Beranda blog Halaman 1064

Dilaporkan Warga Loktuan, Dishub Cek Penyebab PJU Mati

0
Analin Dishub saat melakukan pengecekan PJU di Jalan Slamet Riyadi. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang melaksanakan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Loktuan, Rabu (01/02/23) kemarin.

Perbaikan dimulai dengan pengecekan kondisi PJU terlebih dahulu. Kemudian setelah mendapatkan hasil analisa, dilakukan perbaikan sesuai kondisi kerusakan.

“Lampu penerangan di Jalan Slamet Riyadi sering bermasalah, jadi kami cek dulu. Apakah lampunya atau ada korsleting di listriknya,” beber Suhanda,  Analisis Lalu Lintas Dishub saat diwawancara Radarbontang.com di lapangan.

Dikatakan Suhanda, timnya melakukan pengecekan sebanyak 14 tiang listrik.

“Ini kami cek 14 tiang listrik dulu, karena kwh tiang yang lain itu berbeda. Kami akan lakukan lagi nanti untuk sementara 14 ini dulu,” ujarnya.

PJU tidak bisa asal langsung ganti, karena sia-sia jika melakukan pergantian tapi tidak dicek terlebih dahulu apa yang sebenarnya bermasalah.

“Pengecekan rutin itu memang ada. Tapi kali ini kami lakukan karena banyak laporan warga, bahwa lampu penerangan sekitar Jalan Slamet Riyadi mati,” pungkasnya. (sya)

Pembuat Ricuh di Café BSD Berulah di Jakarta

0
Pelaku dalam kondisi diborgol oleh pihak keamanan mall. (screenshoot)

BONTANG – Seorang pemuda yang pernah berbuat ricuh di sebuah café di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) beberapa waktu lalu kembali berulah. Bukan di Bontang, kali ini di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kuningan, Jakarta.

Informasi dikumpulkan Radarbontang.com dari instagram pegawai stand mobil bernama Karantina Wulan, serta beberapa potongan video pendek.

Diceritakan Wulan, kronologi kejadian bermula Senin (29/1/2023) sore, pelaku datang ke stand mobil dan mengatakan ingin membeli mobil. Diketahui pelaku juga sudah melakukan test drive. Namun setelah itu justru pembicaraan pelaku semakin tidak jelas.

“Ngomongnya kurang baik dan ngelantur. Di luar konteks. Disudahi dengan baik-baik terus pelaku pulang,” ujarnya.

Keesokan harinya pelaku datang kembali. Meminta untuk test drive lagi, namun diminta menunggu oleh pegawai stand mobil karena harus mengantre dengan pengunjung yang lain.

Berikutnya, pembicaraan pelaku kembali tak jelas. Tidak digubris oleh sales, pelaku tidak terima lalu membunyikan klakson mobil dengan lama.

“Karena menganggu pengunjung dealer dan mall dia ditegur baik-baik. Justru malah memukul yang menegur,” ungkap Wulan.

Kemudian terjadilah kericuhan. Pelaku merusak properti stand mobil, bersitegang dengan pengunjung yang lain, menendang dan memukul sales, hingga meludah berkali-kali ke orang-orang sekitar.

“Pengunjung yang geram menyerahkan ke pihak keamanan mall,” katanya.

Dari potongan video pendek terlihat pelaku diborgol oleh pihak keamanan.  Dalam kondisi diborgol pelaku masih sempat meludah ke salahsatu petugas keamanan. (al)

 

PMK Terkendali, Hewan Ternak Boleh Masuk Bontang, Ini Syaratnya!

0
Ilustrasi hewan ternak. (ist)

BONTANG –Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalimantan Timur semakin terkendali. Tak ayal, hewan-hewan ternak dari daerah zona merah PMK sudah mulai diperbolehkan masuk ke Kaltim.

Menjawab kebolehan tersebut, Drh Riyono, Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan Hewan di Puskeswan Bontang menunjukkan surat bernomor 524.3/271/KH, dari Dinas Peternakan dan Kesehatan (DPK) Provinsi Kaltim.

Di dalam surat tersebut dijelaskan secara detil dasar-dasar dibolehkannya hewan ternak masuk ke Kaltim. Diperbolehkan dengan beragam syarat yang harus dipenuhi.

“Alhamdulillah, di Bontang PMK sudah sangat terkendali, karena hewan dari Pulau Jawa yang masuk juga harus memenuhi beberapa prosedur untuk menghindari tertularnya PMK,” jelas Riyono.

Dipaparkan dalam surat tersebut, dasar diperbolehkannya hewan ternak masuk ke Kaltim yaitu, surat edaran Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) nomor 8 tahun 2022 tanggal 16 Desember 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan PMK dan Produk Hewan Rentan PMK Berbasis Kewilayahan.

Ditambah dengan Surat Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur nomor 524/3105/KH/12/2022 tanggal 05 Desember 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan PMK, dan dalam upaya memenuhi kebutuhan pasokan daging ruminansia dan babi segar.

Maka, pemasukan Hewan Rentan PMK (HRP) untuk ke Kalimantan Timur dari zona merah dapat diperkenankan, namun dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. HRP telah menerima vaksinasi PMK dua kali dosis.
  2. HRP menunjukkan hasil NEGATIF uji laboratorium untuk setiap hewan (100%) yang dilalulintaskan menggunakan metode RT-PCR dengan waktu pengujian maksimal 1 (satu) minggu sebelum keberangkatan. Pengambilan sampel melalui metode pooling test, yakni 1 (satu) sampel per 10 ekor sapi/kerbau dan 1 (satu) sampel per 20 ekor kambing atau babi.
  3. Ternak sapi dan kerbau wajib terpasang eartag Secure QR Code.
  4. Setiap hewan wajib dikenakan tindakan karantina 14 hari di INSTALASI KARANTINA HEWAN oleh pejabat karantina hewan berwenang.
  5. HRP yang masuk ke Kaltim dan terinfeksi virus PMK, maka HRP tersebut harus dilakukan pemotongan bersyarat tanpa ada kompensasi dari Pemerintah.
  6. Pelaku usaha dilarang memasukkan HRP ke Kab. Zona kuning (Kab. Kutai Timur, Berau dan Mahakam Ulu)
  7. Untuk mencegah penyebaran Lumpy Skin Disease (LSD), pemasukan HRP yang berasal dari pulau jawa diperkenankan hanya ternak kambing.
  8. Pelaku usaha harus melampirkan rencana distribusi ternak (nama, alamat lengkap dan nomor telepon/HP) dan bersedia menerima kunjungan petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur guna melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaan. (sya)

Hampir Sebulan Pasar Telihan Gelap Gulita, Ini Penyebabnya!

0
Lampu penerangan di Pasar Telihan belum menyala karena alat belum datang. (ist)

BONTANG – Teknisi Listrik Pasar Taman Telihan, Ismail menginformasikan, alat yang dibutuhkan untuk perbaikan instalasi listrik belum juga datang sampai saat ini. Hal itu mengakibatkan sebagian area Pasar Telihan masih gelap gulita hampir sebulan lamanya.

Sejak awal dipesan, diperkirakan alat tersebut tiba hanya membutuhkan waktu 2 Minggu. Nyatanya belum juga tiba sampai saat ini.

“Bagian ekspedisi barang itu sudah saya hubungi. Katanya posisi masih di Balikpapan barangnya. Memang ada kendala pengiriman menurut penjelasan pihak ekspedisi,” beber Ismail.

Sembari menunggu alat datang, Ismail mencarikan solusi sementara. Solusi yang dilakukannya adalah dengan membuat sistem jumper. Dengan sistem ini lampu-lampu penerangan di area lorong dalam gedung pasar bisa menyala.

“Dengan sistem jumper hanya bagian dalam yang bisa nyala. Yang luar belum bisa,” katanya.

Dirinya tidak berani menggunakan sistem jumper untuk penerangan area luar pasar, lantaran takut terjadi apa-apa. Karena sistem ini tidak bisa dipaksakan untuk lebih banyak lagi lampu penerangan.

Diinformasikan sebelumnya, sebagian area Pasar Taman Telihan gelap gulita akibat mati listrik. Perbaikan belum bisa dilakukan lantaran masih menunggu alat yang rusak datang.

Teknisi Listrik Pasar Taman Telihan, Ismail menjelaskan kalau kondisi mati listrik itu terjadi tepat, Jumat (6/1/2023) lalu.

“Area yang gelap yaitu di lorong gedung dan jalan masuk keluar pasar. Seluruh lampu tidak bisa nyala karena aliran listrik terputus,” beber Ismail. (al)

 

Belum Ada Solusi, Jembatan Kilometer 5 Sudah 3 Kali Amblas

0
Amblasnya salahsatu bagian jembatan kilometer 5, Selasa (31/1/2023) malam. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG –  Kejadian amblasnya jembatan di Kilometer 5, Jalan Poros Bontang – Samarinda rupanya bukan sekali ini terjadi. Terhitung sudah 3 kali jembatan kilometer 5 tersebut amblas beberapa waktu terakhir ini. Hal itu disampaikan Budi, Pelaksana Proyek perbaikan jalan di kilometer 5.

Budi membeberkan, amblasnya salahsatu bagian jembatan yang mengakibatkan truk sawit terperosok, Selasa (31/1/2023) malam merupakan kejadian ketiga kalinya. Sebelum peristiwa itu, jembatan tersebut sudah 2 kali mengalami amblas.

“Saya hanya diminta tolong oleh Dinas PU Provinsi Kaltim untuk mencarikan solusi sementara jembatan tersebut,” ujar Budi kepada Radarbontang.com, Rabu (1/2/2023) dini hari.

Dijelaskannya, jembatan kilometer 5 tersebut sebenarnya hanya jembatan sementara, dalam artian jembatan darurat. Dinas PU Bontang yang meminjamkan jembatan tersebut untuk mengatasi terputusnya akses jalan di area tersebut.

Lantaran jembatan sementara, maka kemampuannya terbatas. Kapasitas jembatan hanya mampu dilintasi kendaraan dengan bobot maksimal 10 ton.

“Tau sendiri kan truk-truk yang melintas bobotnya berapa ton? Wajar kalau jembatan tersebut sering amblas,” ungkapnya.

Dikatakannya, alas jembatan tersebut terbuat dari potongan-potongan plat baja. Rentannya jembatan itu bukan pada alasnya, namun pada rangka penopang alasnya.

“Plat bajanya kuat saja. Rangka plat baja itu yang gak kuat. Sering patah saat dilintasi kendaraan di atas bobot 10 ton,” bebernya.

Upaya yang dilakukan Budi sampai saat ini sifatnya hanya pertolongan sementara. Mencarikan plat baja yang lebih tebal atau memperbaiki rangka-rangka alas plat yang patah.

“Sudah ketiga kalinya saya perbaiki jembatan ini,” pungkasnya. (al)

IRT Simpan Sabu 1 Bal, Diringkus Polisi di Rumahnya Perum Disnaker

0
Tersangka ditahan di Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Narkoba tak hanya menjangkiti anak muda, tetapi semua kalangan. Buktinya, ada seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang kedapatan membawa sabu.

Seorang IRT berinisial WD (46) diringkus Tim Satresnarkoba Polres Bontang di rumahnya, di Perumahan Disnaker, Gunung Telihan, Selasa (31/1/2023) pukul 16.00 Wita.

WD ditangkap bersama barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1 bal atau 47 gram.

Kapolres Bontang AKBP, Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba, Iptu M Yazid mengatakan, polisi menemukan 3 bungkus sabu di rumah tersangka. Dua bungkus disimpan di dalam dompet yang berada di atas kasur, dan satu lagi di dalam kamar mandi.

“Penangkapan dilakukan atas laporan dari masyarakat, yang menyebutkan bahwa lokasi itu sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Tersangka juga sudah lama diintai oleh polisi,” kata Kasat Resnarkoba.

Saat digeledah ditemukan barang bukti lain seperti handphone, dua buah dompet, sedotan runcing, plastik klip, pipet kaca, timbangan digital, dan uang tunai Rp 450 ribu.

“Kami masih mendalami dari mana sabunya itu, dan sejak kapan tersangka terlibat dengan narkoba,” ujarnya.

“Tersangka dijerat pasal 112 ayat (2) atau 114 juncto UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)

Mobil Avanza Tabrak Pot Pembatas Jalan, Diduga Rem Blong

0
Para pengguna jalan membantu evakuasi mobil avanza. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Slamet Riyadi, Rabu (1/2/2023) tepatnya di depan Toko Rifdah. Sebuah mobil avanza menabrak pot pembatas jalan sekira pukul 10.30 Wita.

Berdasarkan keterangan saksi mata, mobil yang dikendarai pria usia sekira 50 tahunan itu melaju kencang ke arah perempatan lampu merah Loktuan. Lantaran menghindari mobil lain yang sedang parkir di bahu jalan, mobil itu tak terkendali hingga menabrak pot pembatas jalan.

“Terlalu laju bawanya. Menghindari mobil parkir terus nabrak ke pembatas jalan,” beber Erni menceritakan kronologis kejadian yang dilihatnya.

Saksi mata yang lain, Hadi mengungkapkan bahwa dirinya mendengar kalau rem mobil berwarna putih itu dalam kondisi blong, sehingga tak bisa dikendalikan.

“Saya dengar remnya blong, makanya laju tak terkendali,” ujarnya.

Dari pengamatan Radarbontang.com di lapangan, tak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Pengendara mobil dipastikan dalam kondisi baik-baik saja.

Hanya bagian depan sebelah kanan mobil yang ringsek akibat menabrak pot. Pot pembatas jalan itupun hancur berantakan.

Saat peristiwa tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Para pengguna jalan yang melintas membantu evakuasi mobil avanza tersebut.

Beberapa pengguna jalan mendorong mobil turun dari pot pembatas jalan yang ditabrak. Membantu mendorong ke sisi bahu jalan sebelah kiri. (sya)

Breaking News: Truk Sawit Terperosok, Macet Parah sampai Simpang 3 Sangatta

0
Bagian jembatan kilometer 5 yang amblas. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Truk colt diesel bermuatan sawit terperosok di jembatan kilometer 5, Selasa (31/1/2023) malam sekira pukul 22.00 Wita. Kejadian tersebut mengakibatkan lalu lintas macet parah.

Kapolsek Teluk Pandan, Ipda Rinto Christianto Simanjuntak SH menjelaskan kronologis kejadian. Truk muatan sawit tersebut terperosok akibat salahsatu bagian jembatan kondisinya amblas.

Truk terperosok sekira pukul 22.00 Wita. Pukul 24.00 Wita truk baru bisa dievakuasi. “Truk dievakuasi dengan cara ditarik oleh truk tanki. Muatannya diturunkan dulu, baru bisa ditarik,” ujar Ipda Rinto.

Akibat kejadian tersebut, lalu lintas di sekitar kilometer 5 mengalami macet parah. Dari pantauan Radarbontang.com, macetnya kendaraan ini terlihat dari jembatan hingga kawasan Simpang 3 Sangatta. “Harus sabar kalau mau melintas jembatan. Karena bergantian dengan arah sebaliknya,” katanya.

Bahkan dikatakannya, sejak kejadian terperosoknya truk sawit itu, masih ada lagi beberapa kendaraan yang juga terperosok saat melintas.

Dikatakan Ipda Rinto, amblasnya jembatan tersebut sudah sejak pagi. Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada dinas terkait, namun belum ada tindakan.

“Tapi malam ini katanya akan dicarikan solusi. Dicarikan plat untuk menambal sementara bagian jembatan yang amblas,” ungkapnya. (al)

Kapolres Tegaskan Berita Penculikan Anak di Bontang Hoaks

0
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya meminta agar warga Bontang tetap wasapada kepada anak-anaknya. (ist)

BONTANG – Informasi penculikan anak ramai beredar di media sosial, serta jadi perbincangan warga Bontang. Hal ini membuat resah warga Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya memastikan, kabar-kabar yang beredar terkait penculikan anak di Bontang itu adalah informasi sesat alias hoaks.

Melalui video singkat, kapolres meminta masyarakat Bontang agar waspada, ”Terkait pemberitaan penculikan anak di Kota Bontang adalah berita hoaks, namun saya mengajak warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan kepada anak-anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusep berharap agar para orang tua yang memiliki anak kecil tidak lalai. Mengajari anak untuk tidak percaya dengan orang yang baru dikenal.

Hingga kini kepolisian tidak menerimasatupun  laporan adanya penculikan anak. Masyarakat juga diminta untuk tidak cepat percaya dengan informasi yang diterima.

Masyarakat diharapkan dapat bekerjasama, jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan masing-masing, agar segera melaporkannya ke polisi.

“Sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan, dan  jangan takut melapor untuk menghindari terjadinya tindak kriminal,” pungkas Yusep. (sya)

DPK Raih Akreditasi A dari Perpusnas RI

0
DPK raih akreditasi A. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Di awal tahun 2023 ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang mendapatkan reakreditasi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) untuk lima tahun ke depan.

Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febryaryanti mengungkapkan, Perpusnas RI telah melakukan penilaian langsung ke DPK Bontang, sebelum memberikan nilai akreditasi.

Penilaian yang dilakukan seputar SDM, sarana dan prasarana, koleksi buku, perkembangan kunjungan, hingga inovasi. “Semua dinilai oleh Perpusnas RI secara langsung,” kata Retno, Selasa (31/1/2023).

Retno menambahkan, dengan nilai akreditasi  A yang diperoleh DPK Bontang, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi pemustaka.

“Dengan nilai A, artinya kami telah memberikan layanan terbaik bagi pemustaka. Sehingga pemustaka semakin merasa bangga dan senang ke perpustakaan,” jelasnya.

Retno menambahkan, dari hasil akreditasi itu berarti DPK telah sesuai dengan standar perpustakaan yang laik dikunjungi. “Kalau bisa tetap dipertahankan akreditasi. Karena pemustaka harus selalu dibuatkan inovasi baik untuk literasi dan kepuasan pelayanan,” katanya.

DPK juga mendapatkan panji penghargaan juara 1 perpustakaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur, dan juara 2 bidang tata kelola kearsipan tingkat Provinsi Kalimantan Timur. (yah)