Beranda blog Halaman 1140

Sudah Diteken Gubernur, UMK Bontang 2022 Naik Jadi Rp 3,2 Juta

0
Abdu Safa Muha

BONTANG – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bontang di tahun 2022 mengalami kenaikan Rp 43.781. Dari tahun sebelumnya Rp 3.182.706 menjadi Rp 3.226.486.

Kenaikan UMK ini mulai berlaku sejak keputusan tersebut dikeluarkan 18 Januari 2022 kemarin, yang dituangkan dalam surat bernomor. 51/K.14/2022 ditandatangani oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bontang Abdu Safa Muha menjelaskan, kenaikan upah itu sesuai dengan usulan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Bontang yang beranggotakan unsur pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja.

Hasilnya, penyesuaian UMK itu mengacu pada nilai inflasi Kaltim sebesar 1,68 % dan pertumbuhan ekonomi Kaltim 1,11 %.

“Surat keputusan itu juga sudah dikirim ke Forum CSR (Corporate Social and Respon sibility) perusahaan dan lembaga kerja sama tripartit,” katanya. Disnaker Kota Bontang berharap seluruh perusahaan bisa menjalankan keputusan kenaikan UMK ini.

Dalam surat keputusan ini juga dijelaskan larangan bagi perusahaan untuk mengurangi atau menurunkan gaji pekerja. “Kalau ada perusahaan yang tidak mengikuti, kami akan beri peringatan,” ujarnya. (ahr)

Minyak Goreng Harga Rp 11.500, Berlaku Pedagang Ngaku Nyaris Rugi

0
Wali Kota Bontang Basri Rase bersama DKP3 meninjau ke Pasar Taman Rawa Indah Bontang ketika harga terkerek naik, belum lama ini.

BONTANG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi merilis aturan terkait harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang berlaku mulai 1 Februari 2022. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan HET Minyak Goreng Sawit.

Dalam Pasal 2 dijelaskan minyak goreng terdiri dari minyak goreng curah, minyak goreng kemasan sederhana, dan minyak goreng kemasan premium.

Sementara, dalam Pasal 3 dituliskan bahwa pemerintah menetapkan HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14 ribu per liter.

“Besaran HET termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis pemerintah dalam Pasal 3 Ayat 3.

Dengan aturan ini, maka semua pengecer wajib menjual minyak goreng kepada konsumen sesuai HET. Konsumen yang dimaksud adalah masyarakat, termasuk usaha mikro dan usaha kecil.

Nantinya, Kementerian Perdagangan akan melaksanakan pembinaan terhadap penerapan HET. Lalu, menteri perdagangan akan memberikan delegasi pelaksanaan pembinaan kepada direktur jenderal.

Pembinaan dilaksanakan sesuai dengan peraturan menteri perdagangan yang mengatur mengenai minyak goreng sawit wajib kemasan.

Sebagai informasi, aturan HET minyak goreng dikeluarkan setelah harga komoditas itu melambung beberapa waktu terakhir. Harga minyak goreng sebelumnya bahkan sempat tembus Rp20 ribu per liter.

Setelah itu, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7,6 triliun untuk mendistribusikan minyak goreng kemasan Rp14 ribu liter ke ritel modern mulai Rabu (19/1) lalu. Kemudian, distribusi minyak goreng murah dilakukan sepekan setelah itu ke pasar tradisional.

Namun, stok minyak goreng di sejumlah ritel modern masih kosong. Selain itu, pasokan minyak goreng Rp14 ribu di pasar tradisional juga belum merata.

PEDAGANG NYARIS MERUGI

Pedagang sembako di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang mengaku, nyaris merugi imbas pemberlakuan harga minyak goreng murah, yang diberlakukan Selasa (1/2/2022).

Untungnya, distributor menjanjikan, stok minyak goreng harga mahal akan diretur. “Janjinya akan diretur. Kalau tidak ditarik, ya tidak akan laku. Kami juga nggak mungkin jual murah,” ucap Suparni, Pedagang Sembako di Pasar Tamrin.

Untuk minyak goreng murah, ia menjual dengan skema dua daftar harga. Yakni minyak goreng murah dari distributor dijual Rp 25.600 per kemasan 2 liter.

Sementara sisa stok lama yang harga modalnya mahal, dijual Rp 40 ribu lebih, untuk per kemasan 2 liter.

Sementara itu, Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang Nurhidayah mengatakan saat ini, minyak goreng harga murah secara bertahap akan disalurkan distributor ke pedagang.

Setelah merata diterima pedagang, maka stok minyak harga mahal akan diretur distributor. “Ini mengantisipasi pedagang tidak rugi imbas pemberlakukan standar harga murah minyak goreng,” pungkasnya. (ahr/mk)

Masjid Al Khoir dan Rumah Quran Dibangun di Perumahan Bukit Sintuk

0
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Khoir oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Selasa (01/02/2022). (Annisa/media kaltim)

BONTANG – Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Khoir telah dilaksanakan Selasa (01/02/2022) di Area Perumahan Bukit Sintuk. Pembangunan masjid ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan ibadah jamaah perumahan.

Selain itu, masjid ini juga dibangun karena kapasitas masjid yang saat ini berdiri sudah tidak cukup menampung jamaah.

Untuk itu sejak 2 tahun lalu, takmir masjid sudah mulai merencanakan pembangunan masjid yang lebih luas.

Saiful Huda, Ketua Panitia Pembangunan Masjid mengungkapkan dulunya masjid yang sehari-hari padat oleh jamaah ini, hanya sebuah musholla yang terus direnovasi seiring berjalannya waktu, namun hal itu juga tak cukup menampung banyaknya jamaah.

“Dulu mushola kecil, lalu kami renov sedikit sedikit tapi karena jamaah semakin banyak tetap tidak cukup, bahkan tiap bulan Ramadhan kami sampai sewa tenda untuk jamaah yang berada di luar masjid,” ungkapnya.

Adapun lahan seluas 2.000 meter persegi yang akan digunakan untuk lokasi pembangunan masjid. Nantinya, bangunan masjid yang saat ini akan dibongkar dan dijadikan lahan parkir serta rumah Qur’an.

“Setelah masjid jadi, bangunan masjid lama akan kami bongkar untuk lahan parkir, dan sebagian bangunan lainnya kami alih fungsikan sebagai rumah Qur’an,” ucapnya.

Targetnya, waktu pembangunan masjid ini bisa rampung dalam kurun waktu setahun. Dan untuk sumber anggaran, selain mendapatkan anggaran dari Kesra Provinsi, anggaran juga masuk dari masyarakat yang berdonasi.

“Alhamdulillah kemarin kami dapat dana Rp 100 juta dari Kesra Provinsi, dan sampai saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai ikut berdonasi tidak hanya dalam bentuk uang, tapi juga bentuk bahan bahan bangunan,” ujarnya.

Apresiasi pun disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Najirah.”Ini adalah suatu kebanggaan bagi masyarakat, semoga tempat ibadah kita ini menjadi tempat yang bagus dan megah. Insya allah dalam tahun ini saya yakin bisa selesai,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati yang juga merupakan warga Perumahan Bukit Sintuk mengatakan ini merupakan langkah yang baik apalagi dengan antusias dan partisipasi masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini selesai peletakan batu pertama mudah mudahan bisa cepat pengerjaannya, dan segera bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya. (ahr)

Gelar Musda IV Salimah Bontang, Muthmainnah Terpilih Jadi Ketua, Gantikan Sarifah Sobah

0
Sarifah Sobah (kanan) menyerahkan Lpj kepada pimpinan Sedang (foto atas), Muthmainnah terpilih sebagai ketua Salimah PD Bontang.

BONTANG – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bontang yang menjadi jembatan penyegaran pengurus digelar di Aula MTs Alam Bontang, Selasa, (1/2/2022)

Musda Salimah IV kali ini mengusung tema ‘Bersama Salimah Bontang Mewujudkan Keluarga Hebat dan Beradab’. Hadir para pengurus, calon pengurus Salimah periode 2022-2027, dan pengurus Salimah Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Lagu Indonesia raya dan Mars Salimah mengawali semangat pembukaan Musda, dilanjutkan laporan ketua panitia serta sambutan pimpinan daerah dan pimpinan wilayah.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kaltim Indraswari Cahyaningtyas menyampaikan bahwa organisasi yang sehat diawali dari munculnya empati, atensi dan responsif yang positif serta dukungan penuh dari keluarga.

Acara inti diawali pembacaan tata tertib (tatib) sidang oleh pimpinan siding, dilanjutkan Laporan Pertanggung Jawaban (Lpj) Ketua PD Salimah Kota Bontang Sarifah Sobah, S.T., M. Eng.

Dalam LPJ-nya Ibu Sarifah memaparkan program kegiatan yang terlaksana sejak Tahun 2017 sampai dengan 2021. Jenis kegiatan meliputi; seminar parenting, kunjungan ke pasien RSUD, tabliq akbar, Peringatan Maulid Nabi, Salimah Berbagi, Peduli Gempa, Khotamil Quran dan parenting, berbagi bingkisan untuk ibu dan BOS Salimah.

Setiap kegiatan dilaporkan secara detail mulai dari nama kegiatan, tempat pelaksanaan, tujuan, tanggal pelaksanaan, peserta dan rincian dana.

Selesai paparan Lpj, dilanjutkan tanggapan peserta sidang. Setelah Lpj dinyatakan diterima, sidang dilanjutkan melakukan musyawarah dan pemilihan ketua PD Salimah Bontang.

Hasil pemilihan secara aklamasi menetapkan Muthmainnah, S.Pd. Aud sebagai ketua Salimah periode 2022-2027. Ketua terpilih langsung dilantik oleh Ketua PW Salimah Kaltim Indraswari Cahyaningtyas secara virtual.

Dalam sambutannya, Mutmainnah menyampaikan bahwa organisasi yang kokoh adalah organisasi yang mengikuti koridor aturan dengan mengkondisikan diri secara rapi. “Salimah harus bersinergi dengan berbagai pihak agar dapat memaksimalkan perannya dalam meningkatkan kualitas keluarga, perempuan, anak di Kota Bontang,” pungkasnya. (hms/sal)

 

Musrenbang Bontang Utara, Penanganan Banjir Jadi Prioritas

0
Foto bersama saat Musrenbang Bontang Utara di Pendopo Rujab Wali Kota (ist)

BONTANG – Sebanyak 43 usulan prioritas dihasilkan dalam Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Bontang Utara. Dari 43 usulan yang dihimpun 6 kelurahan di wilayah Bontang Utara, sebanyak 40 usulan di antaranya berkaitan dengan pekerjaan fisik.

Seperti perbaikan drainase, dan pembangunan turap di sejumlah kelurahan yang rawan banjir. Sementara 3 usulan lain berkaitan dengan sosial dan budaya. “Penanganan banjir masih prioritas. Usulan ini akan memudahkan pemkot memetakan target wilayah mana saja yang mendesak,” kata Aji Erlynawati, Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Senin (31/1/2021).

Wanita yang akrab disapa Iin itu menyebut, tidak semua usulan bisa diakomodasi melalui APBD. Sehingga perlu ada pemanfaatan sumber anggaran lain. Seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Bankeu Pemprov Kaltim, ataupun dana CSR perusahaan. (bms)

48 Peserta di Bontang Jadi P3K Guru, Lengkapi Berkas Paling Lambat 4 Februari

0

BONTANG – Sebanyak 48 peserta calon Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) dinyatakan lolos seleksi kompetensi tahap kedua (tahap akhir).

Rinciannya, 3 guru jenjang TK, 2 guru jenjang SMP, dan 43 guru jenjang SD. Informasi itu disampaikan melalui Surat Keputusan Wali Kota Bontang No 810/06/BKPSDM.02 tentang hasil seleksi kompetensi dan persyaratan pengusulan nomor induk PPPK guru tahap kedua, di lingkungan Pemkot Bontang Tahun Anggaran 2021.

“Peserta yang dinyatakan lulus, agar segera melengkapi berkas pengusulan untuk penerbitan Nomor Induk PPPK guru tahap dua dalam bentuk softcopy dan hardcopy. Paling lambat 4 Februari 2022,” tulis Wali Kota Bontang, Basri Rase dalam surat tersebut, Senin (31/01/2022).

Adapun kelengkapan dokumen yang harus diunggah yakni pasfoto terbaru pakaian formal dengan latar belakang berwarna merah, ijazah asli yang digunakan sebagai dasar melamar jabatan, daftar riwayat hidup yang telah ditandatangani dan bermaterai, hingga surat pernyataan berisi 5 poin.

Kelima poin itu di antaranya, tidak pernah dipidana, tidak pernah diberhentikan atau berkedudukan sebagai CPNS, PNS, PPPK, TNI, POLRI atau pegawai swasta termasuk BUMN dan BUMD. Berikutnya tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh pemerintah. “Setelah diunggah, fisik (hardcopy) kelengkapan dokumen wajib diserahkan ke Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Bontang,” jelas Basri.

Seluruh tahapan pelaksanaan seleksi pengadaan PPPK guru, sambung Basri, tidak dipungut biaya alias gratis. Bagi pelamar yang memberikan keterangan tidak benar atau palsu pada saat berbagai tahapan pelaksanaan, Pemkot berhak membatalkan kelulusannya dan memberhentikan statusnya sebagai PPPK guru. “Keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tandasnya. (bms)

Warga Loktuan Ditemukan Gantung Diri di Kandang Ayam

0

BONTANG – Warga Jalan Makassar RT 25, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan geger. Penyebabnya, seorang pria berinisial SAU (24) ditemukan tewas gantung diri di salah satu kandang ayam milik warga, Minggu (30/1/2022).

Menurut keterangan Kapolsek Bontang Selatan Iptu Suyoko, penyebab pemuda tersebut mengakhiri hidupnya diduga karena depresi. Apalagi pada 2019 lalu, korban pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Berdasarkan identitas, korban merupakan warga Jalan Kapal Pinisi Loktuan. Istrinya kerja di luar negeri, dan sudah punya satu anak,” ucapnya, Senin (31/1/2021).

Dari hasil keputusan keluarga korban, mereka meminta proses autopsi tidak dilakukan kepada jenazah. Sehingga, langsung dimakamkan. Ditambahkan Babinsa Tanjung Laut, Serka Dwi Siswanto, sebelum memutuskan gantung diri, korban sempat mengirimkan pesan permintaan maaf melalui Whatsapp kepada salah satu temannya. Permintaan maaf itu disertai gambar tali yang akan dia digunakan untuk menggantung lehernya. “Akhirnya dicek oleh temannya dan kondisinya (tubuh korban) sudah tergantung,” bebernya.

Korban sempat dibawa ke RS Amalia. Setelah itu, dibawa ke rumah saudaranya di RT 55 Kelurahan Berebas Tengah. Sekitar pukul 20.30 Wita, korban kemudian dimakamkan di TPU Pisangan. (bms)

Posbindu Telihan Bersinar Diluncurkan, Wawali Najirah Ajak Tekan Risiko Penyakit Tak Menular

0
Wali Kota Bontang bersama seluruh kader saat Launching Posbindu Telihan Bersinar, Senin (31/01/2022). (Annisa/media kaltim)

BONTANG – Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Telihan Bersinar resmi diluncurkan Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Senin (31/01/2022). Peluncuran berlangsung di Balai Pertemuan Umum RT 03, sekaligus menjadi Posbindu kedua yang ada di Kelurahan Telihan.

Posbindu Telihan Bersinar dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh terhadap masyarakat.

Lurah Gunung Telihan Rosman mengharapkan, keberadaan Posbindu bisa membantu masyarakat untuk mengetahui sejak dini kondisi kesehatan mereka tiap bulan.

Di tempat itu pula, kader Posbindu akan diberikan pelatihan agar dapat memberikan pelayanan dengan baik.

“Minimal masyarakat yang mungkin penyakitnya belum diketahui, bisa dideteksi oleh kader Posbindu ini. Dan mereka harus diberikan pelatihan, supaya saat menjalankan tugas paham apa yang menjadi tugasnya,” ucapnya.

Kehadiran dua Posbindu di Kelurahan Telihan, menurut Camat Bontang Barat Anwar Sadat, diharapkan mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kinerja para kader.

“Alhamdulillah di Telihan sudah ada dua, kami mohon teman-teman puskesmas dan kader, tidak salah dalam melaksanakan tugas dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Terima kasih kepada PT Badak dan PKT atas bantuan peralatan medis dan peralatan lainnya,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bontang Najirah, mengapresiasi hadirnya Posbindu Telihan Bersinar. Ia berharap seluruh kader dapat bekerja secara profesional agar dapat menekan angka risiko penyakit tidak menular. Najirah juga mengajak masyarakat agar rutin memeriksakan kesehatan untuk mewujudkan keluarga yang lebih sehat.

“Saya yakin seluruh kader dapat bekerja secara profesional. Saya juga mengajak masyarakat Gunung Telihan dan sekitarnya. Mari kita memeriksakan kesehatan kita ke Posbindu, secara rutin tiap bulan,” ajaknya. (ahr)

Wawali Najirah Resmikan Posbindu, Cegah Penyakit Tak Menular

0

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah meresmikan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Telihan Bersinar, Senin (31/01/22). Dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hapidah, Najirah secara resmi menetapkan beroperasinya Posbindu Bersinar di gedung pertemuan RT 3 di kawasan Hop 5 tersebut.

Lurah Gunung Telihan Roswan dalam sambutannya berharap Posbindu ini bisa berdampak pada pelayanan masyarakat. “Semoga Posbindu ini bisa membuat pelayanan meningkat. Rencananya juga yang bertugas nanti kita berikan pelatihan,”ucapnya.

Sementara Najirah mengajak masyarakat sekitar untuk dapat secara aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. “Saya mengajak masyarakat di Gunung Telihan rutin memeriksakan kesehatan di Posbindu untuk dapat mencegah terjadinya penyakit tidak menular,” ucap Najirah.

Ia juga menekankan, penyebaran penyakit tidak menular berpotensi untuk melemahkan keadaan sosial ekonomi. Karena itu, Posbindu hadir dalam konsep pencegahan penyakit tidak menular berbasis masyarakat.

Posbindu Bersinar dapat diakses oleh masyarakat sekitar dengan rentang usia 15-50 tahun secara gratis. Diharapkan penyakit tidak menular dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga mengurangi potensi penyakit yang lebih parah.

Pada akhir kegiatan, Wali Kota Bontang Basri Rase menyempatkan hadir guna meninjau langsung keberadaan Posbindu Bersinar Kelurahan Gunung Telihan. (adv)

“Rantang Kasih” untuk Lansia, Dijadwalkan Pekan Kedua Februari

0
Bahtiar Mabe (ist)

BONTANG – Program Rantang Kasih atau pemberian paket makanan gratis kepada para lanjut usia (lansia) berstatus miskin dijadwalkan mulai pekan kedua Februari 2022. Program ini salah satu janji politik pasangan Basri Rase-Najirah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk penyediaan makanan siap saji, rantang, biaya operasional, dan biaya kebutuhan lainnya. “Ada 88 lansia yang masuk kategori mendapatkan bantuan makanan gratis ini,” kata Bahtiar.

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang merealisasikan program tersebut, pihaknya bersama rombongan yang lain juga telah melaksanakan studi banding ke dua kota di Jawa Timur, yang sudah lebih dulu menerapkan program ini, yakni Banyuwangi dan Surabaya. “Tujuan ke sana (Surabaya dan Banyuwangi) untuk belajar bagaimana sistem pelaksanaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bahtiar memaparkan, program ini tidak sepenuhnya harus dibebankan kepada APBD. Tetapi, juga bisa berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Program ini juga bisa menggunakan sistem tender, swakelola, atau belanja langsung pengadaan, dengan memberdayakan warung dan ojek di sekitar lokasi.

“Rencananya, para lansia akan diberi makan dua kali sehari, yakni pukul 10.00 Wita dan pukul 17.00 Wita dengan pemberdayaan kelompok masyarakat di kecamatan,” tandasnya. (bms)