Beranda blog Halaman 1073

PD Salimah Bontang Gelar Webinar Keluarga bersama Cahyadi Takariawan

0

BONTANG – ‘Menjaga Ketahanan Keluarga, Mempertahankan Sampai ke Surga’ adalah tema yang diangkat dalam Webinar Keluarga yang diselenggarakan Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bontang, Minggu (7/8/2022), pukul 16.00 -18.20.

Webinar yang digelar melalui zoom ini diikuti 206 peserta terdiri dari pengurus PD Salimah dan Pimpinan Cabang Salimah Kota Bontang serta masyarakat umum.

Ketua PD Salimah Kota Bontang, Mutmainnah,S.Pd.Aud dalam sambutannya menuturkan bahwa tujuan dilaksanakan webinar ini adalah upaya agar terwujudnya ketahanan keluarga .

“Ketahanan keluarga menjadi sesuatu yang amat penting agar perjalanan keluarga bisa berlangsung sebagaimana yang diharapkan. Baik harapan orang yang berusaha membangun kehidupan keluarga, keluarga besarnya maupun masyarakat sekitarnya,” bebernya.

Selain itu Mutmainnah juga menyampaikan beberapa program unggulan Salimah Kota Bontang. Di antaranya adalah Baitul Quran Salimah (BQS), Sekolah Pranikah Salimah (Serasi) dan kegiatan yang merupakan wujud kepedulian pada perempuan, anak dan keluarga.

Webinar ini menghadirkan narasumber nasional, Cahyadi Takariawan. Cahyadi adalah sosok yang telah menulis 60 judul buku dan seorang konsultan keluarga serta seorang trainer.

Dalam paparannya narasumber yang biasa disapa dengan Pak Cah ini menyampaikan tiga hal yang menjadi kunci untuk menjaga ketahanan keluarga hingga ke Surga.

Yang pertama mengokohkan Relasi Suami Istri. Cara mengokohkan relasi suami istri ini  dengan jalan memahami hakikat relasi kepemimpinan, belajar terkait relasi kelekatan, merenungkan dan menerapkan tentang relasi yang melegakan dan siap untuk menjalin relasi kesenangan.

Kunci ketahanan yang kedua adalah Perbaiki Kualitas Diri. Perbaikan kualitas diri berawal dari upaya seorang suami dan istri  untuk memposisikan diri sebagai suami/istri yang terbaik untuk pasangannya dan selalu berakhlak yang baik pada sangannya.

Kunci yang ketiga  yaitu Merawat Cinta Hingga Surga melalui fokus melihat kebaikan pasangan, saling memberikan yang terbaik untuk pasangan, menghindari saling mengkritik, saling memberi hadiah pada moment tertentu,dan menyempatkan waktu untuk berbagi cerita serta saling menguatkan dalam ibadah.

Peserta webinar nampak  antusias menyimak paparan narasumber, ada banyak pertanyaan yang diajukan melalui kolom chat. Jawaban yang diberikan Pak Cah pun cukup menyetak kesadaran peserta bahwa ternyata cukup sederhana untuk memulai menjaga ketahanan salah satunya saling memberikan yang terbaik untuk pasangan demi kebaikan bersama. (rls/hms)

Koramil 03/Anggana Himbau Warga Pasang Bendera Jelang HUT RI

0

BONTANG – Untuk menyambut Hari Kemerdekaan Ke-77 Republik Indonesia, anggota Koramil 0908-03/Anggana bersama Polsek dan Pemerintah Kecamatan Anggana, dengan menggunakan mobil patroli berkeliling memberi himbauan kepada masyarakat agar memasang bendera Merah Putih atau umbul-umbul, Senin (8/8/2022).

Upaya yang dilakukan anggota Koramil 03/Anggana bersama Polsek dan Pemerintah Kecamatan ini untuk mengingatkan warga agar memasang bendera Merah Putih di depan rumah, kios dan sekolah.

Danrami 03/Anggana Kapten Inf Leonardo mengatakan, personel selalu bersinergi untuk menghimbau masyarakat agar mengibarkan bendera Merah Putih atau hiasan lain untuk memeriahkan HUT Ke-77 RI agar lebih semarak.

“Selain itu sebagai bentuk kecintaan kita terhadap bangsa dan negara agar generasi muda atau generasi penerus tidak lupa pada sejarah dan generasi penerus lebih mencintai bangsa dan negara serta mempunyai jiwa patriotisme serta rela berkorban demi NKRI,” kata Kapten Inf Leonardo. (Pendim Btg)

Taman Nasional Kutai; Kawasan Konservasi yang Harus Dilindungi

0
Arif Suliyono, Koordinator Polhut TNK. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Taman Nasional Kutai (TNK) Kalimantan Timur yang masuk wilayah Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, masuk dalam kawasan konservasi hutan.

Berdasar data Balai Kantor Taman Nasional Kutai, luasan kawasan TNK seluas 192.709,55 hektare. Dalam perjalanannya, Kawasan Taman Nasional Kutai yang telah di SK-kan dengan nomor SK 4194/ Menhut VII/ KUH/ 2014, pada tahun 2014 ini, ada kawasan yang menjadi kawasan area penggunaan lain (APL).

Sedangkan dalam luasan TNK yang saat ini sebagai bagian konservasi, ada luasan yang menjadi wilayah Open Area (areal yang masih ada gangguan dari aktivitas yang tidak seharusnya).

“Ada sebanyak 29.749,62 hektare Open Area. Ini yang menjadi masih ada aktivitas gangguan di TNK,” kata Djumadi, fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), saat ditemui Senin (8/8/2022).

Dalam perjalanannya, TNK berubah luas wilayahnya yang dimulai pada 1957 dengan luasan 200.000 hektare, pada tahun 1995 menyusut menjadi 198.629 hektare hingga pada 2014 ditetapkan menjadi Taman Nasional Kutai dengan luasan 192.709,55 hektare, sesuai dengan keputusan Menteri Kehutanan tanggal 10 Juni 2014.

Adapun, wilayah area penggunaan lainnya (APL) yang menyusutkan wilayah TNK telah diatur sesuai dengan aturan daerah yang masuk dalam wilayah APL masing-masing.

Dalam hal, Open Area yang dimaksudkan masih ada kegiatan yang dianggap mengganggu area TNK yang seharusnya tidak dilakukan aktivitas.

Peta Luasan kawasan Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

“Yang disebut Open Area yakni masih ada banyak aktivitas. Sebut saja yang ada tanda di peta yakni areal sumur, areal pemukiman, penguasaan lahan, areal sawah, areal sawit, dan areal tambak,” jelas Djumadi.

Perjalanan penamaan, tambah Djumadi, dari masa ke masa berbeda-beda. Pada tahun 1934 penamaannya yakni Hutan Cadangan Wildreservaat Koetai. Pada tahun 1936 penetapan Wildreservaat Koetai. Pada tahun 1957 bernama Suaka Marga Satwa Kutai. Dan pada tahun 1995 penunjukan dan perubahan fungsi suaka marga satwa menjadi Taman Nasional Kutai. Hingga pada tahun 2014 penetapan Taman Nasional Kutai dengan luasan 192.709,55 hektare.

Untuk kawasan TNK ini, berbagai macam flora dan fauna dimiliki, seperti satwa prioritas yakni orang utan, bekantan, beruang, hingga banteng yang hampir punah jenis bos javanicus. Adapun jenis tanaman yakni pohon ulin dan pohon meranti yang menjadi tanaman khas TNK.

Djumadi mengatakan, ketika sedang melakukan patroli atau pengawasan, sering menemukan alat jerat hewan. “Jika ada menemukan itu, kita musnahkan. Kalau sering ketemu itu pemburu burung, namun kita edukasi,” paparnya.

Sementara, dari Polisi Hutan Taman Nasional Kutai rutin melakukan pencegahan dan penanganan dalam pelanggaran dengan melakukan patroli.

Arif Suliyono, Koordinator perlindungan dan keamanan atau Koordinator Polisi Hutan, mengatakan, dirinya rutin melaksanakan patroli wilayah di TNK dengan cara preventif, persuasif dan refresif. Pencegahan ini dilakukan untuk menghindari tindak pidana hutan (Tipihut).

Dirinya menjelaskan, sosialisasi  peraturan dimaksudkan agar masyarakat paham dengan aturan yang ada. “Beberapa Undang-undang kita berikan informasi, seperti UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,” jelas Arif saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/8/2022).

Arif juga menjelaskan dalam kaitannya, dengan pencegahan dan pengamanan pada saat patroli memberikan edukasi kepada masyarakat. Adapun ketika Arif mendapatkan pelanggaran masih akan menanyakan apa motifnya dan apakah mengetahui aturan yang ada.

“Dengan melakukan pendekatan teguran pertama, kedua teguran dengan tertulis dengan pencegahan. Kecuali hal-hal yang tidak bisa ditoleransi yang masuk dalam ranah hukum,” papar Arif.

Pihaknya juga menggandeng masyarakat dengan membuat pemberdayaan masyarakat dengan membentuk masyarakat mitra Polhut.

“Masyarakat mitra Polhut kita punya 30 orang. Masyarakat yang kita bentuk dan memberikan pelatihan kepada mereka,” katanya.

Selama 2022, Arif mengaku telah melakukan pengamanan terhadap 1 kasus ilegal loging yang diduga terjadi di kawasan TNK, dimana berkasnya telah dilimpahkan ke Balai Gakkum KLHK wilayah Kalimantan.

Arif mengimbau kepada masyarakat agar menghindari kegiatan yang bersifat ilegal di TNK. Dimana TNK ini memiliki manfaat untuk kelangsungan hidup bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Jangan hanya dipandang dari nilai materi, namun lihat bagaimana manfaatnya yang lebih besar bagi kelangsungan hidup terutama bagi masyarakat sekitar. Bagaimana kita sama-sama menjaga kawasan,” tandanya. (yah)

Pemeliharaan Rutin, Sebagian Loktuan Mati Listrik 3 Jam

0
Aliran listrik di salah satu wilayah Loktuan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Pemadaman listrik akan dilakukan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bontang di wilayah Loktuan dan sekitar, Senin (8/8/2022) hari ini.  Pemadaman berlangsung hingga lebih kurang tiga jam, yaitu mulai pukul 09.00 Wita hingga 12.00 Wita.

Manajer ULP PLN Bontang, Imam Saryoga menjelaskan pemadaman akan dilakukan di wilayah sekitar Loktuan dan Selambai. Ini dilakukan untuk pemeliharaan rutin dan untuk pemasangan cover trafo di 15 titik.

“Pekerjaan pemeliharaan untuk peningkatan keandalan. Jadi ada target operasi hari ini ada 15 titik pemasangan cover, di 15 titik di sisi tegangan 20 ribu Volt,” jelas Imam Saryoga kepada Mediakaltim.com, Senin (8/8/2022).

Imam mengatakan, pemasangan 15 titik ini berada di Loktuan dan Selambai yang akan dilakukan pemadaman dan tidak dilakukan di keseluruhan wilayah Loktuan.

“Di daerah Selambai. Kalau untuk keseluruhan Loktuan tidak padam semua, hanya di bagian arah ujung pelabuhan,” kata Imam. Pemeliharaan ini tambahnya, memang rutin dilakukan ULP PLN Kota Bontang. (yah)

Launching dan Lokakarya ShareEdu Indonesia (Bagian 1)

0

Catatan: Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLp (Direktur Pelaksana Yayasan RK Salsabila dan Penulis)

Platform pendidikan nasional yang efektif untuk mewujudkan generasi emas, merupakan tema yang diangkat dalam kegiatan akbar pendidikan ini yang diketua oleh Shohibul Qisom

Seperti kita ketahui bahwa kebutuhan digitalisasi dalam dunia pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dan tak semata mengejar ketertinggalan, ini mungkin cara paling efektif yang untuk kita melompat lebih tinggi (Mendikbudristek).

Plafon pendidikan nasional berbasis teknologi merupakan salah satu strategi utama dalam program Merdeka belajar (Kepala Pusdatin Kemendikbudristek RI).

Seperti kita ketahui bahwa 10 strategi utama program Merdeka Belajar yakni menerapkan kolaborasi dan pembinaan antar sekolah di semua jenjang, memperbaiki kurikulum nasional dengan menyederhanakan konten materi dan fokus pada literasi numerisasi dan pengembangan karakter, peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah, meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan distribusi yang merata, mendorong pendidikan vokasi, penyederhanaan mekanisme akreditasi dan memberikan otonomi daerah dalam pendidikan, membangun plafon pendidikan nasional yang berbasis teknologi, keberadaan sekolah harus diperbanyak dan membentuk pendidikan kelas dunia.

Indonesia pada 2045 adalah momentum bersejarah mengapa demikian pada saat itu Indonesia genap berusia 100 tahun atau 1 abad Indonesia. Inilah yang menjadi salah satu alasan munculnya ide wacana dan gagasan Generasi Emas 2045. Dengan capaian yang menakjubkan yakni Indonesia memiliki kecerdasan yang komprehensif yakni produksi dan inovasi, sehat menyehatkan dalam interaksi alamnya dan damai dalam interaksi sosialnya dan berkarakter yang kuat peradaban unggul.

Generasi Emas tidak lahir dengan sendirinya melainkan keluarga yang dibentuk dari pendidikan yang mantap diarahkan oleh elit bangsa yang memiliki suri tauladan yang baik. (Bersambung…)

Youth City Changer Angkat Tema Kolaborasi Komunitas Anak Muda

0

BONTANG – Youth City Changer (YCC) yang mengusung tema kolaborasi komunitas muda kota secara resmi dibuka Minggu (7/8/22) di Gedung Youth Center Kota Padang Provinsi Sumatra Barat. Hadir beberapa perwakilan Kota Bontang, yaitu Kahar Muzakir (CEO Borneos.co dan Bonjek), Rezky Sarmina Dewi (Founder Teras Cinta Yatim Bontang), dan Arif Rahman (Dinas Kominfo Bontang).

Kegiatan dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Dia memaparkan mengenai game changer of city yaitu mengubah kota dengan berbagai macam inovasi yang mengandalkan komunitas muda.

“Pada 2030 mendatang akan terdapat sebanyak 65 persen penduduk Indonesia yang terdiri dari usia produktif, yaitu anak muda. Karena itu, penting sekali untuk memanfaatkan inovasi komunitas anak-anak muda,” ucap Bima.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria mengatakan tantangan dan strategi nasional dalam pembangunan dapat diatasi dengan membuka wawasan dan mindset, mempunyai kegigihan, perbandingan best pratice vs future practice serta membuat inovasi dengan kondisi sekarang berbanding inovasi masa depan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan semangat untuk mengubah kota dari hal kecil. “Inovasi masyarakat jangan terlalu banyak dicampuri oleh negara agar menghindari masalah konflik kepentingan. Setiap kota harus mempunyai ruang publik dengan konsep dan kreatif yang berbeda dari masing masing kota,” ucapnya.

Ridwan juga mengatakan kota harus mempunyai komunitas atau organisasi yang dapat menasihati wali kota terkait inovasi dan kreatif dalam membangun kota. “Saat ini yang sudah punya komunitas tersebut adalah Solo, Medan dan Sukabumi. Jadi, ketika membangun ekonomi kreatif harus membuat event yang berkelanjutan minimal berjalan di atas 5 tahun agar sustainable,” sambungnya.

Tidak hanya membentuk komunitas, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam kesempatan tersebut juga berharap masyarakat melalui generasi muda dapat membangun inovasi bisnis berdasarkan produktif, rencana, dan teknologi.

“Saat ini Kemendag mempunyai inovasi perjanjian terkait export dengan 0 (nol) pajak. Harapannya, Indonesia yang berada di Rangking 16 ekonomi digital di dunia akan naik menjadi ranking 10 di 2045 dan hal  ini akan dicapai oleh komunitas muda,” pungkas Zulkifli. (kmf-arif/lusy)

Simpan Sabu di Tembok Rumah, Polisi Tangkap 4 Warga MT Haryono

0

BONTANG– Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bontang Utara menangkap 4 pelaku penyalahgunaan narkotika. Dari keempat pelaku satu diantaranya adalah perempuan yakni SNH. Sementara MMA, ADH, dan SR  ditangkap pada Sabtu (6/8/2022)  pukul 15.00 Wita di Jalan MT Haryono, Kelurahan Api-api Kecamatan Bontang Utara.

Dalam penangkapan kali ini, Personel Unit Reskrim Polsek Bontang Utara menyita barang bukti 2 plastik klip kecil sabu, 1  buah HP merek Redmi warna hitam, alat isap sabu atau bong terbuat dari botol minuman, sedotan, dan korek api.

Plt Kasi Humas Polres Bontang Iptu Mandiyono mengatakan, penangkapan dilakukan atas laporan dari Bhabinkhamtibmas Kelurahan Api-api yang melaporkan dugaan penggunaan sabu-sabu di wilayah mereka.

“Unit reskrim Polsek Bontang Utara langsung mengecek dan mendatangi rumah terduga. Begitu tiba, kami melihat dua laki-laki di dalam rumah. Kami mendapati satu bong, korek api gas dan sendok terbuat dari potongan sedotan,” terang Iptu Mandiyono, Minggu (7/8/2022).

Saat tengah memeriksa rumah, polisi kembali mengamankan seorang perempuan dan pria yang dicurigai mengonsumsi sabu.

“Satu plastik klip kecil diduga narkotika ditemukan di sela tembok rumah dan satu plastik kecil ditemukan di dalam casing HP milik perempuan (SNH),” jelas Mandiyono.

Keduanya lantas dibawa ke Polsek Bontang Utara. Keempat pelaku diancam dengan Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 112 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (yah)

Cegah Aksi Kriminalitas dan Gangguan Kamtibmas, Samapta Polres Laksanakan Patroli Malam Minggu

0

BONTANG – Untuk mencegah dan mengantisipasi gangguan kamtibmas, Samapta Polres Bontang  menggelar patroli Sabtu (8/8/2022) malam. Patroli yang dipimpin Kasubnit Dalmas 1 Aiptu Anton Syaudani menyasar objek vital, seperti kantor perbankan, SPBU, perbelanjaan Ramayana dan tempat-tempat keramaian serta daerah rawan gangguan kamtibmas.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Parastiya SH, SIK, MH melalui Kasat Samapta AKP Widodo SH mengatakan, kegiatan patroli malam Minggu bertujuan untuk mencegah dan mengantisipasi timbulnya aksi kejahatan dan  gangguan kamtibmas.

”Untuk malam Minggu kami terus meningkatkan patroli guna memberikan rasa aman. Selain itu untuk mengantisipasi aksi kriminalitas dan rawan gangguan kamtibmas,” kata AKP Widodo.

Dia mengatakan, selain melaksanakan patrol, personel Samapta Polres mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta menghimbau menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Dengan patroli malam Minggu kami berharap situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bontang tetap aman dan kondusif, serta masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (hms)

Turnamen Voli Dandim Cup Ditutup, Tim PKT Jadi Jawara

0

BONTANG – Turnamen bola voli bertajuk “Dandim Cup 2022” berakhir, Minggu (7/8/2022) malam. Tim PT PKT berhasil menjadi juara setelah menaklukkan tim PT Pama dengan skor akhir 3-0 pada babak final. Sementara juara ketiga diraih tim voli PT Badak NGL dan posisi keempat diraih tim voli Kuda Putih.

Turnamen yang digelar di lapangan voli Makodim 0908/BTG Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara itu, ditutup Dandim 0908/BTG Letkol Inf Priyo Handoyo.

Dalam sambutannya, Dandim mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara, para pelatih, ofisial tim, serta peserta yang telah melaksanakan tugas dengan baik dalam turnamen kali ini sehingga berjalan dengan lancar.

“Kepada pemenang akan dikirim ke Samarinda untuk tanding berkelanjutan melawan pemenang dari Berau, PPU (Penajam Paser Utara), dan daerah lainnya yang berada di Kalimantan Timur,” ucap Dandim.

Dalam kesempatan itu, Dandim turut menyerahkan hadiah kepada pemenang. Hadiah berupa piala, piagam, dan uang pembinaan. Turut hadir para Danramil dan perwira Kodim 0908/BTG. (Pendim Btg)

Peringati HUT ke-19, PPAD Bontang Gelar Syukuran

0

BONTANG– Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) DPC Bontang, menggelar syukuran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19.

Mengangkat tema “Persatuan TNI AD Memperkokoh Persatuan untuk Kemakmuran Bangsa”, syukuran digelar di Lamin Makodim 0908/BTG, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (6/8/2022).

Dalam sambutannya, Ketua PPAD DPC Bontang, Kapten Purn Supriyadi mengatakan, hingga saat ini, PPAD tetap eksis dan kuat dalam mengelola organisasi. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang telah mendukung syukuran PPAD hingga berjalan lancar dan sukses.

Sementara itu, Dandim 0908/BTG, Letkol Inf Priyo Handoyo menyampaikan, PPAD Bontang adalah salah satu komponen yang diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan daerah. Sebagai organisasi, kata Dandim, PPAD memiliki tugas yang mulia, yakni menghimpun dan membina anggotanya untuk berpartisipasi mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“PPAD berperan serta menyusun pembangunan nasional. Memelihara stabilitas nasional, dan meningkatkan ketahanan nasional,” terang Dandim.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang Basri Rase mengharapkan, PPAD tetap semangat dan eksis. Apalagi dalam waktu dekat, warga Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan. Basri percaya, PPAD tetap memiliki semangat juang untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Indonesia, kata Basri, dulunya sudah terlalu banyak menghadapi cobaan. Banyak pihak yang berusaha memecah belah bangsa. Namun sebagai warga negara yang baik, dirinya berharap semua komponen tetap semangat dalam menjaga keharmonisan. Apalagi Indonesia merupakan negara yang makmur dan subur.

“Terima kasih kepada unsur yang ada dalam PPAD. Yang selalu membantu menjalankan visi misi saya tanpa pandang suku, ras, dan agama,” tandas Basri.

Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dandim kepada Kopral (Purn) Basri. Dilanjutkan foto bersama, hiburan, dan ramah tamah. Turut hadir dalam acara tersebut, Wadanden Aehanud 002/ABC Kapten Arh Nasar Rokiansyah, Arif, Manajer Security Badak LNG Heri Setya Kusdiantara, perwakilan Polres Bontang AKP Widodo, Danramil 0908-01/Loktuan Kapten Inf Niko Kattani, serta anggota PPAD DPC Bontang beserta keluarga. (Pendim Btg)