Beranda blog Halaman 1062

Bontang Bakal Tiru Sumedang Tangani Stunting

0
Najirah akan tiru penanganan stunting yang telah berhasil di Sumedang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bontang, Najirah mengatakan, dari hasil rakor yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, pemerintah dan perusahaan akan terus bersama memetakan dan membantu ‘menjemput bola’ pada penanganan stunting.

“Saat ini angka stunting mencapai 21 persen ditahun 2023. Bagaimana angka penurunan stunting mencapai 14 persen,” kata Najirah saat ditemui, Senin (6/2/2023).

Najirah mengatakan, pihaknya telah memetakan perusahaan dalam membantu penurunan stunting. Seperti di Kelurahan Loktuan, Kelurahan Guntung akan ditangani perusahaan di dekat wilayah tersebut, dan Kelurahan Berbas di tangani perusahaan sekitar.

“Kodim pun juga ikut dalam penanganan stunting sebagai pendamping,” katanya.

Dari hasil kunjungan ke Kabupaten Sumedang, Bontang akan meniru Sumedang sebagai wilayah percontohan penurunan stunting.

“Di Sumedang dari angka stunting 32 persen bisa turun menjadi 8,27 persen. Strategi apa saja yang bisa diikuti,” jelas Najirah.

Pihaknya akan mendorong masyarakat datang ke Posyandu, agar data semakin valid.

Dengan mencontoh cara pengelolaan data mengenai stunting, maka akan dapat memetakan sebaran stunting secara detail di semua wilayah di Kelurahan Bontang.

“Jadi dengan data stunting yang valid, semua pihak akan secara bersama dalam penanganan stunting di wilayah sebaran yang tinggi. Itu yang perlu kita contoh dalam penanganan penurunan stunting,” urai Najirah.

Najirah meyakini akan dapat mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 dengan melibatkan semua elemen pihak. (yah)

Pertama di Bontang, UPZ Pupuk Kaltim Fasilitasi Isbat Nikah 50 Pasangan

0

BONTANG – Optimalkan manfaat zakat bagi masyarakat, Unit Pengumpul Zakat PT Pupuk Kalimantan Timur (UPZ Pupuk Kaltim) gelar isbat nikah bagi 50 pasangan suami istri di Kota Bontang. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah dan Pengadilan Agama Kota Bontang, Minggu (29/1/2023).

Ketua Panitia Isbat Nikah Fitriyani, mengungkapkan program ini telah berlangsung sejak Agustus 2022 untuk menjaring pasangan yang ingin melakukan isbat nikah melalui pendaftaran yang terbuka secara umum. Tercatat ada 140 pasangan suami istri yang mendaftar selama proses yang ditentukan, dilanjutkan seleksi berkas dan konsultasi dengan Pengadilan Agama Kota Bontang.

Hasilnya, didapati 50 pasangan yang dinyatakan lolos dan layak untuk difasilitasi pada prosesi isbat nikah tahun ini. “Isbat nikah UPZ Pupuk Kaltim pertama kali digelar di Kota Bontang, sebagai bentuk perhatian bagi masyarakat yang telah menikah secara agama agar mendapat legalitas hukum,” ujar Fitriyani.

Ketua UPZ Pupuk Kaltim Nur Sahid, mengungkapkan prosesi isbat nikah ini salah satu wujud manfaat zakat yang dikelola pihaknya melalui bidang dakwah dan advokasi, dengan total realisasi bantuan senilai Rp51,1 Juta. Program ini sengaja digagas UPZ Pupuk Kaltim, agar status pernikahan pasangan suami istri yang sebelumnya hanya sah secara agama, bisa mendapatkan jaminan legalitas hukum dan tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) sesuai aturan yang berlaku.

“Melalui dukungan pada program isbat nikah, 50 pasangan suami istri yang sebelumnya hanya berstatus pernikahan siri kini bisa tercatat resmi di KUA dan sah di mata hukum,” ujar Nur Sahid.

Nur Sahid pun mengimbau seluruh pasangan yang telah mengikuti isbat nikah tidak perlu lagi khawatir akan status perkawinan, karena sudah sah mendapat pengakuan hukum dari negara. Dibuktikan dengan didapatkannya buku nikah oleh seluruh pasangan, agar hak kedua belah pihak terjamin secara hukum. Begitu pula untuk status administrasi kependudukan, seperti kartu keluarga hingga status anak dan akta kelahiran juga telah resmi terdata di catatan sipil.

“Dengan adanya kepastian status hukum perkawinan melalui isbat nikah, tertib administrasi kependudukan juga bisa terlaksana dengan lebih optimal di Kota Bontang. Sehingga para peserta juga bisa mendapatkan perlindungan, sekaligus pengakuan terhadap status pribadi maupun keluarga,” tandas Nur Sahid.

Dirinya pun memastikan UPZ Pupuk Kaltim akan terus berbuat bagi masyarakat Bontang, melalui  manfaat yang akan disalurkan secara kontiyu di berbagai bidang. Hal ini bentuk ketaatan UPZ Pupuk Kaltim terhadap implementasi UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Zakat, sekaligus menjalankan amanah Baznas RI yang tertuang dalam Peraturan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian Zakat dengan sasaran pada lima program utama, yakni Kemanusiaan, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Dakwah Advokasi.

“UPZ Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menjadi lembaga yang tumbuh sekaligus bermanfaat bagi masyarakat, dengan menjalankan amanah sesuai ketentuan untuk mengelola dana umat secara profesional dan transparan,” tambah Nur Sahid.

Wali Kota Bontang Basri Rase, menyampaikan apresiasi atas program isbat nikah yang digagas UPZ Pupuk Kaltim, guna memfasilitasi masyarakat mendapatkan kepastian hukum status pernikahan yang  diakui oleh negara. Dirinya menilai hal ini salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang sangat bermanfaat, sekaligus membantu Pemerintah dalam penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan di Kota Bontang.

“Atas nama Pemkot Bontang kami ucapkan selamat bagi seluruh pasangan yang mengikuti isbat nikah kali ini, dan terima kasih atas kontribusi UPZ Pupuk Kaltim yang telah memfasilitasi puluhan pasangan di Kota Bontang untuk mendapatkan status pernikahan yang diakui oleh negara,” ungkap Basri.

Dirinya berharap program ini dapat terlaksana secara berkesinambungan, mengingat masih banyak pasangan suami istri di Kota Bontang yang berstatus pernikahan siri dan membutuhkan dukungan untuk mendapat pengakuan secara sah di mata hukum. Hal ini juga salah satu perhatian Pemkot Bontang yang setiap tahun terus mendorong masyarakat untuk pengurusan isbat nikah, agar status pernikahan menjadi sah di mata hukum untuk tertib administrasi kependudukan.

“Semoga dengan kolaborasi UPZ Pupuk Kaltim bersama Pemkot Bontang dan stakeholder terkait lainnya, masyarakat yang belum mendapatkan status perkawinan sah secara hukum bisa terfasilitasi dengan baik kedepannya,” pungkas Basri. (adv)

Intensitas Banjir di Kelurahan Gunung Elai Mulai Turun, Begini Cara Mengatasinya!

0
Penurapan di RT 14 Kelurahan Gunung Elai. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Kelurahan Gunung Elai merupakan salahsatu wilayah di Bontang yang terdampak banjir. Tak ayal, ragam upaya dilakukan pihak kelurahan untuk menanggulangi bencana musiman tersebut.

Salahsatu yang dilakukan adalah menurap sungai. Titik penurapan di RT 14, Kelurahan Gunung Elai.

Cara lainnya seperti respons cepat dengan membentuk tim siaga kebencanaan tingkat RT (Sakti RT) di 45 RT di bawah naungan Kelurahan Gunung Elai.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo mengungkapkan, saat ini intensitas kenaikan air setiap banjir di wilayahnya mulai mengalami penurunan. Penurunan intensitas air tersebut diakui Sulistyo mendapat pengaruh dari pembuatan turap sungai yang dikerjakan di wilayahnya.

“Intensitas air mulai turun saat banjir. Namun banjir masih terjadi di beberapa wilayah di RT 43 sampai Jalan Tomat,” jelas Sulistyono saat ditemui, Senin (6/2/2023).

Dirinya juga menyebutkan penanganan banjir telah dilakukan dengan penanganan secara maksimal.

Usaha lainnya adalah dengan membuat pintu air yang dapat dibuka tutup sendiri. Di wilayah RT 14 terdapat dua pintu air yang dibangun.

“Pintu air ada 11 titik. Di belakang Kantor PMI ada dua dan di beberapa tempat lainnya,” kata Sulistyo. (yah)

Taman di Bontang Belum Ramah Anak

0
Proses sertifikasi taman ramah anak masih proses pengajuan. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Taman-taman di Bontang walaupun sudah memiliki fasilitas bermain anak, namun belum terkategori taman ramah anak. Lantaran taman-taman yang dibangun beberapa tahun belakangan tersebut, belum memiliki sertifikat ramah anak.

Saat ini Pemkot Bontang sedang melaksanakan proses pengurusan sertifikat ramah anak tersebut. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), proses pengajuan sedang berjalan.

Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Bontang, Pujo Kuncoro membenarkan, bahwa sertfikat tersebut saat ini sedang dalam proses pengajuan.

“Tahun ini Taman Adipura masuk dalam proses witness audit standarisasi dan sertifikasi Ramah Bermain Ramah Anak (RBRA) tahun 2023,” jelasnya.

Penilaian tersebut nantinya akan dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal 13 Februari 2023 mendatang.

Manfaat pemberian sertifikat ini dijelaskannya. Dengan keberhasilan menerima sertifikat tersebut, artinya Pemkot Bontang telah menyediakan ruang bermain anak yang aman, nyaman, dan terlindungi. Sehingga tumbuh kembang anak di Kota Bontang diharapkan sesuai dengan usianya, baik fisik, spiritual, intelektual, sosial, mental dan emosional.

Pihaknya berharap taman yang ada di Bontang bisa mengantongi sertifikat RBRA tersebut.

“Baru Taman Adipura yang dilakukan audit untuk standarisasi dan sertifikasi RBRA. Semoga Bontang dapat sertifikasi RBRA tahun ini. Insya Allah Taman Tanjung Laut akan kita ajukan juga agar terstandardisasi dan tersertifikasi RBRA,” bebernya.  (sya)

 

Mengulik Bontang Army Shop, Satu-satunya Usaha Perlengkapan Berburu di Kota Taman

0
Irul di antara tumpukan perlengkapan berburu dagangannya. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

Berburu mungkin olahraga yang tak banyak diminati orang. Tidak untuk Khoirul Anam. Berburu baginya bukan sekedar hobi pelepas penat, namun sudah menjelma jadi bisnis pendulang rupiah.

——Yusva Alam, Bontang —–

Sebuah etalase berdiri kokoh di teras rumah. Sekat-sekat alas di dalamnya tersusun rapi berbagai pernak pernik asesoris menembak. Stiker bertulis Bontang Army Shop terpampang gagah di depan pintu berwarna putih.

Nuansa militer menyapa wartawan Radarbontang.com, kala mengunjungi salahsatu petak rumah kontrakan di Jalan Mayjen D.I Panjaitan, Gang Piano 01 No 26 B itu.

Masuk ke dalamnya pemandangan ala-ala militer lebih kental terasa. Senapan angin laras panjang berbagai tipe berjajar rapi di ruangan berukuran sekira 3×5 meter itu. Di bagian kanan ruangan, temboknya dipenuhi gantungan rapi topi beragam model.

Sisi kiri dipenuhi jejeran seragam warna coklat corak khas tentara, tumpukan kotak-kotak sepatu dan tenda. Beragam jenis pisau untuk berburu ada, untuk kurban pun tersedia. Deretan kaleng peluru tersusun rapi di sudut bawah kanan etalase.

“Awalnya bukan peralatan berburu yang saya jual. Hanya perlengkapan taktikal seperti baju, tas, topi, hingga seragam-seragam institusi seperti polisi, Satpol PP, tentara, dan lain sebagainya,” ujar Irul mengawali kisahnya kepada media ini yang datang menyambangi tokonya persis di belakang ex gedung MTQ lama.

Di tahun 2013, ketika dirinya bertemu konsumen penghobi berburu, minatnya kepada kegiatan yang termasuk kategori olahraga menembak itu membuncah.

Sejak itu Ia mulai menekuni hobi menembak dan berburu. Kerap menembak di lapangan tembak. Berlatih menarget burung-burungan besi. Bahkan sering  mengikuti event-event menembak. Lantaran tiap tahun di Bontang event menembak sering diadakan.

“Event hunting ceria sering saya ikuti. Kalau waktu-waktu senggang pun sering berburu sendiri. Kadang dapat burung belibis, tupai juga sering,” bebernya.

Di tahun 2014, Irul mulai melengkapi usahanya dengan menyediakan beragam perlengkapan berburu. Senjata laras panjang, peluru kaliber 4,5 milimeter, pisau bushcraft, teropong, dan beragam asesoris penunjang hobi berburu.

“Selain hobi saya lihat peluang juga. Waktu itu banyak peminat olahraga berburu mencari perlengkapannya di luar Bontang. Saya pikir kenapa tidak saya jual di sini,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang diberinya nama Bontang Army Shop itu mulai dikenal di kalangan penghobi berburu di Bontang maupun Sangatta. Tokonya kerap jadi referensi mencari segala perlengkapan berburu. Satu-satunya toko menjual perlengkapan berburu di Kota Taman.

“Kalau senjata itu ada 2 tipe yang saya jual. Tipe uklik dan PCP,” singkatnya menjelaskan produk.

Tipe uklik menggunakan pompa manual. Tabung lebih kecil dan power menembak pun lebih ringan.

Berbeda dengan PCP. Tabungnya lebih besar, sehingga dapat menampung angin lebih banyak. Alhasil, daya tembak jauh lebih kuat dibanding uklik.

Powernya bisa mencapai 900-1000 frame per second (fps). Sementara tipe uklik power tembakan hanya berkisar 600-700 fps saja.

“Tipe PCP ada alat khusus pompanya. Kalau gak mau repot bisa ngisi di sini. Rp 30 ribu sekali pompa,” katanya.

Tipe PCP terbagi menjadi 2 jenis lagi. Senjata dengan tabung dural (tabung panjang) dan bocap (menyerupai botol kecap).

Tidak main-main hobi menembak ini. Jutaan rupiah harus dirogoh demi bisa memenuhi passion. Kisaran harga yang dijual Irul saja berkisar Rp 1,4 juta yang paling murah hingga mencapai Rp 12,5 juta.

Kata Irul, di tempat lain masih ada lagi harga yang jauh lebih tinggi. Bisa  mencapai Rp 50 juta.

Sementara peluru harganya berkisar Rp 140 ribu – Rp 200 ribuan dengan isi 250-500 butir per kaleng. Pisau ada yang mencapai harga Rp 500 ribu dengan bahan dari baja.

Berdasarkan aturan yang ia pahami, menjual senjata angin diperbolehkan dengan syarat peluru yang digunakan kaliber maksimal 4,5 milimeter. Sedangkan kaliber di atas itu harus memiliki izin ke pihak kepolisian.

“Kaliber di atas 4,5 mm selain wajib izin, senjata pun harus ditaruh di kantor polisi. Boleh diambil saat dibutuhkan saja dan mendapat surat ijin dari pihak kepolisian,” bebernya.

Walaupun tidak wajib berijin, namun dirinya rutin mendapat peninjauan dari pihak kepolisian. Biasanya tiap 1,5 tahun sekali polisi datang mengecek usahanya.

“Semua itu demi keamanan bersama,” ungkapnya. (*)

 

Sepeda Listrik Mulai Digemari, Penyewaan Banyak Dicari

0
Salahsatu tempat penyewaan sepeda listrik di Berbas Pantai. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG –  Parade motor listrik saat G20 di Bali, Desember 2022 lalu menjadi daya tarik bagi warga Indonesia. Selain sepeda motor dan mobil listrik, sepeda listrik pun kini mulai digemari, tak terkecuali di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Persewaan sepeda listrik pun kini mulai menjamur. Terutama di wilayah Kelurahan Berbas Pantai. Kerap terlihat pengendara sepeda listrik wara wiri di daerah itu.

“Sepeda listrik ini sudah mulai ramai sejak Desember tahun lalu. Lihat peluang itu saya juga buka penyewaan sepeda listrik,” ungkap Hairiyah, salahsatu pemilik persewaan sepeda listrik di kawasan Berbas Pantai.

Hairiyah menjelaskan, modal yang diperlukan untuk membuka usaha ini setidaknya mencapai belasan juta.

“Sepeda listrik kan kisaran harga Rp 3 – 7 juta, tergantung wilayah juga. Kalau sampai Kalimantan ya biasanya agak mahal,” tambahnya.

Di Berbas Pantai terdapat 3 tempat penyewaan sepeda listrik. Hairiyah memasang tarif sebesar Rp 20 ribu/jam. Dalam sehari ia bisa mengantongi sekira Rp 200 ribu.

“Tiap hari pasti ada yang sewa, mulai dari anak sekolah sampai orang dewasa. Kebetulan yang sewa juga bukan orang jauh, rata-rata kami kenal. Jadi tidak ada persyaratan untuk penyewaan,” bebernya.

Dikatakannya, maksimal kecepatan yang dapat ditempuh sepeda listrik hanya 38 Kilometer. Anak-anak tidak ada yang berani jauh-jauh dari wilayah tersebut.

Hairiyah mengatakan, semenjak pemberitaan kendaraan listrik banyak bermunculan, minat warga terhadap sepeda listrik mulai meningkat.

“Saya dengar penjual sepeda itu selalu kehabisan stok sepeda listriknya, bahkan ada juga yang pesan dari jauh hari,” ungkap Hairiyah.

Walaupun penggunaan sepeda listrik mudah digunakan oleh anak-anak, pengawasan orang dewasa juga harus dilakukan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan. (sya)

Panwaslucam Bontang Umumkan 15 PKD Terpilih, Berikut Daftarnya

0
Daftar PKD terpilih. (ist)
Daftar PKD terpilih. (ist)

BONTANG – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) di Tiga Kecamatan se-Kota Bontang telah menetapkan 15 Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) yang dinyatakan lulus proses seleksi, Sabtu (4/2) hari ini.

PKD yang dinyatakan lulus ini akan bertugas melakukan pengawasan pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Masing-masing 6 PKD di Bontang Utara, 6 PKD yang akan bertugas di Bontang Selatan dan 3 PKD di Bontang Barat.

Adapun nama-nama yang dinyatakan lolos seperti pada pengumuman yang telah dirilis masing-masing Panwaslu Kecamatan sebagai berikut.

PKD Bontang Utara

  1. Syahrul Pramana Putra (Api-Api)
  2. Iswan Mustafa (Bontang Baru)
  3. Moch Syafrie Tri Putra (Bontang Kuala)
  4. Sinta Anggraeni (Guntung)
  5. Dhodi Andrias Mukti (Gunung Elai)
  6. Kahar Muzakkar (Loktuan)

PKD Bontang Selatan

  1. Hamalia (Berbas Pantai)
  2. Andi Bintang Sari Ningrat (Berebas Tengah)
  3. Aulia Wulandari (Satimpo)
  4. Diah Ajeng Puspitanigrum (Bontang Lestari)
  5. Mohammad Alif Syahrizan (Tanjung Laut Indah)
  6. Supiansyah B (Tanjung Laut)

PKD Bontang Barat

  1. Rosa Rosanalia (Gunung Telihan)
  2. Roseni (Kanaan)
  3. Hendry (Belimbing)

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Panwaslucam Bontang Utara Muhammad Nurcholis mengatakan, penetapan nama-nama yang terpilih sesuai dengan hasil seleksi wawancara yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Nama-nama yang lulus ini berdasakran hasil wawancara. Mereka kita nilai berdasarkan dalam penguasaan materi. Baik pengetahuan, komitmen maupun integritasnya,”  tutur Nucholis.

Hal senada disampaikan Ketua Pokja Panwaslucam Bontang Selatan Muhammad Ikbal Sultan. Menurutnya, dalam proses wawancara, ada beberapa aspek yang dinilai oleh anggota Panwaslu Kecamatan.

Seperti penguasaan pengetahuan tentang peraturan perundangan-undangan maupun berkaitan dengan tugas penyelenggara pemilu.

“Dalam wawancara kami juga menguji sikap calon PKD pada aspek integritas dan netralitas, bagaimana ketika nanti menjalankan tugas sebagai PKD,” tutur Ikbal.

Ditambahkan Ketua Pokja Panwaslu Bontang Barat Bahrun Amin, yang juga tak kalah pentingnya, berkaitan dengan motivasi dan komitmen calon PKD untuk bisa bekerja penuh.

“Dalam wawancara ini kami juga mengukur sejauh mana calon PKD mengenal dan memahami wilayah kerjanya, baik unsur ketokohan, kondisi wilayah dan situasi sosial politik,” sebutnya.

Selanjutnya PKD yang terpilih akan akan dilantik sesuai yang sudah dijadwalkan masing-masing Panwaslu Kecamatan.

Panwaslu Kecamatan Bontang Selatan merencanakan pelantikan PKD pada Senin (6/2). Panwaslu Bontang Utara menjadwalkan Minggu (5/2), sedangkan Panwaslu Bontang Barat telah menjadwalkan pelantikan PKD pada Senin (6/2). (mk)

2 Kasus Suspek Campak, Toetoek: Pasien Sudah Sembuh!

0
Ilustrasi campak. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dr Toetoek Pribadi Ekowati membenarkan laporan Dinkes Provinsi Kalimantan Timur, terdapat 1 kasus suspek campak di Bontang. Bahkan meningkat menjadi 2 kasus.

Namun dijelaskan Toetoek, saat ini kondisinya sudah nol kasus suspek. Artinya, sudah tidak terdapat lagi kasus suspek campak di Bontang.

Hal itu lantaran saat pasien dirawat di RSUD Taman Husada beberapa waktu lalu, hasil laboratorium belum keluar, namun pasien sudah sembuh terlebih dahulu.

“Jadi diagnosanya belum tegak tapi pasien sudah keburu sembuh,” jawabnya singkat melalui pesan whatssapp.

Mengetahui kondisi tersebut, Dinkes Bontang mengambil tindakan pencegahan. Dinkes melakukan screening di lingkungan sekitar pasien suspek campak tersebut. Baik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah.

“Kami lakukan vaksinasi campak bagi yang belum,” imbuhnya.

Diinformasikan sebelumnya. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaporkan terjadi peningkatan kasus campak pada anak yang terjadi di beberapa wilayah di Kaltim. Hal Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin saat konfrensi pers di Diskominfo Kaltim, Jumat, (3/2/2022).

Jaya mengungkapkan selama tiga bulan terakhir kasus campak terjadi di sejumlah wilayah, terutama di minggu kedua ini meningkat dari 19 kasus suspek menjadi 95 kasus suspek.

Sebanyak 95 suspek tersebut ditemukan terbanyak di Samarinda dengan 40 kasus suspek. Sementara Kutai Timur 20 kasus suspek, kemudian Kutai Kartanegara 16 kasus suspek, Paser 8 kasus suspek, Balikpapan 6 kasus suspek, Berau 2 kasus suspek dan PPU, Bontang, serta Mahulu dengan masing-masing 1 kasus suspek. (al)

Target Rampungkan 200 Sertifikat Tanah di Tahun 2023

0
Ilustrasi sertikiat tanah. (ist)

BONTANG –  Target Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bontang merampungkan sertifikat tanah tahun 2023 ini mengalami penurunan, bila dibandingkan tahun 2022 lalu. Targetnya 200 bidang tanah dari program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Untung Widada, Kasi 3 Penataan dan Pemberdayaan Pertanahan Kantah Bontang menjelaskan, bahwa target Kantah Bontang di tahun 2023 ini memang mengalami penurunan. Tahun 2022 lalu target 1500 bidang tanah yang dicanangkan berhasil dirampungkan.

Mengapa mengalami penurunan? Dikatakannya lantaran bidang tanah yang akan diselesaikan sudah berkurang.

“Kami konsepnya menyelesaikan backlog, yaitu menyelesaikan dari tanah-tanah yang sudah diukur di tahun-tahun sebelumnya, tapi belum teridentifikasi subjeknya,” kata Untung menjelaskan.

Artinya, tahun ini Kantah Bontang hanya tinggal menyelesaikan sisa backlog yang belum rampung di tahun sebelumnya.

Tahun 2022 lalu Kantah Bontang menemui kendala, yaitu banyak tanah yang sudah diukur tapi banyak juga yang tidak selesai sertifikatnya. Menurutnya, hal itu lantaran kesadaran masyarakat untuk mensertifikatkan tanahnya masih rendah.

“Banyak faktornya kesadaran masyarakat rendah,” singkatnya.

Karena itu pihak Kantah Bontang akan kembali mendorong subjek tanah untuk menyelesaikan berkas-berkasnya. Didorong lagi untuk segera menyelesaikan.

“Kalau mereka masih mau dan berkasnya ready bisa diberi sertifikatnya,” ujarnya. (al)

 

Satu Kematian Akibat DBD di Puskesmas BU 1

0
ilustrasi nyamuk aedes aegpty. (ist)

BONTANG – Laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Puskesmas Bontang Utara 1 mengalami penurunan. Angka penurunan itu di tahun 2022 dibandingkan dengan kasus yang terjadi di tahun 2021.

I Wayan Santika, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara (BU) I membeberkan data kasus penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegpty itu.

Laporan kasus DBD di wilayah Puskesmas BU 1 tahun 2021 sebanyak 218 kasus. Sedangkan di tahun 2022 kasus menurun jadi 188 kasus.

Artinya kasus DBD di wilayah Puskesmas BU 1 tahun 2022 berkurang 30 kasus.

“Bersyukur angka kasus DBD bisa menurun,” ujar Wayan.

Walaupun mengalami penurunan, namun Wayan menyayangkan lantaran terdapat 1 laporan kematian yang diakibatkan oleh DBD. Laporan kematian terjadi di tahun 2022 di wilayahnya tepatnya Bulan Mei.

Karena itu pihaknya berusaha membuat inovasi untuk mencegah meningkatnya DBD. Bahkan mencegah kematian akibat DBD.

Dengan membuat Inovasi bernama Sistem Pemetaan Infografis BU I (Siparis BU I).

I Wayan Santika, Kepala UPT Puskesmas BU I menjelaskan, Siparis BU I merupakan suatu grup whatsapp yang bekerjasama sengan seluruh Rumah Sakit (RS) di Bontang. Setiap RS akan melaporkan kasus DBD aktif, kemudian

Pemetaan dilakukan setiap minggu pada kasus DBD aktif. Pemetaan ini dilakukan di masing-masing RT wilayah Puskesmas BU I. (Sya/al)