka sama seperti kita yang normal. Hanya saja dalam hal berkomunikasi, mereka punya caranya sendiri yaitu menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang mereka pakai sehari hari.

Penyebutan istilah untuk mereka pun bukanlah ‘Tunarungu’ melainkan ‘Tuli’. Karena arti ‘Tunarungu’ sendiri adalah adanya kerusakan terhadap pendengaran. Mereka memilih ‘Tuli’ sebagai identitas, karena mereka punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi.

Lahirnya komunitas Genap Tuli Bontang pada Maret 2018, menjadi wadah untuk para teman tuli untuk belajar juga berkumpul bersama teman tuli lainnya dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Bontang.

Komunitas yang memiliki slogan ‘Bergerak Dalam Senyap’ ini memiliki tujuan agar keberadaan teman tuli di Bontang lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Karena menurut mereka, selama ini masih banyak orang-orang yang memandang mereka sebelah mata.

Tujuan lainnya pun mengenalkan Bisindo kepada masyarakat agar tau bahwa teman tuli memiliki cara yang asik dalam berkomunimasi. “Jadi Genap ini terbentuk karena kami ingin mengenalkan Bisindo kepada masyarakat, agar mereka bisa belajar dan paham ketika berkomunikasi dengan teman tuli,” ucap Ketua Genap Tuli Bontang Shasmitha didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) Nurul Baity saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Genap Tuli Bontang”. Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (13/10/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

Dengan membuka kelas Bisindo merupakan salah satu cara mereka mengenalkan Bisindo kepada masyarakat. “Setelah komunitas kami terbentuk, kami mulai buka kelas Bisindo untuk umum, untuk sama sama belajar dan mengenal Bisindo,”kata Shasmitha dan diterjemahkan oleh Nurul Baity.

Sebagai JBI, Nurul merasa senang karena dapat menjadi jembatan teman tuli dalam berkomunikasi dengan teman dengar. Bahkan sampai saat ini, ia terus belajar untuk terus bisa memperbanyak kosakata dalam Bisindo. “Saya pun sebagai JBI masih belajar mba, karena masih banyak kosakata yang harus dipelajari dan dipahami,” kata Nurul.

Pemilihan cara berkomunikasi, lanjut Nurul, teman tuli lebih memilih berkomunikasi menggunakan Bisindo dibandingkan dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Karena menurut mereka, Bisindo lebih gampang diterapkan dibanding SIBI. “Teman tuli se-Indonesia itu lebih memilih menggunakan Bisindo, karena itu melekat dengan bahasa mereka sehari-hari. Sedangkan SIBI tiap kata nya memiliki makna yang dalam, jadi kadang membuat teman tuli kebingungan,” ucapnya.

Pada segmen terakhir Podcast MejaTamu, Shasmitha dan Nurul mengajarkan kepada pemirsa beberapa Bisindo yang sering digunakan, mulai dari kata tanya, kata sapaan, warna, keluarga, dan nama nama hari. (ahr)

Kodim Kembali Suntikkan Dosis Kedua ke 500 Warga Bontang

0
Penyuntikan vaksinasi dosis kedua ke masyarakat Bontang di Lamin Vaksin Makodim 0908/BTG. (ist)

BONTANG – Sehari menjelang penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112, Kodim 0908/BTG masih menyelenggarakan serbuan vaksinasi dosis kedua sebanyak 500 dosis kepada masyarakat Kota Taman, Rabu (13/10/2021).

Penyuntikan vaksin jenis Sinovac itu dilaksanakan di Lamin Vaksin Makodim 0908/BTG, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru. Pasi Teritorial Kodim 0908/BTG, Kapten Inf Niko Katanni mengatakan, penyuntikan diperuntukan bagi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi dosis pertama pada Rabu (15/9/2021) lalu di Makodim. “Ini menjadi bagian dari sasaran non fisik TMMD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang,” ujarnya.

Selain serbuan vaksinasi, sambung Niko, kegiatan juga dirangkai penyuluhan pencegahan Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai wujud sinergitas dalam upaya mencegah penularan Covid-19 di Bontang. “Dengan vaksin dan selalu menerapkan prokes (protokol kesehatan), tentu menjadi salah satu usaha kita melindungi diri agar tercegah dari tertularnya virus Corona,” pesannya.

Menurut pantauan Mediakaltim.com, pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan prokes ketat. Seperti seluruh peserta memakai masker, menjaga jarak, dilakukan pengecekan suhu tubuh seleum masuk ruang vaksinasi, dan tersedianya sarana cuci tangan atau hand sanitizer.

Berdasar infografis capaian vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Rabu (13/10/2021), dari total sasaran sebanyak 134.666 orang, saat ini yang sudah disuntik dosis pertama mencapai 87.054 orang atau 64,6%. Adapun dosis kedua sebanyak 57.315 orang atau 42,6%. Kategori sasarannya mencakup Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), pelayanan publik, lansia usia di atas 60 tahun, masyarakat umum dan rentan, hingga remaja usia 12-17 tahun. (bms)

Pengesahan APBD-P 2021 Masih Tunggu Kemendagri

0
Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo

Hingga akhirnya lanjut Sigit, karena tidak ada kesepakatan antara legislatif dan eksekutif terkait APBD-P 2021 ini. Ternyata Sekda Kaltim HM Sa’bani mengkomunikasikan ini dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Pak Sekda kontak ke Dirjen Keuangan Daerah dan ternyata ada dua daerah yang belum mengesahkan termasuk Kaltim. Saya juga belum kontak dengan Kemendagri apakah memang betul, tapi tadi penyampaian dari pihak pemerintah kepada kita seperti itu,” terangnya.

Politikus PAN itu menjelaskan, sebenarnya bukan DPRD menerima atau tidak jika APBD-P 2021 ini tidak disahkan. Hanya saja, kuncinya ada di Kemendagri. “Bukan menerima atau tidak, namun karena itu dari Kemendagri. Kan saat ini kita masih berkonsultasi dengan Kemendagri,” tegasnya. (adv/hms7)

Beasiswa untuk Mahasiswa Bontang Resmi Dibuka, Ditutup 25 Oktober, Begini Syarat dan Tata Cara Mendafar

0

BONTANG – Pemkot Bontang resmi meluncurkan program beasiswa untuk kuliah di perguruan tinggi pada momen HUT ke-22 Kota Bontang, Selasa (12/10). Pendaftaran beasiswa stimulan pendidikan tinggi ini akan dibuka selama dua pekan dan ditutup pada 25 Oktober 2021. Beasiswa yang dibuka ini untuk empat kategori yakni jenjang diploma, sarjana, tugas akhir dan coass untuk jenjang dokter.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang Aguswati mengatakan bagi mahasiswa yang ingin mendaftar, bisa mengisi formulir secara online melalui https://e-beasiswa.bontangkota.go.id/home. “Sudah bisa diakses sejak dibuka 12 Oktober. Pendaftaran sampai tanggal 25 Oktober,” kata Aguswati.

Dikatakannya, tahun ini Pemkot menyiapkan dana Rp 1,65 miliar untuk program beasiswa bagi 450 sampai 550 orang. Besaran beasiswa yang akan diterima bervariasi. Tergantung kategori jalur pendaftaran yang ditempuh. “Berkisar antara Rp 3 juta atau Rp 4 jutaan,” ucapnya. “Kalau untuk tugas akhir dan coass, lebih besar,” sambungnya.

Lantas bagaimana bagi mahasiswa yang sudah menerima beasiswa lain? Ditegaskannya, bagi mahasiswa yang sudah menerima beasiswa lain, seperti Kaltim Tuntas, akan didiskualifikasi. “Kalau nanti ternyata calon penerima, ternyata menerima biasiswa lain, otomatis gugur,” tuturnya. (ahr/red)

Tata cara pendaftaran, simak syarat-syaratnya.

  • Pertama, pemohon mengisi formulir secara online https://e-beasiswa.bontangkota.go.id/home/, kemudian membuat akun lalu isi data.
  • Kedua, verifikasi akun akan dikirim melalui email yang didaftarkan. Gunakan, username dan password yang telah terverifikasi untuk masuk ke website tadi.
  • Ketiga, klik menu beasiswa> sub menu permohonan beasiswa dan klik tombol permintaan. Pilih kategori beasiswa lalu isi formulir pengajuan. Unggah softcopy berkas yang dibutuhkan.
  • Keempat, setelah pendaftaran melalui online selesai. Kirim hard copy ke bagian sosial dan ekonomi di Kantor Wali Kota Bontang. Gunakan warna map sesuai kategori.

Jadwal Program Beasiswa Stimulan Pemkot Bontang Tahun 2021

  1. Pendaftaran Online dibuka pada tanggal 12 Oktober 2021 d 25 Oktober 2021
  2. Verifikasi Online dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober s.d 31 Oktober 2021
  3. Pengumpulan Berkas Hardcopy dilaksanakan pada tanggal 01 November s.d 19 November 2021
  4. Verifikasi Berkas Hardcopy dilaksanakan pada tanggal 22 November s.d 30 November 2021
  5. Penetapan dan Pengumuman dilaksanakan pada tanggal 01 Desember s.d 10 Desember 2021
  6. Penandatanganan Penerima dan Pentransferan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember s.d 31 Desember 2021