Beranda blog Halaman 1065

Lomba Pemilahan Sampah Antar RT Ditutup, Lurah Satimpo: Cegah Banjir akibat Sampah!

0

BONTANG – Kegiatan Lomba pemilahan sampah antar RT se-Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur, resmi ditutup Lurah Satimpo Maryono. Jum’at (26/8) di Sekretariat Bank Sampah Ceria Jalan Kamboja RT 24. Lomba yang dilaksanakan mulai 22 – 26 Agustus 2022 ini diikuti 11 RT yakni mulai RT 13 sampai RT 25.

Hadir Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Satimpo, Babinsa, Perwakilan dari DLH, CSR PT Badak NGL, dan RT yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini serta pengurus Bank Sampah Ceria.

Lurah Satimpo Maryono menuturkan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah, memberi kesadaran kepada masayarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

“Ini juga merupakan terobosan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau, serta salah satu bentuk dari mencegah terjadinya banjir akibat sampah,” ungkapnya Lurah Maryono.

Lebih lanjut Lurah Maryono, RT yang berpartisipasi pada awalnya dalam kegiatan ini adalah sebanyak 13 RT yaitu RT 13 – 25, akan tetapi di tengah perjalanan ada 2 RT yang mengundurkan diri yaitu RT 15 dan 19. “Di karenakan pada saat jadwal penyetoran pilah sampah tidak ada warganya yang mengumpulkan ke Bank Sampah Ceria jadi dianggap gugur,” jelas Maryono.

Usai menyerahkan hadiah ke para pemenang, Lurah Maryono mengucap terima kasih kepada Bank Sampah CERIA yang merupakan mitra Kelurahan Satimpo yang tergabung dalam program Salin Swara Badak NGL, yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Terima kasih juga kepada CSR Badak NGL yang turut berpartisipasi dan membantu terlaksananya kegiatan ini sebagai bentuk dari implementasi Inovasi Kelurahan yaitu BANK SARIA (Bank SAmpah ceRIA) dan SANDARAN HATI (peruSahAaN baDAk NGL beRsinergi dengAN keluraHAn saTImpo), dan selamat kepada para pemenang pada kegiatan Pilah Sampah ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut dari CSR PT Badak NGL menyerahkan drum tempat sampah secara simbolis yang diterima oleh Ketua Forum RT Kelurahan Satimpo Djoko Witono, dimana nantinya drum tempat sampah ini akan dibagikan ke RT. (mk)

Berikut pemenang lomba Pemilahan Sampah tingkat RT se-Kelurahan Satimpo

  • Juara favorit – RT 20
  • Juara 1 – RT 24
  • Juara 2 – RT 22
  • Juara 3 – RT 23
  • Harapan 1 – RT 21
  • Harapan 2 – RT 18
  • Harapan 3 – RT 14

Terus Tingkatkan Disiplin Masyarakat, Personel Polsek Bontang Barat Laksanakan Patroli dan Pembagian Masker

0

BONTANG– Dalam upaya mendisiplinkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan, Polsek Bontang Barat tidak henti-hentinya melaksanakan patroli pembagian masker, serta mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Pada Jumat (26 /8/2022), dipimpin KSPK Polsek Bontang Barat Aipda Saiful Anas,  personel Polsek Bontang Barat melaksanakan patroli dengan sasaran Terminal Bus Km 6, areal pertokoan, warung, dan tempat yang sering menimbulkan kerumunan warga.

Kapolsek Bontang Barat Iptu Muh. Yazid mengatakan, pihaknya terus meningkatkan patroli dan pembagian masker kepada masyarakat dalam rangka mendisiplinkan penerapan prokes dalam mencegah dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Kami terus membagikan masker kepada warga yang kami dapati tidak memakai masker saat berada di tempat umum,” kata Yazid.

Oleh karenanya, selama patroli pihaknya tak segan menegur dan mengarahkan agar warga memakai masker dengan baik dan benar. Terutama saat beraktivitas di luar rumah, sehingga masker berfungsi sebagai mana mestinya.

Selain itu, pada masa PPKM Level 1 ini, personel  Polsek Bontang Barat juga mengimbau warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan 5M. Hal ini  sebagai upaya untuk menekan kasus  Covid-19 di Bontang.

“Kami terus mengimbau warga untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan. Harapan kita warga mempunyai kesadaran masing masing, karena untuk mengubah kabiasaan warga tidaklah mudah. Kadang warga yang kurang disiplin langsung kami tegur, dan juga kita mengimbau saat berkomunikasi atau bersosialisasi dengan warga lainnya untuk menggunakan masker dengan baik dan benar,” ujarnya.

Ditambahkan pula, selain mengedukasi tentang kewajiban bermasker dan jaga jarak, anggota Polsek Bontang Barat juga terus mengimbau warga tetap menjalankan pola hidup sehat di dalam menerapkan protokol kesehatan. (hms)

Ketua DPRD Minta Maksimalkan Serap Aspirasi Selama Masa Reses

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam berharap masa reses menjadi momentum yang tepat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Hal itu disampaikan Andi Fais, sapaan akrabnya, usai 25 anggota DPRD Bontang menggelar reses beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, politisi Golkar ini ingin saat menyerap aspirasi itu rekan-rekannya menyampaikan juga capaian-capaian kerja lembaga legislatif selama masa sidang.

Lebih tepatnya, kata Andi Fais sebagai momentum bagi wakil rakyat untuk menyampaikan yang sudah dilakukan legislator selama masa kerja ketiga tahun 2022. Sekaligus untuk sampaikan aspirasi konstituen.

“Lebih baik usulan yang diajukan masyarakat di setiap daerah dapil dicatat kebutuhannya masing-masing, karena itu juga akan dilaporkan dalam paripurna,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika usulan itu terbilang prioritas dan mendesak, maka pihaknya segera menyampaikan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti.

“Reses adalah sarana penyerapan aspirasi masyarakat yang nantinya akan disampaikan melalui pembahasan di internal dewan dan ditindaklanjuti dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Sejak digelar pada 18-19 Agustus lalu, kini aspirasi yang sudah diperoleh dalam pertemuan dengan konstituen akan menjadi laporan setiap anggota legislatif dalam masa sidang ke-3 tahun 2022. (adv)

Berikan Rasa Aman, Polsek Muara Badak Monitoring Vaksinasi Booster di Puskesmas

0

BONTANG– Polsek Muara Badak melaksanakan patroli monitoring pengamanan vaksinasi massal Covid-19 dosis 1, 2, dan 3  (booster) dalam rangka Program Percepatan Vaksinasi Nasional yang dilaksanakan di  Puskesmas Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Jumat (26/8/2022).

Sasaran vaksinasi kali ini adalah warga lanjut usia atau lansia. Kapolsek Muara Badak Iptu Yoshimata J.S. Manggala mengatakan, pengamanan kali ini merupakan upaya Polri khususnya Polsek Muara Badak, untuk memberikan rasa aman selama  vaksinasi dilangsungkan.

“Kami mengimbau juga kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin. Diharapkan masyarakat yang datang bisa mengikuti  vaksinasi dan selalu mengutamakan protokol kesehatan. Baik saat ini dan saat berada di lingkungan masyarakat,” ujar Kapolsek.

Iptu Yoshimata menambahkan, pihaknya terus mengimbau warga yang divaksin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sehingga kegiatan berjalan lancar selama vaksinasi berlangsung. (hms)

Harga Telur Ayam di Bontang Sentuh Rp 65 Ribu Per Piring

0
Harga telur di Bontang naik sejak awal Agustus ini. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Sejak awal Agustus harga telur di Bontang terus merangkak naik. Pantauan mediakaltim.com di dua pasar, Taman Citra Loktuan dan Taman Rawa Indah (Tamrin), harga telur kini berada di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per piring tergantung ukuran.

Erza salah satu pedagang telur di Pasar Taman Citra Loktuan mengatakan, dia kini menjual Rp 60 ribu satu piring (isi 30 butir) untuk ukuran sedang, sedangkan ukuran besar mencapai Rp 65 ribu. “Sudah naik awal bulan Agustus,” kata Erza, saat ditemui Jumat (26/7/2022). Erza menambahkan harga telur sebelumnya Rp 55 ribu untuk ukuran sedang dan Rp 57 ribu per piring untuk ukuran besar.

Saat ditanya, Ezra mengaku tak tahu penyebab kenaikan. Yang pasti, menurut penyuplai, kondisi ini akibat berkurangnya stok telur yang didapat. “Dari penyuplai katanya sedikit telurnya,” tambahnya.

Pedagang lain, Mutmainah menyebutkan, kenaikan harga jual telur ayam berlangsung sejak pekan lalu. Dia kini menjual telur Rp 60 ribu satu piring berisi 30 butir.

“Sudah seminggu ini. Pasokan telur ada yang dari Surabaya dan Sulawesi,” kata Mutmainah.

Sementara di Taman Rawa Indah (Tamrin), menurut Murni, dia menjual telur Rp 60 sampai Rp 65 ribu, dari sebelumnya Rp 55 ribu per piring. “Naiknya karena dari (harga) pakannya  naik juga,” sebutnya.

Pedagang lain, Nasir menyebut kenaikan harga terjadi dari distributor. “Pasokannya dari Surabaya. Telur ayamnya juga diblok (ditahan) di kandang-kandang,” jelasnya.

Akibat adanya kenaikan harga, tambah Nasir, pengiriman telur dari Surabaya juga dikurangi. “Stok sih, permintaan sudah dikurangi. Karena sepi juga harga terlalu tinggi. Selama harga naik ini, permintaan dari konsumen menurun,” terang Nasir.

Kenaikan harga telur sangat dirasakan dampaknya oleh konsumen. “Dirasakan sekali. Soalnya telur kebutuhan harian yang dikonsumsi. Apalagi kebutuhan protein yang gampang dicari. Kalau bisa distabilkan lagi harganya,” kata seorang pembeli bernama Risma. (yah)

Komisi II Pertanyakan Kenaikan Tarif Layanan di RSUD Taman Husada

0
Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam

BONTANG – Tarif layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang mengalami kenaikan sejak 17 Mei 2022 lalu. Kenaikan tersebut pun dipertanyakan Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam. Menurutnya, kenaikan tersebut harus diperjelas, agar tidak menimbulkan konflik di kalangan masyarakat.

Selain itu, Ia pun mempertanyakan apakah kenaikan tarif pelayanan di RSUD sudah masuk dalam persetujuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Nah ini harus diperjelas apakah kenaikan ini ditanggung BPJS atau tidak. Karena dari laporan yang saya terima, mereka pakai BPJS mandiri munculah itu pembayaran. Apakah biaya di luar pelayanan itu ditanggung BPJS atau tidak,” tanya Rustam saat rapat bersama pihak manajemen RSUD beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Taman Husada Bontang Suhardi menjelaskan, pemberlakuan tarif tersebut hanya untuk poli pelayanan yang baru buka dan belum memiliki tarif. Totalnya ada 13 poli pelayanan baru. Sementara untuk pelayanan lama tarifnya masih sama .

Selain itu, Ia menjelaskan ada sekitar 90 persen pasien di RSUD menggunakan asuransi BPJS. Pelayanan dengan jaminan BPJS itu dijelaskan Suhardi bahwa BPJS membayar kepada rumah sakit dengan menggunakan sistem paket.

“Ketika pasien sakit kelamin misalnya. Itu di BPJS sudah punya paket, misalkan biaya perawatan paket dari BPJS untuk perawatan itu Rp 100 juta. kalau misalkan kita rawat pasien itu sampe sembuh ternyata habisnya Rp 2 juta, maka kami di bayar selanjutnya tetap 100 juta, jadi tidak berpengaruh,” bebernya.

Tarif BPJS tersebut dijelaskan merupakan Case Based Groups atau biasa disebut disebut Tarif INA-CBG’s yang merupakan besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit.

“Dulu tarif di Indonesia Diagnosis Related Group (DRG) sekarang menjadi Case Based Groups/CBGs untuk pelayanan di Rumah Sakit,” jelasnya.

Diketahui, Diagnostic Related Group’s adalah sistem pemberian imbalan jasa pelayanan pada PPK yang ditetapkan berdasarkan pengelompokan diagnose, tanpa memperhatikan jumlah tindakan/pelayanan yang diberikan.

Konsep ini dikembangankan di Amerika Serikat pada peserta program Medicare dan Medicaid, melalui suatu studi yang diselenggarakan oleh Yale University pada tahun 1984. Tujuan penerapan DRG’s adalah untuk upaya pengendalian biaya dan menjaga mutu pelayanan.

System Diagnose Related Group (DRG system) merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dengan melihat diagnosis penyakit yang dialami pasien.

Sejak tahun 2008, Indonesia telah membayar rumah sakit yang melayani program Jamkesmas dengan sistem pembayaran prospektif yang dikemas dalam bentuk DRG (Diagnosis-Related Group).

Sistem ini berlanjut ditahun 2014 melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. BPJS Kesehatan akan membayar Rumah sakit berdasarkan besaran yang sudah ditetapkan sesuai dengan diagnosa pasien dengan sistem Ina CBG’s (Case Based Group) yang di atur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 440/MENKES/SK/XII/2012 tentang tarif rumah sakit berdasarkan INDONESIA Case Based Groups (INA-CBGs) .

Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) dianggap lebih universal, dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan local dan Intelectual Property (IP) bisa dimiliki. Melalui INA-CBGs dapat terbaca oleh kode ICD 10 dan ICD 9 dengan mudah karena menggunakan 5 digit yang terdiri dari alphabet dan numerik yang ekuivalen dengan kode ICD 10 untuk diagnosa (14.500 kode) dan ICD 9 untuk prosedur/tindakan (7.500 kode) yang dikelompokkan menjadi 1077 kode CBG (789 rawat inap dan 288 rawat jalan). Adapun tarif INA- CBG’s meliputi: (Kemenkes, 2012)

  1. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 1
  2. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 2
  3. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 3
  4. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 4
  5. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 5
  6. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit umum rujukan nasional

Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit khusus rujukan nasional (Kemenkes, 2012). (adv)

Tips Cerdas Budidaya Tanaman Minim Modal Tanpa Khawatir Gagal Panen

0

JAKARTA – Kondisi anomali cuaca pada musim kemarau membuat produktivitas petani menurun signifikan. Untuk mendorong kualitas hasil panen dengan modal minimal, penting bagi petani memastikan pupuk yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam webinar ‘PKT Menyapa Petani: Cerdas Budidaya Tanaman Lewat Pemupukan Berimbang’ yang digelar Pupuk Kaltim (PKT), penyuluh petani Rudy Prambudi mengatakan tidak sedikit petani yang mengeluhkan hasil panen tidak maksimal. Hal ini karena mereka kurang memahami cara pemupukan yang tepat.

“Akibatnya, tak sedikit petani gagal panen karena ledakan hama dan penyakit. Demi menyiasati hal tersebut, penting menyesuaikan kebutuhan dari tanaman yang ada maupun status hara dalam tanah agar petani tak hanya bisa mendapatkan keuntungan, tapi dapat mengefisiensikan waktu, tenaga, juga biaya,” jelas Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

Lebih lanjut dia merinci langkah penerapan pemupukan berimbang, di antaranya:

Memperhatikan Karakteristik Jenis Tanah

Menurut Rudy, kadar pH di tiap tanah tidak sama. Karena itu, penting memeriksa terlebih dahulu pH tanah dengan apa yang ingin kita tanam. Salah satunya menggunakan dolomit. Dengan melakukan penyesuaian tersebut, maka kualitas hasil tanaman diharapkan bisa lebih baik.

Di samping itu, tanah juga memiliki berbagai jenis, seperti tanah berpasir, tanah hitam, dan tanah berbatu. Agar hasil tanaman bisa bagus, dia menyarankan petani untuk memperhatikan kondisi tanah dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

“Jenis sayuran, buah semangka, dan melon memiliki karakteristik akar yang lemah. Karena itu, penanamannya tidak bisa dilakukan di tanah keras melainkan di tanah lembut dan berpasir,” jelas Rudy

Tidak Langsung Mengobati Daun yang Kuning

Seringkali, petani melakukan pengobatan ekstra saat tanaman mulai terkena hama. Padahal, semakin banyak obat yang digunakan tidak menjamin hama akan hilang.

Dikatakan Rudy, ada dosis obat tertentu yang perlu diperhatikan. Bahkan pengobatan seharusnya dilakukan sejak awal sebagai langkah antisipasi.

“Ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan petani saat penyemprotan, yakni setelah hujan turun. Hal ini mengingat virus berkembang cukup cepat saat hujan. Maka dari itu, penyemprotan penting dilakukan segera,” ungkap Rudy.

Menyiasati Trik Pemupukan

Rudy memaparkan setiap pupuk memiliki karakteristik masing-masing yang berbeda antara satu sama lain. Pupuk yang bersifat slow release bisa dijadikan pupuk dasar karena tahan lama di tanah, tanpa harus diberikan di tengah-tengah penanaman. Dengan begitu, petani bisa hemat dan bisa sekali bekerja sampai nanti pascapanen.

Sebagai salah satu produk unggulan dan idola para petani, NPK Pelangi dari PKT dinilainya bisa menjadi jawaban untuk memberikan hasil yang maksima. Sebab pupuk ini memiliki kandungan yang lengkap, dari mulai Nitrogen (N), Phospat (P) dan Kalium (K).

Diformulasikan dengan sangat fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan, pupuk ini terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Langkah tersebut telah ditempuh oleh salah satu petani milenial di Jember bernama Iqbal Abipraya.

Menurut Iqbal pemupukan berimbang yang diterapkan dapat memberikan keuntungan karena hasil panen melimpah, namun tetap hemat biaya.

“Saat panen pertama, saya melihat hasil yang jauh berbeda dibanding menggunakan pupuk lainnya. Karena sifat NPK Pelangi sebagai pupuk majemuk slow release, ketersediaan pupuk dalam tanah selalu ada dan sangat bagus untuk pertumbuhan daun, batang dan buah tanaman, sehingga buah semangka pun lebih besar. Untuk satu kali masa tanam, saya bisa panen rata-rata antara 35-40 ton per hektar dari sebelumnya maksimal 30 ton per hektare,” jelasnya.

Di sisi lain, Staf SVP Transformasi Bisnis PKT menjelaskan Pupuk Kaltim terus berupaya mendukung ekosistem pertanian kondusif, dengan mendorong produktivitas petani melalui program pemberdayaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Salah satunya yakni program Makmur yang diinisiasi PKT sejak tahun 2020.

“Berdasarkan studi yang dilakukan, petani Indonesia dihadapkan oleh sejumlah tantangan, diantaranya minimnya akses permodalan, kurangnya fasilitas sarana produksi, pemahaman terhadap kebutuhan pasar, hingga jaminan pasar untuk beberapa komoditas utama. Karena itu, sejak awal Program Makmur dijalankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus dorong kesejahteraan petani melalui pendekatan menyeluruh, dari mulai kemudahan akses modal dan sarana pertanian hingga pendampingan dan edukasi. Kami berharap hadirnya Makmur tidak hanya untuk jawab tantangan produktivitas pertanian tetapi juga menjamin pertanian berkelanjutan,” jelas Yusva.

Dalam praktiknya, dia mengungkapkan program Makmur terus mengintegrasikan mekanisme pertanian dan teknologi pertanian. Misalnya saja melalui peralatan pertanian modern (combine harvester, transplanter), penyemprotan pestisida menggunakan drone, hingga penerapan aplikasi i-Farm (geo tagging kepada petani dan cara budidaya). Dengan begitu, diharapkan kemajuan pertanian bisa semakin terwujud. (rls)

Babinsa Koramil 0908-03/Anggana Hadiri Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan dan Udang untuk Nelayan

0

BONTANG – Babinsa Koramil 03/Anggana Sertu Cuncun menghadiri  penyerahan bantuan alat penangkapan ikan dan udang kepada nelayan Desa Sepatin Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (26/8/2022).

Bantuan itu berupa jaring ikan dan jaring godrong yang bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Hulu Mahakam untuk para nelayan Desa Sepatin.

Bantuan secara simbolis diberikan kepada perwakilan nelayan Desa Sepatin. Rasa senang sekaligus bahagia terpancar dari wajah para nelayan atas bantuan yang diberikan.

Disela-sela pendampingannya, Babinsa Desa Sepatin Sertu Cuncun  berpesan kepada para nelayan agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang telah didapatkan tersebut.

“Ini bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah dan PT Pertamina Hulu Mahakam kepada para nelayan, karena itu kami harap bantuan jaring ikan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutur Sertu Cuncun.

Ia juga menyampaikan, dengan adanya bantuan alat itu, maka diharapkan kedepannya masyarakat khususnya nelayan dapat meningkatkan perekonomian mereka.

“Semoga dengan adanya bantuan itu, ekonomi masyarakat khususnya nelayan dapat semakin meningkat,”pungkas Babinsa. (Pendim Btg)

Mengenal Belogo Olahraga Tradisional Kutai

0
Masyarakat Guntung memainkan oltras belogo di kawasan rumah adat Kutai Guntung. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Permainan tradisional atau olahraga tradisional (oltras) saat ini masih jarang dilirik. Permainan tradisional banyak dimainkan hanya di wilayah-wilayah atau daerah tertentu. Seperti permainan tradisional atau olahraga tradisional logo atau belogo yang masih dimainkan dan dilombakan.

Warga Kutai di Kampung adat Guntung, di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang masih memainkan berlogo. Belogo biasa dimainkan secara beregu 3 orang, namun bisa juga dimainkan sendiri dalam perlombaan atau kompetisi.

Oltras belogo memiliki alat yang terdiri dari stik (campa, dalam istilah Oltras), logo yang berbentuk segitiga bagian atasnya sedikit cekung ke dalam, dan 3 anak sasaran yang masing-masing disebut sasaran 1 (kawe), sasaran 2 (tengah) dan sasaran 3 (bela).

Salah satu pemain Oltras Belogo yang ada di Guntung, Heri, menjelaskan, belogo dimainkan baik sebagai permainan hiburan maupun dalam perlombaan. “Namanya logo yang terbuat dari tempurung kelapa. Permainannya dengan cara beregu atau perorangan dengan masing-masing satu logo satu pemain,” kata Heri saat bermain belogo di kawasan rumah adat Kutai, Guntung, Kamis (25/8/2022).

Permainan belogo dimainkan dengan mencari poin tertinggi. Dalam permainannya per-regu 3 orang, masing-masing orang akan menyasar sasaran. Pemain pertama membidik sasaran ke-3, pemain ke dua membidik sasaran ke-dua dan pemain ketiga membidik sasaran ke satu.

Perlengkapan alat belogo yang dimainkan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

“Dalam hal poin, pemain akan mendapatkan satu poin dalam membidik sasaran, kalau sasaran dapat dikenakan dari garis start (awal) poinnya menjadi dua setiap satu sasaran yang dibidik,” cerita Heri bersama satu rekannya.

Para pemain yang memainkan belogo biasanya diberikan tiga kali percobaan membidik. Ada juga yang menggunakan batas waktu dalam membidik dengan lama 5-10 menit. Namun, penggunaan waktu jarang digunakan. “Biasanya tiga kali jalan. Walaupun per regu atau perorangan. Itu tiga kali. Hitung-hitungan poin,” katanya.

Oltras belogo dimainkan orang Kutai, namun ada juga di daerah lain seperti orang Banjar yang memainkan.  Heri yang sudah sekitar 15 tahun memainkan belogo. Dirinya juga pernah masuk dalam lembaga pengurus adat.

“Kalau pengurus biasanya mengurusi olahraga tradisional seperti belogo, sumpit, gasing yang masuk oltras,” sebutnya.

Permainan belogo saat ini hampir sama di semua wilayah di Kaltim, namun ada perbedaan bentuk di beberapa daerah seperti di Banjar. “Satu Indonesia beda-beda bentuk logonya. Waktu kita ke Banjar beda, dari tempurung mereka ada lapis ban. Agak besar (bentuk logo) mereka. Sasarannya juga bisa sampai 100 meter. Kalau kita ini 20 meter dari start (awal),” jelas Heri.

Logo yang terbuat dari tempurung kelapa, sedangkan stik (campa) terbuat dari bambu, kayu atau ulin. Untuk ukuran disesuaikan dengan pemilik stik (campa). “Untuk panjang tidak ditentukan. Sesuai selera pemilik. Ada yang suka stik pendek atau stik panjang,” papar Heri.

Oltras belogo sering diperlombakan se-Kaltim seperti dari Kota Bontang, Kutim, Samarinda, Kutai Barat, dan Tenggarong.  “Anak-anak muda juga sangat antusias dalam memainkan oltras belogo,” katanya.

Cerita yang dirinya ketahui dari orang tua dulu saat memainkan belogo dari bambu. Namun untuk saat ini sudah ada dimodifikasi. “Kalau dulu menggunakan bambu, kalau saat ini sudah dimodifikasi. Sudah didesain sesuai keinginan hingga dicat,” cerita Heri.

Belogo sendiri harus disiapkan pemukul (campa) dan logo yang berbentuk segitiga. “Ada bentuknya, tapi disesuaikan juga dengan tempat permainan belogo,” tambah Heri.

Dahulu nama sasaran masih menggunakan nama tradisional. Namun saat ini untuk perlombaan atau saat diperlombakan, namanya hanya menggunakan sasaran 1, sasaran 2 dan sasaran 3. “Yang lama masih menggunakan nama tradisional, tapi saat ini namanya hanya sasaran,” pungkas Heri. (yah)

Wawali Bontang Terima BKN Award 2022, Kepala BKN: Terima Kasih Atas Dedikasi dan Pelayanannya

0

BONTANG– Sebagai wujud apresiasi dan terima kasih atas layanan kepegawaian yang diberikan oleh instansi pemerintah, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan Anugrah BKN Award Tahun 2022 kepada Pemerintah Kota Bontang.

Penghargaan prestisius ini diberikan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Bima Haria Wibisana kepada Wakil Wali Kota Bontang Hj Najirah, SE didampingi Kepala BKPSDM Kota Bontang Bapak Sudi Priyanto, di aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (25/8/2022).

Pada kesempatan tersebut Pemkot Bontang berhasil meraih 2 Kategori Penghargaan BKN Award 2022 sekaligus, yaitu kategori Penilaian Kompetensi dan Implementasi Manajemen ASN terbaik.

Penghargaan ini diberikan bagi Instansi Pemerintah yang dinilai telah berhasil melaksanakan penyelenggaraan manajemen ASN di lingkupnya masing-masing, mulai dari aspek pengadaan, proses bisnis kepegawaian, manajemen kinerja, penerapan Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK), sampai dengan pemanfaatan layanan digital ASN.

Untuk kategori Instansi Pemerintah yang dinilai meliputi Instansi Pusat, yakni terdiri dari Kementerian dan Lembaga Negara/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK); dan Instansi Daerah yang terdiri dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, serta Pemerintah Kota. Adapun penilaian BKN Award 2022 dibagi menjadi 3 kategori. Pertama, kategori utama berupa Implementasi Manajemen ASN Terbaik. Kedua, kategori elemen implementasi manajemen ASN dan pemanfaatan sistem informasi yang mencakup Perencanaan Kebutuhan dan Mutasi Kepegawaian; Penilaian Kompetensi; Implementasi Penerapan Manajemen Kinerja; Penerapan Pemanfaatan Data – Sistem Informasi dan CAT. Ketiga, kategori special mention yakni Pilot Project SIASN; dan Komitmen Peningkatan Pelayanan Kepegawaian BKN.

Kegiatan yang dirangkai dengan FGD Implementasi Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya ini, juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Balikpapan yang bersamaan menerima BKN Award kategori Spesial Mention Komitmen Peningkatan Pelayanan Kepegawaian, serta para Kepala BKPSDM/BKPP/BKD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.

Dalam pengarahannya, Bima Haria Wibisana mengatakan pentingnya mengubah pola pikir, dan pola tindak dalam berkinerja untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Lakukan adaptasi, inovasi dan kreasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan yang sangat cepat. Sehingga birokrasi yang adaptif dapat dipercepat pembangunannya untuk mengikuti perubahan dan perkembangan zaman. “Perkembangan teknologi dan perubahan paradigma masyarakat dengan literasi digital yang tinggi serta kebutuhan perubahan birokrasi dan administrasi pemerintahan yang ramping dan ideal, menuntut adanya penyusunan sistem kerja bagi pegawai agar semakin efisien dan efektif,” ujar Bima. Ditambahkan pula bahwa tuntutan penyediaan layanan yang cepat, profesional, juga menjadi ekspektasi masyarakat dan harus menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyampaikan rasa bangga, terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak sehingga Pemkot Bontang tahun ini mendapat penghargaan BKN Award Tahun 2022. Ini bukti pengakuan secara nasional bahwa SDM Aparatur di Kota Bontang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang mumpuni. Ini menjadi aset yang sangat penting dalam memajukan Kota Bontang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan SDM Aparatur yang andal ini, kita optimistis mampu mewujudkan Visi Kota Bontang yang hebat dan beradab, melalui pengelolaan potensi dan kearifan lokal secara optimal. Khusus kepada BKPSDM Bontang, ini menjadi motivasi untuk terus bekerja secara andal dan profesional dalam memberikan pelayanan kepegawaian dan pengembangan SDM Aparatur,” kata Najirah.

Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM) Kota Bontang Sudi Priyanto yang turut mengikuti kegiatan, menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian layanan kepegawaian dan pengembangan SDM aparatur. “Arahan dan bimbingan Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada kami, telah menguatkan tekad dan semangat kami untuk terus berbenah memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan tugas,” kata Sudi.

Dia melanjutkan, ucapan terima kasih juga ditujukan pada Sekda, Asisten, staf ahli, Kepala dan pengelola kepegawaian perangkat daerah serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bontang yang telah bahu membahu bekerja sama meningkatkan kualitas dalam mengimplementasikan manajemen ASN sesuai dengan amanat perundang-undangan, yang telah menempatkan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BKN yang telah membimbing dan membina kami, sehingga secara bertahap kami dapat melakukan kemajuan dalam kualitas penerapan manajemen ASN di lingkungan Pemkot Bontang,” tegasnya. (adv)