Beranda blog Halaman 1133

Demi Minyak Goreng Murah, Warga Bontang Lestari Rela Antre

0
Warga Kelurahan Bontang Lestari saat mengantre minyak goreng murah.

BONTANG – Ratusan warga Kelurahan Bontang Lestari rela mengantre untuk membeli minyak goreng murah seharga Rp 11.500 per liter.

Operasi pasar minyak goreng murah pada Sabtu(26/2/2022), dilaksanakan Pemkot Bontang bersama PT Energi Unggul Persada (EUP).

Asisten Manager External Relations PT EUP Bontang Jayadi mengatakan, pihaknya menyiapkan minyak goreng murah sebanyak 8 ton atau 8.000 liter bagi warga Bontang Lestari.

“Per liternya kita hargai Rp 11.500,” ucap Jayadi kepada awak media di lokasi penjualan, di Perumahan Korpri.

Jayadi menjelaskan, kegiatan serupa akan dilakukan di 14 kelurahan lain, sesuai jadwal yang sudah ditentukan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan dalam pertemuannya yang berlangsung 25 Februari 2022.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir, sebab pihaknya berkomitmen menyiapkan 120 ton minyak goreng murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bontang.

“Ini percobaan, sebelum nantinya akan masuk ke 14 kelurahan lain. Rencananya kita akan mulai dari Kelurahan Kanaan,” terangnya.

Sementara Lurah Bontang Lestari Andriyana mengatakan, total sebanyak 2.400 kepala keluarga berhak mendapatkan minyak goreng murah ini.

“Jadi per KK akan dibatasi 5 liter, tapi kalau masih ada sisa, warga dapat kembali lagi mengantre dengan membawa jeriken 5 liter,” ucapnya.

Ia menjelaskan, informasi terkait operasi pasar minyak goreng murah sudah sampai ke seluruh warga lewat Whatsapp grup RT atau media sosial kelurahan. “InsyaAllah informasinya sudah sampai,” pungkasnya. (ahr)

Ustads Kami Tewas Dibunuh Santri

0

Cerpen: Muthi’ Masfu’ah

Malam masih membelah bumi, saat suara Ustadz Edi dengan tekun mengajari kami mengaji di musala. Kupandangi wajah teduh bertubuh besar itu dengan lekat. Sabar banget Ustadz Edi, padahal terlihat kantung mata lelahnya yang tak dapat disembunyikan, batinku malam itu. Haru melihatnya. Apalagi tak semua santri pandai mengaji. Apalagi tak semua santri berasal dari keluarga yang didik secara Islami di rumahnya. Tiba-tiba…

“Ustadz, mana HP kami?!” teriak Anto menahan marah, entah tiba-tiba berteriak kasar, saat kami menyimak Ustadz Edi mengajarkan konsep mengaji.

Santri lain yang duduk melingkar di musala  malam itu kaget seketika. Siapa yang tidak tahu Anto, santri berwatak keras dan sering kasar kepada kami. Jangankan kepada Ustadz, sesama santri saja demikian tidak santunnya.

Aku menunduk. Santri lain terdiam.

“Ustadz, mana HP kami?” teriak Toni keras di depan ustadz Edi.

Ya Allah, Toni sama saja dengan Anto, tak santun sama sekali, batinku mengutuknya malam itu.

Entah apa yang disampaikan Ustadz Edi, hingga Anto dan Edi keluar musala malam itu dengan wajah keruh bercampur jengkel. Kami hanya bisa menunduk.

HP lagi, HP lagi… Upsss memang gak bisa hidup tanpa HH? Aku terus membatin…

Malam itu masih terdengar suara jangkrik di luar sana, bersahut-sahutan. Entah seolah menjadi malam mencekam terasa di hatiku. Aku memandang sekelilingku. Aku memandang dinding-dinding, wajah-wajah santri melantunkan irama indah di kalbuku… Al Fatihah…

Allah, aku melihat darah bercecer di lantai. Banyak. Banyak sekali. Aku pucat. Allah. mataku pejamkan lekat-lekat. Aku mendengarkan suara takbir, suara kesakitan yang sangat. Darah-darah itu kocar-kacir di lantai, di… Allah… Aku istiqfar berkali-kali… mata inderaku terbuka lagi… tidak, tidak… aku tidak mau jadi anak indogo lagi.

Allah, aku melihat wajah Ustadz Edi berlumuran darah malam itu.

“Tidakkkkk… Allah…,” teriakku keras memecah kesunyian di musala dan senyap malam itu. Aku pingsan lagi. Aku dengar suara sabar Ustadz Edi mencoba menyadarkanku, menepuk pipiku.

Aku dengar… Aku dengar… Tapi aku tak kuat… Air mataku menetes dalam pingsan… Allah apa yang terjadi esok pagi? Mataku hanya melihat merah… Merah darah dimana-mana… Setelah itu aku benar-benar tak ingat apa-apa lagi.

*

Aku baru sadar, ketika subuh itu. Aku berada di ruang UKS lagi. Entah kesekian kalinya.

Suara azan begitu sahdu memanggilku subuh itu. Begitu sahdu. Tapi entah mencekam hatiku. Aku masih ingat kejadian malam tadi.

“Ahmad, sudah bangun? Gak pusing lagi?” tanya Fatih, sahabatku yang setia menemani aku, saat sering pingsan begini.

“Alhamdulillah…” suaraku datar.

“Kamu melihat apalagi Ahmad? Tapi kemampuan indogomu sudah berkurang kan masuk pondok kita ini?” tanya Fatih bertubi-tubi.

Aku mengangguk lemah. “Alhamdulillah, aku sudah tak melihat makhluk yang aneh-aneh lagi. di pondok ini aku bisa tenang Fatih. Hanya saja, aku masih bisa melihat kejadian-kejadian.”

“Kejadian apa Ahmad?”

Aku memandangnya. Fatih mengguncang tubuhku. Mataku berkaca. Hanya Allah yang tahu jawabnya.

“Ayo kita ke musala, azannya sudah hampir selesai,” tanganku menarik tangan Fatih, ia masih bingung.

Tak lama kami berlarian ke musala, seperti biasanya.

Aku duduk bersila bersama santri lain, melantunkan dzikir pagi itu. Aku terus menenangkan hati. Memejamkan mataku yang berkaca.

“Ustadzz… Ustadzzz…” teriak beberapa santri berlarian masuk ke musala dengan wajah pucat.

Ustadz Maulana yang memimpin dzikir pagi itu seketika berdiri.

“Ustadz Edi… Ustadz Edi…”

“Ustadz Edi dipukuli santri…”

Ustadz Maulana panik pucat dan berlari keluar mushola , diikuti semua santri. Mengikuti santri yang melapor.

Dadaku berdegup kencang.

Berkali-kali aku beristiqfar. Merah-merah dimana-mana. Aku berteriak sejadi-jadinya, takbir sekuat-kuatnya.

Mataku datar melihat, sesosok tubuh kekar dan sabar itu. Bersimbah darah di kepalanya. Entah berapa sobekan di dahinya.Tergeletak di pinggir jalan. Tak bergerak. Tak bergerak sama sekali.

Brukkkk aku pingsan, tak kuasa melihat semuanya.

***

Aku masih terbaring lemah di ruangan putih ini lagi.

“Ahmad… lihat ini,” Fatih dengan suara menahan tangis melihatkan print berita dari media sosial untukku.

Mataku terkesiap membaca berita itu.

TAK TERIMA HP DISITA, 2 SANTRI BUNUH GURU PESANTREN

Tak terima HP disita, 2 Santri inisial A dan T di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tega mengeroyok E (43) guru pesantren tempat mereka menimba ilmu. Penyebabnya, AA dan HR tidak terima karena HP miliknya disita oleh korban saat belajar.

“Pelaku kesal lantaran handphone di sita korban, hingga terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Polsek Sungai Pinang, Kompol Irwanto, saat dikonfirmasi, Rabu (23/2/2022).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (23/2) di Jalan Assadah, Samarinda. Usai E selesai beribadah di masjid, di jalan pulang ke rumah, E pun telah ditunggu oleh T yang mengajak A untuk meminta ponsel milik HR dikembalikan.

“Korban tidak memberikan Handphone tersebut. Yang akhirnya pelaku kesal langsung mengeroyok korban, dengan menggunakan balok,” ungkapnya.

Usai mengeroyok, kedua remaja pun langsung meninggalkan korban yang sudah terkapar, beberapa waktu kemudian, seorang warga yang melihat korban langsung membawanya ke rumah sakit dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Jadi ada satu saksi yang melihat korban sudah terkapar langsung segera membawa korban menuju rumah sakit. Tepat pukul 07.30 Wita, korban akhirnya meninggal dunia,” Kata Irwanto.

Aku tak melanjutkan membaca berita itu. Mataku berkaca.

Allah, tega sekali. Dimana hatimu teman.

Mata batinku terus menangis, tak terbendung lagi. Suara teduh itu tak akan terdengar lagi, berirama dalam mushola dan kelas-kelas kami. Tak salah Ustadz Edi menyita HP Santri. Karena diingatkan berkali-kali, mereka berdua tidak menggubris.

Pondok ini bukan pabrik mengubah akhlaq santri dalam kilatan waktu. Apalagi mereka bukan dari sekolah yang sama seperti kami. Berkali-kali kami melihat sabar para ustadz membimbing dan menasehati kami. Dalam peluh dan lelah mereka yang dapat kami rasakan yang tak sebanding dengan materi yang mereka punya. Yang tak sebanding dengan ribuan peluh mereka yang jatuh membasahi tanah pondok ini untuk kami para santri.

Ustadz Edi, kami selalu merindukanmu.  Suara teduh, tegas dan sabarmu. Pesan-pesan indahmu menghiasi hati-hati kami yang selalu merindu.

Ustadz Edi, jika engkau lebih dulu menginjak indahnya surga diakhirat kelak. Karena keunggulan amalmu. Carilah kami. Carilah kami para santrimu. Para santri yang merindukanmu… kami ingin berkumpul di surga terindahMu… ya, bersamamu Ustadz Edi.

Siang itu begitu terik, matahari begitu tajam menyinari hati-hati kami yang pilu.. mataku bathinku terus berkaca… entah sampai kapan… mungkin menunggu waktu untuk bertemu sosok yang kami rindu… Ustadz Edi..

*) Penulis adalah Direktur Pelaksana Harian Yayasan RK Salsabila, Ketua Komunitas Guru Kreatif Suka Menulis, Kampung Dongeng Bontang dan Ketua Abi Literasi Kaltim

Lantik PPPK Non Guru, Sekda: Bekerja Profesional

0
BONTANG – Sebanyak 38 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dilantik dan diambil sumpahnya, di Pendopo Wali Kota Bontang, Jumat (25/2/2022). Pelantikan dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah.
Dalam sambutannya Sekda berpesan bahwa PPPK Sebagai ASN untuk dapat melaksanakan penyelenggaraan pelayanan publik dengan baik secara profesional dan mampu berperan sebagai perekat negara kesatuan republik indonesia.
Menurutnya ASN juga harus memiliki intelegensia yang tinggi untuk pengembangan kapasitas dan kinerja organisasi; memiliki keterampilan, keahlian, dan perilaku sesuai dengan tuntutan jabatan; dan memiliki kemampuan mengakselerasi fungsi dan tugas organisasi.  “Kedepankan sikap mengayomi dan melayani karena pada hakekatnya kita adalah pelayan masyarakat,” tegasnya.

Lebih Lanjut Kepala BKPSDM Drs. Sudi Priyanto, M.Si memberikan penjelasan bahwa pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah bagi PPPK Non Guru ini mempedomani Peraturan Badan Kepegawaian Negara RI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja.

Pada kesempatan ini PPPK Non Guru yang dilantik tersebut berjumlah 38 orang merupakan hasil seleksi PPPK tahun 2021 yang lalu dan diangkat pada tahun 2022 ini, dengan rincian penempatan :

  1. Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil 1 Orang
  2. Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan Dan Pertanian 1 Orang
  3. Dinas Perhubungan 1 Orang
  4. Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan 1 Orang
  5. Dinas Kesehatan (Termasuk RSUD Taman Husada) 32 Orang
  6. Sekretariat Daerah 2 Orang.

Dari 38 orang tersebut yang dapat hadir secara langsung berjumlah 36 orang, sedangkan 2 orang lainnya melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah secara virtual dikarenakan sedang menjalani perawatan Isoman.

Secara keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan berjalan dengan tertib, khidmat dan lancar. Dilanjutkan dengan penyerahan SK Pengangkatan PPPK Non Guru kepada masing-masing pegawai yang dilantik tersebut. (adv)

Disdikbud Buka Lagi PTM Terbatas 50 Persen, Berlaku Pekan Depan

0

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang akan kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada pekan depan.

Kepala Disdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono mengungkapkan, pemberlakuan PTMT di tiap sekolah nantinya akan dibatasi 50 persen.

“Untuk batasan waktunya, maksimal empat jam pembelajaran untuk tingkat SD dan SMP, untuk TK maksimal dua jam dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes),” ungkapnya kepada mediakaltim.com, Jumat (25/2/2022).

Bambang menjelaskan, orang tua atau wali murid yang keberatan anaknya mengikuti PTMT, diizinkan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dengan catatan harus dituangkan secara tertulis.

Dijelaskan pula, bila ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, maka kegiatan PTMT akan ditutup sementara.“Kelas akan ditutup sementara, sembari kita lakukan tracking,” katanya.

Sebelumnya, Pemkot Bontang melalui Disdikbud menerapkan PJJ 100 persen selama dua pekan, terhitung 14 hari hingga 26 Februari 2022. (ahr)

Tiga Pengedar Sabu di Loktuan Diringkus, Berperan Bandar, Pengedar dan Kurir

0
Pelaku dan barang bukti berhasil diamankan.

BONTANG – Polres Bontang meringkus tiga orang jaringan pengedar sabu-sabu di Bontang, Kamis (24/2/2022). Ketiga pelaku berinisial RP (38), AP (37), dan SU (31). Ketiganya warga Loktuan. Mereka berperan masing-masing sebagai bandar, pengedar, dan kurir.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Resnarkoba AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, penangkapan bermula ketika polisi mendapat informasi kawasan Loktuan yang acap di jadikan transaksi narkoba.

Setelah melakukan pengintaian, tim Satresnarkoba Polres Bontang meringkus pria berinisial RP (38) pada pukul 16.25 Wita di kediamannya, Jalan Slamet Riyadi, Loktuan. Kala itu, RP tengah menunggu pembeli sabu di depan rumah.

RP diringkus bersama barang bukti 13 poket sabu seberat 5,7 gram yang disimpan di dalam bola lampu. “Sabu itu disimpan di dalam kamar dekat kasur,” ungkap Tatok.

Polisi kemudian melakukan pengembangan. Berdasarkan keterangan RP diketahui sabu didapatkan dari AP (37), warga Jalan Kapal Feri, Loktuan. Polisi lalu meringkus AP yang berperan sebagai bandar di kediamannya sekitar pukul 17.15 Wita.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 bungkus plastik berisi narkoba jenis sabu seberat 0,50 gram, alat hisap sabu, dan uang hasil penjualan senilai Rp 400 ribu yang disimpan di kantong celana sebelah kanan AP.

Saat itu polisi juga meringkus SU (31) yang tinggal bersama AP. SU ditangkap bersama barang bukti ponsel. Di dalam ponsel itu terdapat bukti transaksi narkoba. SU berperan sebagai kurir.

Dari interogasi polisi diketahui AP sebelumnya memesan sabu 1 bal atau 50 gram. Sabu itu diambil oleh SU di belakang SPBU wilayah Sangatta, Kutai Timur. Barang haram itu selanjutnya dijual oleh RP. “50 gram itu habis dalam waktu lima hari saja,” sebut Tatok.

Dari ketiga tersangka, dua di antaranya merupakan residivis. AP residivis kasus penganiayaan. Sementara SU residivis kasus narkoba. SU baru saja bebas pada 2020, usai menjalani hukuman selama 4 tahun penjara. Ketiganya telah ditahan di Mapolres Bontang. (ahr/mk)

80 Nakes Terpapar Corona, RSUD Taman Husada Tracing Karyawan

0

BONTANG – Sebanyak 80 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Taman Husada Bontang terpapar Covid-19. Sebagian besar nakes tersebut sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Direktur RSUD Taman Husada Bontang dr Suhardi saat dihubungi mediakaltim.com, Kamis (24/2/2022). “Saat ini sudah ada 15 nakes yang selesai menjalani isoman,” ungkapnya.

Hingga kini, lanjut dia, pihaknya belum tahu asal Covid-19 hingga bisa menulari banyak orang. Yang sudah pasti penyebaran virus ini terbilang cepat. Disebutkan, pihak rumah sakit terus melakukan pemeriksaan terhadap karyawan. Terutama mereka yang ada kontak erat dan memiliki gejala Covid-19.

“Sampai saat ini kita terus melakukan tracing, harapannya tidak akan ada penambahan (kasus) lagi,” ujarnya. Untuk Sumber Daya Manusia (SDM) sejauh ini masih terbilang aman. Namun, beberapa karyawan harus double job. “Akhirnya harus saling mem-back up,” pungkasnya. (ahr)

Partai Golkar Kembali Usung Neni Moerniaeni di Pilkada 2024

0
(Dari kiri) Husni Fahrudin Sekretaris DPD I Golkar Kaltim, Rudi Masud Ketua DPD I Golkar Kaltim, dan Nidya Listyono Ketua AMPG Kaltim

SAMARINDA – Wali Kota Bontang Periode 2016-2021 Neni Moerniaeni kembali disiapkan sebagai calon kepala daerah yang akan diusung Partai Golkar. Nama Neni Moerniaeni, masuk dalam daftar 12 nama bakal calon (bacalon) yang disiapkan Partai Golkar untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, 12 nama tersebut sudah disepakati dalam rapat pleno DPD I Golkar Kaltim yang dihadiri seluruh pengurus Golkar Kaltim. Dua belas nama tersebut dinilai merupakan kader-kader terbaik untuk menghadapi kontestasi demokrasi tahun 2024

Rudi Masud, Ketua DPD I Golkar Kaltim optimistis partainya menang dalam Pemilu 2024. Yang terpenting menurutnya, adalah memenangkan Airlangga Hartarto sebagai Presiden RI, agar mendapatkan multiplier effect (efek berganda) dari hal tersebut.

“Golkar di Kaltim wajib sebagai pemenang. Baik itu pemilu legislatif, pilkada apalagi pilpres. Khusus dari Kaltim sebagai IKN (Ibu Kota Negara),” tegasnya. (eky)

Neni Moerniaeni

Nama Bacalon Kepala Daerah Usungan Golkar

  1. Rudi Masud : Bacalon Gubernur Kaltim
  2. Jaffar Abdul Gaffar : Bacalon Walikota Samarinda
  3. Meiliana : Bacalon Walikota Samarinda
  4. Rahmad Masud : Bacalon Walikota Balikpapan
  5. Andi Harahap : Bacalon Bupati Penajam Paser Utara
  6. Neni Moerniaeni : Bacalon Walikota Bontang
  7. Syarifah Masitah : Bacalon Bupati Paser
  8. Ahmad Saiful Acong : Bacalon Bupati Kutai Barat
  9. Hasanuddin Masud : Bacalon Bupati Kutai Kartanegara
  10. Kasmidi Bulang : Bacalon Bupati Kutai Timur
  11. Syarifatul Syadiah : Bacalon Bupati Berau
  12. Yohanes Avun : Bacalon Bupati Mahakam Ulu

Disaksikan Presiden Jokowi secara Virtual, PKT Gaspol 10 Ribu Vaksin

0

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bekerjasama dengan Pemkot Bontang menggelar vaksinasi ketiga (booster) sektor industri bagi seluruh karyawan, anak perusahaan dan masyarakat. Vaksinasi massal berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan PKT, disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual, Kamis (24/2/2022).

SVP Operasi 1 sekaligus Koordinator Lapangan Tim Crisis Covid-19 PKT Ngateno, mengungkapkan, kegiatan ini sebagai langkah aktif PKT mendorong peningkatan cakupan vaksinasi booster di sektor industri, sekaligus mendukung masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 secara merata di Kota Bontang. Vaksinasi kali ini merupakan kesinambungan program PKT Proaktif melalui Gaspol 10.000 Vaksin bagi masyarakat Kalimantan Timur, yang telah berlangsung sejak akhir 2021 di berbagai daerah.

“Vaksinasi kali ini kami targetkan bisa disuntikan bagi 600 penerima setiap hari, untuk tiga hari pelaksanaan, mulai 24 sampai 26 Februari 2022,” ucap Ngateno.
Tak hanya dosis ketiga, lanjut dia, PKT juga memfasilitasi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin 1 dan 2 melalui program Gaspol 10.000.

Ngateno menambahkan, untuk vaksinasi dosis 1 dan 2 menggunakan vaksin jenis Sinopharm yang disediakan PKT untuk masyarakat pada program Gaspol 10.000 Vaksin. Sedangkan untuk vaksin booster menggunakan jenis Pfizer yang disediakan Pemkot Bontang. Berdasarkan data Tim Crisis Covid-19 PKT, cakupan vaksinasi booster di lingkungan PKT dan anak perusahaan, telah mencapai 79% dari total karyawan, yang dilaksanakan secara bertahap mulai awal 2022.

“Dari kegiatan ini, kami optimistis 100 persen vaksinasi booster di PKT dapat terealisasi dalam waktu dekat. Begitu juga dengan cakupan di masyarakat, akan terus meningkat karena antusiasme yang tinggi baik untuk dosis pertama hingga ketiga,” katanya.

Mewakili anak perusahaan PKT, Direktur Utama PT Kaltim Industrial Estate (KIE) Minarni Dwi Ningsih, dalam laporannya mengungkapkan, sinergi program Gaspol 10.000 Vaksin yang dilaksanakan PKT bersama anak perusahaan terus digencarkan di berbagai wilayah Kaltim, dengan realisasi saat ini mencapai lebih dari 4.000 dosis dan akan dilanjutkan sesuai target.
Begitu juga untuk karyawan dan tenant yang ada di kawasan industri KIE, terus didorong mendapatkan vaksinasi lengkap mulai dosis pertama hingga ketiga dengan target 100 persen.

“Vaksinasi kali ini juga bentuk sinergi PKT dengan Pemkot Bontang dalam mendorong masyarakat mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap,” kata Minarni.
Sekretaris Kota Bontang Aji Erlynawati, mengaku optimistis cakupan vaksinasi ketiga bagi masyarakat dapat terus ditingkatkan melalui dukungan masif PKT. Melihat realisasi vaksinasi Bontang yang masih jauh di bawah target, menurut dia, keterlibatan seluruh pihak untuk mendorong masyarakat mendapatkan vaksin booster diharap segera tercapai seperti realisasi dosis pertama dan kedua.

“Untuk dosis pertama dan kedua kita sudah melampaui target nasional, sekitar 90 persen lebih. Tapi untuk vaksin booster, masih jauh di bawah target meski stok memadai. Maka dengan keterlibatan PKT diharap bisa mendorong percepatan realisasinya agar segera mencapai target,” ucapnya.

Presiden RI Joko Widodo, dalam arahannya mengatakan vaksin booster bagi sektor industri sangat penting, khususnya untuk mendukung performa perusahaan agar tetap produktif guna menjaga kesinambungan aktivitas industri, dengan meningkatkan kekebalan karyawan dari potensi paparan Covid-19. Jokowi juga berharap vaksinasi booster terlaksana secara merata di seluruh sektor industri di Indonesia, sehingga aktivitas produksi terus berjalan baik dengan tingkat kesehatan karyawan yang terjaga secara optimal.

“Kita harapkan kawasan industri lain di Indonesia terus bergerak melaksanakan vaksinasi booster, agar aktivitas di sektor produksi tidak terganggu serta karyawan memiliki kekebalan yang lebih dalam mencegah paparan Covid-19,” pesan Jokowi. (ahr)

HUT Ke-39, YPK Kokohkan Komitmen Majukan Pendidikan di Bontang dan Kaltim

0

Mengangkat tema “Tumbuh dan Tangguh Pulihkan Pendidikan Indonesia”, Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) rayakan hari jadi ke-39 tahun perjalanan memajukan pendidikan anak yang berkarakter dan religius di Kota Bontang. Kegiatan berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom, Rabu (23/2/2022).

Pembina YPK Heri Subagyo, mengatakan di usia 39 tahun YPK akan terus mengokohkan diri sebagai lembaga pendidikan unggul di Kota Bontang dan Kalimantan Timur, dalam mendidik generasi penerus yang menekankan pada pembentukan karakter anak yang religius serta berprestasi di bidang akademik.

Hal ini sesuai dengan semangat para pionir YPK yang telah meletakkan pondasi dan gagasan sejak awal berdiri pada 1983 silam, untuk mendorong pendidikan yang berkualitas bagi anak bangsa.

“Sesuai dengan tema HUT tahun ini, YPK akan terus tumbuh dan berkembang untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter,” ujar Heri.

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi serta kebijakan dan paradigma masyarakat terkait pendidikan, YPK pun terus berbenah dalam menyesuaikan perubahan yang begitu cepat dengan berbagai inovasi.

Era digitalisasi yang semakin gencar diikuti pandemi Covid-19, menuntut YPK melakukan akselerasi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan, dengan mengedepankan aspek religiusitas sebagai pondasi membangun karakter dan jati diri anak menjadi generasi berprestasi.

Optimalisasi program pun terus dikembangkan dalam mendorong pembentukan karakter anak didik yang religius, mulai dari pencanangan islamic model class, sekolah ramah anak, sekolah ramah bakat dan program pembiasaan lain yang dapat memperkuat karakter serta jati diri siswa.

Hal ini pun dibuktikan dengan banyaknya prestasi bidang akademik maupun non akademik yang berhasil diraih YPK pada tingkat Regional hingga Nasional, seperti rata-rata tingkat penerimaan alumni YPK di perguruan tinggi negeri diatas 90 persen, peringkat 3 tertinggi di Kaltim untuk UNBK tahun 2020, penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kaltim hingga peringkat 2 Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSN) dari Kemendikbud RI.

“YPK berkomitmen untuk tetap tangguh menghadapi tantangan, yang didukung sumberdaya manusia andal dalam mencetak generasi penerus bangsa melalui pendidikan terbaik,” tambah Heri Subagyo.

Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman, berharap peringatan hari jadi YPK ke-39 tahun menjadi semangat Yayasan untuk terus meningkatkan peran, dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Bontang dan Kalimantan Timur. Hal ini melihat eksistensi YPK yang tidak hanya diakui secara lokal, tapi juga di tingkat Nasional sebagai pelopor sekolah umum yang mengedepankan nilai budi pekerti dan religius.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, YPK secara konsisten mampu memberikan pendidikan terbaik bagi siswa guna mendorong lahirnya anak didik yang berbakat dan berprestasi sesuai bidangnya. Hal itu dibuktikan dengan capaian YPK pada 2021 lalu, sebagai salah satu dari 1.000 lembaga pendidikan terbaik di Indonesia yang diharapkan dapat terus ditingkatkan kedepannya.

“Momentum hari jadi ke-39 tahun ini diharap menjadi semangat bagi YPK untuk terus berkarya dan mengabdi dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak, sehingga mampu mencapai prestasi dengan pembentukan karakter yang kuat,” ujar Qomaruzzaman.

Begitu pula dari sisi korporasi, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumberdaya manusia melalui pendidikan yang berkarakter, merupakan salah satu perhatian PKT bagi masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan berbagai dukungan PKT dalam memajukan sektor pendidikan di Kota Bontang maupun Kalimantan Timur, sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pendidikan berkualitas secara berkesinambungan.

Salah satunya beasiswa PKT Peduli Pendidikan (PKTPP), yang juga menggandeng YPK untuk memfasilitasi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di Bontang mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas mulai tingkat SD hingga SMA.

“Anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak dalam mendorong terciptanya generasi produktif dan berdaya saing. Hal ini jadi perhatian PKT dengan memberikan akses pendidikan yang berkualitas melalui program beasiswa PKTPP, sehingga kedepan generasi produktif mampu dan berdaya saing mampu berkompetisi secara sehat,” terang Qomaruzzaman.

Mewakili Pemkot Bontang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bambang Cipto Mulyono, menyampaikan apresiasi atas kiprah YPK yang selama ini eksis berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Bontang, utamanya dalam membentuk generasi yang berkarakter serta berprestasi secara akademik.

Semangat hari jadi ke-39 tahun ini diharap terus mendorong YPK mengoptimalkan peran sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik di Kota Bontang dan Kalimantan Timur, sekaligus mampu menghadapi beragam tantangan dunia pendidikan kedepannya.

“Terlebih dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai IKN dan Bontang sebagai kawasan penyangga, penguatan karakter sumberdaya manusia yang unggul menjadi salah satu tantangan kedepan, sehingga generasi penerus mampu meningkatkan daya saing untuk berkompetisi dalam pembangunan secara optimal,” terang Bambang.

Pada kesempatan itu, sejumlah guru mulai tingkat TK hingga SMA turut menerima penghargaan Satu Windu, Tri Windu, Catur Windu dan Satu Dasawarsa Bakti Kerja, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas serta pengabdian yang diberikan para guru dalam memajukan pendidikan anak di YPK. (adv)

Diduga Rugikan Negara Rp 474 Juta, Dua Mantan Direktur PT BME Ditahan

0

BONTANG – Dua mantan direktur PT Bontang Migas dan Energi (BME) Bontang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Kelas II A Bontang, Rabu (23/2/2022). Keduanya berinisial MT dan KR. MT merupakan eks direktur PT BME periode Januari-Juli 2017 dan KR mantan direktur periode jabatan Juli 2017-September 2019.

Mereka diduga kuat telah melakukan penyalahgunaan anggaran belanja PT BME sehingga perusahaan plat merah tersebut mengalami kerugian selama periode 2017 sampai 2019. Akibat perbuatan kedua tersangka tersebut, negara mengalami kerugian mencapai Rp 474 juta.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Bontang, Hendri Sipayung mengatakan, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan jaringan gas itu menerima Rp 30 juta dari koperasi praja sebagai pemilik saham. PT BME juga menerima penyertaan modal dari APBD Bontang sebesar Rp 3 miliar saat awal pembentukan. “Modus korupsi kedua tersangka yakni membelanjakan uang perusahaan tidak sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP),” terangnya.

Temuan penyidik tentang dugaan korupsi tersebut meliputi belanja tak sesuai RKAP, di antaranya surat jalan antar lokasi kerja, biaya keuangan SPPD, Employee Gathering, lembur pegawai sampai pemberian pesangon.

Kemudian, akuisisi pengelolaan jaringan gas dari PT BBG tanpa persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun anggaran 2017. Peralihan ini dinilai telah membuat kerugian sebesar Rp 52 juta. “Ini berdasarkan hasil audit Inspektorat Daerah, kerugian negara berkisar Rp 474 juta,” ungkapnya.

Atas perbuatan keduanya, penyidik mengenakan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keduanya sudah ditahan di Lapas Kelas II A Bontang untuk 20 hari kedepan, terhitung dari 23 Februari sampai 14 Maret mendatang. (ahr)