Beranda blog Halaman 112

Polsek Balikpapan Timur Ungkap Kasus Sabu Seberat 0,21 Gram

0
Pria berinisial RO yang diamankan Polsek Balikpapan Timur terkait dugaan kepemilikan sabu di kawasan Manggar Baru. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Polsek Balikpapan Timur mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur. Seorang pria berinisial RO diamankan bersama satu paket sabu dengan berat bruto 0,21 gram.

Kapolsek Balikpapan Timur Kompol M. Chusen mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 21.00 Wita di Jalan Rekreasi RT 45, Kelurahan Manggar Baru, tepatnya di sebuah bengkel mobil.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima anggota Unit Lidik Polsek Balikpapan Timur sekitar pukul 20.30 Wita. Warga melaporkan adanya dugaan transaksi narkotika jenis sabu di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar tempat kejadian perkara.

“Saat berada di lokasi, petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket narkotika golongan I jenis sabu dengan berat kotor 0,21 gram,” ujar Kompol Chusen, Senin (22/6/2026).

Pria yang diamankan diketahui berinisial RO, warga Balikpapan berusia sekitar 40 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Dari hasil interogasi awal, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang yang dikenalnya bernama Erdi di kawasan Gunung Bugis.

“Setelah diamankan, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Balikpapan Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga telah membuat laporan polisi model A, mengamankan tersangka dan barang bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan,” jelasnya.

Saat ini kasus tersebut ditangani Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, termasuk menelusuri asal-usul barang bukti dan pihak yang diduga memasok narkotika kepada tersangka.

RO dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu, penyidik juga berencana melakukan pemeriksaan urine terhadap tersangka sebagai bagian dari proses penyidikan.

“Pemeriksaan urine akan dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan dan pendalaman kasus,” tutup Kapolsek.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Listrik Padam Dua Kali di PPU, PLN Kerahkan Personel Gabungan

0
Para personel PLN melakukan penelusuran gangguan jaringan listrik untuk mempercepat pemulihan pasokan di wilayah Penajam Paser Utara. (Ilustrasi AI/MKNN)

PENAJAM PASER UTARA – PT PLN (Persero) mengerahkan personel gabungan untuk mempercepat penanganan gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (22/6/2026). Gangguan tersebut menyebabkan pasokan listrik terhenti di sejumlah wilayah selama beberapa jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman terjadi sebanyak dua kali dalam satu hari. Pemadaman pertama terjadi sekitar pukul 13.00 Wita dan sempat kembali normal beberapa saat kemudian. Namun, gangguan kembali terjadi sekitar pukul 17.30 Wita hingga pasokan listrik berhasil dipulihkan sekitar pukul 21.00 Wita.

Wilayah yang terdampak meliputi Gunung Pasir, Kapling, Lawe-Lawe, Penajam, Tunan, Waru, Bangun Mulya, dan Sesulu.

Manager ULP Petung, Retno Wulandari, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab gangguan sekaligus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.

“Seluruh personel telah dikerahkan di beberapa titik untuk melakukan penelusuran penyebab gangguan serta pemulihan sistem kelistrikan,” ujar Retno melalui pesan singkat.

Menurutnya, PLN terus mengoptimalkan berbagai langkah teknis agar penormalan pasokan listrik dapat dilakukan secepat mungkin dan secara bertahap di seluruh wilayah yang terdampak.

Ia menambahkan, tim teknis masih bekerja di lapangan guna memastikan sistem kelistrikan kembali beroperasi secara aman dan andal sehingga gangguan serupa dapat diminimalkan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi terkait perkembangan proses penanganan.

“Informasi perkembangan penanganan gangguan akan kami sampaikan secara berkala kepada pelanggan,” tutupnya.

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S.

PDIP Samarinda Prioritaskan Kader Internal untuk Pilwali 2030

0
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, saat diwawancarai usai diskusi implementasi Trisakti Bung Karno. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, melontarkan kritik terhadap arah pembangunan Kota Samarinda yang dinilainya belum sepenuhnya berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti diskusi bertajuk implementasi Trisakti Bung Karno di Samarinda, Minggu (21/6/2026).

Menurut Iswandi, konsep Trisakti yang digagas Presiden pertama RI, Soekarno, seharusnya menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Prinsip tersebut meliputi kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan.

“Kalau perencanaan APBD, pembangunan sosial, kebudayaan, dan pembangunan daerah mengacu pada Trisakti Bung Karno, sebenarnya aman. Yang menjadi masalah selama ini, konsep itu belum benar-benar dijadikan parameter dalam kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai Samarinda memang mengalami sejumlah kemajuan pembangunan. Namun di sisi lain, masih terdapat proyek-proyek yang menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

Iswandi mencontohkan sejumlah proyek besar seperti revitalisasi Pasar Pagi, Terowongan Samarinda, hingga Teras Samarinda yang menurutnya kerap memunculkan polemik publik.

“Pertanyaannya sederhana. Pembangunan itu atas nama rakyat atau keinginan rakyat? Kalau memang keinginan rakyat, tidak akan terjadi polemik. Tapi kalau hanya mengatasnamakan rakyat, tentu akan muncul perdebatan,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah pembangunan yang memang dibutuhkan masyarakat. Namun ia menilai sebagian proyek masih menyisakan pertanyaan mengenai tingkat kebutuhan dan penerima manfaatnya.

Selain menyoroti pembangunan fisik, Iswandi juga berbicara mengenai dinamika politik menjelang Pemilihan Wali Kota Samarinda mendatang.

Ia menegaskan PDI Perjuangan berkeinginan memberi ruang lebih besar kepada kader internal untuk maju sebagai calon wali kota maupun wakil wali kota.

“Insyaallah kami ingin mendorong kader sendiri. Selama ini kita sering mendorong figur di luar kader, hasilnya ya seperti yang dirasakan sekarang. Kalau mau membangun Samarinda lebih baik, tentu kader sendiri harus diberi kesempatan,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi Pilwali Samarinda, Iswandi menyatakan siap apabila mendapat penugasan dari partai.

“Sebagai kader partai, saya siap ditugaskan di mana saja. Jangankan wali kota, kalau ditugaskan jadi gubernur pun saya siap. Tapi semua ada mekanisme partai dan keputusan akhir tetap di DPP,” ujarnya.

Ia juga menepis adanya komunikasi politik terkait kemungkinan berpasangan dengan Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Helmi Abdullah, yang sebelumnya menyatakan kesiapan maju dalam Pilwali Samarinda.

“Masih terlalu dini bicara itu. Politik itu dinamis. Yang penting kalau maju bukan sekadar maju, tapi harus menang agar bisa menjalankan gagasan yang diperjuangkan,” tutupnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Korban Tak Tertolong, Luka Bakar Hampir Menutupi Seluruh Tubuh

0
Proses evakuasi korban kecelakaan maut di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, Desa Sepaso Selatan. (Istimewa)

SANGATTA – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, tepatnya di dekat Simpang Perdau, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan frontal yang disusul kebakaran hebat.

Korban diketahui bernama Baso Patahuddin (36), warga Desa Sepaso, pengendara Yamaha Vixion KT 3850 OR, serta Selmi Lovianti Malute (22), warga Desa Sepaso Barat, pengendara Honda Genio KT 2140 RFO.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, kecelakaan bermula saat Baso melaju dari arah Sangatta menuju Bengalon. Ketika memasuki tikungan landai di sekitar lokasi kejadian, ia diduga berusaha menghindari lubang yang berada di sisi kiri badan jalan.

Namun manuver tersebut membuat sepeda motor yang dikendarainya bergerak ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah Bengalon menuju Sangatta melaju Honda Genio yang dikendarai Selmi.

Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan frontal tidak dapat dihindari. Benturan keras membuat kedua pengendara terlempar ke badan jalan.

Beberapa saat setelah tabrakan terjadi, api tiba-tiba muncul dari lokasi kejadian. Diduga kebocoran bahan bakar yang tersulut percikan akibat benturan memicu kebakaran. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap kedua sepeda motor.

Warga sekitar berupaya memberikan pertolongan sekaligus memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah api berhasil dipadamkan, kedua korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Namun nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan akibat luka bakar berat yang diderita hampir di seluruh bagian tubuh.

Kapolsek Bengalon AKP Helmi Septi Saputro mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan pengendara Yamaha Vixion kehilangan kendali saat menghindari lubang hingga masuk ke lajur berlawanan.

“Dugaan sementara pengendara melakukan manuver menghindari lubang dan masuk ke jalur berlawanan sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” ujarnya.

Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menghanguskan kedua kendaraan yang terlibat. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.

Saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk faktor kondisi jalan, kendaraan, serta kemungkinan penyebab lain yang turut berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

Peristiwa ini kembali menambah daftar kecelakaan fatal di ruas Bengalon–Sangatta yang selama ini dikenal memiliki volume lalu lintas tinggi. Sejumlah pengguna jalan juga kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak di beberapa titik dan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Segiri Dipoles untuk Liga 1 dan AFC, PSSI Diminta Awasi Proyek

0
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Rasman Rading saat diwawancarai. (Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mempercepat pembenahan Stadion Segiri Samarinda agar siap menjadi kandang Borneo FC pada kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 serta ajang AFC yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemindahan lampu stadion dari Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri. Rencana tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Infrastruktur Stadion Segiri yang digelar Senin (22/6/2026).

Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan rapat melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pekerjaan Umum, hingga unsur pemerintah kota untuk memastikan pemanfaatan aset daerah berjalan optimal.

“Kita fokus pada teknis pemindahan lampu dari Stadion Palaran ke Stadion Segiri. Karena itu kami melibatkan berbagai pihak terkait agar aset milik Pemprov dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Menurut Rasman, proses pemindahan lampu tidak sesederhana membongkar dan memasang kembali. Tahapan pekerjaan meliputi pembongkaran konstruksi, pemindahan material, pemasangan ulang, hingga pengujian pencahayaan sesuai standar kompetisi profesional.

Saat ini Dispora telah menghitung kebutuhan anggaran serta waktu pelaksanaan yang diperlukan agar pekerjaan dapat segera dimulai.

“Hari ini kami memastikan apakah proses pemindahan bisa segera dilakukan. Karena ada tahapan pembongkaran, pemindahan, pemasangan kembali, termasuk kebutuhan anggarannya yang sudah mulai kami hitung,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian teknis, lampu Stadion Palaran memiliki kapasitas pencahayaan mencapai 1.800 lux. Namun karena perbedaan konstruksi stadion, pencahayaan tersebut belum otomatis memenuhi kebutuhan Stadion Segiri.

Di Stadion Palaran, lampu terpasang pada struktur tribun, sementara di Stadion Segiri menggunakan tiang lampu. Kondisi itu membuat diperlukan penyesuaian arah pencahayaan (aiming) serta penambahan beberapa titik lampu baru.

“Hasil perhitungan sementara masih ada kekurangan sekitar 133 lux atau setara delapan titik lampu tambahan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Pemprov Kaltim tengah menyiapkan sejumlah opsi pembiayaan, termasuk melalui pergeseran anggaran APBD maupun dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Rasman menegaskan seluruh proses peningkatan infrastruktur Stadion Segiri harus mengacu pada standar yang ditetapkan PSSI agar tidak terjadi kesalahan teknis yang berujung pemborosan anggaran.

“Kalau nanti dilaksanakan, harus ada rekomendasi dan pengawasan langsung dari PSSI. Jangan sampai bongkar pasang berulang kali. Sekali dikerjakan harus tuntas dan sesuai standar,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembenahan Stadion Segiri menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Kaltim dalam mendukung perkembangan sepak bola profesional di daerah sekaligus memastikan Borneo FC dapat tampil dengan fasilitas yang memenuhi standar nasional maupun internasional.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Wisata Kukar Didorong Lebih Dikenal Lewat Konten Kreatif

0
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Andi Widyaningsih. (Ady/Media Kaltim)

TENGGARONG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong strategi baru dalam promosi sektor pariwisata dengan menggandeng para kreator konten untuk memaksimalkan potensi digital. Langkah ini menjadi upaya adaptif di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah.

Promosi wisata kini tidak lagi hanya bertumpu pada metode konvensional. Dinas Pariwisata Kukar mulai mengarahkan strategi pemasaran berbasis kolaborasi dengan masyarakat, influencer, videografer, hingga YouTuber untuk memperluas jangkauan promosi melalui media sosial.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Andi Widyaningsih, mengatakan pendekatan ini dipilih agar promosi wisata tetap berjalan efektif meski dalam kondisi keterbatasan anggaran.

“Karena saat ini pemerintah daerah sedang mengalami efisiensi anggaran, kami mencari ide dan upaya bagaimana agar pariwisata Kutai Kartanegara tetap bisa dipromosikan dengan cara yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan kreator konten menjadi salah satu solusi paling realistis untuk memperluas promosi wisata daerah tanpa membebani anggaran secara besar.

Salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas promosi digital adalah kawasan Jam Bentong di Tenggarong. Lokasi ini dipilih karena memiliki daya tarik visual yang kuat sekaligus mudah dijangkau masyarakat.

Di kawasan tersebut, pengunjung dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk akses listrik dan jaringan internet gratis untuk menunjang proses produksi konten.

Selain itu, tersedia museum mini yang dapat dikunjungi tanpa biaya. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi budaya Kutai Kartanegara, termasuk sejumlah lukisan yang dapat menjadi objek visual menarik bagi para kreator konten.

“Di dalamnya ada berbagai koleksi yang berhubungan dengan budaya Kutai Kartanegara, termasuk sejumlah lukisan yang bisa dinikmati pengunjung,” kata Andi.

Dispar Kukar menegaskan program kolaborasi ini tidak hanya ditujukan bagi influencer atau kreator profesional, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi mempromosikan pariwisata daerah.

Menurut Andi, pendekatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pelibatan publik dalam pembangunan sektor pariwisata berbasis digital.

“Kami mengajak konten kreator, influencer, videografer, maupun masyarakat umum untuk mempromosikan pariwisata Kutai Kartanegara melalui konten-konten mereka dengan bekerja sama bersama Dinas Pariwisata,” ujarnya.

Meski demikian, setiap aktivitas produksi konten tetap harus mengikuti aturan yang berlaku di kawasan Jam Bentong. Pengunjung juga diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan kontak person yang telah disediakan melalui kanal resmi Dispar Kukar.

Kawasan Jam Bentong dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita. Namun, bagi kreator yang ingin melakukan produksi konten di luar jam operasional tetap diberikan kesempatan dengan syarat telah memperoleh izin resmi.

Petugas keamanan juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan aman dan tertib.

“Pagi bisa, malam juga bisa. Yang penting sudah berkoordinasi melalui kontak person yang tersedia dan menyampaikan izin kepada petugas keamanan yang bertugas di lokasi,” pungkas Andi.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Pengalaman Kuliner Baru Hadir di Rooftop Tertinggi Kota Samarinda

0
Pemotongan pita menandai pembukaan New Concept Sky House Rooftop Dining & Lounge di Mercure Samarinda. (Adhi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Sky House Rooftop Dining & Lounge resmi kembali dibuka untuk publik dengan konsep baru mulai 22 Juni 2026. Setelah melalui proses persiapan selama enam bulan, restoran yang berada di lantai 17 dan 18 Mercure Samarinda itu hadir dengan tampilan lebih segar, area yang lebih luas, serta pengalaman kuliner yang diperbarui.

Suasana baru langsung terasa sejak memasuki area Sky House. Dengan kapasitas lebih besar, venue ini mampu menampung lebih dari 130 tamu di lantai 17 dan sekitar 90 tamu di lantai 18.

Selain menjadi destinasi kuliner eksklusif, Sky House juga diproyeksikan menjadi salah satu pilihan utama untuk berbagai kegiatan privat seperti ulang tahun, pernikahan, gathering perusahaan, hingga acara khusus lainnya.

General Manager Ibis dan Mercure Samarinda, Seto Marsono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses transformasi Sky House hingga kembali dibuka untuk masyarakat.

“Terkhusus juga tim F&B Mercure yang sudah bekerja keras selama enam bulan mempersiapkan Sky House dengan suasana yang baru,” ujarnya saat grand opening, Senin (22/6/2026).

Menurut Seto, konsep baru ini diharapkan mampu menjadikan Sky House sebagai salah satu restoran unggulan di Samarinda, baik dari sisi sajian makanan, pelayanan, maupun tampilan venue.

“Sky House telah menjadi resto yang berlokasi paling tinggi dengan view 360 derajat Kota Samarinda. Tentu saja Sky House juga kami buka untuk memberi experience baru bagi tamu Mercure dan warga Samarinda serta sekitarnya,” katanya.

Ia menjelaskan perubahan paling mencolok terletak pada tata ruang yang kini lebih lega dan nyaman. Sementara untuk menu, konsep utama tetap dipertahankan dengan sentuhan penyajian dan presentasi yang lebih modern.

“Suasananya tidak terlalu formal dan cenderung lebih warm dan menarik. Kami juga membuka operasional mulai pukul 17.00 hingga 01.00 dini hari,” tambahnya.

Brand Owner sekaligus F&B Manager Sky House, Cheny Claudia Fuad, mengatakan pembaruan tidak hanya dilakukan pada desain interior, tetapi juga pada pilihan menu yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Tetap pada Western cuisine yang disesuaikan dengan selera Indonesia. Penentuan menu juga sangat selektif baik dari sisi konsep maupun bahan yang digunakan,” jelasnya.

Salah satu daya tarik baru yang ditawarkan adalah pengalaman penyajian makanan secara teatrikal oleh pelayan restoran untuk beberapa menu tertentu. Konsep tersebut dihadirkan agar pengalaman bersantap menjadi lebih berkesan dan berbeda dari biasanya.

Dengan konsep baru, kapasitas lebih besar, serta panorama Kota Samarinda dari ketinggian, Sky House optimistis menjadi salah satu destinasi kuliner dan venue event premium yang semakin diminati masyarakat.

Pewarta: Adhi
Editor: Agus S.

Waktu Pendaftaran Singkat Jadi Sorotan DPRD Kaltim

0
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, usai rapat bersama Badan Anggaran DPRD Kaltim di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mulai mendapat perhatian DPRD Kalimantan Timur. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengaku telah menerima berbagai laporan mengenai kendala yang dialami calon peserta didik saat mengakses sistem pendaftaran secara daring.

Ia mengatakan pihaknya berencana menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk meminta penjelasan langsung terkait persoalan tersebut.

“Saya juga mendapat informasi dan keluhan dari masyarakat terkait kendala akses saat pendaftaran. Karena itu besok saya berencana bertemu langsung dengan Dinas Pendidikan untuk mengetahui persoalannya secara jelas,” ujarnya usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Menurut Baba, salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah sulitnya mengakses sistem SPMB. Ia menilai perlu ada penjelasan mengenai kesiapan infrastruktur teknologi yang digunakan, termasuk kapasitas server yang menangani proses pendaftaran secara bersamaan.

“Yang ingin kami tanyakan adalah bagaimana kondisi server yang digunakan. Apakah kapasitasnya memang mencukupi untuk menampung akses yang dilakukan secara bersamaan oleh masyarakat,” katanya.

Selain persoalan teknis, Komisi IV juga akan menyoroti durasi waktu pendaftaran yang dinilai cukup singkat. Kondisi tersebut dikhawatirkan merugikan calon peserta didik yang belum sempat menyelesaikan proses pendaftaran akibat kendala sistem.

“Kami juga ingin mengetahui apakah ada peluang atau kesempatan pada tahap berikutnya jika masih ada calon siswa yang belum sempat mendaftar karena waktu yang terbatas atau kendala teknis,” lanjutnya.

Meski sejumlah pihak mengaitkan persoalan ini dengan evaluasi pelaksanaan penerimaan murid baru tahun sebelumnya, Baba menegaskan fokus DPRD saat ini adalah memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar dan mampu mengakomodasi seluruh peserta.

“Yang ingin kami pastikan sekarang adalah mekanisme yang berjalan saat ini. Apakah sistem yang digunakan benar-benar mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam proses penerimaan murid baru,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Kaltim berharap hasil pertemuan dengan Disdikbud nantinya dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan pendidikan berbasis digital di Kalimantan Timur.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.

Nobar Piala Dunia Bakal Digelar di Sejumlah Titik Strategis Kaltim

0
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. (Foto: Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan fasilitas nonton bareng (nobar) di sejumlah titik untuk memberi ruang bagi masyarakat menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia secara bersama-sama.

Rencana tersebut disampaikan langsung Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Ia memastikan persiapan nobar telah dibahas dan dalam waktu dekat akan direalisasikan di beberapa lokasi strategis milik pemerintah provinsi.

Menurut Rudy, kegiatan nobar tidak sekadar menghadirkan tontonan pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Pemprov Kaltim ingin menghadirkan suasana Piala Dunia yang meriah, terbuka, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Konsep nobar ini sudah kita bahas, nanti akan dilaksanakan di berbagai lokasi. Kami ingin masyarakat bisa hadir, menikmati pertandingan, sekaligus merasakan semangat kebersamaan dalam suasana Piala Dunia,” ujar Rudy usai rapat di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain kawasan depan Kantor Gubernur Kaltim dan sejumlah aset Pemprov lainnya yang dinilai representatif untuk menampung antusiasme masyarakat. Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan pemanfaatan hotel maupun ruang terbuka lainnya agar jangkauan nobar semakin luas.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga menyiapkan konsep nobar keliling menggunakan mobil videotron. Skema tersebut dinilai mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga atmosfer Piala Dunia dapat dirasakan hingga ke berbagai sudut daerah.

“Tidak hanya di satu titik, kami juga siapkan nobar keliling menggunakan mobil videotron agar lebih banyak masyarakat bisa ikut menikmati,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim menghadirkan ruang hiburan publik yang inklusif sekaligus mempererat kebersamaan warga. Di sisi lain, kegiatan nobar juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Pedagang makanan, minuman, hingga pelaku usaha kecil diperkirakan akan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan nobar.

Rudy menegaskan seluruh rangkaian nobar akan dikemas secara terbuka dan meriah agar benar-benar menjadi pesta rakyat dalam menyambut Piala Dunia 2026.

“Yang jelas, semua kita siapkan supaya masyarakat bisa menikmati Piala Dunia dalam suasana kebersamaan. Jadi jangan sampai terlewatkan,” tegasnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Gratispol Dipastikan Tetap Jalan Meski Pendapatan Daerah Melambat

0
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua TAPD Kaltim, Sri Wahyuni, usai rapat bersama Banggar DPRD Kaltim di Gedung E DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengantisipasi potensi tekanan fiskal pada APBD 2026. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bahkan telah memetakan sejumlah belanja yang berpotensi dicadangkan atau diefisienkan guna mengurangi risiko defisit pada perubahan anggaran mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua TAPD, Sri Wahyuni, usai rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Menurut Sri, pembahasan bersama Banggar juga menyoroti mekanisme hibah, termasuk hibah kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang sempat menjadi perhatian anggota dewan.

Ia menegaskan proses hibah LPTQ tidak berbeda dengan hibah organisasi lainnya. Seluruh pengajuan tetap melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), diverifikasi perangkat daerah terkait, ditetapkan dalam APBD, hingga akhirnya dicairkan sesuai ketentuan.

“Prosesnya sama dengan hibah-hibah yang lain. Ada pengusulan proposal, diverifikasi, kemudian ditetapkan dalam APBD dan dicairkan. Tidak ada perlakuan khusus,” tegasnya.

Selain itu, Banggar juga menyoroti sejumlah pergeseran anggaran yang terjadi di lingkungan Pemprov Kaltim. Sri menjelaskan, pergeseran yang tidak mengubah pagu APBD dapat dilakukan melalui mekanisme internal. Namun, apabila berdampak pada perubahan pagu anggaran, maka harus dibahas melalui APBD Perubahan bersama DPRD.

Di tengah pembahasan tersebut, TAPD mulai mengantisipasi tekanan keuangan daerah yang diperkirakan muncul pada semester kedua tahun ini.

“Kami mulai memetakan belanja-belanja yang bisa dicadangkan atau diefisienkan karena kita akan menghadapi tekanan keuangan. Jadi saat pembahasan perubahan nanti, kita sudah siap melakukan penyesuaian agar tekanan defisit tidak terlalu besar,” ujarnya.

Meski belum dapat menyebut angka pasti, Sri mengakui terdapat potensi defisit yang saat ini masih dihitung oleh TAPD.

Salah satu penyebabnya adalah menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat serta sejumlah target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum terealisasi sesuai proyeksi.

Ia mencontohkan pembangunan dermaga tambat yang sebelumnya diproyeksikan menjadi sumber PAD baru pada tahun ini. Namun hingga kini fasilitas tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu proses perizinan dari pemerintah pusat.

“Awalnya kita berharap sudah menghasilkan PAD tahun ini. Regulasi dan anggarannya sudah disiapkan paralel. Tetapi ternyata proses perizinannya masih berjalan sehingga belum bisa memberikan kontribusi pendapatan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Pemprov Kaltim mempertimbangkan koreksi terhadap target PAD dalam APBD Perubahan 2026.

Sri mengungkapkan, hingga pertengahan Juni 2026 realisasi pendapatan daerah baru mencapai sekitar 36 persen dari target tahunan.

“Pendapatan kita baru sekitar Rp5 triliun lebih. Padahal kalau melihat posisi waktu sekarang, idealnya sudah mendekati 50 persen,” ungkapnya.

Meski demikian, Sri menegaskan kondisi fiskal Kaltim masih relatif kuat dibandingkan banyak daerah lain karena porsi PAD masih lebih besar dibandingkan transfer pusat.

Saat ini, setelah pengurangan transfer dari pemerintah pusat, nilai TKD Kaltim berada di kisaran Rp3 triliun, sedangkan PAD masih mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Di tengah ancaman perlambatan ekonomi akibat berkurangnya dana transfer dan aktivitas sektor ekstraktif, Pemprov Kaltim memastikan program prioritas daerah tidak akan terganggu.

Salah satu program yang dipastikan tetap menjadi prioritas adalah Gratispol, termasuk pembiayaan pendidikan gratis yang saat ini sedang berjalan.

“Program prioritas seperti Gratispol tetap menjadi perhatian. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Sri.

Untuk memperkuat pendapatan daerah, Pemprov Kaltim kini juga menggenjot optimalisasi pajak daerah, terutama dari sektor alat berat dan pajak air permukaan. Pemerintah bahkan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam tim optimalisasi pajak guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Selain itu, pengelolaan aset daerah juga akan diperkuat melalui pembentukan unit khusus di bawah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal Kalimantan Timur di tengah berkurangnya transfer pusat dan belum optimalnya realisasi sejumlah sumber PAD baru.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.