Beranda blog Halaman 1118

Tingkatkan dan Kembangkan Wisata, Pemkot Gelar Bimtek Kelompok Sadar Wisata

0
Bimtek Pokdarwis bersama Kadispar Kaltim di Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar)  melaksanakan Bimtek Kelompok Sadar Wisata  (Pokdarwis) untuk menciptakan destinasi wisata di Bontang. Bimtek digelar pada Kamis (3/11/2022) di ruang rapat Kantor Dispopar Bontang.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Bontang, Sarifah Nurul Hidayati mengatakan, perkembangan pariwisata dari tahun ke tahun dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi.

Sarifah menyebut, pariwisata dapat memberikan efek berganda atau multiplier effect, bagi pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan semua kalangan. Untuk itu, pemerintah memperhatikan pengembangan pariwisata dengan melakukan pengelolaan secara  serius dan profesional.

“Dengan jargon pariwisata Kota Bontang, Energy of Bontang -Amazing Khatulistiwa, dan komitmen wali Kota dalam rencana aksi dengan pengembangan kompetensi ASN yang merupakan visi-misi Kota Bontang 2021-2026. Khususnya misi ke-3 yang berdaya saing dan sejahtera melalui peningkatan SDM,” kata Sarifah Nurul Hidayati.

Dia meminta seluruh camat, lurah dan kelompok sadar wisata dapat memahami sapta pesona dan menerapkan di OPD dan wilayah kerjanya masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Tentunya mereka sangat mengetahui potensi yang dimiliki sehingga bisa memetakan potensi dan menjadikan sebagai objek  wisata,” katanya.

Ditambahkan pula, masuknya Desa Wisata Kampung Malahing di Kelurahan Tanjung Laut Indah ke dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI 2022) dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diharapkan akan memotivasi desa lain di Bontang. Harapannya, di tahun 2023, peringkat yang diperoleh Kampung Malahing bisa naik menjadi peringkat  50 besar.

“Dengan prestasi ini, Kampung Malahing dapat menjadi percontohan dan memacu Pokdarwis lain untuk menjadikan wilayahnya sebagai objek wisata sebagaimana parameter Kemenparekraf,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Ahmad Asnem mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Bontang Basri Rase, selama tahun 2023 akan digelar 77 event.

“Selama ini hanya sedikit kegiatan yang dikirimkan ke provinsi. Ini merupakan lonjakan dari wali, agar Bontang dapat bergerak, mengimbangi dan menyejajarkan dengan kota/kabupaten di Kaltim,” kata Asnem.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltim Ahmad Herwansyah mengatakan,  ada 7 penilaian dalam  pengembangan desa wisata. Mulai dari daya dukung, pengelolaan home stay, kreativitas, kuliner dan suvenir, sarana dan prasarana, protokol kesehatan dan kelembagaan desa.

“Itu yang harus dilakukan di setiap desa wisata atau kampung wisata. Kita harus membangun, karena Indonesia bangkit dimulai dari Pokdarwis, desa wisata dan kampung wisata,” kata Ahmad Herwansyah.

Untuk mencapai 50 besar ADWI 2023, ketujuh kategori penilaian harus disediakan oleh kampung wisata agar dapat menunjang desa wisata. “Tadi 7 kategori sudahkah dilakukan. Nanti penguatan di lembaganya terakhir. Semoga bisa masuk dalam 50 besar,” pungkasnya. (adv/yah)

Kadispora Bontang Tunggu Hasil Pertemuan PB Porprov dan KONI Kaltim

0
Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Asnem saat dijumpai awak media. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur rencananya diundur ke 26 November 2022. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang telah menerima surat tertanggal 25 Oktober 2022  dari Gubernur Kalimantan Timur mengenai pengunduran jadwal Porprov itu.

Dalam surat tersebut menyarankan PB Porprov untuk melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. Namun koordinasi ini belum dilakukan.

Kepala Dispopar Kota Bontang, Ahmad Asnem mengatakan bahwa PB Porprov (tuan rumah) akan melakukan rapat bersama KONI Kalimantan Timur untuk menindaklanjuti surat Gubernur Kaltim.

Menurut Asnem, jadwal atas rekomendasi dari Gubernur Kaltim, di mana PB harus mengkomunikasikan dengan pihak terkait yakni Koni dan Dispora se-Kalimantan Timur.

“Nah ini yang belum dilakukan saat ini. Makanya kami menunggu. ‘Kan surat dari PB Porprov ke Gubernur agar ditunda. Tapi Gubernur belum ada menegaskan, cuman mengatakan koordinasikan ke pihak terkait se-Kaltim,” katanya, Kamis (3/11/2022) saat ditemui awak media.

Selain itu, Asnem mengatakan masih akan menunggu hasil pertemuan PB Porprov dan Koni Kaltim serta koordinasi dari Dispora se-Kaltim. “Maunya PB ‘kan 26 November sampai 7 Desember minta ke Gubernur. Gubernur balas dengan surat untuk berkoordinasi,” tambah Asnem.

Untuk atlet di Kota Bontang seluruhnya telah siap untuk melaksanakan Porprov yang akan dilaksanakan di Kabupaten Berau. (yah)

Sanksi Hukum dalam Perda Penyalahgunaan Narkoba Harus Tegas

0
Raking, anggota Komisi I DPRD Kota Bontang

BONTANG – Komisi I DPRD Kota Bontang dalam penyusunan perda Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika menekankan pentingnya sanksi hukum berupa pidana.

Hal ini dilakukan guna memberikan efek jera kepada para penyalahguna obat-obatan terlarang di seluruh elemen masyarakat termasuk pegawai pemerintahan.

Raking selaku anggota Komisi I DPRD Kota Bontang yang ditemui di gedung DPRD Kota Bontang pada 31 Oktober 2022 menyampaikan perlu adanya pemberian sanksi tegas terhadap para pengguna obat-obatan terlarang tersebut

“Kan yang berulah kenapa harus direhab terus. Harus ada sanksinya. Jika sekali ketangkap terus direhab. Abis itu ketangkap lagi dan tes urine positif lagi, pasti diberi sanksi tegas,” ujarnya

Adanya pemberian sanksi hukum juga merupakan upaya pemerintah dalam membantu memperbaiki dan meningkatkan kualitas masyarakat

“Misalnya memakai narkoba sekali direhab, terus setelah itu memakai lagi rehab lagi. Nah itukan menurut saya tidak ada perbaikan. Maka kita buat ini untuk perbaikan dan supaya mereka berpikir ke depan,” ujarnya

Pemberian sanksi akan dikenakan apabila tertangkap menggunakan narkotika untuk kedua kali. Dalam penyusunan perda ini Komisi I DPRD Kota Bontang selalu berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional guna menyempurnakan peraturan yang ada. (sc/adv)

Camat Bontang Selatan Kunjungi Kegiatan PMT

0

BONTANG – Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rutin dilakukan di seluruh posyandu di Bontang. Salah satunya posyandu Berseri 3 yang terletak di Tanjung Laut, kecamatan Bontang Selatan. Kegiatan ini kembali dilaksanakan pada Kamis (3/11/22).

PMT ini di hadiri langsung oleh Camat Bontang Selatan, Kamsal dengan di dampingi Lurah Tanjung Laut, Mustamin. PMT merupakan program pemerintah yang bertujuan agar gizi bayi dan balita dapat terpenuhi dan terhindar dari stunting.

“Jangan merasa malu atau gengsi untuk datang ke posyandu untuk mendapatkan PMT. Justru dengan adanya PMT kami membantu warga untuk menambah gizi anak,” kata Kamsal.

Penimbangan, pendataan, dan konsultasi kesehatan bayi juga dilakukan di Posyandu tersebut. Setelah selesai, orangtua bayi dan balita akan diberikan konsumsi PMT tersebut untuk dibawa pulang. Kali ini terdapat 19 paket PMT yang diberikan. (adv/sya)

Pembangunan Pelabuhan Tingkatkan Ekonomi Regional

0

BONTANG – Sesuai dengan RTRW mengenai kawasan peruntukan industri di Bontang Lestari,  dibutuhkan pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan industri di kawasan tersebut.

Di samping pelabuhan yang sudah ada di Kota Bontang, adanya pembangunan pelabuhan yang lebih baik di Bontang Lestari dianggap dapat lebih membantu kegiatan perindustrian di  daerah tersebut. Khususnya untuk keperluan bongkar muat dan peti kemas yang representatif.

Pelabuhan merupakan potensi investasi yang sangat baik. Apalagi Bontang Lestari berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia 2 dengan wilayah yang luas serta jauh dari pemukiman penduduk.

“Kerja sama dalam pembangunan pelabuhan antara lain dapat berupa konsesi, pemanfaatan, persewaan, kontrak menejemen, kerjasama operasi, serta KPBU,” ujar Emelia Darmawati, bagian Penanaman Modal Kota Bontang pada 3 November 2022

Dengan adanya pelabuhan akan semakin meningkatkan laju perpindahan barang untuk kebutuhan industri ataupun manusia. Manfaat lain dari adanya pelabuhan adalah dapat membantu meningkatkan kegiatan ekonomi nasional maupun regional di Kota Bontang.

Dengan adanya pelabuhan, barang-barang yang memang ditujukan untuk keperluan indusrti di Bontang Lestari juga dapat sampai lebih cepat dan efisien. Untuk pembangunan pelabuhan di daerah Bontang Lestari direncanakan berlokasi di kluster D yang memiliki luas 112,01 hektare.

Kluster D dinilai cocok untuk wilayah pelabuhan dikarenakan posisi tersebut merupakan cekungan garis pantai (teluk). (adv/sc)

Nidya Listiono: Dunia Pendidikan Perlu Dapat Perhatian Khusus

0
Ketua KomisiII DPRD Kaltim Nidya Listiyono (kiri)

SAMARINDA – Mewakili Ketua DPRD Kaltim, Ketua KomisiII DPRD Kaltim Nidya Listiyono menghadiri acara pengukuhanpengurus Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Kaltimmasa bhakti 2022-2027 dan Focus Group Discussion (FGD)dengan tema “menakar kesiapan pemerintah daerah untukmeningkatkan kualitas pendidikan dalam menyongsong IbuKota Nusantara” di ruang Ruhui Rahayu Kantor GubernurKaltim, Kamis (3/11) lalu.

Pelantikan pengurus ISPI Kaltim dilakukan langsung oleh KetuaUmum PB ISPI Prof Dr M Solehuddin kepada Prof Dr DwiNugroho Hidayanto sebagai Ketua ISPI Kaltim yang disaksikanWakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Bupati dan Walikota, Ketua FKUB Kaltim dan sejumlah pimpinan perguruan di Kaltim.

Saat diwawancara usai acara, Nidya Listiyono menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Ketua ISPI Kaltim yang baru. Ia mengharapkan, ISPI memberikan kontribusi yang positif untuk dunia pendidikan di Kaltim.

Menurutnya, dunia pendidikan perlu mendapatkan perhatian khusus untuk membentuk sumber daya manusia dalam persiapan IKN.

“Tadi sudah disampaikan semua, mudah-mudahan ISPI terus berjaya dan menghasilkan guru-guru pendidik, tenaga-tenaga pendidik yang handal dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujar legislator yang akrab disapa Tio ini.

Politisi partai Golkar ini menyebut , APBD Kaltim wajib pada dunia pendidikan. Kemudian bantuan-bantuan berupa bea siswa, pembangunan infrastruktur, sarana-sarana pendidikan sertatenaga-tenaga pengajar menjadi tolok ukur dan booster terhadap peningkatan dan perbaikan dunia pendidikan di Kaltim.

“Harapan kita, nanti kedepan, masyarakat kita tidak perlu lagi sekolah diluar, tapi nanti kita membentuk sarana-sarana pendidkan yang bertaraf internasional,” pungkas Tio (adv/dprdkaltim)

Tidak Cukup Hanya Pelatihan, Perlu Dana Kembangkan Wirausaha Pemuda Kaltim

0
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi menyikapi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim menjelang pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak cukup sekadar menggelar pelatihan.

Politisi Gerindra ini menyatakan, Komisi IV telah menggelar rapat dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, membahas pengembangan kepemudaan di Kaltim. Disampaikan, bahwa Dispora memiliki program untuk peningkatan kemampuan untuk berwirausaha.

“Beberapa waktu lalu kami dengan Dispora sudah ada, mendengar pembahasan bahwasanya ada program nantinya di tahun depan tentang pemuda berwirausaha dicanangkan mungkin sekitar 10 ribu pemuda ikut pelatihan wirausaha,” jelasnya belum lama ini.

Tak cukup pelatihan, untuk pengembangan kemampuan wirausaha anak muda Kaltim, dibutuhkan pula modal usaha.

“Percuma dilatih, tapi tidak dibantu dengan modal kerja dan sarana prasarana. Artinya pelatihan itu cuma sebatas pelatihan saja tidak ada tindak lanjutnya,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov Kaltim untuk memformulasikan, pemberian modal usaha atau sekadar kemudahan pinjaman modal usaha dengan bunga yang tidak besar bagi generasi muda di Bumi Etam. (adv/dprdkaltim)

Dukung Pencapaian Net Zero Emission, Badak LNG Gelar 12th Borneo LNG Conference & Games

0

BONTANG – Setelah sempat tertunda beberapa tahun karena pandemi, pada tahun ini Borneo LNG Conference & Games kembali digelar. Kali ini Badak LNG dipercaya untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang melibatkan ratusan pekerja yang mewakili Badak LNG, Malaysia LNG, dan Brunei LNG beserta undangan spesial Donggi Senoro LNG dan Tangguh LNG.

Mengusung tema “LNG’s Role in the Transition Towards Net-Zero Emission”, menggambarkan bahwa bisnis LNG memiliki prospek cerah di masa depan dimana LNG sebagai energi bersih berperan penting pada masa transisi menuju net zero emission. Sehingga perlu adanya kolaborasi untuk mempertahankan keunggulan agar dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan.

Bertempat di Bandung pada tanggal 1-3 November 2022, kegiatan ini terdiri atas konferensi yang menampilkan inovasi-inovasi dari seluruh perwakilan perusahaan, serta social event dan turnamen golf untuk meningkatkan semangat kebersamaan antar perusahaan.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan tersebut, Teten Hadi Rustendi selaku Director & COO Badak LNG menuturkan bahwa kegiatan ini adalah kesempatan yang bagus untuk semua pihak mendapatkan pengetahuan baru dari pengalaman masing-masing perusahaan.

“Semoga rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan nanti, dapat menjadi wadah sharing knowledge dan memberikan insight baru untuk kita, serta olahraga yang akan dipertandingkan menjadi ajang menjalin persahabatan.” ujar Teten.

Borneo LNG Conference & Games pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 yang merupakan event yang rutin diselenggarakan dalam rangka menjalin hubungan baik antar perusahaan LNG di Pulau Kalimantan, yaitu Badak LNG, Malaysia LNG, dan Brunei LNG. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyediakan platform bagi semua perusahaan untuk berkumpul dan bertukar pengetahuan dan keterampilan, sambil berbagi best practice, dan mengeksplorasi ide-ide baru baik di bidang teknis maupun non-teknis. (adv)

Kadispora Bontang Tunggu Hasil Pertemuan PB Porprov dan KONI Kaltim

0
Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Asnem saat dijumpai awak media. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur rencananya diundur ke 26 November 2022. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang telah menerima surat tertanggal 25 Oktober 2022  dari Gubernur Kalimantan Timur mengenai pengunduran jadwal Porprov itu.

Dalam surat tersebut menyarankan PB Porprov untuk melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. Namun koordinasi ini belum dilakukan.

Kepala Dispopar Kota Bontang, Ahmad Asnem mengatakan bahwa PB Porprov (tuan rumah) akan melakukan rapat bersama KONI Kalimantan Timur untuk menindaklanjuti surat Gubernur Kaltim.

Menurut Asnem, jadwal atas rekomendasi dari Gubernur Kaltim, di mana PB harus mengkomunikasikan dengan pihak terkait yakni Koni dan Dispora se-Kalimantan Timur.

“Nah ini yang belum dilakukan saat ini. Makanya kami menunggu. ‘Kan surat dari PB Porprov ke Gubernur agar ditunda. Tapi Gubernur belum ada menegaskan, cuman mengatakan koordinasikan ke pihak terkait se-Kaltim,” katanya, Kamis (3/11/2022) saat ditemui awak media.

Selain itu, Asnem mengatakan masih akan menunggu hasil pertemuan PB Porprov dan Koni Kaltim serta koordinasi dari Dispora se-Kaltim. “Maunya PB ‘kan 26 November sampai 7 Desember minta ke Gubernur. Gubernur balas dengan surat untuk berkoordinasi,” tambah Asnem.

Untuk atlet di Kota Bontang seluruhnya telah siap untuk melaksanakan Porprov yang akan dilaksanakan di Kabupaten Berau. (yah/adv)

Tingkatkan dan Kembangkan Wisata, Pemkot Gelar Bimtek Kelompok Sadar Wisata

0
Bimtek Pokdarwis bersama Kadispar Kaltim di Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar)  melaksanakan Bimtek Kelompok Sadar Wisata  (Pokdarwis) untuk menciptakan destinasi wisata di Bontang. Bimtek digelar pada Kamis (3/11/2022) di ruang rapat Kantor Dispopar Bontang.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Bontang, Sarifah Nurul Hidayati mengatakan, perkembangan pariwisata dari tahun ke tahun dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi.

Sarifah menyebut, pariwisata dapat memberikan efek berganda atau multiplier effect, bagi pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan semua kalangan. Untuk itu, pemerintah memperhatikan pengembangan pariwisata dengan melakukan pengelolaan secara  serius dan profesional.

“Dengan jargon pariwisata Kota Bontang, Energy of Bontang -Amazing Khatulistiwa, dan komitmen wali Kota dalam rencana aksi dengan pengembangan kompetensi ASN yang merupakan visi-misi Kota Bontang 2021-2026. Khususnya misi ke-3 yang berdaya saing dan sejahtera melalui peningkatan SDM,” kata Sarifah Nurul Hidayati.

Dia meminta seluruh camat, lurah dan kelompok sadar wisata dapat memahami sapta pesona dan menerapkan di OPD dan wilayah kerjanya masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Tentunya mereka sangat mengetahui potensi yang dimiliki sehingga bisa memetakan potensi dan menjadikan sebagai objek  wisata,” katanya.

Ditambahkan pula, masuknya Desa Wisata Kampung Malahing di Kelurahan Tanjung Laut Indah ke dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI 2022) dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diharapkan akan memotivasi desa lain di Bontang. Harapannya, di tahun 2023, peringkat yang diperoleh Kampung Malahing bisa naik menjadi peringkat  50 besar.

“Dengan prestasi ini, Kampung Malahing dapat menjadi percontohan dan memacu Pokdarwis lain untuk menjadikan wilayahnya sebagai objek wisata sebagaimana parameter Kemenparekraf,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Ahmad Asnem mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Bontang Basri Rase, selama tahun 2023 akan digelar 77 event.

“Selama ini hanya sedikit kegiatan yang dikirimkan ke provinsi. Ini merupakan lonjakan dari wali, agar Bontang dapat bergerak, mengimbangi dan menyejajarkan dengan kota/kabupaten di Kaltim,” kata Asnem.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltim Ahmad Herwansyah mengatakan,  ada 7 penilaian dalam  pengembangan desa wisata. Mulai dari daya dukung, pengelolaan home stay, kreativitas, kuliner dan suvenir, sarana dan prasarana, protokol kesehatan dan kelembagaan desa.

“Itu yang harus dilakukan di setiap desa wisata atau kampung wisata. Kita harus membangun, karena Indonesia bangkit dimulai dari Pokdarwis, desa wisata dan kampung wisata,” kata Ahmad Herwansyah.

Untuk mencapai 50 besar ADWI 2023, ketujuh kategori penilaian harus disediakan oleh kampung wisata agar dapat menunjang desa wisata. “Tadi 7 kategori sudahkah dilakukan. Nanti penguatan di lembaganya terakhir. Semoga bisa masuk dalam 50 besar,” pungkasnya. (adv/yah)