Beranda blog Halaman 1132

Ajak Siswa SD Mengenal dan Mencintai Daerahnya lewat Lomba Bertutur

0

Catatan: Muthi’ Masfu’ah, AMd, CN NLp
(Direktur Pelaksana Harian Yayasan Rumah Kreatif Salsabila, Penulis dan Trainer Kaltim)

Tahukah kita bahwa, bercerita adalah hal yang menyenangkan untuk semua kalangan dari tua hingga anak-anak. Secara naluriah, setiap anak senang dengan cerita atau dongeng karena berkembangnya kemampuan berbicara anak akan semakin menuntut keingintahuan mereka terhadap banyak hal dengan cara diceritakan.

Bercerita, mendongeng atau bertutur merupakan metode sekaligus media komunikasi yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi meskipun peran dan fungsinya kini mulai tergantikan oleh tayangan-tayangan televisi dan game di komputer maupun gadget. Padahal kita tahu, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan anak-anak saat mendengarkan dongeng yang dibacakan.

Sebuah cerita merupakan refleksi kehidupan nyata, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi pendengar dan pembacanya, termasuk anak-anak. Alur dan tutur cerita memberikan sentuhan emosi yang luar biasa dalam kesehariaan anak, sehingga cerita memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak.

Namun tak kalah penting adalah semua kembali kepada jenis dan isi cerita, serta teknik bercerita yang di gunakan. Prinsip utama dalam memilih cerita adalah memilah dan memilih cerita atau dongeng yang mengandung pesan dan nilai positif bagi perkembangan kepribadian anak, baik secara psikologis maupun moral.

Nah, sebagai sebuah metode dan media komunikasi, cerita atau dongeng yang kita bacakan juga harus memberikan efek fun and learning bagi anak agar pesan dan nilai-nilai yang terkandung mudah diserap anak.

Bercerita, mendongeng atau bertutur merupakan cara sederhana yang memiliki arti dan bisa memberikan dampak luar biasa bagi tumbuh kembang anak-anak kita.

Membahagiakan anak tidak selalu bisa kita lakukan dengan memenuhi kebutuhan materialnya, tetapi lebih dari itu, kebutuhan ruhani, kedekatan dan ikatan batin yang kuat merupakan bentuk kebahagiaan yang utuh dalam membangun dan membentuk kepribadiannya, seperti yang telah disampaikan Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang Retno Febriaryanti.

Sama halnya ketika anak usia SD kelas 4-5 dilatih untuk menyampaikan cerita / bercerita, memiliki nilai lebih tersendiri apalagi tema cerita yang diangkat dari Kalimantan. Paling tidak melatih anak-anak mengenal dan mencintai daerah masing-masing sedini mungkin. Seperti yang telah dilakukan secara rutin setiap tahun sekali oleh Kantor Perpustakaan Daerah dan Kearsipan kota Bontang.

Diikuti 39 peserta dari perwakilan SD sekota Bontang, dengan menghadirkan juri saya sendiri, juga Retno Utami.S,Pd, Kusnadi SE, Suyit Dianto, S.Pd. Aud dan Ragil Riawan.

Mengenalkan anak untuk pandai bercerita atau bertutur terlebih lagi mengangkat tema sejarah Kalimantan adalah upaya tepat untuk mengenal dan mencintai daerahnya. Namun agar kualitas lomba ini terjadi peningkatan, perlu kiranya agar sebelum diadakannya lomba tersebut, diadakan pula workshop atau pembekalan pelatih anak untuk bercerita/bertutur dengan baik sesuai kriteria yang ditentukan oleh panitia.

Sehingga hasil lomba yang digelar lebih berkualitas atau kemampuan peserta dapat lebih kreatif, inovatif dalam bercerita atau bertutur sehingga tidak monoton setiap tahunnya.

Akhirnya selamat untuk 3 besar juara Lomba Bertutur untuk Siswa-Siswi SD yakni Beliamor Bramantyo dari SD YPK, Nabila Raniansyah dari SD YPK dan Namiah Kibishi Agung dari SD IT Yabis Bontang. (**)

Kalah Sengketa, 10 Rumah Diratakan dengan Eskavator

0

BONTANG – Rumah Asriani, di Jalan Tengku Umar, Berbas Pantai, Bontang Selatan kini harus rata dengan tanah saat alat berat berupa eskavator menyapu dinding rumah miliknya yang telah ia tempati selama 10 tahun.

Rumah Asriani yang berukuran 10 X 12 berdiri tepat di atas lahan sengketa di Jalan Tengku Umar, Berbas Pantai, Bontang Selatan.

Pembongkaran ini sendiri berdasarkan keputusan Pengadilan Tinggi Samarinda telah inkrah. Landasan pelaksanaan pengeksekusian ini berdasarkan surat Pemberitahuan Pelaksanaan Eksekusi Pengosongan Kepada Pemohon Eksekusi VI Nomor :4/Pdt.eks/2021/PN Bon Jo 17/Pdt.G/2018/PN Bon.

Wanita 43 tahun itu bersama warga lainnya pun terpaksa merelakan rumah mereka dibongkar. Asriani secara pribadi mengalami kerugian hingga ratusan juta. Sebab tanah tersebut dibeli seharga Rp 112 juta dari pemilik sebelumnya.

Kemudian biaya pembangunan rumah, ibu tiga anak itu harus merogoh uang senilai Rp 100 juta. Terlebih baru dua tahun lalu rumah tersebut direnovasi.

“Mau bagaimana lagi, hanya bisa pasrah. Tanah saja saya beli, belum lagi uang pembangunan dan perbaikan rumah baru-baru ini, ratusan juta saya rugi. Sekarang tinggal di rumah keluarga. Padahal saya punya surat bukti pembelian tanah ini,” ucapnya Selasa (29/3/2022).

Kuasa hukum pemenang sengketa, Heribertus Richard mengaku pihaknya sudah memberikan tenggat waktu selama 14 hari untuk warga melakukan pengosongan.

Untuk luasan lahan yang jadi hak kliennya bernama Anisah mrncapai 1.300 meter persegi. Batas-batasnya pun sudah jelas dan diakui memang itu lahan yang dipersengketakan.

Terdapat 10 rumah dengan berisikan 8 Kepala Keluarga (KK) yang dibongkar karena berdiri di atas lahan yang dimiliki kliennya. “Sudah diberi waktu untuk mengosongkan dan membongkar rumah secara mandiri. Namun setelah jatuh tempo akhirnya kita bongkar paksa,” kata Richard.

Kabag Ops Polres Bontang, Kompol Komank Andhika mengatakan proses pengeksekusian menurunkan 50 personel. “Kita turunkan personel untuk mendampingi proses eksekusi,” terangnya.

Menurut Andhika, awalnya sempat ada perlawanan kuasa hukum dari pihak tergugat. Hanya saja, dapat diredam setelah dijelaskan keputusan inkrah dari Pengadilan Negeri Kota Bontang.

“Mereka sempat menghalangi cuma bisa diatasi, dua orang sempat dimintai keterangan kuasa hukum lama dan kuasa hukum baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Bontang telah melakukan eksekusi pengosongan lahan pada Rabu 16 Maret lalu dan menyatakan Anisah sebagai pemenang atas lahan sengketa di Berbas Pantai. (ahr)

Pantau Kenaikan Harga Jelang Ramadan, Awas Oknum Nakal !

0
Aparat kepolisian saat melakukan kunjungan ke Pasar Tamrin, Rabu(30/3/2022).

BONTANG – Polisi memastikan rantai distribusi kebutuhan pokok mulai diawasi. Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi mengaku sudah memerintahkan anggotanya untuk mengawasi penyaluran bahan pokok jelang ramadan.

Pada Rabu (30/3/2022) Polres Bontang dan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan menggelar monitoring harga di Pasar Taman Rawa Indah.

Dua instansi ini memantau kenaikan harga sembako menjelang bulan puasa. Di sela-sela kunjungan, Kapolres Hamam mengatakan, sudah mengawasi penyaluran bahan pokok yang banyak dicari masyarakat selama bulan puasa.

“Kita rutin turun mengawasi kondisi harga pangan. Jangan sampai ada permainan yang tentu merugikan masyarakat sebagai pembeli,” kata AKBP Hamam Wahyudi, di Pasar Tamrin.

Hamam juga mewanti-wanti setiap pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum puasa untuk meraup untung dengan melanggar aturan. Dirinya memastikan akan menindak tegas setiap oknum pedagang yang coba menimbun barang.

“Akan dipantau terus saat ditemukan ada, akan ditegur dan jika mengulangi akan diproses hukum,” jelasnya.

Kepala Bidang Perdagangan Diskop-UKMP Nur Hidayah mengatakan, beberapa jenis barang mengalami kenaikan. Meski tidak banyak, tetapi pasti berpengaruh kepada daya beli masyarakat.

“Iya naik tetapi harganya masih wajar. Kenaikan memang disebabkan oleh distributor bahan pangan, jadi kalau pedagang di pasar tinggal mengikuti saja,” kata Nur Hidayah.

Salah satu pembeli Dini, mengeluhkan harga sejumlah komoditas yang naik. Misalnya cabai, gula, minyak goreng, bawang, dan telur.

Akibatnya, ia harus merogoh kocek 2 kali lipat dari biasanya. “Biasa dengan uang Rp 200 ribu bisa memenuhi kebutuhan dapur untuk satu bulan. Sekarang harus lebih, kadang sampai Rp 400 ribu untuk bahan pangan saja,” ungkap Dini.

Sebaliknya pedagang mengaku tidak bisa berbuat banyak. Salah satunya Marsunah, untuk keuntungan yang dia dapat hanya sedikit dari harga modal.

“Kita jual tuh untungnya sedikit, setiap barang paling Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu saja. Musim naiknya harga barang tentu mempengaruhi daya beli pelanggan,” pungkasnya. (ahr)

Rahmad Pribadi, Direktur Utama PKT, Dinobatkan Sebagai CEO Terbaik Anak Perusahaan BUMN

0
Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi meraih penghargaan sebagai CEO Terbaik Anak Perusahaan BUMN, pada ajang tahunan yang ke-11. Foto: Istimewa

SEJUMLAH upaya yang dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dalam menjaga produktivitas perusahaan sepanjang 2021 mendapat pengakuan dari para dewan juri Anugerah BUMN 2022, ajang penghargaan bergengsi bagi perusahaan-perusahaan berplat merah.

Kemampuan Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi dalam menahkodai perusahaan juga membawanya mampu meraih penghargaan sebagai CEO Terbaik Anak Perusahaan BUMN, pada ajang tahunan yang ke-11 itu.

Rahmad Pribadi dinilai konsisten mengimplementasi strategi-strategi pengembangan perusahaan di tengah berbagai tantangan industri pupuk dan petrokimia, baik domestik dan global di tahun lalu.

Sejumlah strategi dilakukan, seperti transformasi digital, efisiensi energi, pengembangan SDM, dan diversifikasi usaha dengan bahan baku energi terbarukan, untuk memastikan perusahaan tetap mampu mempertahankan kinerja positif meski di tengah pandemi.

Bukan hanya itu saja, PKT sebagai produsen pupuk urea terbesar di tanah air, juga dinilai mampu menjalankan amanah transformasi BUMN, yang makin profesional, transparan, dan akuntabel, serta memiliki semangat kompetisi global dengan tetap berdampak sosial tinggi bagi masyarakat.

Diketahui, PKT meraih 3 penghargaan di dalam ajang tersebut, antara lain The Best CEO Anak Perusahaan, Terbaik I Anak Perusahaan BUMN dalam menjalankan Strategi Tumbuh dan Bertahan, dan juga Terbaik II pada Transformasi Organisasi Anak Perusahaan BUMN.

Hadir menerima penghargaan, Rahmad Pribadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang telah diraih. “Di tengah kondisi ekonomi dan pasar yang masih dinamis akibat pandemi, PKT terus menerapkan strategi inovasi bernilai tambah yang berbasis risiko, termasuk melalui diversifikasi usaha. Melalui langkah strategis yang didukung pengelolaan risiko dan operasional yang baik, puji syukur PKT bisa keluar dari krisis COVID-19 sebagai pemenang, salah satunya dengan membukukan catatan laba tertinggi,” bebernya.

“Mudah-mudahan capaian ini bisa menginspirasi dan memotivasi agar semakin banyak perusahaan lain di Indonesia mampu keluar sebagai pemenang covid, menjadi pemain global, dan juga menjadi yang terbesar dan terbaik di industrinya,” tambahnya.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Juri Bapak Tanri Abeng di Hotel JW Marriot Kuningan pada Kamis (24/03). Penghargaan yang diberikan dalam Anugerah BUMN 2022 didasarkan pada penilaian dari para dewan juri yang terdiri dari Strategi Pertumbuhan, Transformasi Organisasi, Tata Kelola Perusahaan, Pengembangan SDM Unggul serta Inovasi Bisnis.

Mengambil tema “Transformasi Tata Kelola BUMN Membangun Keseimbangan Bisnis”, penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang mampu menunjukkan kinerja baik dan sangat memuaskan.

Sepanjang 2021, PKT berhasil mencatatkan laba setelah pajak senilai Rp6,17 triliun atau tertinggi sepanjang sejarah. Tak hanya itu, PKT juga mampu memaksimalkan produktivitas hingga meningkatkan efisiensi operasional. Berbekal kapabilitas perusahaan dalam hal produksi dan teknologi, kini PKT tengah bertransformasi menjadi pelaku industri petrokimia yang berorientasi pada efisiensi energi dan diversifikasi usaha.

Penghargaan Anugerah BUMN 2022 yang diselenggarakan oleh Majalah BUMN Track bekerjasama dengan PPM Manajemen merupakan bentuk apresiasi pada pencapaian kinerja BUMN serta Anak Perusahaan BUMN yang telah menunjukkan kinerja memuaskan dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Selain menilai performa perusahaan, ajang ini sekaligus mengapresiasi kepemimpinan CEO BUMN yang mampu memperkuat kinerja korporasi sekaligus mengkonsolidasi SDM yang kompetitif dan berdaya saing di masa pandemi. (adv)

Tingkatkan Inovasi Berbasis Lingkungan, PKT Raih The Best Indonesia Green Awards 2022

0
Penghargaan diterima SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono, dari Chairman The La Tofi School of CSR, La Tofi, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Senin (21/3/2022)

JAKARTA – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) raih The Best Indonesia Green Awards (IGA) 2022 dari La Tofi School of CSR, melalui delapan kategori program yang direalisasikan perusahaan sebagai komitmen dalam menjalankan aktivitas industri berbasis lingkungan dan efisiensi energi. Penghargaan diterima SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono, dari Chairman The La Tofi School of CSR, La Tofi, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Senin (21/3/2022).

Teguh menjelaskan, delapan kategori tersebut diantaranya Pengembangan Wisata Konservasi Alam pada program Wisata Konservasi Alam Terumbu Karang Kimasea, Penanganan Sampah Plastik untuk program Setor Sampah dan Tuai Berkah Lewat Bank Sampah, Penyelamatan Sumberdaya Air melalui pemanfaatan air hujan sebagai alternatif air bersih untuk green office, serta Rekayasa Teknologi dalam Menghemat Energi atau Penggunaan Energi Baru Terbarukan dengan menurunkan konsumsi energy primary reformer dan meningkatkan produksi amoniak Pabrik 4.

Selanjutnya kategori Pengembangan Keanekaragaman Hayati pada program Smart Bioball bola hitam kehidupan bagi lahan bekas tambang, lalu Pelopor Pencegahan Polusi melalui inovasi pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai material stabilisasi tanah. Kemudian kategori Pengembangan Pengolahan Sampah Terpadu dengan inisiasi komposting untuk hijaunya Kota Bontang, serta Digitalisasi Konservasi Alam oleh PR Perusahaan dengan program digitalisasi untuk mendorong masyarakat cerdas dalam bertani.

“Seluruh kategori yang diraih tahun ini, bagian dari komitmen PKT dalam mengimplementasikan prinsip industri hijau secara signifikan dan berkesinambungan. Hal itu diwujudkan melalui inovasi yang dikembangkan perusahaan dalam rangka efisiensi energi, efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong hingga efisiensi pemakaian air,” terang Teguh.

Menurut dia, pengelolaan lingkungan pada berbagai aspek menjadi perhatian serius PKT, didukung kesadaran penuh seluruh insan perusahaan. Berbagai inovasi yang digagas, juga bentuk komitmen PKT dalam mendorong terciptanya stabilitas lingkungan yang lebih baik untuk menekan pencemaran serta dampak aktivitas industri semaksimal mungkin.

Dalam lima tahun terakhir, PKT juga menerapkan inovasi teknologi yang mengacu pada 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery) pada proses produksi, diikuti penggunaan energi baru terbarukan serta pemenuhan baku mutu lingkungan pada limbah cair maupun emisi.

“Dari kinerja tersebut PKT berhasil meraih Propernas Emas lima tahun berturut dari KLHK, serta penghargaan industri hijau untuk delapan kalinya dari Kemenperin. Begitu juga dalam perbaikan kualitas lingkungan, PKT mampu melakukan penghematan energi, reduksi emisi gas rumah kaca, reduksi timbulan limbah hingga penghematan air,” lanjut Teguh.

Keterlibatan insan perusahaan untuk terus aktif dan peduli terhadap lingkungan, juga didorong PKT melalui berbagai aksi nyata penyelamatan lingkungan dan ekosistem dalam mewujudkan keseimbangan antara profit, people dan planet sebagai salah satu misi Perusahaan. “Penghargaan ini merupakan motivasi bagi PKT untuk terus meningkatkan inovasi pengelolaan industri hijau dengan lebih memperhatikan aspek lingkungan,” tambah Teguh.

Chairman The La Tofi School of CSR, La Tofi, mengungkapkan IGA 2022 merupakan apresiasi bagi seluruh perusahaan dengan komitmen tinggi terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati secara berkesinambungan, yang diimplementasikan melalui kebijakan strategis maupun program CSR perusahaan. PKT sebagai salah satu perusahaan yang meraih predikat The Best IGA 2022 pada tahun ini tak hanya dinilai berdasarkan realisasi program berbasis lingkungan yang telah berjalan, tapi juga dari pengembangan program baru yang inovatif satu tahun terakhir.

“Kami melihat delapan kategori yang diraih PKT tahun ini sebagai langkah inovatif, melalui berbagai program baru dalam menjaga lingkungan tetap terpelihara dengan baik. Ini patut diapresiasi karena pengembangan inovasi terus berjalan,” papar La Tofi. (adv)

Talk Show ‘Teras Inspirasi’ Garapan Fordasi, Minyak Goreng Langka, Bontang Bisa Apa?

0

BONTANG – Kelangkaan minyak goreng beberapa bulan terakhir membuat masyarakat Indonesia bertanya-tanya. Sebagai negara produsen minyak nabati terbesar di dunia, Indonesia semestinya tidak mengalami kekurangan stok kebutuhan dapur ini.

Berangkat dari persoalan itu, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Inspirasi (Fordasi) Bontang menggelar kegiatan Talk Show Teras Inspirasi Senin (21/3/2022) malam di Kopi Inspirasi, Kantor Radar Bontang Kompleks Ruko Halal Square, Jl. Achmad Yani, Kota Bontang.

Ketua Fordasi Bontang, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, diskusi lewat forum ini diharapkan menjadi wadah untuk membangun kepekaan generasi muda di Bontang. Apalagi isu kelangkaan minyak goreng juga sangat berdampak bagi warga Bontang.

“Ada banyak pihak yang terasa. Misalnya penjual gorengan yang setiap hari butuh minyak. Diskusi ini akan kita kawal ke pemangku kebijakan,” katanya.

Mengusung tema “Minyak Goreng Langka, Bontang Bisa Apa ?” Fordasi mengundang dua narasumber dari tokoh pemuda Ahmad Nugraha dan politisi Taqiyuddin.

Dalam pemaparannya, Ahmad Nugraha menjelaskan, sejumlah faktor dan alasan kelangkaan minyak goreng. Pertama, soal kenaikan harga minyak dunia, kedua memanasnya situasi perang Rusia-Ukraina menjadi sentimen utama yang membuat harga minyak melonjak tinggi. “Rusia pun terancam kena sanksi. Salah satunya adalah larangan ekspor ke pasar,” terangnya.

Lantas, dia melanjutkan bagaimana Indonesia sebagai negara penghasil sawit juga mengalami kelangkaan ? Ini karena adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi.

“Kementerian perdagangan bahkan sempat kewalahan melawan mafia-mafia ini. Meski kemarin sudah ditetapkan lima orang tersangka,” bebernya.

Dia menambahkan, hal lain yang membuat minyak goreng sulit ditemukan karena adanya konsumsi CPO yang mengalami pergeseran. Jika dulu CPO hanya digunakan untuk memenuhu industri pangan saja. Sekarang pemerintah mewajibkan untuk industri biodiesel.

“Sekarang CPO tidak dipakai di Industri pangam saja. Ada peralihan. Pola pergeseran konsumsi ini yang praktis memengaruhi pasokan minyak untuk pangan,” tambahnya.

Sementara, narasumber lain, Taqiyuddin mengungkapkan pemerintah kesulitan untuk mengatur harga minyak di pasaran. Pasalnya, pemerintah kewenangannya sangat terbatas. “Sebatas menjaga distribusi saja. Tidak sampai bicara harga,” katanya.

Sehingga kata dia, pada mekanisme pasar bebas saat ini diperlukan regulasi yang kuat untuk membuat instrumen pemerintah lebih punya dominasi.

Politisi Bontang itu mengungkapkan, operasi pasar yang dilakukan pemerintah dan PT Energi Unggul Persada juga belum bisa jadi solusi. “Karena ini sifatnya hanya sementara. Sedangkan kebutuhan masyarakat terus-menerus,” pungkasnya. (yus)

PKT Pastikan Pengusaha Lokal dapat Peluang dan Kesempatan Sama di Industri

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) siap bersinergi dan meningkatkan dukungan terhadap pengembangan para pelaku usaha lokal di berbagai bidang.

Hal itu ditegaskan Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman, saat silaturahmi dan dialog bersama BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bontang, di Hotel Grand Equator, Kamis (17/3/2022).

Diungkapkan Qomaruzzaman, PKT sangat terbuka dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat di Kota Bontang, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam pemberdayaan pelaku usaha lokal secara berkesinambungan.

Hal ini pun sejalan dengan instruksi Kementerian BUMN, agar korporasi terlibat untuk pengembangan usaha di tataran lokal, baik dalam bentuk pembinaan maupun kerjasama pemberdayaan di berbagai bidang.

Langkah tersebut salah satunya direalisasikan melalui program Pasar Digital Pengadaan Barang dan Jasa BUMN (PADI BUMN), yang mengamanahkan agar pengadaan barang dan jasa di lingkungan perusahaan menggandeng sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal.

“PKT memastikan selalu mendukung UMKM dan pelaku usaha lokal agar lebih berdaya saing serta mampu berkembang dengan baik. Hal ini menjadi komitmen PKT bagi masyarakat, sehingga apapun kebutuhan perusahaan akan terlebih dulu memprioritaskan di tataran lokal,” papar Qomaruzzaman.

Menurut Qomaruzzaman, pada prinsipnya PKT akan selalu terbuka bagi rekanan lokal untuk menjalin kerjasama di berbagai bidang, selama dalam koridor aturan dan sejalan dengan prinsip Good Corporate Gorvernance (GCG).

Ini menjadi hal mutlak yang wajib dipenuhi PKT dalam aktivitas bisnis maupun pengadaan barang dan jasa, sehingga tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Maka dari itu, pelaku usaha lokal khususnya yang tergabung dalam BPC HIPMI Bontang, diimbau dapat terus meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing secara optimal, sehingga peluang untuk bersaing dalam skala lebih besar semakin terbuka.

PKT dipastikan akan memberi kesempatan yang sama, sekaligus siap memberi pendampingan ataupun pembinaan agar pelaku usaha lebih berdaya saing. Bahkan beberapa anggota BPC HIPMI Bontang kini telah menjadi rekanan PKT untuk pengadaan barang maupun jasa, yang diharap semakin berkembang seiring kepercayaan perusahaan terhadap kualitas yang diberikan.

“Apapun kendala yang selama ini dihadapi untuk menjadi rekanan atau binaan PKT bisa kita carikan solusi bersama, sehingga peluang akan semakin luas dan tak hanya di lingkup lokal tapi juga bisa bersaing di luar,” tambah Qomaruzzaman.

Ketua BPC HIPMI Bontang Amriadi, menyambut positif sekaligus mengapresiasi dukungan PKT bagi para pelaku usaha di Kota Bontang agar mampu bersaing, sehingga kedepan memiliki kesempatan yang sama untuk diberdayakan maupun dibina oleh perusahaan guna pengembangan kapasitas usaha yang dijalankan.

Dirinya menyebut komitmen PKT sejalan dengan semangat HIPMI sebagai wadah pengusaha muda di Kota Bontang, sehingga mampu membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal melalui jalinan kerjasama maupun pemberdayaan oleh perusahaan di berbagai bidang.

“Kami mengapresiasi komitmen PKT bagi pengusaha lokal, dengan memberi peluang untuk dibina maupun diberdayakan. Apalagi seluruh bidang usaha ada di HIPMI dan kami harap bisa didukung sepenuhnya oleh PKT agar lebih berkembang,” kata Amriadi.

Dirinya pun berharap sinergi antara BPC HIPMI Bontang dan PKT berjalan berkesinambungan, sehingga generasi muda yang menekuni bisnis secara mandiri dapat semakin berdaya saing dengan adanya pembinaan maupun kesempatan yang diberikan PKT.

“Semoga ini menjadi langkah baik untuk kedepannya, agar peluang bagi pengusaha lokal semakin terbuka. BPC HIPMI pun siap berkolaborasi dengan PKT dalam mendukung kemajuan sektor industri di Kota Bontang,” tutur Amriadi. (adv)

Pengendara Motor Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Pupuk Raya

0

BONTANG – Sebuah batang pohon tiba-tiba patah di Jalan Tembus Pupuk Raya atau Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Bontang, tak jauh dari bundaran Sintuk, Kamis (10/3) sekitar pukul 13.00 Wita.

Bhabimkamtimbas Loktuan AKP Ahmad Bajuri mengatakan, patahan pohon tersebut menimpa seorang wanita pengendara sepeda motor yang melintas dari arah kota. Untungnya, ibu tersebut hanya mengalami luka memar. “Tidak ada korban. Ibu pengendara motor hanya mengalami memar,” kata Bajuri.

Untuk menghindari kemacetan, pohon yang tumbang langsung dibersihkan dan ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang dibantu Satlantas, FKPN Loktuan, security PKT dan relawan. (mk)

HUT SMSI ke-5: Kerja Sama TNI AD- SMSI Diapresiasi Jenderal Dudung Abdurachman

0

JAKARTA – Kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) diapresiasi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, SE, MM.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie dalam pidatonya ketika mewakili KASAD Jenderal Dudung Abdurachman dalam acara menyambut Hari Ulang Tahun ke-5 SMSI di Hotel Jayakarta, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Senin malam, 7 Maret 2022.

Dalam kerja sama ini, SMSI melalui perusahaan media siber anggotanya telah menyebar-luaskan berita-berita positif TNI AD. SMSI kini beranggotakan sekitar 1.700 pengusaha perusahaan media siber yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Chemistry antara SMSI dan TNI AD sudah semakin kuat,” tutur Iroth Sonny Edhie dalam presentasi yang dimoderatori oleh Dr Retno Intani ZA, M.Sc (Ketua Bidang Pendidikan SMSI Pusat).

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sengaja bekerja sama dengan TNI AD, dalam hal ini Pusat Sandi dan Siber TNI AD, supaya dalam pemanfaatan teknologi terbaru SMSI tidak meleset.

“Kami ingin saling memperkuat dan ingin menjadikan industri pers sebagai alat melawan hoax,” kata Firdaus.

Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh para pimpinan SMSI dari 22 provinsi di Tanah Air. “Seyogyanya pertemuan ini dihadiri para pimpinan SMSI dari seluruh provinsi, tetapi karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka tidak semua hadir,” kata Ketua Panitia HUT SMSI ke-5 Aat Surya Safaat.

Para tokoh penting yang hadir dalam kesempatan itu, selain Brigjen Iroth, Pendiri Bukit Algoritma Budiman Sudjatmiko yang juga Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun, Direktur Utama Bank Banten Dr. Agus Syabarudin, dan Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina Prof Yuddy Chrisnandi yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat, serta penasihat SMSI Pusat Ervik Ary Susanto.

Menurut Iroth, kerja sama SMSI- TNI AD ini sudah pasti bertujuan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, kita harus mengenali ancaman-ancaman melalui siber.

Sekarang ini, kata dia, perang generasi kelima berbasis informasi, data, dan siber. Ancaman siber menjadi ranah TNI. Karena itu, kerja sama tersebut akan ditindak lanjuti hingga Kodam-Kodam dan SMSI di daerah-daerah. (rls)

Masjid Terapung Jumat Diresmikan, Tahun Ini Dibangun Pagar Pengaman

0

BONTANG – Masjid Terapung di Kampung Selambai, Loktuan akan diresmikan, Jumat (11/3/2022) nanti. Peresmian masjid ditandai dengan salat Jumat oleh warga Bontang. “Usai diresmikan, siangnya kami akan salat Jumat di sini,” terang Wali Kota Bontang Basri Rase saat mengunjungi Masjid Terapung, bersama rombongan anggota Komisi II dan III DPRD Kota Bontang, Senin (7/3/2022).

Untuk itu, Basri meminta, OPD terkait untuk menyiapkan acara peresmian masjid senilai kurang lebih Rp 60 miliar itu. “PUPRK Bontang tolong disiapkan,” terang Basri.
Ditambahkannya, Pemkot berencana membentuk UPTD masjid yang nantinya mengelola dua masjid milik pemerintah. Yakni Masjid Terapung di Kampung Selambai dan Masjid Al Hijrah di Jalan Wr Soepratman, Tanjung Laut.

Untuk pembentukan Badan Pengelola Masjid terapung, menurut Basri baru akan dibentuk usai kunjungan. Dalam kesempatan tersebut, Basri Rase menunjuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi ketua takmir Masjid Terapung. “SK-nya setelah ini akan dibuat. Karena ini berada di lingkungan Dishub maka takmir di ketuai oleh kadisnya. Tentu untuk anggota takmir kita libatkan warga sekitar,” ucapnya.

Soal adanya insiden kapal yang pernah menabrak bangunan Masjid Terapung, Basri mengatakan akan dibangun pagar pengaman yang mengitari masjid. “Sudah saya minta (PUPRK dan Bapelitbang, Red.) siapkan anggarannya di APBD Perubahan,” tandas Ketua DPC PKB Bontang ini.

Menurutnya, pagar pengaman tersebut mendesak dibangun karena bangunan masjid rawan ditabrak kapal yang melakukan bongkar muat di sekitar Pelabuhan Loktuan.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Kota Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang Kota (PUPRK) Bontang Roby Malissa mengatakan pagar pengaman rencananya dibuat melingkar dengan jarak 10 meter mengitari bangunan masjid.

Selain sebagai pengaman, masyarakat juga bisa berjalan di pagar tersebut sambil menikmati pemandangan sekitar Loktuan. “Kami harpkan masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah tapi juga akan menjadi ikon wisata religi baru di Kota Bontang,” tuturnya. Berapa anggaranannya? “Nanti dilihat perencanaannya, dan kita anggarkan bersama pembangunan area parkir ,” sebutnya.

Termasuk kata dia, kelengkapan masjid seperti karpet, mimbar dan lainnya, baru akan dibahas usai peninjauan Wali Kota Bontang. “Yang jelas untuk peresmian dulu diatur nanti,” pungkasnuya. (ahr)