Beranda blog Halaman 1134

Bangun Vihara Pertama di Bontang, Basri Beri Dukungan

0

BONTANG – Vihara Nanasamvara akan menjadi vihara pertama yang dibangun di Kota Bontang. Vihara yang diinisiasi Presiden PT Black Bear, Sony Lesmana mendapat dukungan dari Wali Kota Bontang Basri Rase. Hal itu terbukti dengan hadirnya Wali Kota saat acara peletakan batu pertama pembangunan Vihara Nanasamvara di Bukit Nusantara Permai, Jalan Arif Rahman Hakim, Kilometer 3, Bontang Barat, Rabu (23/2/22).

Hadir pula pejabat Forkopimda Bontang, pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim, pejabat Kemenag Bontang, serta pemuka berbagai agama di Bontang. Sony Lesmana selaku pendiri Vihara Nanasamvara mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Wali Kota Bontang untuk membangun tempat ibadah tersebut.

“Terima kasih untuk dukungan Bapak Wali Kota yang telah memperhatikan kami walaupun kami kaum minoritas. Selama ini kami hanya beribadah di rumah saja,namun sekarang kami telah mengantongi izin untuk membangun rumah Buddha yang pertama ada di Bontang,” ucap Sony Lesmana.

Ia juga mengatakan memiliki mimpi agar vihara tersebut dapat menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia dan lainnya. “Tidak hanya vihara, di tempat ini kami juga akan mendirikan masjid, gereja, dan pura sebagai tanda kalau Bontang memiliki tali silaturahmi yang kuat antar umat beragama,” imbuhnya.

Wali Kota Bontang Basri Rase dalam sambutannya menyampaikan vihara tersebut akan melengkapi tempat ibadah seluruh agama di Bontang. “Saya mendukung pembangunan vihara ini, apalagi tempatnya luar biasa indah. Saya harap tidak hanya untuk ibadah, tapi juga untuk pendidikan, wisata religi dan berdampak sosial,” ucap Basri.“Semoga pembangunannya berjalan lancar, usaha makin lancar dan Bapak Sony semakin sehat selalu,” tambahnya.

Usai memberi kata sambutan, Basri Rase mengikuti peletakan batu pertama bersama seluruh pejabat Forkopimda, pejabat Kemenag Kaltim dan Kemenag Bontang serta seluruh pemuka agama di Bontang. (kmf/lusy)

Medadak Gelar Tes Narkoba di THM, Geledah Satu Terduga Pengguna Sabu

0
Polisi saat melakukan tes narkoba acak di salah satu tempat hiburan biliard.

BONTANG – Satreskoba Polres Bontang melakukan tes narkotika secara acak pada pengunjung tempat hiburan malam (THM) karaoke dan biliar di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Rabu(23/2/2022) jelang pergantian hari.

Dari 10 orang yang diperiksa urinenya, satu orang diduga mengonsumsi sabu dan kini masih dalam tahap penyelidikan polisi. Kesepuluh warga yang diminta menjalani tes urine tersebut, 6 pengunjung karaoke dan 4 sisanya dari tempat biliar.

“Ini kegiatan rutin sebulan sekali dilakukan secara acak. Dari 10 orang yang diperiksa, ada 1 laki-laki berinisial FR (38) ditahan sementara, untuk penyidikan dan pengembangan informasi. Karena diduga pengguna aktif sabu,” ucap Kasat Reskoba Polres Bontang AKP Tatok Tri Haryanto, Kamis (24/2/2022).

Tatok menjelaskan, FR sebenarnya merupakan salah orang target operasi dari pihaknya dan kebetulan berada di arena biliar yang didatangi petugas. “FR ini adalah salah satu orang target operasi, kebetulan ada disini (tempat billiar) kami minta untuk tes urine,” jelasnya.

Dijelaskan, pemeriksaan urine FR hasilnya negatif. Tetapi pihaknya tidak lantas percaya karena gelagat FR sangat mencurigakan. Benar saja, setelah digeledah di dalam tas FR ditemukan beberapa barang bukti atau alat, yang kuat kaitannya dengan penggunaan sabu.

Barang bukti tersebut mulai dari korek api terbang sebanyak 4 buah dan pipet plastik 2 buah. Atas dasar temuan ini, lanjut Tatok, pihaknya membawa FR ke Mako Polres Bontang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“FR mengaku dirinya pemakai, katanya terakhir menggunakan 2 minggu lalu di daerah Kaubun, Kutai Timur dan barang bukti yang kami dapatkan juga diakui miliknya,” terang Tatok. Jika dari hasil pemeriksaan dan pengembangan ditemukan alat bukti baru, tidak menutup kemungkinan FR akan dinaikkan statusnya sebagai tersangka. “Yang pasti kami tahan sementara untuk menggali informasi,” tandasnya. (ahr)

KPK Soroti Kontribusi Plasa Taman dan Pemanfaatan 11 Rumah Dinas

0

BONTANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti 12 aset milik Pemkot Bontang, yaitu pemanfaatan 11 rumah dinas dan Plasa Taman yang dikelola PT Intigriya Prima Sakti (IPS).

Hal ini terungkap saat rapat Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Bontang, yang dihadiri Wali Kota Bontang di Gedung DPRD Bontang, Selasa (22/02/2022).

“Belasan bangunan itu memang harus dievaluasi ulang. Kekompakan bekerja tim arsip di tiap OPD harus maksimal. Terutama tata kelolanya. Apalagi sudah jadi perhatian KPK,” tegas Basri Rase

Sementara itu, Kepala Inspektorat Bontang, Enik Purwanti mengatakan sudah seharusnya aset milik Pemkot memiliki kontribusi ke daerah, salah satunya Plasa Taman atau Plasa Ramayana. “Nah, aset milik pemerintah harus mempunyai kontribusi ke daerah, sehingga regulasi yang berlaku pun berubah dinamis,” ungkapnya.

Diakuinya, ketika dibangun Plasa Taman, belum ada regulasi yang mengatur. Tapi sekarang sedang proses pembuatan adendum atau perjanjian kerjasama yang baru. Begitu juga rumah-rumah dinas patut diperjelas peruntukkannya, meski sebelumnya digunakan pejabat yang masih aktif. “Kami akan rapatkan kembali ini, seperti apa tindak lanjutnya. Jadi bangunannya akan digunakan untuk apa ke depan itu wajib diperjelas,” tegas Enik.

Sebelumnya, review perjanjian Gedung Plasa Taman Ramayana masih dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).  Review perjanjian kerja sama Pemkot dan PT ITS selaku pengelola Ramayana menggunakan skema Building Operation Transfer (BOT)  atau Bangun Serah Guna dalam jangka waktu 25 tahun.

Adendum kerja sama dengan mekanisme BOT ini juga sudah menjadi temuan BPK sejak tahun 2016, karena tidak adanya kontribusi tahunan.  Jika perjanjian kerja sama selesai hingga 25 tahun, maka bangunan tersebut menjadi milik Pemkot kembali.  Namun jika PT ITS ingin melanjutkan kerja sama, maka harus ditinjau ulang hasil evaluasi selama 25 tahun yang tak lama lagi berakhir. (ahr/red)

Gelontorkan Rp 3,6 Miliar, Jalan di Bontang Lestari Mulai Diperbaiki

0
Perbaikan Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Bontang Lestari. (Annisa/radar bontang)

BONTANG – Ruas Jalan Ir Soekarno – Hatta mulai diperbaiki. Untuk pengerjaan fisik diperkirakan berlangsung selama 5 bulan. Jalan menyerupai jalur off road itu secara bertahap diperbaiki, walaupun tidak secara keseluruhan.

Dari pantauan mediakaltim.com, paling tidak ada 6 titik kerusakan Jalan Soekarno-Hatta sisi sebelah kiri dari simpang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada, menuju pusat pemerintahan yang mulai dikerjakan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurddin mengatakan, saat ini kontraktor pelaksana sedang melakukan pengupasan jalan yang tingkat kerusakannya cukup parah.

Dengan nilai proyek Rp 3,6 miliar, diharapkan bisa memperbaiki dua ruas sisi kiri dan kanan. Dari panjang 9,6 kilometer, diketahui titik kerusakan yang paling parah berada di dekat jalur Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dari awal Februari kemarin sudah mulai berjalan. Awal berada di sisi sebelah kiri dari RSUD Taman Husada,” kata Anwar saat dikonfirmasi, Selasa (22/2/2022).

Selanjutnya, PUPRK terus melakukan rekayasa jalan untuk menghitung berapa titik yang akan diperbaiki dengan anggaran yang dinilai terbatas.

Pengerjaan kerusakan jalan yang berat akan diperbaiki dengan menggunakan beton. Sedangkan jalan yang volume kerusakannya sedang akan ditambal dengan aspal.

“Kalau yang kecil-kecil kita lewatin dulu menunggu anggaran selanjutnya,” terangnya.

Selain itu, PUPRK juga akan mengerjakan perbaikan di dua ruas jalan. Jalan M Roem dan Jalan Urip Sumoharjo yang mendapat anggaran hasil dari pokok pikiran DPRD dengan rincian masing-masing Rp 200 juta.

Perbaikan Jalan M Roem nantinya akan menyasar titik dekat Kelurahan Bontang Lestari, di arah turunan menuju posko Damkar satu titik, serta didekat simpang menuju stadion taman prestasi satu titik.

Sedangkan di Jalan Urip Sumoharjo, prioritas tentu berada dekat dengan aktivitas perusahaan. Selain mendapat suntikan anggaran Pemkot Bontang, perbaikan juga dilakukan oleh 3 perusahaan yang beroperasi di Bontang Lestari.

“Pengerjaan ditarget jalan Maret mendatang. Perbaikan juga dilakukan dengan menggunakan beton. Memang jumlahnya tidak banyak tetapi mampu mengurangi lokasi kerusakan,” pungkasnya. (ahr)

Luncurkan Portal Satu Data dan TTE, Diskominfo Berharap Bisa Tekan Informasi Hoaks

0
Launching TTE oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Senin(21/2/2022)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bontang meluncurkan portal satu data, yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai macam data. Portal ini sebagai upaya Diskominfo memberikan layanan keterbukaan informasi publik sehingga masyarakat dapat mengakses informasi dengan akurat, mudah, dan cepat.

Plt Kepala Diskominfo Bontang Dasuki, mengatakan launching portal satu data ini juga untuk meminimalisasi informasi-informasi tidak valid atau hoaks yang bisa saja didapat dari berbagai sumber. Dengan adanya portal satu data, masyarakat tidak perlu ragu lagi dengan hal tersebut.

“Seringkali masyarakat bingung dengan keterbukaan data dan dalam hal ini, data yang masyarakat dapatkan dalam portal satu data, itu adalah data yang valid yang sudah melewati proses pemetaan dari kami (Diskominfo), ” ucap Dasuki saat ditemui usai acara launching, di Pendopo Rujab, Senin (21/2/2022).

Portal satu data sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia dan telah terintergrasi secara nasional. Karena itu kata Dasuki, jangkauan akses masyarakat akan lebih luas. Siapapun, dimanapun, dan kapanpun bisa mengakses data yang dibutuhkan.

Dia mengatakan nanti akan dibentuk forum satu data Kota Bontang. Dari forum tersebut akan dilakukan tahap pengumpulan dan pemeriksaan data apakah data sudah bisa di proses ke tahap selanjutnya dan dinyatakan valid untuk disebarluaskan.

“Di forum satu data Kota Bontang, data akan dihimpun dari berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Kami lihat dan periksa, baru setelah itu akan kami masukkan ke situs data.bontangkota.go.id. Sekarang beberapa data yang sudah valid bisa diakses di portal ini,” jelasnya.

Dari sisi keamanan, data yang diverifikasi dan dinyatakan valid telah dicantumkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) didalamnya. Sehingga data yang tersebar luas telah terjamin keakuratan dan keamanannya.

“TTE yang juga dilaunching hari ini, memudahkan kita dalam memverifikasi sebuah data, jadi tidak ada lagi kasus pemalsuan tanda tangan, dan pemalsuan jenis lainnya. Semua aman, legal, dan tidak ribet, ” kata Dasuki.

Tercatat pada Januari 2022, capaian penerbitan TTE sudah ada sebanyak 115 orang. Targetnya, Diskominfo akan terus mensosialisasikan hal ini kepada seluruh OPD agar proses tanda tangan segera beralih ke TTE yang akan memudahkan alur proses data dimuat.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengungkapkan portal satu data ini sebagai pusat informasi yang dapat diakses oleh siapapun sehingga memberikan pelayanan yang mudah bagi para pencari data.

“Saya mengapresiasi Diskominfo Bontang dalam mewujudkan portal satu data ini. Ke depan, ini akan menjadi wadah komunikasi serta koordinasi di tingkat daerah maupun nasional. Apalagi data yang disajikan benar-benar akurat dan terjaga keamanannya,” ujarnya. (ahr)

Bincang Literasi Menulis Feature Menjadi Buku, FPB Hadirkan Penulis Berbakat

0

BONTANG – Forum Penulis Bontang (FPB) sebagai wadah para penulis buku di Kota Taman, menggelar bincang literasi bertajuk “Menulis Feature Menjadi Buku”, Senin (21/2/2022). Kegiatan perdana FPB ini digelar virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan yang didukung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang ini dipandu Retno Utami yang juga seorang penulis. Sebagai pembicara, FPB menghadirkan penulis muda berbakat sekaligus seorang petualang (traveller), Unesia Drajadispa.

Unesia yang keseharianya bekerja sebagai karyawan PLN itu telah menelurkan sebuah buku berjudul “Bekerja Tidur dan Berjalan di Kutai Timur”. Isi buku mengulas pengalaman pribadi si penulis ketika menjelajahi sejumlah wilayah hutan Kutai Timur (Kutim) sejak 2015-2020.

“Lokasi terbanyak yang diulas dalam buku ini adalah bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat,” tutur gadis yang akrab disapa Une itu.

Bagi Une, Kutim merupakan wilayah yang tak hanya sebagai kawasan tambang dan perkebunan kelapa sawit. Tetapi juga wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Dia mengatakan menulis buku ini untuk mengenalkan dan melestarikan beberapa potensi alam untuk kelangsungan hidup di masa depan. Dalam buku itu, juga berisi ajakan menggaungkan pelestarian adat budaya beserta masyarakat lokalnya.

Sunaryo Broto, salah satu sastrawan Kaltim asal Bontang yang meresensi buku bergenre feature tersebut, mengapresiasi dan memberi ucapan selamat kepada Une. Dia bahkan menyebut, hampir tidak menemukan kesalahan tik dalam buku setebal 184 halaman itu.

“Editornya bagus. Buku ini menambah khazanah literasi di Kaltim yang belum begitu banyak. Terutama untuk traveling di Kutai Timur,” tutur pensiunan PT Pupuk Kaltim itu.

Karena keterampilan penulis dinilai sudah mengalir lancar, Sunaryo menantang gadis kelahiran Surabaya 20 Juni 1993 itu untuk membuat cerpen atau puisi tentang pengalaman travelingnya.

“Syukur bisa merangkai menjadi sebuah novel dengan setting penduduk dan alam lokalnya. Mungkin bisa menjadi buku asyik berikutnya,” harap Sunaryo.

Sementara dalam sambutannya, Sriningsih Hutomo selaku ketua FPB menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya dihadiri peserta asal Bontang, tetapi hingga se-Kaltim. Kegiatan ini diharapkan, dapat mengubah pola pikir (midset) bahwa konsisten pada literasi, mampu mengubah tulisan menjadi produksi. Baik berupa karya nyata maupun penghasilan.

Apalagi, kini sudah ada platform digital. Seperti yang digeluti Sriningsih saat ini. Penulis syair, cerpen, dan novel itu mencontohkan salah satu karyanya yang kini telah sukses menembus kurang lebih 2.900 pembaca, dengan popularitas mencapai 16.900 di platform digital.

“Menulislah untuk mengukir jejakmu. Dengan menulis kita akan mengukir sejarah. Bahkan menjadi kenangan bagi anak cucu kita ketika kita sudah tiada nanti,” pesan Nining, panggilan akrabnya. (rls/ahr)

15 Kepsek SD dan 7 Kepsek SMP di Bontang Berganti, Ini Daftarnya

0

BONTANG – Sebanyak 24 kepala sekolah berganti. Adapun 24 kepala sekolah yang berganti. Rinciannya, 15 kepala sekolah SD, 7 kepala sekolah SMP dan 2 kepala sekolah TK. Pelantikan dan pengambilan sumpah janjinya dilakukan Wali Kota Bontang, Basri Rase, di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Senin (21/2/2022).

Mereka dilantik bersamaan baik secara langsung maupun virtual dengan Jabatan Pengawas Sekolah yang kosong, pelantikan susulan pejabat pengawas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang sebelumnya belum sempat dilantik, dan pengangkatan jabatan Pengawas Sekolah.

Jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 57 orang. Di antaranya Pejabat Pengawas Sekolah 20 orang, Kepala Sekolah 24 orang, Kepala UPT Puskesmas 6 orang, Kepala TU Puskesmas 6 orang dan Kepala UPT Labotatorium Dinas Kesehatan 1 orang.

Wali Kota Bontang Basri Rase, menyampaikan pelantikan tersebut merupakan penyegaran bagi lingkungan kerja baik di sekolah maupun puskesmas. “Kepala sekolah maupun kepala puskesmas merupakan orang tua di tempat bekerjanya. Tapi bukan berarti tidak mau menerima masukan dan pendapat dari orang lain. Harus rendah hati dan menerima segala masukan,” tegas Basri.

Basri juga berpesan agar setiap pejabat yang ditunjuk tidak menyalahgunakan wewenang dalam bekerja. “Untuk para guru, tolong anak-anak kita di sekolah diperhatikan agar mereka tidak terjebak dalam pergaulan bebas dan dapat meraih cita-cita mereka dengan baik,” sebutnya.

Dijelaskan Basri, dalam aturan penugasan guru sebagai kepala sekolah diberi jangka waktu 4 periode dengan setiap periode berjangka 4 tahun. Pengangkatan kepala sekolah ini pun, sudah memenuhi aspek persyaratan dan aspek pertimbangan yang dilakukan oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah.

Selain itu, pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian tugas tambahan kepada pejabat fungsional tenaga kesehatan sebagai Kepala Puskesmas dan sebagai Kepala Tata Usaha Puskesmas.  “Kepala Puskesmas merupakan penanggung jawab atas segala kegiatan di Puskesmas, pembinaan kepegawaian, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan bangunan, serta sarana dan peralatan,” kata Basri. (ahr/mk)

DAFTAR KEPALA SEKOLAH YANG BERGANTI

Kepala Sekolah SD

  1. JUDIANSYAH, S.Pd, Kepala SDN 002 Bontang Utara
  2. ABDILLAH, S.Pd, Kepala SDN 003 Bontang Utara
  3. RATNA HUSAIN, S.Pd, Kepala SDN 005 Bontang Utara
  4. MASITAH, M.Pd, Kepala SDN 008 Bontang Utara
  5. NURULLY KESUMA NINGRUM, S.Pd, Kepala Sekolah SDN 010 Bontang Utara
  6. NOVITA SUSYATI, S.S, M.Pd, Kepala SDN 001 Bontang Selatan
  7. USMAN ALI, S.Ag, Kepala SDN 004 Bontang Selatan
  8. SALIHUDDIN M., S.Pd, Kepala SDN 009 Bontang Selatan
  9. PINTA SITORUS, S.Pd.SD, Kepala SDN 010 Bontang Selatan
  10. EKA WAHYUNI, S.Pd, Kepala SDN 012 Bontang Selatan
  11. CATURYATI, S.Pd, Kepala SDN 014 Bontang Selatan
  12. KADIR ZAELANI, S.Pd SDN 015 Bontang Selatan
  13. TRI AYUNINGSIH PUJIASTUTI, S.Pd, Kepala SDN 016 Bontang Selatan
  14. SUHARTINI, S.Pd.SD, Kepala SDN 002 Bontang Barat
  15. TITIK PURWANTININGSIH, S.Si, M.Pd, Kepala SDN 004 Bontang Barat

Kepala Sekolah SMP

  1. SITI CHUSUNING KHAYAH, S.Sos, M.Pd, Kepala SMPN 2 Bontang
  2. MUKONO, M.Pd, Kepala SMPN 3 Bontang
  3. RINAWATI HARINI, S.Pd, M.Pd, Kepala SMPN 6 Bontang
  4. EKO YULI ATMANTO, SE, Kepala SMPN 8 Bontang
  5. MUHIDDIN P, S.Pd, Kepala SMPN 5 Bontang
  6. SUKARSIH, M.Pd, Kepala SMPN 7 Bontang
  7. LILYN INDRIYAWATI, S.Pd, Kepala SMPN 9 Bontang

Kepala Sekolah TK

  1. SURATMI, S.Pd.AUD, Kepala Sekolah TK Negeri 1 Bontang
  2. SITI ASIYAH, S.Pd.AUD, Kepala Sekolah TK Negeri 2 Bontang

Pengawas Sekolah Disdikbud

  1. AKHMADI, S.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdibud
  2. ANIK SUWARTI, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  3. AYU PUSPITASARI, S.Si, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  4. BAMBANG SURATNO, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  5. DWI UTARI, S.Pd.SD, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  6. EFIE PARABANG, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  7. HERMAN, S.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  8. IKA ASTUTI, S.Pd.AUD Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  9. JAROT ENDIK SETIAWAN, M.Pd Pengawas Sekolah Muda, Disdikbud
  10. KARTINI, S.Pd, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  11. NURHUDA, S.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  12. MUHAMMAD ROHIM, S.Pd.SD, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  13. MUHSIN, S.S, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  14. PURWANTO, M.Pd Pengawas Sekolah Madya, Disdikbud
  15. RAHAYU RUSDIYANTI, SE, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  16. SEMUEL PASARRANGAN, S.Pd Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  17. SUMARMI, S.Pd.AUD, Pengawas Sekolah Madya Disdibud
  18. SYAFRIDON, M.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  19. YOHANES HENDRI MURJOKO, S.Pd, M.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdibud
  20. YUNI APRILIANTI, S.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdibud

Kepala UPT Puskesmas dan UPT Laboratorium Dinas Kesehatan

  1. I WAYAN SANTIKA, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara
  2. DWIYANTI, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara II
  3. IRMAWATI, Kepala UPT Puskesmas Bontang Selatan I
  4. LIVIA FITRIATI, Kepala UPT Puskesmas Bontang Selatan II Dinas Kesehatan
  5. MUHAMMAD IRZAL WIJAYA, Kepala UPT Puskesmas Bontang Barat
  6. FARADINA, Kepala UPT Puskesmas Bontang Lestari
  7. ZULFADLIANSYAH NUR, SKM, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan

Kepala TU UPT Puskesmas Dinas Kesehatan

  1. SUFIRMAN S, SKM, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Utara I
  2. YULISDA, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Utara II
  3. IRMA DAMAYANTI, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Selatan I
  4. SUWARTI, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Selatan II
  5. AGUSTINA, SKM, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Barat
  6. SULKANTIE, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Lestari

Pengrajin Tahu Tempe Mengeluh Naiknya Harga Kedelai

0

Produsen tahu dan tempe di Tanah Air bersiap ketar-ketir menghadapi bahan baku kedelai yang melambung menyusul meningkatnya harga kedelai. Salah satunya disebabkan kebijakan pemerintah China yang mereformasi peternakan babi, sehingga butuh kedelai yang cukup banyak untuk pakan ternak babi setelah diterpa flu babi dalam dua tahun lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan memperkirakan, pada tahun lalu pihak memperkirakan produksi kedelai di Argentina dan Brasil akan meningkat. Namun, proyeksi itu diperkirakan meleset.

“Nah begitu reformasi peternakan babi dibikin, SOP yang bagus maka butuh kedelai banyak untuk pakan babi. Sehingga, China ini memborong kedelainya,” kata Oke Nurwan, Minggu (20/2/2022) dikutip detikcom.

“China beralih memborong kedelai ke Amerika. Kedelai kita itu untuk tahu tempe biasanya dari Amerika. Karena diborong harga melonjak, ditambah pandemi,” ujarnya.
Produksi kedelai Argentina dan Brasil yang turun membuat China beralih memasok dari Amerika Serikat (AS). Sementara, kebutuhan kedelai perajin tahu tempe biasanya dipasok dari AS.

Dia menuturkan, pandemi telah mengerek biaya logistik yang berkontribusi juga pada kenaikan harga kedelai. “Pandemi itu biaya logistik naik empat kalilipat. Sehingga harga kedelai naik, dan jatuhnya kedelai di kita naik,” terangnya.

Sebagai informasi, harga kedelai dunia mengalami lonjakan. Situasi ini tentu akan berdampak besar bagi industri tempe dan tahu domestik yang didominasi skala rumah tangga.

Merujuk pada situs tradingeconomics, harga kedelai berfluktuasi di rentang US$ 15 per bushel (sekitar 27,21 kg) setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Mei 2021 di kisaran US$ 16 per bushel.

Situasi ini telah membuat industri tempe dan tahu ketar ketir. Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia Aip Syariuddin mengatakan 20% atau 30 ribu perajin tahu dan tempe telah setop produksi.

NAIK RP 20 RIBU PER KARUNG

Kenaikan harga kedelai mulai dirasakan pengrajin tahu tempe di Kota Taman. Saat ini, harga kenaikan kedelai sebesar Rp 20.000 per karung isi 50 kilogram. Kepada wartawan, pengrajin tahu dan tempe Mudawam, mengatakan saat ini dirinya membeli kedelai dengan harga Rp 605 ribu. Padahal pekan lalu, masih bisa membeli dengan harga Rp 585 ribu.

Pasokan kedelai diperolehnya dari Samarinda dan pengambilan setiap dua minggu sekali. “Baru dua hari lalu naik. Kenaikannya Rp 20 ribu setiap karung,” kata Mudawam, Sabtu (19/2).

Menurutnya, kondisi ini, dilema bagi produsen tahu tempe lantaran di tengah biaya produksi tinggi, dirinya tidak bisa menaikkan harga karena takut kehilangan konsumen. “Kesepakatan dengan pengrajin lain kami tidak menaikan dan mengubah ukuran tahu dan tempe di pasaran,” tuturnya.

Satu bungkus tempe ukuran besar dijual dengan harga Rp 9 ribu. Sedangkan, satu bungkus tempe ukuran kecil seharga Rp 3 ribu. Sementara, satu bungkus tahu isi lima dijual Rp 5 ribu. Untuk satu kaleng tahu irisan besar isi 128 buah dijual Rp 100 ribu. (mk)

Ditarget Vaksinasi Selesai sebelum Ramadan, Polres Gelar Vaksin Tiap Hari

0
Warga mengikuti vaksinasi di Polres Bontang.

BONTANG – Kapolres Bontang, AKBP Hamam Wahyudi meninjau kegiatan vaksin massal di Aula Parama Satwika Mako Polres Bontang, Jumat (18/2/2022). Kapolres berharap target vaksinasi dapat segera tercapai.

Pantauan media ini, Kapolres datang di lokasi vaksin sekitar pukul 09.00 Wita dan langsung berkeliling melihat suasana vaksinasi. Sesekali, Kapolres menyapa masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi. Usai melakukan peninjauan, Kapolres meninggalkan lokasi dan melaksanakan kegiatan Jumat Berkah.

Kapolres menjelaskan target vaksinasi di Kota Bontang sekitar 153 ribu dan saat ini baru mencapai 86 persen. Dia berharap target itu bisa diselesaikan dalam waktu 1 bulan atau sebelum Ramadan 1443 H.

“Untuk mencapai target tersebut kami akan lakukan vaksinasi setiap hari. Kami akan melaksanakan vaksinasi ke setiap kelurahan. Bila perlu sampai ke tingkat RT,” ujarnya. “Kita akan bergerak bersama-sama dengan instansi terkait untuk mengakselerasi sasaran target hingga ke rumah-rumah,” pungkasnya. (hms)

Kajari Alor Mutasi ke Bontang, Gantikan Posisi Dasplin

0
Kajari Alor, Samsul Arif (kiri) bakal menggantikan posisi Dasplin sebagai Kajari Bontang (kanan).

KUPANG – Gerbong mutasi di Kejaksaan Agung kembali bergerak hingga tingkat Kejaksaan Negeri (Kejari). Untuk wilayah kerja Kejati NTT, selain Kajati dan Wakajati serta sejumlah pejabat eselon II masuk dalam gerbong mutasi ini, juga sejumlah Kajari ikut dipindahtugaskan.

Salah satu Kajari yang masuk dalam daftar mutasi kali ini adalah Kajari Alor, Samsul Arif, SH, MH. Arif dimutasi menjadi Kajari Bontang, Kalimantan Timur menggantikan pejabat sebelumnya, Dasplin SH.

Saat dihubungi Media Kupang, Arif membenarkan dirinya digantikan Abdul Muis Ali, SH, MH yang selama ini bertugas sebagai koordinator pada Kejati Kaltim. Arif mengatakan, dirinya bertugas di Kabupaten Alor sejak tahun 2020, atau sekitar 2 tahun.

“Saya masih di luar daerah. Serah terima (jabatan) mungkin 10 hari ke depan di Kejati NTT,” jelas Arif. Mutasi di lingkungan Kejagung dilakukan terhadap ratusan pejabat eselon II dan III, sesuai Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-171/C/02/2022 dan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 54 tahun 2022. (mk)