Beranda blog Halaman 1141

Diseret Buaya di Pantai Teluk Singkama, Bocah asal Bontang Berhasil Selamat

0
Riskianto Papa, Bocah (12) saat diberikan pertolongan di Klinik Pertamina. (Ist)

SANGATTA – Riskianto Papa, bocah asal Jalan Suparman RT 49 Kelurahan Belimbing Bontang Barat diterkam buaya saat sedang asyik berenang di Pantai Teluk Singkama, Sangatta Selatan, Minggu, (30/1/2023) sekitar pukul 12.30 Wita.

Ajaibnya, bocah 12 tahun itu selamat walau sempat diseret ke tengah laut oleh buaya yang diperkirakan sepanjang 2,5 meter itu. Walau berhasil menyelamatkan diri, predator raksasa itu meninggalkan bekas gigitan di tangan Riskianto.

Informasi yang berhasil didapat mediakaltim.com menyebutkan, korban bersama keluarga dan saudaranya berangkat dari Bontang untuk berlibur di Pantai Pasir Putih. Setibanya di lokasi korban langsung bermain bola di bibir pantai.

Bosan bermain bola, mereka lantas menuju ke laut untuk berenang. Pada awalnya beberapa anak itu masih berenang di pinggir pantai, namun lama kelamaan agak ke tengah. Disaat itulah, korban berenang agak berjauhan dengan saudaranya-saudaranya.

“Pamannya sebenarnya sudah melihat buaya itu. Jadi pamannya meneriaki korban, ngasih tau ada buaya di belakang. Cuma korban nggak ngerti, nggak lama disambar sama buaya itu,” jelas Kapolsek Sangatta Utara, AKP Rihard Nixon Sihombing saat dikonfirmasi.

Berdasarkan penuturan saksi, korban sempat dibawa ke tengah laut, ditarik hingga timbul-tenggelam. Disaat itulah keluarga yang berada di bibir pantai langsung meminta pertolongan kepada warga. Hingga akhirnya korban dilepaskan oleh buaya tersebut.

“Gak tau bagaimana itu ceritanya korban bisa lepas. Dia akhirnya bisa kembali ke pantai dan segera ditolong oleh warga dan dibawa ke Klinik Pertamina,” tambah Kapolsek.

Akibat serangan buaya tersebut, korban mengalami robek akibat gigitan buaya di tangan sebelah kanan serta lebam di pinggang kanan. Bocah beruntung itu mendapat 1 jahitan dalam dan 8 jahitan di luar.

Kapolsek telah mengarahkan Bhabinkamtibmas untuk bekerja sama dengan Kepala Desa agar membuat plang pengumuman larangan berenang di pantai. Dirinya juga mengharapkan kepada warga yang ingin berlibur di sepanjang pantai agar selalu waspada. (ref)

Masih Uji Coba, ETLE Statis Segera Difungsikan

0
ETLE statis yang terpasang di depan Denarhanud 002/ABC. (Bams/Media Kaltim).

BONTANG – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis yang terpasang di depan Denarhanud Rudal 002/ABC bakal difungsikan dalam waktu dekat. Kabid Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Taufiqurrakhman menuturkan, sampai saat ini alat tersebut masih berstatus uji coba. “Masih ada kendala teknis sehingga belum bisa difungsikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (30/1/2022).

Nantinya pengaturan pengoperasian server dari pihak penyedia juga bakal dilakukan. Terakhir sebelum diberlakukan, pihaknya juga bakal kembali melaksanakan koordinasi dengan Satlantas Polres Bontang. “Target bisa rampung awal Februari,” terangnya.

Adapun jenis pelanggaran yang dapat ditindak melalui ETLE statis ini yaitu, pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman, bermain handphone saat berkendara, melawan arus, dan tidak menggunakan helm. Kamera akan merekam nomor polisi kendaraan saat melintas di kawasan ETLE statis. (bms)

Kontainer Sangkut Kabel PLN, Disorot DPRD karena Melintas Siang Hari

0

BONTANG – Sebuah truk trailer membawa muatan kontainer tersangkut kabel PLN, saat melintas di depan Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Jalan Jenderal Soedirman, Sabtu (29/1). Untungnya tidak ada korban atas insiden ini.

Namun demikian, kejadian ini sempat sedikit menghambat arus lalu lintas dan menjadi sorotan warga. Pasalnya, truk tersebut melanggar jam operasional saat melintas di jalur kota.

“Maaf yaa, bukannya aturan di Kota Bontang kontainer 40 feet di jam kerja dilarang melintas di jalan kota ya? Seharusnya kan melintas di atas jam 10 malam,” ucap akun instagram @riobagas_24 mengomentari video truk tersangkut kabel yang telah beredar di mendia sosial.

“Tadi lewat sini pas berhenti di sampingku, ya Allah sawan. Langsung kuingat kecelakaan di Balikpapan itu,” timpal akun @indriwati26.

Sorotan serupa disampaikan Anggota DPRD Bontang Faisal. “Seharusnya kejadian di Balikpapan baru-baru ini menjadi pelajaran untuk Kota Bontang agar kendaraan berat tidak beroperasi pagi sampai sore hari di dalam kota. Mohon aparat dan dinas terkait sedikit tegas dengan aturan yang sudah ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub), Welly Sakius mengakui, truk trailer itu sudah masuk kategori kendaraan bertonase besar yang mengangkut peti kemas dengan 40 kaki. “Kalau melintas melanggar jam operasional,” ucap Welly kepada wartawan.

Dijelaskannya, untuk kendaraan bertonase besar untuk jam operasional dilarang melintas di wilayah kota antara pukul 21.00 Wita – 06.00 Wita. “Diatas jam itu dilarang,” katanya.

Namun demikian, masih ada toleransi, bila bagi kendaraan bertonse berat yang beroperasi di atas jam itu, harus dikawal polisi Satlantas.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Edy Haruna mengatakan pihaknya hanya memberikan teguran kepada sopir truk. Kabel yang putus, setelah tersangkut di badan kontainer sudah diperbaiki.

Menurut Eddy, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kejadian serupa dan laka lantas, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengusaha logistik dan Dinas Perhubungan. (mk)

Diperkirakan Sudah 3 Hari, Wanita Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Rumahnya

0
Tim Inafis Polres Bontang saat memeriksa jenazah wanita paruh baya yang ditemukan tewas di rumahnya. (ist)

BONTANG – Wanita paruh baya berinisial UP (57) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Surabaya, RT 19, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (28/1/2022) sekitar pukul 17.30 Wita.

UP ditemukan dalam keadaan tengkurap mengenakan kaus berwarna biru dan celana pendek. Posisinya berada di pintu rumah bagian samping. Badannya sudah membiru, wajahnya menghitam, serta mengeluarkan bau tak sedap.

Kapolsek Bontang Barat, Iptu Khoiri mengatakan, kepolisian mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 18.30 Wita dan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Berdasarkan informasi kerabat korban, diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari lalu,” ujar Kapolsek.

Tim Inafis Polres Bontang sudah memeriksa lokasi dan jenazah. Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Namun diketahui, UP pernah memiliki riwayat penyakit tifus dan liver, serta pernah dirawat intensif di RSUD Taman Husada Bontang. (bms)

Tak Layak, Armada DLH Butuh Peremajaan, Tahun Ini Usulkan Truk Konvektor

0
Armada pengangkut sampah milik DLH Bontang. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Sebagian armada pengangkut sampah dan penunjang kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang sudah tidak layak dan butuh peremajaan. Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo.

“Saat ini kami memiliki 11 unit truk sampah, tiga unit Arm Roll dan dua unit pikap. Bisa dibilang yang layak dan tidak layak fifty-fifty (50:50),” kata Heru saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ke depan, pihaknya mengusulkan adanya peremajaan. Beberapa di antaranya yakni pengadaan truk konvektor yang bisa berfungsi sebagai pengepres sampah. Kelebihan lainnya truk konvektor itu yakni lebih ramah lingkungan, lebih efektif dan efisien, serta mengurangi dampak bau tak sedap jika dibandingkan dengan truk terbuka biasa.

”Di PT Badak dan PKT sudah pakai itu. Harapan kami maunya bisa direalisasikan tiga unit. Tetapi kalau tidak bisa (akibat keterbatasan anggaran) ya satu atau dua unit dulu,” pintanya.

Seharusnya, sambung Heru, pengadaan tiga armada itu bisa terealisasi. Sebab tahun lalu Bontang berhasil mendapat kucuran Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat sebanyak Rp 4,8 miliar. Ini berkat Kota Taman meraih predikat sebagai Kota Peduli Sampah.

“Jadi tidak pakai APBD. Apalagi kita (Bontang) sudah meraih penghargaan Clean Land tingkat ASEAN. Jadi minimal harus punya konvektor,” tandasnya. (bms)

Puluhan Layanan Publik Bisa Diakses lewat Aplikasi “BontangKu”

0
Tampilan Aplikasi BontangKu. (tangkapan layar)

BONTANG – Super aplikasi (super apps) bernama “BontangKu” siap diluncurkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam waktu dekat. Kabid Penyelenggara E-Government Diskominfo Taufiqurrahman mengatakan, aplikasi ini dapat mengakses puluhan layanan publik hanya melalui genggaman tangan, sehingga dapat memudahkan masyarakat.

Adapun layanan publik yang tersedia seperti pemantauan Closed Circuit Television (CCTV) melalui program Integrasi Tampilan Informasi Pemantauan (INTIP), Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum (JDIH), informasi kebencanaan, Arsip Elektronik (E-Arsip), informasi Covid-19, perizinan digital, Sistem Informasi Pengadaan Barang atau Jasa (Simbaja).

Layanan lainnya yaitu Sistem Informasi Pengellaan Data Statistik Terpadu (Simpatiku), Sistem Informasi Manajemen Pegawai (Simpeg), Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), atau Elektronik Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (E-LAPOR). Juga ada tata naskah (takah),informasi WiFi terdekat, informasi destinasi wisata Bontang, hingga infromasi pemberitaan.

“Saat ini aplikasi masih terus dipersiapkan. Peluncuranya masih menunggu waktu yang pas,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini. (bms)

Kecewa Tak Diberdayakan Perusahaan, Ratusan Sopir Truk Gelar Aksi Demo

0
Ratusan truk mengular di sepajang Jalan Pupuk Raya Kelurahan Guntung.

BONTANG – Ratusan sopir truk lokal yang tergabung dalam Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) Bontang menggelar aksi demonstrasi, Kamis (27/1/2022). Dengan membawa kendaraan truk masing-masing, mereka tampak mengular hingga tiga kilometer lebih dari Jalan Pupuk Raya sebelum Pos Hotel Equator yang menjadi lokasi utama aksi.

Dalam aksi itu, mereka menuntut pemberdayaan sopir lokal terhadap kegiatan penimbunan di lingkungan kerja PT Pupuk Kaltim. Termasuk salah satunya pembangunan pabrik Kaltim Amoniak Nitrat (KAN) di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE).

Mereka kecewa lantaran perusahaan beserta kontraktor perusahaan lebih memprioritaskan truk dari luar Bontang. “Tahun lalu sudah ada kesepakatan bahwa ketika ada kegiatan pengangkutan atau penimbunan, kami dilibatkan. Tapi sekarang itu tidak dilakukan,” kata Sekretaris PLBB, Ludin Limbong.

Aksi ini, kata dia, juga dilakukan lantaran PLBB tak menemukan titik terang dengan perusahaan meski telah berdiskusi. Padahal sebelumnya, mereka mengaku pernah diberdayakan. Namun belakangan terakhir, mereka hanya terlibat sebagai penonton.

Dalam aksi itu, ratusan pendemo dipertemukan dengan perwakilan PT Pupuk Kaltim beserta perwakilan PT Wijaya Karya (Wika) sebagai salah satu subkontraktor. Namun hingga aksi berakhir, kesepakatan final belum menemukan titik terang. Pertemuan dilanjutkan Jumat (28/1/2022).

Perwakilan PT Wika, Alif mengaku, pihaknya membantah jika disebut tidak memberdayakan sopir truk lokal. Sebab tiga subkontraktor yang telah ditunjuk, seluruhnya perusahaan asal Bontang. Ketiganya yakni PT Rajawali Perkasa Teknik, PT Mitra Nusantara Energi, dan PT Krida Sejahtera Jaya. “Kami sudah meminta ketiga perusahaan ini agar menggandeng PLBB,” tandasnya. (bms)

Terseret Arus Air, Bocah di Loktuan Ditemukan Meninggal di Gorong-Gorong

0
Kondisi korban saat dievakuasi lalu dibawa ke RS PKT. (ist)

BONTANG – Seorang anak laki-laki berinisial Fi (8) ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong kawasan Jalan Kapal Layar 3, RT 22, Kelurahan Loktuan, Kamis (27/1/2022) sore. Saluran air tempat Fi meninggal, lokasinya tak jauh dari rumah korban.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, bocah kelas 2 SD itu bermain air hujan di dalam saluran air bersama 5 temannya. “Saat itu main perosotan. Tapi karena aliran airnya deras, korban terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong,” kata Bajuri saat dikonfirmasi.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita itu, baru disadari warga ketika ada yang berteriak minta tolong. Namun belum sempat ditolong, nyawa siswa SD kelas 2 tersebut sudah tak bisa diselamatkan. Korban akhirnya dibawa ke RS PKT dengan kondisi badan membiru dan sudah tak bernyawa.

Atas kejadian ini, Aipda Bajuri mengimbau kepada warga dan orang tua, agar lebih berhati-hati saat memantau anak yang bermain di tengah guyuran hujan deras serta aliran air. Sebab hal itu bisa berujung celaka. “Harapannya kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (bms)

Masuk Nominasi SNI, Pasar Tamrin Terus Perbaiki Kekurangan

0
Pasar Tamrin Bontang (dok)

BONTANG – Tahun ini, Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) masuk nominasi sebagai pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Terpilihnya Pasar Tamrin menjadi salah satu dari 10 pasar yang ada di kabupaten/kota se-Kaltim.

Kasubbag Tata Usaha UPT Pasar, Kamil mengatakan, saat ini pihaknya terus fokus terhadap pembenahan agar bisa meraih predikat itu. Kata dia, butuh penyesuaian terhadap 32 indikator atau rekomendasi dari tim penilai.

Audit penilaian pun dilaksanakan sebanyak tiga kali ditambah dengan tahapan finalisasi. “Saat ini sudah audit kedua kalinya,” ujarnya, Kamis (27/1/2022).

Dari hasil audit itu, pihaknya kini terus memperbaiki kekurangan yang disampaikan tim penilai. Kamil menyebut, ada sejumlah item penilaian yang bisa dibenahi, dan ada pula yang sulit dibenahi lantaran faktor kondisi di lapangan. Seperti halnya masalah penataan atau zonasi. “Idealnya tidak boleh dicampur antara kelompok jualan kering, basah, dan yang khusus,” sebutnya.

Permasalahan yang terjadi, tata letak pasar saat ini sudah banyak diisi pedagang. Bila harus berpindah, tentu akan menyulitkan pedagang lagi nantinya. Di sisi lain, sejumlah sarana dan infrastruktur juga masih banyak perlu dibenahi agar sesuai standar.

“Seperti lantai. Tidak boleh licin dan bergenang. Saluran parit juga perlu dibenahi,” terangnya.

Sejauh ini, sambung Kamil, tersisa dua indikator penilaian utama dan dua indikator penilaian penunjang yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi UPT Pasar. Salah satu cara agar penilaian ini terpenuhi, harus didukung dengan anggaran. “Kami optimistis Bontang (Pasar Tamrin) bisa masuk kategori SNI,” tandasnya.

Untuk diketahui Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerbitkan SNI Pasar Rakyat mulai 2015 dengan tujuan sebagai pedoman dalam mengelola dan membangun pasar rakyat serta memberdayakan komunitas pasar. Pengelolaan pasar yang baik dan profesional diharapkan dapat meningkatkan perlindungan terhadap konsumen dan pasar dapat bersaing dengan pusat perbelanjaan lainnya seperti mal, plaza, dan pusat perdagangan lainnya. (bms)

Tapal Batas Sidrap, Pemkot-DPRD Tunggu Putusan Mendagri

0
Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris

BONTANG – Pemkot bersama DPRD Bontang masih menunggu surat balasan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal tersebut berkaitan dengan surat yang dikirimkan Gubernur Kaltim sejak 26 Oktober 2021 lalu, perihal permintaan revisi Peraturan Mendagri Nomor 25 Tahun 2005 tentang penentuan batas wilayah atau tapal batas Bontang dengan Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Gubernur masih menyepakati keputusan bahwa Sidrap berpindah menjadi bagian dari wilayah Bontang,” kata Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris.

Kendati begitu, politisi Gerindra ini menyebut, akan ada potensi munculnya gugatan. Mengingat sebelumnya Kutim pernah menolak. Di sisi lain, apabila hasil putusan Kemendagri berpihak pada Kutim, tentu Pemkot Bontang harus menyiapkan langkah hukum berikutnya. “Ini untuk antisipasi. Makanya diadakan rapat. Sambil menunggu hasil putusan Kemendagri,” katanya.

(Sekda) Bontang, Aji Erlynawati

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati. Menurutnya, apa yang disampaikan Agus Haris turut didukung. Persiapan mengenai langkah-langkah kajian, hingga komunikasi dengan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutim perlu disusun. “Masyarakat Sidrap adalah warga Bontang yang harus dilayani. Tetapi karena ada masalah ini sehingga pelayanan yang diberikan belum bisa maksimal,” ujarnya. (bms)