Beranda blog Halaman 1142

Jalan Tembus Pupuk Raya Gelap Gulita, Kepala Dishub: Penyebabnya Kabel PJU Kendur

0
PJU di Jalan Eks Pupuk Raya.

BONTANG – Sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Jalan Dr Cipto Mangunkusumo (Eks Pupuk Raya) terpantau banyak yang padam. Kondisi itu khususnya terjadi dari simpang Hotel Bintang Sintuk menuju simpang Loktuan.

Kondisi ini sempat disorot Faisal, anggota Komisi III DPRD Bontang. Politisi Nasdem itu menyebut, akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mempertanyakan kendala dan mencarikan solusinya. Sebab jika dibiarkan terus, dinilai membahayakan bagi pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Bontang Akhmad Suharto menyampaikan, jika penyebab padamnya PJU di lokasi tersebut karena kabel kendur. Ditambah belum lama ini juga terdapat insiden kecelakaan tunggal yang berdampak pada robohnya tiang listrik di median jalan. “Segera akan kami perbaiki,” ucapnya, (26/1/2021).

Diakui Akhmad Suharto, untuk memperbaiki PJU itu, pihaknya saat ini terkendala mobil crane yang saat ini posisinya sedang masuk bengkel. Namun jika ke depan belum selesai, maka bisa menggunakan opsi peminjaman atau penyewaan mobil crane dari pihak lain. “Tunggu mobil crane dulu untuk memperbaiki dan merapikan kabel-kabelnya,” katanya. (bms)

Musrenbang Bontang Kuala, Perbaikan Trotoar Jadi Prioritas

0
Trotoar di jalan menuju terminal Bontang Kuala. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Dari 30 usulan prioritas yang terhimpun dalam Program Musyawaran Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Bontang Kuala di 2023 mendatang, perbaikan dan peningkatan trotoar menjadi salah satu yang diprioritaskan.

Trotoar yang dimaksud yakni di sepanjang Jalan Kapten Piere Tendean mulai gerbang masuk, hingga ke Terminal Bontang Kuala. Suiza Ixan Saputro, Lurah Bontang Kuala mengatakan, usulan tersebut menjadi prioritas lantaran berkaitan dengan penanganan banjir rob atau banjir akibat pasang air laut. “Yang mana ketika banjir rob pasang, trotoar ini sering dimanfaatkan warga atau pengunjung untuk akses jalan. Sekarang banyak yang sudah rusak sehingga perlu perbaikan,” ujarnya, (26/1/2022).

Di sisi lain, kata Suiza, kontur tanah pada badan jalan kini juga mengalami penurunan level hingga 30 sentimeter. Hal ini membuat air laut lebih tinggi ketika sedang pasang. Sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor. “Pengajuan ini sudah masuk juga ke SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah). Semoga di tingkat kecamatan dan kota nanti bisa terealisasi,” katanya.

Ditanya soal besaran anggaran yang dibutuhkan, Suiza mengaku belum tahu secara pasti, sebab masih dalam proses kalkulasi. Adapun upaya lain dari penanganan evakuasi dari dampak banjir rob ini adalah, peninggian jembatan kayu di beberapa RT yang ada di permukiman atas laut. (bms)

Tumbuhkan Semangat Gotong Royong lewat Arisan Pagar Sukma

0

BONTANG – Paguyuban Warga Sukoharjo Makmur (Pagar Sukma) Kota Bontang, kembali menggelar arisan rutin dan silaturahmi, Selasa (25/1/2022) malam. Kali ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga, sebagai umpan balik atas program dan kegiatan kelurahan. Sehingga antara warga selalu terjalin komunikasi dan persatuan paguyuban.

Kegiatan awal 2022 itu dilaksanakan di kediaman Sumarno selaku korlap Bontang Barat, di Jalan Soekarno Hatta (Jalan Flores). Kegiatan rutin ini sebagai wahana silaturahmi sebulan sekali. Selain itu juga dijadikan media musyawarah untuk membahas kebutuhan dan permasalahan di dalam paguyuban.

“Jadi maksud dan tujuannya dari peseduluran sejati, seje rogo tunggal rogo,” terang Maryono, sekretaris Pagar Sukma. Dalam acara itu, Maryono yang juga menjabat Lurah Satimpo mengadakan sosialisasi agar warga Sukma mengikuti vaksin dosis ketiga sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sementara Ketua Paguyuban, Eko Agustoro menambahkan, dalam arisan Pagar Sukma hadir lebih seratus orang dan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Pertemuan rutin ini katanya, merupakan upaya untuk meningkatkan kebersamaan sehingga muncul perasaan sebagai bagian dari keluarga besar serta memunculkan semangat gotong royong.

“Dengan demikian interaksi sosial warga tetap terjalin, minimal warga mempunyai media sosialisasi dan silaturahmi sesama warga meskipun bersifat interaksi formal. Namun dari pertemuan inilah kemudian interaksi formal tersebut menjadi interaksi informal ketika warga menjalani kehidupan sehari-hari bersama warga Pagar Sukma,” paparnya. (dar)

Pertanyakan Pembangunan MPP di Kawasan Kantor Dinas PMK, Komisi III Panggil Pemkot

0
Abdul Malik (ist)

BONTANG – Rencana pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP), di kawasan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, dipertanyakan Komisi III DPRD Bontang.

Wakil Ketua Komisi III, Abdul Malik mengatakan, dari hasil pengumpulan informasi yang dilakukan pihaknya saat kunjungan lapangan, diketahui belum terdapat gambaran yang jelas dari pemkot terkait lokasi alternatif Kantor Disdamkartan. Bila ingin dialihfungsikan, lanjut Malik, semestinya bangunan baru itu harus memiliki sejumlah fasilitas seperti yang ada sekarang.

Seperti kolam air, gudang penyimpanan alat, tempat parkir armada, hingga lokasi mudah diakses. Sehingga ketika terjadi kebakaran, petugas tetap bisa melaksanakan fungsinya dengan baik. “Idealnya justru dibangunkan dulu (Gedung Disdamkartan) baru bangunan lama dibongkar dan didirikan MPP,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Politisi PKS ini menilai, aktivitas pemadaman kebakaran menjadi salah satu kebutuhan pokok. Untuk itu, pada Februari mendatang, pihaknya bakal kembali memanggil tim pemkot untuk menindaklanjuti kelanjutan program ini. Harapannya, ketika MPP dibangun, tidak sampai mengganggu pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. (bms)

Gunung Elai Terendam Banjir, Kantor Kelurahan Jadi Tempat Penampungan Pengungsi

0
Kondisi Kelurahan yang dijadikan tempat pengungsian.(Annisa/Radar Bontang)

BONTANG – Banjir kembali menggenangi beberapa wilayah di Kota Bontang, sejak Selasa (25/1/2022) sore. Di antara yang terdampak yaitu Kelurahan Gunung Elai. Di Kelurahan Gunung Elai yang terdampak banjir di antaranya RT 19, RT 18, RT 13, RT 16, RT 43, dan RT 44. Yang paling terdampak yaitu RT 43.

Kelurahan Gunung Elai dibantu Ibu-ibu PKK, para RT, dan pegawai Kecamatan Bontang Utara membuka dapur umum untuk membantu para korban terdampak banjir. Selasa malam mereka bahu-membahu memasak makanan yang akan segera disalurkan.

“Jadi kami membuka dapur umum untuk memasak kebutuhan makanan para korban banjir. Setelah selesai akan langsung kami distribusikan, ” ucap Lurah Gunung Elai Sulistyo saat ditemui di Kantor Kelurahan, Selasa (25/1/2022) malam.

Lokasi Dapur Umum Kelurahan Gunung Elai (Annisa/Media Kaltim)
Selain dapur umum, kantor Kelurahan Gunung Elai juga menjadikan tempat tinggal pengungsian sementara warga RT 44 yang juga terdampak banjir. “Kami jadikan kantor sebagai tempat pengungsian sementara. Saat ini sudah ada 5 KK yang mengungsi di sini, ” jelas Sulistyo.

Ketua PKK Kecamatan Bontang Utara Catur, Ratna Juarsih, mengatakan dapur umum ini dibuat dengan swadaya berbagai pihak. Selasa malam didistribusikan 100 bungkus makanan kepada korban banjir.

“Malam ini (Selasa malam, Red.) kami masak seadanya dulu karena ini mendadak. Ada mi, telur balado, dan tempe orek, sementara dibuat 100 bungkus untuk malam ini. Untuk besok pagi sepertinya akan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Salah satu pengungsi, Murtifah, warga RT 44 mengatakan air masuk ke dalam rumahnya sejak magrib. Dia langsung mengikuti arahan lurah untuk segera mengungsi. “Langsung saya mengungsi sama anak-anak ke sini (kantor lurah), ” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, curah hujan yang cukup tinggi sejak Selasa (25/1/2022) dinihari membuat beberapa wilayah di Kota Bontang tergenang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Zainuddin menjelaskan, banjir kali ini tidak hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan banjir kiriman daerah lain seperti dari Kutai Timur (Kutim). (ahr)

Bangun MPP, DLH Minta Lokasi Alternatif Tak Timbulkan Masalah Baru

0
Lokasi workshop, gudang, dan kantor milik DLH yang ada di belakang Kantor Disdamkartan Bontang. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ikut berkomentar terkait rencana dibangunnya Mal Pelayanan Publik (MPP) tahun ini di kawasan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan pemkot tersebut. Namun terkait pemindahan ke lokasi alternatif, harus dipikirkan secara matang agar tidak menimbulkan masalah baru.

Heru menyampaikan, di lokasi halaman sebelah kanan Kantor Disdamkartan, juga dipakai untuk lokasi parkir armada angkutan sampah. Di bagian belakang kantor, juga terdapat workshop, gudang, dan kantor milik DLH, dimana ketiganya saling berkaitan.

Jika dipindah ke kawasan dekat pemukiman, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah sosial seperti kebisingan dan bau tak sedap. Sementara bila dipindah di kawasan Bontang Lestari, dinilai tidak efektif. “Petugas pengangkut sampah kami sudah bekerja sejak jam 2 subuh. Kalau dipindahkan ke lokasi yang jauh dari kota, tentu tidak efisien,” bebernya saat dikonfirmasi, Selasa (25/1/2022).

Jangan sampai jika salah kebijakan, sambung Heru, bisa berdampak pada tidak diraihnya kembali penghargaan seperti Adipura atau Clean Land tingkat ASEAN, akibat kinerja yang kurang maksimal. “Mungkin alternatifnya bisa di di belakang kantor Damkar. Disitu ada parkiran bus yang bisa kita (DLH) pakai untuk memarkirkan armada kami,” usulnya. (bms)

Kota Taman Terendam Lagi, Waspadai Banjir Kiriman!

0
Banjir merendam sejumlah kawasan di Kota Bontang.

BONTANG – Belum genap sebulan, Kota Taman kembali dilanda banjir. Banjir terjadi karena curah hujan cukup tinggi, yang mengguyur sejak Selasa (25/01/2022) pagi.

Kepala BPBD Bontang Zainuddin mengungkapkan, banjir kali ini tidak hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan kiriman dari daerah lain seperti Kutim.

“Kalau untuk curah hujan, tadi pagi hujan tidak terlalu deras. Hanya saja kita dapat kiriman air juga dari atas, dari daerah Kutim, ” jelasnya kepada mediakaltim.com saat dihubungi, Selasa (25/01/2022) sore.

Menurut pantauan BPBD, banjir mulai naik sekitar pukul 15.00 Wita, dan terus naik hingga Selasa malam, padahal hujan sudah berhenti.
Disebutkan, beberapa lokasi yang saat ini terendam banjir adalah Jalan Ahmad Yani, Jalan Tomat, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pattimura, dan Jalan Tari Enggang.

“Banjirnya sudah naik dari jam 3 sore, dan sampai sekarang tim kami terus standby untuk memantau terus ketinggian air, ” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah meninjau lokasi banjir, Selasa (25/1) malam.

Selain itu, letak geografis Kota Bontang juga memengaruhi terjadinya banjir. Menurut Zainuddin, beberapa lokasi yang rendah, sudah langganan banjir sehingga warga diharapkan waspada dengan banjir kiriman.

“Di beberapa daerah yang sudah langganan banjir perlu siaga, tapi semoga saja air tidak tambah naik hingga besok (Rabu),” katanya.

Saat ini, tim BPBD terus memantau ketinggian air di beberapa lokasi terdampak. Jika hujan tidak turun, maka bisa dipastikan malam ini banjir akan surut. Sebaliknya, jika hujan turun dengan deras, bisa jadi Bontang akan kembali terendam.

“Di kilometer 5,5 jika air sudah surut, InsyaAllah akan surut banjir malam ini. Tapi kalau hujan bisa jadi akan banjir lagi” tandasnya. (ahr)

Lima Tahun Buron, Polres Bontang Ringkus Pemalsu Dokumen di Madiun

0
Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang saat menangkap pelaku LE di Madiun. (ist)

BONTANG – Tim Rajawali Satuan Reskrim Polres Bontang berhasil menangkap LE, pelaku tindak pidana pemalsuan dokumen.

Pria berusia 30 tahun itu diringkus di rumahnya di Dusun Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu (23/1/2022). Kapolres Bontang melalui Kasi Humas Kompol Suyono mengatakan, pelaku sudah buron sejak dua tahun lima bulan yang lalu.

“Keberadaaanya diketahui setelah mendapat laporan dari korban FIR. Warga Jalan Perumahan Kledan Mas RT 06, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang,” beber Suyono.

Pelaku, lanjut Suyono, sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan leasing di Bontang. Modus penipuannya, LE memalsukan dokumen salah satu syarat pengajuan pinjaman, atas nama seorang nasabah. Yang mana jumlah pengajuan pinjaman, di luar batas kemampun nasabah dalam hal mengangsur pembayaran sesuai pokok utang yang diajukan.

Ketika perusahaan leasing menagih, nasabah yang bersangkutan membantah pernah mengajukan pinjaman. Saat dicari, pelaku sudah kabur ke luar daerah. “Akibatnya perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 255.725.749,” terangnya.

Kini LE beserta barang bukti diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, LE dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (bms)

Telan Rp 17 Miliar, Mal Pelayanan Publik Akan Dibangun di Lahan Kantor Disdamkartan

0
Lokasi Kantor Disdamkartan yang akan dialihfungsikan menjadi Gedung MPP. (Bams/Radar Bontang)

BONTANG – Pemkot Bontang berencana membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) pada tahun 2022. Tujuannya mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai perizinan dan pelayanan dalam satu gedung atau satu lokasi.

Noni Agetha, Kabid Sarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) mengatakan, MPP dibangun di atas lahan seluas 9.900 meter per segi, dengan luas bangunan 4.944 meter per segi.

Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 17 miliar dengan skema tahun tunggal (single year). “Mulai DED (Detail Engineering Design) dan anggarannya sudah siap semua,” ujarnya, saat ikut meninjau lapangan bersama Komisi III DPRD Bontang, (24/1/2022).

Bangunan empat lantai itu, direncanakan akan didirikan di kawasan kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Jalan Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala.

Saat ini, pihaknya bersama tim masih menyusun strategi agar aktivitas Disdamkartan serta Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang ada di lokasi tersebut tidak terganggu.

Sehingga tetap bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Untuk alternatifnya belum bisa kami pastikan. Kami masih akan rapatkan lagi dengan Sekda. Yang pasti, akan ada solusinya,” terangnya.

Menanggapi kebijakan itu, Kasubbag Umum Disdamkartan Bontang, Sarkani menyampaikan, pihaknya pada dasarnya siap mengikuti apa yang telah direncanakan pemkot.

Namun untuk lokasi alternatif, diharapkan bisa ideal seperti yang dimiliki Disdamkartan saat ini. Mulai dari segi parkiran armada yang luas, dan tersedia sumber air. “Info dari Bapelitbang kami akan dipindah di belakang (Kantor Disdamkartan),” tandasnya. (bms)

Sempat Kesulitan Dapat Material, Perbaikan Jembatan Bontang Kuala Molor

0
Pekerjaan perbaikan jembatan kayu di kawasan RT 04 Bontang Kuala. Foto: Radar Bontang

BONTANG – Ketiadaan material papan dan balok ulin, sempat menjadi kendala proses perbaikan jembatan di wilayah permukiman atas laut Kelurahan Bontang Kuala (BK). Ditambah faktor cuaca yang tidak mendukung. Alhasil, Program Produta 2021 di beberapa RT di BK molor hingga akhir Januari 2022.

Kendati begitu, kini material sudah tersedia dan pengerjaannya dipastikan rampung dalam beberapa hari ke depan. Hal itu disampaikan M Aras, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kuala Laut Sejahtera. “Kalau perbaikan jembatan sudah selesai. Sisa pengerjaan pagar di RT 10,” ujarnya di sela kunjungan lapangan Komisi III DPRD Bontang, Senin (24/1/2022).

Dia mengatakan, dalam program yang ditangani pokmas yang dia pimpin, ada tujuh jenis kegiatan. Tiga di antaranya perbaikan jembatan, lalu pembuatan pagar, pengadaan tandon air, pembuatan parit, dan pembangunan gapura. Dia memastikan pekerjaan yang dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat setempat, sesuai dengan ketentuan.

Ditambahkan anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdu Samad, usai meninjau ke lokasi pembangunan jembatan kayu di RT 03, 04 , dan 10 Bontang Kuala, pihaknya memastikan pekerjaan pagar yang belum rampung di RT 10, bisa selesai dalam lima hari ke depan. “Nanti saya akan kontrol lagi untuk memastikan,” bebernya

Adanya keluhan masyarakat yang menyebut pekerjaan perbaikan jembatan belum rampung karena volume yang belum terpenuhi, dia memastikan volume pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai ketentuan. “Nanti kekurangannya sepanjang 20 meter yang arah ke masjid (RT 06) itu, akan dimasukkan dalam kegiatan Dinas Perkim (DPKPP) tahun ini. Saya sudah koordinasi dengan kepala Perkim tadi,” tutur Politisi Hanura itu. (bms)