Beranda blog Halaman 1135

Vaksiniasi Booster Masih 9,2 Persen, Wali Kota Minta Perusahaan Tingkatkan Cakupan Vaksin

0

BONTANG – Merujuk data Dinas Kesehatan Kota Bontang, cakupan vaksinasi di Kota Taman untuk dosis ketiga atau booster masih rendah. Baru mencapai 9,2 persen dari jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 152.754 orang.

Sasaran vaksin yaitu tenaga kesehatan 1.895 orang, pelayanan publik 12.887 orang, lansia di atas 60 tahun 7.367 orang, masyarakat umum dan rentan 93.558 orang, remaja 12-17 tahun 18.929 orang, dan anak 6-11 tahun sebanyak 18.088 orang.

Wali Kota Bontang Basri Rase mengakui, sesuai arahan Presiden RI Jokowi, dua hal yang bisa menghambat laju penularan virus corona, yakni protokol kesehatan dan vaksinasi. Sementara, cakupan vaksinasi untuk dosis ketiga di Bontang masih rendah.

Demikian juga untuk vaksin kedua masih mencapai 77,5 persen. Sementara dosis pertama persentasinya sudah mencapai lebih dari 86 persen.

“Maka harus dicari orang yang sudah vaksin pertama tapi belum vaksin kedua. Kita juga telah meminta perusahaan mengecek karyawannya sudah divaksin lengkap atau belum. Mereka diminta melaporkan ke Satgas Covid Kota Bontang,” tegas Basri. (ahr)

19 Sampel Terinfeksi Varian Omicron, Kepala Dinkes Minta Tak Panik

0

BONTANG – Dari 30 sampel pasien Covid-19 yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan Kaltim, terdapat 19 sampel pasien yang dinyatakan probable atau suspek terinfeksi varian Omicron. Hasil itu diperoleh melalui tes S Gene Target Failure (SGTF) atau metode pemeriksaan untuk mengidentifikasi sampel varian Omicron

Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati MKes, saat dikonfirmasi wartawan. “Akurasi pemeriksaan memang belum 100 persen. Ini perlu disempurnakan lewat tes WGS (Whole Genome Sequencing, Red.) yang hanya bisa dilakukan di laboratorium Surabaya dan Jakarta,” tutur Toetoek.

Namun kata dia, hasil sementara probable Omicron, cukup menjadi acuan dalam mengambil kebijakan penanganan Covid-19 yang cenderung terus melonjak. “Ditambah tren kasus harian kita (Bontang, Red.) sangat tinggi, jadi kemungkinan ini jenis Omicron,” katanya.

Karena itulah, Toetoek mengimbau waga tidak perlu panik tapi tetap disiplin menerapkan protokol (prokes) ketat. “Kewaspadaan tetap terus ditingkatkan lagi. Meski hasil penelitian, virus Omicron tidak seberbahaya Delta. Tapi virus ini bisa mematikan, bila terpapar pada pasien komorbid atau lansia,” tandasnya. (mk)

Atlet Bontang Berlaga di SEA Pencak Silat Championship Singapura, Basri Doakan Raih Kemenangan

0
Dinda Nuraidha, atlet Pencak Silat asal Bontang

BONTANG – Sepuluh pesilat Indonesia bakal bertarung di ajang 8th SEA Pencak Silat Championship 2022 Singapura, selama sepekan mulai Selasa (22/2/2022). Mereka terdiri dari sembilan atlet pelatnas proyeksi SEA Games Hanoi 2022 dan Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2022. Satu atlet di antaranya Dinda Nuraidha, atlet asal Bontang.

“Kita ikut bangga pada prestasi Dinda Nuraida. Semoga Dinda diberikan kemenangan oleh Allah SWT,” harap Wali Kota Bontang Basri Rase, saat melepas keberangkatan Dinda di rumah jabatan Wali Kota Bontang.

Terlahir dari keluarga atlet pencak silat, Dinda telah menjadi atlet andalan Kaltim dalam beberapa kali event Pekan Olahraga Nasional (PON). Termasuk pada PON XX 2021 di Papua, Dinda berhasil menyumbangkan medali perunggu.

Prestasi ini tidak didapatkan secara instan. Banyak pengorbanan yang telah Dinda lakukan. Bahkan, dia harus berpisah dengan orangtua karena bersekolah di Samarinda.

“Ikut tanding sejak kelas tiga SD langsung juara sampai provinsi. SMP dan SMA di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim di Samarinda. Orangtua di Bontang. Jadi kalau ketemu nggak bisa lama karena saya di mes juga,” ucap Dinda.

Dinda optimistis untuk bisa terus berprestasi. Termasuk berusaha meraih kemenangan di ajang 8th SEA Pencak Silat Championship 2022 Singapura.

Para pesilat yang akan berkompetisi di Singapura telah menjalani latihan di Jakarta. Selain Indro Catur, mereka juga dikawal pelatih Sunarno dan pelatih PPLOP Jateng, Dian Kristianto.

Dari sepuluh pesilat tersebut, hanya satu atlet yang turun di nomor seni. Yakni Asep Yuldan S, atlet pelatnas SEA Games dari Jabar, yang diplot turun di nomor tunggal putra. Sembilan pesilat lainnya bakal bersaing di nomor tanding.

“Event ini sekaligus sebagai uji coba, karena menerapkan peraturan baru, yakni Peraturan Persilat 2021. Peraturan itu akan digunakan untuk SEA Games dan Kejuaraan Dunia 2022,’’ tutur Catur. (mk)

Buku Pesona Borneo, Wujud Cinta Literasi Budaya Kita

0

Tidak dapat dimungkiri bahwa derasnya arus informasi mancanegara yang masuk ke Indonesia telah membawa budaya asing yang memengaruhi perubahan budaya masyarakat kita.

Tanpa disadari perlahan tetapi pasti, rasa cinta maupun pemahaman terhadap budaya tradisional mulai luntur terutama di kalangan generasi muda saat ini. Bergeser oleh budaya barat yang tidak seluruhnya sesuai dengan norma etika bangsa Indonesia kita.

Tanpa disadari pula bahwa kemajuan ini mampu mengikis kesadaran masyarakat dalam mencintai seni budaya tradisional. Kita pun tahu, bahwa kesenian tradisional merupakan bagian dari kebudayaan yang menjadi ciri sebuah bangsa dan patut dijaga kelestariannya.

PERAN DUNIA PENDIDIKAN

Sehingga penting untuk membentengi perkembangan budaya luar, pendidikan seni dan budaya sejak usia dini wajib diberikan kepada setiap pelajar melalui kurikulum yang bisa diterapkan di sekolah diberbagai jenjang.

Bahkan sangat perlu diajarkan tentang keunikan budaya sejak usia PAUD maupun sekolah dasar, yakni melalui Literasi Budaya. Alangkah baiknya mulai diperkenalkan seni dan budaya negaranya, keunikan tiap daerahnya sendiri.

Sehingga dengan pembekalan sejak dini, para penerus bangsa ini diharap mampu membentengi diri mereka guna menghidupkan kesenian, kebudayaan tradisional dan keunikan daerahnya.

Dengan Literasi Budaya, maka dapat memperbanyak pelajaran mengenai hal ini di sekolah. Juga kita sadari pula, masih minimnya sosok guru yang mempunyai visi dan misi dalam mempertahankan seni budaya bangsa.

Hal itu menjadi salah satu penyebab anak muda Indonesia tak begitu peduli terhadap budaya tradisional. Di sini juga perlu pembekalan peran pendidik akan pentingnya Literasi Budaya yang mengajar dengan mengangkat keunikan budaya setempat.

Sehingga bila peran guru dan kuatkan pemahaman pelajar sejak dini akan pentingnya mempertahankan dan melestarikan budaya dan keunikan daerah akan membantu mengikisnya budaya kita.

PERAN MEDIA MASSA DAN MEDIA SOSIAL

Masih tidak dapat elakkan bahwa pola pendidikan di Indonesia hingga saat ini memang belum mampu mendorong para penerus bangsa bangga dengan seni budaya mereka sendiri. Dampaknya, kesenian dan budaya tradisional semakin hari semakin menipis.

Tapi di balik itu semua, efek perkembangan teknologi, khususnya media massa elektronik juga media sosial menjadi faktor penunjang para pelajar kehilangan keinginan untuk belajar lebih dalam mengenai seni budaya Indonesia.

Dapat kita saksikan di berbagai stasiun televisi nasional maupun lokal lebih banyak mengusung acara hiburan yang mengacu pada budaya asing. Mulai dari musik, film, hingga program anak kecil tak banyak menyentuh nilai seni dan budaya lokal. Tak mengherankan bila akhirnya pola perkembangan anak saat ini lebih mengacu kepada budaya luar.

Sejatinya, budaya Timur banyak mengajarkan arti gotong royong, keselarasan, hingga toleransi tinggi. Bersinggungan dengan budaya luar yang lebih terbuka dan lebih banyak mengandalkan kerja keras untuk diri sendiri.

Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLp

DUKUNGAN WAGUB KALTIM UNTUK BUKU LITERASI BUDAYA “PESONA BORNEO”

Seperti dalam kata sambutan yang tertulis dalam buku Literasi Budaya, “Alhamdulillah, saya atas nama masyarakat Kaltim dan Pemerintah Prov Kaltim mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya atas terbitnya buku yg ditulis oleh para penulis tentang pariwisata di Kaltim dengan judul Pesona Borneo.”

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa kita semua patut bersyukur atas karunia alam yang indah dan luar biasa di Kaltim. Saya pribadi Alhamdulillah sudah mendatangi sebagian besar tempat wisata eksotik di Kaltim.

Rasa bangga dan syukur selalu terasa setiap berkunjung ke tempat wisata di Kaltim. Walaupun belum semua tempat wisata bisa dengan mudah dikunjungi karena infrastruktur yg masih terbatas, sarana akomodasi yang belum memadai serta jarak tempuh yang cukup jauh.

Pesan beliau, bagi pembaca yang belum berkesempatan mengunjungi tempat wisata yang luar biasa ini, semoga suatu saat diizinkan Allah untuk dapat berkunjung. Setidak-tidaknya buku ini bisa memberikan wawasan dan pengalaman yang akan menambah rasa syukur kita pada alam Kaltim yang dianugerahkan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk kita semua.

Yap, membaca buku ini serasa melakukan perjalanan wisata dan kekayaan daerah di Kaltim.

Kendati belum semua keelokan tempat wisata dan budaya daerah tergambar dalam buku ini, namun kehadiran buku ini adalah bentuk upaya mengajak masyarakat kita mengenal lebih jauh pesona dan keunikan daerahnya.

Bentuk kepedulian pemerintah Kaltim seperti yang telah dilakukan Wagub Kaltim menjadi poin tersendiri untuk menyemangati penulis-penulis Kaltim untuk lebih mengangkat kekayaan budaya masing-masing.

Akhirnya, selamat menikmati sajian tulisan dalam buku ini. Semoga bermanfaat untuk kemajuan daerah kita. Juga untuk Seluruh penulis dalam buku ini yang tergabung dalam ABI (Arah Baru Indonesia) Kaltim seperti juga pesan Wagub Kaltim, terima kasih dan sukses selalu serta terus berkarya untuk Kaltim dan Indonesia hingga akhir usia kita. (**)

Catatan: Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLp
(Direktur Yayasan RK Salsabila, Owner TK IK Salsabila Bontang, Koordinator ABI Literasi Kaltim)

Jalin Silaturahmi dengan Media se-Bontang, Kapolres Ajak Bersinergi

0

BONTANG – Kerjasama antara Polres Bontang dan awak media massa selama ini berjalan dengan baik. Peran media massa baik cetak, elektronik maupun online cukup strategis membantu kepolisian dalam mengedukasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sebanyak 23 orang awak media media cetak, elektronik maupun online di Kota Taman mengikuti acara silaturahmi bersama Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi didampingi Kabag SDM Kompol Sekar Wijayanti dan Kasi Humas Kompol Suyono di Rumah Makan Soto Sragen, Jumat (18/2/2022).

Dalam acara bertajuk “Silaturahmi Kapolres Bontang dengan Awak media” itu, Hamam Wahyudi bincang-bincang seputar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan perkembangan Covid-19 di Kota Bontang.

Di antaranya, dia meminta insan pers bisa mengedukasi masyarakat berkaitan dengan Covid-19 dan para pedagang yang berjualan di bahu jalan. Dia juga berharap, sinergi antara awak media dengan Polres Bontang dapat terus terjalin dengan baik demi terwujudnya Bontang yang aman dan kondusif.

“Semoga ke depan tetap terjalin hubungan yang baik antara Polres Bontang dengan awak media. Peran serta awak media sangat kita butuhkan guna memberikan berita-berita yang menyejukkan bagi masyarakat,” ujar Hamam Wahyudi. (hms)

Dua Jabatan Danramil Berganti, Dandim Minta Fokus Penanganan Covid dan Bencana

0
Upacara Sertijab dan Korps Rapot di Lamin Makodim 0908/BTG. (pendim btg)

BONTANG – Dua posisi jabatan Komandan Koramil (Danramil) di wilayah Kodim 0908/BTG berganti. Jabatan Danramil 0908-01/Loktuan yang sebelumnya diemban Kapten Inf Rukito, kini dialihkan kepada Kapten Inf Niko Kattani. Sedangkan jabatan Danramil 0908-02/Muara Badak yang sebelumnya dijabat Kapten Inf Norkem, kini dijabat Rukito.

Serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan di Lamin Makodim Jalan Awang Long, Kamis (17/2/2022). Selain sertijab, juga dirangkai dengan korps rapot masuknya Lettu Arh Yohanes Bay di satuan Kodim 0908/BTG. “Selamat betugas para Danramil. Sinergi dengan stakeholder di wilayah untuk penanganan Covid-19,” pesan Dandim 0908/BTG, Letkol Arh Choirul Huda.

Menurut Dandim, sertijab ini sebagai bentuk penyegaran organisasi. Mengingat tuntutan tugas dan tangung jawab saat ini semakin tinggi. Baik soal pandemi Covid-19 maupun potensi bencana. “Semoga kinerja dan target di wilayah teritorial Kodim 0908/BTG bisa semakin baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua Persit KCK Cabang XX Kodim 0908/BTG Widalia Choirul Huda, Kepala Kesbangpol Ibnu Gunawan, serta para Kapolsek dan camat se-Bontang. (rls/dim)

Beraksi Hanya 5 Menit, Polisi Bekuk Pelaku Curanmor Antar Kota

0

BONTANG – Polres Bontang menangkap pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) berinisial AN (28) di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kamis (17/2/2022). Sebelumnya AN pernah melakukan aksi curanmor di wilayah Samarinda dan Tenggarong.

Aksi pencurian dilakukan, Rabu (16/2/2022) sore. Korbannya warga Bontang Barat, yang saat itu memarkir kendaraannya di sebuah toko elektronik yang berada di pinggir jalan, di Desa Tanah Datar. Motor Honda Scoopy bernomor polisi KT 3596 MZ itu digasak hanya dalam beberapa menit.

“Hanya berselang 5 menit ketika diparkir, motornya langsung hilang. AN melakukan aksi curanmor itu sendirian,” kata Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi.

Tak butuh waktu lama, sehari setelah beraksi, polisi berhasil menangkap pelaku dengan barang buktinya sepeda motor curian. AN saat ini ditahan di Polsek Muara Badak. “Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya. (ahr)

Rusunawa Guntung Difungsikan Lagi Jadi Isoter Covid-19, Pemkot Siapkan 25 Tenaga Kesehatan

0

BONTANG – Pemkot Bontang kembali menggunakan gedung Rusunawa Guntung sebagai tempat isolasi terpusat (isoter)mulai Kamis (17/2/2022). Di gedung ini tersedia 90 kamar khusus untuk pasien terkonfirmasi Covid-19 yang tidak memiliki gejala berat.

Pemkot juga menyiapkan 25 tenaga kesehatan, mulai seorang dokter, 13 perawat, satu apoteker, dan petugas teknis seperti pelayan pendaftaran, petugas disinfeksi, dan sopir ambulans.

Wali Kota Bontang Basri Rase memastikan, pasien yang mengalami perawatan di Rusunawa akan mendapatkan pelayanan maksimal. “Isoter ini bertujuan mengkontrol pasien agar tidak kontak erat dengan masyarakat lain,” kata Basri, Kamis (17/2/2022).

Antisipasi ini untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Apalagi daya tampung setiap rumah sakit yang kian terbatas.

Berdasarkan data Promkes, tambahan kasus per Rabu (16/2) mencapai 123 orang. Dengan begitu kasus aktif ada 609 orang. Sebanyak 38 orang dirawat intensif di RS, dan 571 orang lainnya melakukan isolasi mandiri.

“Sebaran virus ini masih terkendali. Cuma, kita hanya antisipasi terjadinya lonjakan kasus pada hari berikutnya,” pungkasnya. (ahr)

Gelar Indominco Mengajar, IMM Giatkan Budaya K3 Bersama Disdamkartan Bontang

0

BONTANG – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PT Indominco Mandiri (IMM) bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, menggelar kegiatan Indominco Mengajar ‘Road Accident Rescue (RAR)’, Selasa (16/2/2022) di Indominco Learning Center.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dalam melakukan penyelamatan ketika terjadi kecelakaan kerja atau bahkan kecelakaan dalam berkendara. Pelatihan diikuti sebanyak 25 orang dari tim rescue dari Disdamkartan Bontang.

Ketua Panitia Bulan K3 IMM, Sumali, menyampaikan, Pelatihan RAR adalah bagian dari rangkaian program Indominco Mengajar berkolaborasi dengan program CSR IMM, yang telah dimulai pada bulan Januari 2022 termasuk didalamnya Lomba-lomba K3, Kampanye HIV-Aids, Kampanye kesehatan di masa pandemi di lingkungan masyarakat, pelajar, serta mahasiswa.

Administration Head IMM Achmad Mamduh, mengungkapkan, hal ini menjadi salah satu komitmen IMM dalam menegakkan budaya K3 di lingkungan perusahaan. Momen sharing seperti ini akan terus dilakukan agar bisa mengedukasi masyarakat.

“Ini sudah menjadi komitmen kami dan terima kasih kepada Disdamkartan yang telah berkenan hadir dalam acara ini. Kedepan, kami mau agenda seperti ini terus berjalan sebagai edukasi ke masyarakat terhadap budaya K3,” jelasnya.

Achmad mengatakan, kegiatan seperti ini tidak dikhususkan bagi tim rescue saja, tetapi juga para kaum milenial seperti mahasiswa dan pelajar. “Pelatihan seperti ini biasanya kami lakukan tidak hanya dengan tim penyelamat, tapi juga kepada masyarakat awam terhadap budaya K3, seperti para pelajar dan mahasiswa, ” ucapnya.

Kepala Disdamkartan Bontang Amiluddin, merespons baik kegiatan yang digelar PT IMM ini. Kegiatan seperti ini katanya, akan menambah wawasan tim penyelamat di instansinya dalam melakukan penyelamatan kecelakaan kerja maupun kecelakaan dalam berkendara.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PT IMM atas undangannya untuk kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan positif yang dapat menambah wawasan teman-teman tim rescue dalam melakukan tugasnya,” ungkapnya.

Amiluddin berharap, 25 anggotanya yang mengikuti kegiatan ini, mendapatkan tambahan ilmu dan bisa diterapkan saat melaksanakan tugas. “Dengan bekal ilmu yang sudah diberikan hari ini, teman-teman rescue harus lebih bersemangat lagi turun ke lapangan dan bisa menerapkan apa yang sudah dipelajari, ” katanya.

Seluruh peserta kegiatan, dibekali ilmu teori oleh Chief Emergency Respons Team, Ilham. Mulai dari pengertian rescue, contoh-contoh kecelakaan dalam bekerja dan berkendara, apa saja alat yang digunakan dalam melakukan rescue, dan bagaimana cara penanganannya.

“Saya menjelaskan tentang apa itu rescue sampai bagaimana cara penanganan ketika terjadi kecelakaan dan dengan bekal teori ini, mereka langsung lanjut praktik di lapangan untuk penggunaan alat-alat rescue, ” kata Ilham.

Setelah dibekali teori selama dua setengah jam, peserta dipersilahkan mencoba dan mempraktikkan cara kerja alat-alat rescue sesuai dengan kegunaannya masing-masing. Peserta selanjutnya dibagi ke dalam dua tim.

Mewakili peserta, Ahmad mengatakan ini kali pertamanya dirinya mengikuti kegiatan seperti ini. Kegiatan ini katanya, memberikan pengetahuan baru tentang penggunaan alat-alat rescue dalam kecelakaan.

“Saya berterima kasih kepada PT IMM. Saya pribadi jadi tahu penggunaan alat-alat rescue lainnya, karena selama ini hanya familiar dengan alat rescue untuk menangkap ular dan sarang tawon. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin, ” tandasnya. (ahr/adv)

Kasus Covid Naik, Wali Kota Larang Perjalanan Dinas yang Tidak Penting

0

BONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase meminta perusahaan untuk tidak melakukan perjalanan dinas jika tidak terlalu penting. Termasuk pelaksanaan shutdown atau TA, kalau bisa ditunda dulu. Walaupun disadari Bontang ini adalah daerah industri dan banyak industri besar, maka Bontang ditetapkan PPKM Level 3, supaya covid-19 bisa mereda seperti sedia kala. Namun dengan pembatasan-pembatasan yang diperketat.

“Mohon perhatiannya, dan kerjasamanya, karyawan dikurangi perjalanan dinas. Selain itu, pastikan bahwa seluruh karyawan sudah divaksin hingga booster ketiga,” ujar Basri Rase saat memimpin Rapat Evaluasi/Koordinasi Penerapan PPKM di Bontang pada Rabu (16/2/2022) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. Rakor ini dihadiri Dandim 0908 Bontang, Kapolres Bontang, perusahaan, BUMN/BUMD, perbankan, serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Menurut Basri, jika ada karyawan dari luar daerah, lanjut Basri, benar-benar lakukan karantina sebelum kembali beraktivitas. Dan lakukan pemeriksaan antigen atau PCR untuk memastikan tidak terkonfirmasi sebelum masuk area pabrik. Karena penyumbang tertinggi pasien covid-19 di Bontang ini adalah perusahaan.

“Tapi yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana kita bekerja sama dan sama-sama bekerja, agar virus ini benar-benar bisa ditangani secara baik,” ungkapnya.

Sesuai arahan Presiden RI, dikatakan Basri hanya ada dua yang dapat menghambat penyebaran virus corona yaitu perketat protokol kesehatan dan percepat vaksinasi. Perusahaan juga diminta untuk off selama 5 hari jika terdapat karyawan yang positif serta kluster karyawan.

“Kami harap seluruh perusahaan tetap memberikan bantuan kepada petugas dan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri,” pungkasnya. (hms/mk)