Beranda blog Halaman 1065

SPBU Tanjung Laut Bantah Tuduhan Alat Pengisian BBM Tak Sesuai Standar

0
SPBU Tanjung Laut, Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – SPBU Tanjung Laut membantah tuduhan yang mengatakan, alat pengisian BBM di SPBU itu tidak sesuai standar yang berlaku. Pihak SPBU mengklaim takaran sudah sesuai standar yang ditetapkan.

Penanggung Jawab SPBU Tanjung Laut, Buyung mengatakan, pihaknya telah didatangi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Bontang. Diskop UKMP sudah melakukan sidak dan pengecekan takaran, pada alat pompa bahan bakar di SPBU.

Lanjut Buyung, meteran alat pengisian BBM telah sesuai dengan kemetrologian di Kota Bontang. “Bagus saja sesuai dengan metrologi Bontang,” kata Buyung saat dikonfirmasi Selasa (31/1/2023).

Dirinya mengaku tidak tahu menahu terkait tuduhan tersebut. Hanya kaget lantaran tiba-tiba Diskop UKMP datang melakukan pengecekan. “Gak tahu juga terkait kabar itu. Tiba-tiba datang sidak di SPBU dari Diskop UKMP. Ukurannya masih sama, seperti pengukuran yang dilakukan sebelumnya. Karena setiap tahun kita melakukan uji takaran,” katanya.

Sementara, Kepala Seksi Kemetrologian Diskop UKMP Bontang, Ida Jubaidah menjelaskan, dari pengawasan yang dilakukan pada SPBU Tanjung Laut,  meteran alat pengisian BBM sudah sesuai dengan standar yang berlaku. “Setelah melakukan pengawasan dan sidak langsung, alat pompa telah sesuai dengan ukurannya,” katanya. (yah)

Ikan Mati Diduga Efek Tumpahan Minyak PT EUP, Begini Kata Kadis DKP3

0
Kebakaran di PT EUP beberapa waktu lalu yang mengakibatkan tumpahan minyak ke laut. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Pertahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Edy Foreswanto membantah matinya ikan-ikan di perairan sekitar PT Energi Unggul Persada (EUP) diakibatkan pencemaran lingkungan, imbas kebakaran di pabrik minyak goreng beberapa waktu lalu.

Diketahui, beberapa waktu lalu Anggota DPRD Bakhtiar Wakkang menyampaikan keluhan warga Bontang Lestari kepada Wali Kota Bontang, Basri Rase di sela-sela rapat paripurna. BW sapaan akrabnya menyampaikan, banyak ikan-ikan bawis mati diduga akibat pencemaran lingkungan pasca kebakaran di PT EUP.

BW menampilkan potongan video yang menggambarkan matinya ikan-ikan bawis. Dirinya meminta Pemkot Bontang segera mengatasi permasalahan tersebut.

Menanggapi hal itu, Edy menjelaskan, usai menerima informasi terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak, DKP3 dan pihak-pihak terkait langsung pengecekan ke lokasi. Namun pihaknya tidak menemukan sampel ikan mati di sekitar area tersebut.

“Kami sudah cek juga sampai perairan Tanjung Laut. Rumput laut juga aman. Tidak ada pula keramba-keramba ikan di sekitar area tersebut,” bebernya kepada Radarbontang.com.

Karenanya ia menegaskan, tidak bisa langsung menyimpulkan ikan-ikan mati lantaran tumpahan minyak. Banyak sebab katanya. Bisa jadi karena pengeboman ikan yang kerap dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab. “Kalau ada sampel baru kami bisa buktikkan penyebab ikan-ikan itu mati. Harus berdasarkan hasil lab,” tegasnya.

Ia memperkirakan saat ini kondisi perairan di sekitar PT EUP dan Pelabuhan Indominco sudah bersih. Lantaran tim reaksi cepat PT Indominco dan PT EUP langsung bergerak mengendalikan tumpahan minyak itu. Mengisolasi tumpahan minyak agar tidak ke laut lepas.

“Tumpahan minyaknya kasat mata, jadi bisa cepat diatasi. Diisolasi hingga disedot agar tidak sampai ke laut lepas. Saya kira sudah bersih airnya sekarang,” duganya. (al)

Tabrak Vario Ban Depan Avanza Pecah

0
Pengendara yang melintas membantu melepaskan sepeda motor dari mobil. Lengket akibat bertabrakan. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di pertigaan lampu merah Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Perumahan Halal Suare, Selasa (31/1/2023) sekira pukul 15.45 Wita.
Tabrakan terjadi antara mobil avanza warna hitam yang dikendarai seorang wanita paruh baya, dengan seorang pelajar SMU yang mengendarai sepeda motor vario berwarna putih.

Seorang saksi di lokasi kejadian, Ajrah menceritakan peristiwa yang dilihat di depan matanya tersebut. Katanya, mobil avanza dan sepeda motor vario itu berjalan searah. Dari Gunung Sari mau berbelok kanan menuju ke arah Kenari Water Park.

Saat akan berbelok kanan, persis setelah melewati lampu traffic light tabrakan terjadi. Menurut Ajrah, tabrakan itu lantaran sepeda motor vario terlalu berdekatan dengan mobil avanza. Sisi depan kanan mobil menabrak bagian belakang sepeda motor vario.
Tabrakan itu menyebabkan ban depan bagian kanan mobil pecah, lantaran tertusuk standar sepeda motor.

“Sepeda motor lengket dengan mobil. Orang-orang yang bantu susah melepasnya. Standar tengahnya nusuk ke ban depan,” ujar Ajrah.

Berdasarkan pantauan Radarbontang.com di lapangan, tidak terjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi avanza hanya mengalami shock karena tabrakan. Sementara pengendara vario mengalami lecet-lecet pada bagian lengan.

Pelajar putri itu tampak meminta maaf atas kejadian itu kepada pengendara avanza. Pengendara avanza tersebut tidak mempermasalahkan masalah itu. Kejadian ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Gak usah dipikirin bannya pecah, yang penting kamu gak apa-apa. Sekarang kamu hubungi keluargamu untuk datang bantu kamu,” kata ibu itu kepada pelajar SMU yang tidak diketahui identitasnya. (al)

Musrenbang Kelurahan Belimbing Masih Utamakan Infrastruktur

0
Musrenbang tingkat Kelurahan Belimbing. (ist)

BONTANG – Kelurahan Belimbing melaksanakan musrenbang, Kamis (26/1/2023) lalu di kantor Kelurahan Belimbing. Sebanyak 33 usulan dalam bidang infrastruktur dibahas dalam musrenbang tersebut.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani mengatakan, beragam usulan telah diserahkan dari rembuk warga sebanyak 51 RT yang ada di wilayah Kelurahan Belimbing.

Beberapa usulan yang diberikan masih berfokus pada peningkatan SDM dan bidang infrastruktur seperti perbaikan jalan, perbaikan parit, hingga balai pertemuan RT.

Dwi mengatakan, sesuai dengan arahan Bapelitbang mengangkat tema SDM yang unggul dan pemberdayaan sosial. “Kita sampaikan ke masyarakat dan akhirnya muncul kebutuhan masyarakat seperti untuk peningkatan kompetensi UMKM,” kata Dwi Andriyani, saat dihubungi Senin (30/1/2023).

Untuk usulan prioritas terdapat 30 usulan yang juga terdiri dari beberapa infrastruktur.

“Kemarin usulan itu masih digabungkan. Seharusnya dibuat satu per satu diuraikan. Karena alokasinya Rp 1 M per kelurahan,” jelasnya.

Tahapan setelah ini akan masuk dalam musrenbang tingkat kecamatan. “Dari semua RT diakomodir semua,” katanya.

“Infrastruktur perbaikan parit termasuk urgent, karena sudah mengalami kerusakan,” katanya.

Sementara untuk usulan kesehatan dalam penanganan stunting akan tetap diakomodir. “Kami tetap usulkan untuk penanganan stunting,” tandasnya. (yah)

Pencurian Besi Tua di Eks Pabrik Abu Soda Sejak November 2022

0
Bekas Pabrik PT KBS yang kerap disatroni pencuri besi tua. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Pencurian besi tua mulai sering terjadi di eks Pabrik PT Kaltim Said Barito (KSB) sejak November tahun 2022. Kondisi itu bertahan hingga saat ini. Belum ada pihak terkait yang mampu menyelesaikan. Hal itu diungkapkan Irham Mongilong, Karyawan Bagian Administrasi PT Kaltim Sahid Barito (KSB).

Irham mengatakan, sering sekali mendapat laporan pencurian besi tua di bekas pabrik abu soda itu. “Pabrik itu berhenti total sejak tahun tahun 1998. Sebenarnya 5 tahun setelah itu tetap dilakukan pemeliharaan, tapi setelah itu terbengkalai,” beber Irham menceritakan kondisi pabrik KSB di akhir hayatnya.

Penjagaan juga tidak bisa terus dilakukan, lantaran honor pengamanan yang terbatas. Ditambah lagi rumput-rumput liar yang semakin meninggi, serta penerangan yang tidak diperbaiki, membuat penjagaan hanya dilakukan sesekali.

“Lokasinya antara Guntung dan Loktuan situ. Sebenarnya jalur dari Pos 7 kan sudah ditutup, tapi kadang masyarakat atau pekerja tetap keluar masuk, manjat, bahkan ada tangganya,” lanjut pria yang diamanahi mengkoordinir aset-aset PT KSB di Bontang ini.

Menurutnya, pencurian besi tua tersebut sudah tidak lagi dilakukan perorangan, namun sudah berkelompok dalam jumlah yang banyak.

“Bukan hanya dua atau tiga orang, tapi ramai dan berkelompok. Kadang mereka gantian dengan kelompok lain untuk mencuri. Bukan hanya besi dari alat-alat pabrik, atap aluminium juga diambil,” ungkap Irham.

Dirinya sudah melapor ke pihak-pihak terkait. Seperti pabrik yang masih aktif di sekitar wilayah PT KBS. Misal PT KIE dan Pupuk Kaltim bahkan kepolisian agar dilakukan tindakan, namun belum ada tindak lanjut.

“Saya pernah menceritakan kejadian ini di sosial media. Ada beberapa orang yang komen kalau saya tidak perlu ikut campur. Justru saya diteror,” jelasnya.

Irham berharap pihak berwajib di sekitar Loktuan seperti polisi sektor atau Bhabinkamtibmas Loktuan, bisa mengedukasi warga. Area pabrik PT KBS itu wilayah industri yang tidak boleh dimasuki oleh orang luar. Walaupun sudah tidak terpakai tidak pantas untuk mengambilnya.

“Harusnya dari pabrik-pabrik di sekitarnya juga ambil tindakan. Karena wilayah tersebut juga dekat dengan gudang Pupuk Kaltim. Takutnya mereka berani sampai sana,” pungkas Irham. (sya)

Beri Pembekalan Pengelolaan Kearsipan, Kerja keras Pemkot Bontang Berpeluang Dapatkan ANRI Award

0

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus melakukan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip.

Di samping melalui pendampingan, monitoring evaluasi dan lomba Good Archival Governance Awards (GAGAS), kali ini Pemkot Bontang melalui kerjasama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) selaku Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kota Bontang menyelenggarakan pembekalan bagi 20 orang SDM arsiparis/pengelola arsip perangkat daerah.

Kegiatan ini menggandeng dan menghadirkan narasumber dari  Yayasan Bimtek Jaya Resky serta didukung tenaga ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dilaksanakan selama 4 hari mulai 29 Januari hingga 01 Februari 2023.

Kepala BKPSDM Sudi Priyanto mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan yang dilaksanakan Pemkot Bontang dalam pengembangan SDM Aparatur khususnya di bidang kearsipan.

Konsep yang dilaksanakan adalah melalui proses pembelajaran oleh narasumber dengan memberi ruang sharing session  dalam bentuk berbagi pengetahuan, skill, atau pengalaman. Sharing session dilaksanakan oleh para pegawai arsiparis/pengelola arsip perangat daerah yang telah unggul dalam mengelola arsip, yang disampaikan kepada pegawai lainnya.

“Kita berharap dengan metode ini di samping ilmu pengetahuan juga dapat menularkan semangat dan motivasi kepada pegawai perangkat daerah lainnya sebagai motor penggerak dalam mengelola arsip, termasuk target keikutsertaan seluruh perangkat daerah pada GAGAS Award tahun 2023 ini,” beber Sudi.

Sementara, Kepala Bidang Kearsipan DPK Hapidah, SE dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas upaya yang dilaksanakan bersama BKPSDM.

Dikatakannya, tugas dan tanggungjawab dalam mengelola arsip harus didukung dengan kesiapan SDM. Baik secara kuantitas maupun kualitas, serta kelengkapan sarana prasarana dan tentu juga komitmen yang kuat dari seluruh jajaran di setiap perangkat daerah selaku unit kerasipan (UK2) bersama Unit Pengolah (UP)nya.

“Bahkan saat ini Pemerintah Kota Bontang juga sudah bersiap untuk menerapkan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau SRIKANDI, yang saat ini kami menunggu peluncuran dari ANRI. SRIKANDI ini merupakan penerapan dari arsip elektornik menuju satu data Indonesia,” bebernya.

Perwakilan ANRI Bapak Taufik Isnail mengungkapkan rasa salutnya kepada Pemkot Bontang. “Apa yang telah dilakukan dalam membangun tata kelola arsip sungguh luar biasa, dan ini memberikan peluang yang besar kepada Pemerintah Kota Bontang untuk menerima ANRI Award di tahun ini,” sebutnya.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati ini juga dirangkai dengan seremoni simbolis pemusnahan arsip BKPSDM dengan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di bawah 10 tahun.

Dalam sambutannya Sekda menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pembekalan berupa bimbingan teknis pengelolaan arsip dinamis dan pengelolaan arsip elektronik ini, sebagai wadah berkumpul untuk memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan kearsipan, sekaligus momen yang baik dalam menyatukan hati, tekad dan kebersamaan menuju Bontang yang lebih hebat dan beradab.

“Mari kita semua yang hadir di sini dapat menyimak materi yang disampaikan oleh bapak ibu narasumber. Jadikan sebagai penambah wawasan dan informasi. Semoga diskusi secara baik dan kontruktif terbangun sehingga menghasilkan ide-ide yang luar biasa dalam mewujudkan percepatan pencapaian target kinerja kita khususnya dalam bidang kearsipan,” pungkasnya. (adv)

Patroli Intensif Sasar Toko Emas, Cegah Aksi Kejahatan 3C

0
Salahsatu kegiatan patroli Polsek Bontang Selatan di toko emas. (Ist)

BONTANG – Untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Bontang Selatan intensif melaksanakan patroli dialogis.

Seperti dilakukan KSP Polsek Bontang Selatan, Aiptu Ary Setiawan bersama anggota jaga Muh Sulyadi. Melaksanakan patroli dengan sasaran meliputi  perbankan, toko emas di Pasar Berbas, dan tempat keramaian masyarakat serta objek vital lainnya di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan.

Patroli ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi kejahatan konvensional, seperti pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Kota Bontang.

”Kegiatan patroli dan sambang kamtibmas, untuk antisipasi tindak kriminal di kantor perbankan dan toko emas, agar situasi aman dan kondusif,” ungkap Aiptu Ary Setiawan.

Aiptu Ary Setiawan menyebutkan, patroli di seluruh objek vital di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan sudah dilakukan baik pagi, siang, sore, dan malam.

Di kegiatan ini juga disampaikan imbauan kamtibmas kepada pemilik, karyawan, dan petugas keamanan toko emas, agar selalu waspada guna mengantisipasi terjadinya tindak kriminal.

”Kami imbau mereka agar waspada, pastikan kamera CCTV yang terpasang dalam kondisi aktif. Jika terjadi sesuatu sesegera mungkin menghubungi kantor kepolisian terdekat,” tuturnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri mengungkapkan, polri berharap sinergitas dengan pihak toko emas dapat terjalin dengan baik.

“Segala informasi dapat segera disampaikan agar segera dapat ditindak lanjuti, sehingga bisa mencegah aksi kejahatan,” ungkapnya. (hms)

Gandeng Satpol PP, Polres Bontang Gelar Patroli Gabungan

0
Petugas gabungan dari personel Polres Bontang dan Satpol PP melakukan patroli gabungan KRYD. (ist)

BONTANG – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, petugas gabungan terdiri dari personel Polres Bontang dan Satpol PP terus melakukan patroli gabungan KRYD. Patroli ini menyasar tempat-tempat keramaian di wilayah kota Bontang, Sabtu (28/1/2023) malam.

Dipimpin Iptu Suhartanta selaku padal, petugas gabungan berpatroli dengan pusat-pusat kegiatan masyarakat dan tempat-tempat hiburan malam seperti Hotel Gembira dan Berbas Ujung (Prakla).

Di kegiatan patroli ini, petugas gabungan mengimbau kamtibmas secara humanis, kepada pengunjung agar tetap menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Bontang. Agar situasi tetap aman dan kondusif, serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui PS Kasi Humas, Iptu Mandiyono mengatakan, patroli gabungan ini merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan Polres Bontang.

“Malam ini kami melaksanakan patroli gabungan melibatkan unsur personil TNI-Polri dan Satpol PP,” kata PS Kasi Humas.

Iptu Mandiyono menambahkan, patroli gabungan yang dilaksanakan Polres Bontang bersama TNI dan Satpol PP bertujuan, untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai aksi tindak kejahatan maupun gangguan kamtibmas.

“Dilaksanakannya patroli gabungan ini diharapkan, situasi kamtibmas di kota Bontang tetap dalam keadaan aman dan kondusif. Dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,“ ungkap Iptu Mandiyono. (hms)

Naiknya Biaya Haji Karena Kapitalisasi Ibadah

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd (Pemerhati Sosial)

Kementerian Agama (Kemenag) Bontang hingga kini masih menunggu keputusan sah dari pemerintah pusat, mengenai kenaikan biaya haji pada tahun 2023 ini. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Bontang, Izzat Solihin.

Diketahui kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah diusulkan pemerintah sebesar Rp 69,1 juta untuk tahun 2023. Hal ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. (radarbontang, 25/1/2023)

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief membenarkan bahwa Arab Saudi menurunkan paket layanan haji 1444 H sekitar 30% dari harga yang mereka tetapkan tahun 2022. Menurutnya, penurunan paket haji itu juga sudah diperhitungkan dalam usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M yang disusun pemerintah.

Kemenag telah mengusulkan BPIH tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp514.888,02. Ini karena rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp98.893.909,11. Sedangkan, rerata BPIH 2022 sebesar Rp98.379.021,09.

Hilman menjelaskan,  itu terjadi karena perubahan skema prosentase komponen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dan nilai manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% BPIH dan 30% nilai manfaat.

Pada 2023 dari total BPIH Rp98.893.909, diusulkan 30% atau Rp29 juta diambil dari komponen nilai manfaat (optimalisasi) dana haji BPKH. Sedangkan, sisanya 70% atau Rp 69 juta dari uang jemaah haji. Jika jemaah sudah membayar setoran awal Rp 25 juta saat pendaftaran, maka Rp69 juta dikurangi Rp25 juta, atau Rp44 juta yang wajib dilunasi.

Kapitalisme membuat Penguasa Menjadi Pengusaha

Mahalnya biaya haji di Indonesia tidak terlepas dari sistem hidup atau ideologi yang diterapkan hari ini, yakni kapitalisme sekularisme. Dampaknya, akan memengaruhi pola pikir dan pola sikap penguasa negeri-negeri muslim. Asasnya adalah materi, standar kebahagiaannya adalah materi. Maka, pelayanan publik juga dikomersilkan, seperti pendidikan, kesehatan, bahkan ibadah haji.

Penguasa yang seharusnya menjadi pelayan rakyat, berubah menjadi pengusaha yang pertimbangannya untung rugi. Mahalnya biaya haji, misalnya, hanyalah dampak dari rantai kepentingan kapitalis dalam urusan haji.

Ibadah haji dalam pandangan kapitalisme adalah peluang bisnis dan peluang pasar yang kemudian dieksploitasi, mulai dari bisnis transportasi, perhotelan, katering, sampai jasa perizinan, termasuk jasa pembimbingan, dan lainnya yang serba komersil.

Begitu juga tentang panjangnya antrian haji. Sejak lembaga perbankan berbisnis dana talangan haji, masyarakat yang belum punya uang dengan mudah mendapatkan nomor porsi.

Sistem Islam

Dibandingkan dengan sejarah penyelenggaraan haji dalam sistem Islam. Betapa besar perhatian dan pelayanan antara kepala negara kepada jemaah haji dari berbagai negara. Mereka dilayani sebaik-baiknya sebagai tamu-tamu Allah tanpa ada unsur bisnis. Hanya untuk melayani, jauh dari konteks investasi atau mengambil keuntungan dari ibadah haji. Semua merupakan kewajiban yang harus dijalankan negara.

Ada beberapa langkah yang dilakukan Kepala Negara Islam dalam melayani jemaah haji. Pertama, Amirul Mukminin (Kepala Negara) menunjuk pejabat khusus untuk memimpin dan mengelola pelaksanaan haji dengan sebaik-baiknya. Mereka dipilh dari orang-orang bertakwa dan cakap dalam memimpin.

Kedua, jika negara harus menetapkan biaya penyelenggaraan haji, maka nilainya akan disesuaikan dengan biaya yang dibutuhkan oleh para jamaah berdasarkan jarak wilayahnya dengan Tanah Haram (Makkah-Madinah), serta akomodasi yang dibutuhkan selama pergi dan kembali dari tanah suci.

Dalam penentuannya, paradigma Negeri Islam adalah mengurus urusan jamaah haji dan umrah. Bukan paradigma bisnis, untung dan rugi. Kepala Negara Islam juga akan membuka opsi, yakni rute darat, laut, dan udara. Masing-masing dengan konsekuensi biaya yang berbeda.

Ketiga, kepala negara berhak mengatur kuota haji dan umrah. Dengan itu, keterbatasan tempat tidak menjadi kendala bagi para calon jamaah haji dan umrah. Dalam hal ini, kepala negara memperhatikan, kewajiban haji hanya berlaku sekali seumur hidup dan hanya berlaku bagi mereka yang memenuhi syarat dan berkemampuan. Bagi calon jamaah yang belum pernah haji, sedangkan sudah memenuhi syarat dan berkemampuan, maka mereka akan diprioritaskan.

Keempat, kepala negara akan menghapus visa haji dan umrah. Karena, di dalam sistem Islam, kaum Muslim berada dalam satu kesatuan wilayah. Tidak tersekat-sekat oleh batas daerah dan negara, seperti saat ini.

Seluruh jamaah haji yang berasal dari berbagai penjuru dunia Islam bisa bebas keluar masuk Makkah-Madinah tanpa visa. Mereka hanya perlu menunjukkan kartu identitas, bisa KTP atau paspor. Visa hanya berlaku untuk kaum muslim yang menjadi warga negara kafir, baik kafir harbi hukman maupun fi’lan.

Kelima, kepala negara akan membangun berbagai sarana dan prasarana untuk kelancaran, ketertiban, keamanan dan kenyamanan para jamaah haji. Dengan begitu faktor-faktor teknis yang mengganggu, atau menghalangi pelaksanaan ibadah haji dapat disingkirkan sehingga dapat tercapai.

Pada masa Khilafah Utsmaniyah, Sultan ‘Abdul Hamid II membangun sarana transportasi massal dari Istanbul, Damaskus, hingga Madinah untuk mengangkut jamaah haji yang dikenal sebagai Hijaz railway.

Sebelum Khilafah Utsmaniyah, Khalifah ‘Abbasiyyah, Harun ar-Rasyid, membangun jalur haji dari Irak hingga Hijaz (Makkah-Madinah), termasuk membangun saluran air yang menjamin jamaah haji tidak kekurangan air sepanjang perjalanan. Di masing-masing titik dibangun pos layanan umum, yang menyediakan logistik, termasuk dana zakat bagi yang kehabisan bekal.

Keenam, pada masa pandemi atau wabah, kepala negara berusaha tetap menyelenggarakan haji dengan melakukan penanganan sesuai protokol kesehatan seperti menjamin sanitasi, menjaga protokol kesehatan selama pelaksanaan haji, pemberian vaksin bagi para jamaah haji, sarana kesehatan yang memadai, juga tenaga medis yang memadai.

Kepala Negara tidak akan menutup pelaksanaan ibadah haji, tetapi akan melakukan 3T (testing, tracing, treatment/pengetesan, pelacakan dan perlakuan) sesuai protokol kesehatan pada warga.

Mereka yang terbukti sakit akan dirawat sampai sembuh. Mereka yang sehat tetap diizinkan beribadah haji. Menutup pelaksanaan haji dan umrah adalah tindakan yang keliru karena menghalangi orang yang akan beribadah ke Baitullah.

Prinsip Pelayanan

Semua aktivitas itu dilakukan dengan prinsip ri’ayah (pelayanan), bukan bersifat komersil atau mengambil keuntungan dari jamaah. Berbeda dengan hari ini. Pengurusan haji diurus oleh negara masing-masing tanpa ada kesatuan pelayanan karena tiada kesatuan kepemimpinan. Akibatnya, sering muncul konflik kepentingan seperti pembagian kuota, komersialisasi hotel, tiket, katering, dan lainnya.

Maka, penjagaan terhadap rukun Islam dan aturan lainnya secara sempurna akan terjadi dalam Sistem Islam yang merupakan kepemimpinan umum kaum muslim yang menerapkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh dunia.

Wallahualam

Manasik Haji Sepanjang Tahun 2022, Siapa yang Boleh Ikut?

0
Salahsatu manasik haji yang pernah diadakan di Kemenag Bontang. (ist)

BONTANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bontang selalu membantu persiapan para jamaah haji sebelum keberangkatan. Salahsatu bekal utama yang diberikan, jauh sebelum keberangkatan adalah manasik haji.

Diungkapkan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Najamuddin Tamini, Kemenag selalu mengadakan manasik haji jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Bahkan terhitung 1 tahun sebelum keberangkatan, manasik sudah rutin digelar.

Seperti persiapan Kemenag Bontang untuk keberangkatan jamaah haji tahun 2023 ini. Kemenag sudah mengadakan manasik sepanjang tahun 2022 kemarin.

“Yang bisa ikut manasik haji di sepanjang tahun 2022, hanya jamaah yang sudah diestimasi akan berangkat tahun 2023 dan 2024,” ungkap Najamuddin saat diwawancara Radarbontang.com beberapa waktu lalu.

Disebutkannya, kepastian keberangkatan jamaah haji lantaran sesuai daftar tunggu. Dari daftar tunggu tersebut dapat dipastikan siapa saja yang bakal berangkat ke tanah suci tahun 2023 dan 2024 mendatang.

Tak cukup pelaksanaan manasik sepanjang tahun 2022, bahkan mendekati waktu keberangkatan, para jamaah akan kembali mengikuti manasik.

“Nanti pas dekat waktu berangkat jamaah akan ikut manasik lagi. Sebagai pemantapan sebelum bertolak ke tanah suci,” bebernya.

Sekedar informasi, mengutip dari Kumparan.com disebutkan manasik haji adalah sebuah praktik pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Dalam kegiatan ini, calon jemaah haji akan dilatih tentang tata cara pelaksanaan haji yang akan ditunaikan. Mulai dari rukun, persyaratan, wajib, sunnah haji maupun hal-hal yang dilarang selama pelaksanaan haji.

Dijelaskan dalam buku Panduan Pintar Haji & Umrah terbitan Qultum Media, umumnya manasik dilakukan 8-12 minggu sebelum keberangkatan, dan biasanya dipandu oleh ustad, ustadzah, dan muthowif (pemandu). Pelaksanaan manasik bertujuan membantu calon jemaah memahami tata cara dan alur ibadah haji sebelum melakukan haji sebenarnya.

Selain itu, para jemaah juga akan mempelajari budaya, bahasa, dan kondisi alam di Arab Saudi. Dengan begitu, kecil kemungkinan ibadah haji yang dilakukannya akan rusak atau batal, sehingga tidak perlu lagi mengulangi di musim haji berikutnya. Karenanya, sangat dianjurkan sekali bagi calon jemaah untuk mengikuti manasik haji. (al)