Beranda blog Halaman 1142

Jaga Suasana Kondusif, Polres Bontang Laksanakan Patroli Dialogis Malam

0

BONTANG –  Patroli dialogis rutin dilaksanakan Satuan Samapta Polres Bontang. Seperti yang dilakukan Selasa (4/10/2022) malam lalu. Sasaran patroli objek vital seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pertokoan, tempat keramaian, pemukiman warga dan tempat tongkrongan warga.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH, melalui Kasat Samapta AKP Widodo menuturkan, patroli dialogis bertujuan menjamin kondusivitas keamanan melalui kehadiran langsung anggota Polri di tengah aktivitas masyarakat.

”Kegiatan ini penting dilakukan agar tercipta suasana kamtibmas yang aman dan nyaman pada malam hari sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan tenang serta mencegah dan mengantisipasi potensi terjadinya aksi kejahatan dan gangguan kamtibmas pada malam hari,” kata AKP Widodo.

Selain melaksanakan patroli dialogis, personel Samapta juga memberikan himbauan kepada warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif serta menghimbau warga masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam upaya pemeliharaan kamtibmas di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Jika menemui hal-hal yang mencurigakan silakan hubungi kepolisian terdekat agar segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (hms)

Belanja Pangan Murah, Gratis Cabai dan Tomat

0

SAMARINDA – Berbelanja sayuran dan produk pangan dengan harga murah, juga mendapat bonus cabai dan tomat secara cuma-cuma atau gratis.

Seperti berbelanja sayuran, hortikultura dan produk pangan di ajang Gelar Pangan Murah di Halaman Kantor Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikuktura Kaltim, Jalan Basuki Rahmat Samarinda, pada 4 – 6 Oktober 2022.

“Masyarakat yang belanja disini (Pangan Murah), ya berhak mendapat bingkisan secara cuma-cuma atau gratis,” kata Kepala Dinas Pangan TPH Kaltim Siti Farisyah Yana, usai pembukaan Gelar Pangan Murah, Selasa 4 Oktober 2022.

Didampingi Kepala Seksi Pasca Panen, Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura Suprianto, Yana menyebutkan setiap bingkisan yang diberikan terdiri Cabai Keriting 0,5 kg, Cabai Merah besar 2,5 ons, tomat 0,5 kg, Cabai rawit 2,5 ons dengan total Rp50 ribu per paket.

Untuk kegiatan selama Gelar Pangan Murah, tambahnya, pihak penyelenggara dari Pasar Tani Dinas Pangan TPH menyediakan 600 paket selama tiga hari.

“Tadi kita menyiapkan 200 paket bingkisan gratis untuk warga yang berbelanja disini. Jadi selama tiga hari, kami menyiapkan 600 paket,” sebutnya.

Yana mengungkapkan pembagian paket produk pangan secara gratis merupakan program Kementerian Pertanian untuk membantu warga, terutama ketika harga komoditi pangan mulai naik dan mahal.

Selain itu, program berupa bagi-bagi komoditi pangan gratis ini juga salah satu kepedulian pemerintah sebab ada kenaikan harga BBM.

“Semoga ini bisa membantu masyarakat, meskipun tidak secara langsung. Paling tidak bisa terkurangi membeli bahan pokok strategis yang mahal sesuai harga tingkat petani,” harapnya.

Diajang Pangan Murah dijual minyak goreng (migor) merk Resto 2 liter Rp36.000, migor curah paket 1 liter Rp13.000, beras segar kampung 5 kg @Rp48.000, raja gula Rp13.000, beras Mentik Wangi 5 kg @Rp65.000. Bawang merah, bawang putih, telor dan sayur-sayuran serta produk olahan yang serba murah dari pelaku UMKM Kota Samarinda. (adv/diskominfokaltim)

Pengumuman Tentang Uji Publik Pendataan Tenaga Non ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang

0

PENGUMUMAN 
NOMOR: 840/ 1013 /BKPSDM.03  TENTANG  UJI PUBLIK PENDATAAN TENAGA NON ASN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BONTANG TAHUN 2022

Menindaklanjuti Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Nomor: B/1917/M.SM.01.00/2022 Tanggal 29 September 2022 Hal Tindak Lanjut Pendataan Tenaga Non ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah, bahwa dalam rangka terciptanya transparansi, menjaga validitas data dan akuntabilitas Pendataan Tenaga Non ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah dengan ini dilaksanakan pengumuman kepada masyarakat untuk mendapatkan umpan balik, bersama ini disampaikan informasi sebagai berikut:

  1. Data Tenaga Non-ASN yang disampaikan sebagaimana terlampir adalah benar merupakan Tenaga NonASN di lingkungan Pemerintah Kota Bontang yang memenuhi ketentuan sebagaimana Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 Tanggal 22 Juli 2022 Hal Pendataan Tenaga Non ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah, dan Hasil Sosialisasi Aplikasi Pendataan Non ASN oleh Badan Kepegawaian Negara, yaitu:

    a. Mendapatkan honorarium dengan mekanisme pembayaran langsung yang berasal dari APBN untuk instansi pusat dan APBD untuk instansi daerah,
    b. Diangkat paling rendah oleh pimpinan unit kerja,
    c. Telah memiliki minimal 1 (satu) tahun masa kerja (akumulatif dikarenakan terputus ataupun tidak terputus) dengan mekanisme pembayaran APBN/APBD sebelum Tanggal 31 Desember 2021 atau paling lambat TMT pengangkatan 5 Januari 2021,
    d. Berusia paling rendah 20 (dua puluh) tahun paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada 31 Desember 2021,
    e. Sampai saat ini masih aktif bekerja sebagai Pegawai Non ASN,
    f. Bukan merupakan:
    – Tenaga Non ASN Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),
    – Tenaga Alih Daya/outsourcing.

  1. Berdasarkan data hasil prafinalisasi bahwa terdapat 1.818 orang pegawai Non ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bontang yang memenuhi syarat sebagaimana poin 1 di atas dengan daftar sebagaimana terlampir. (Data dimaksud dapat diakses melalui Link Google Drive: https://s.id/1g35u
  1. Bila terdapat data yang tidak sesuai sehubungan dengan hasil pendataan di atas, masyarakat dapat menyampaikan masukan melalui:
    BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SDM KOTA BONTANG GEDUNG GRAHA TAMAN PRAJA JL.MOCH. ROEM NO.1 KELURAHAN BONTANG LESTARI
    CONTACT PERSON: FACHRUL RAHMAN DINIY, ST (WA/HP: 085228102177)
  1. Uji Publik ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari ke depan sampai dengan Tanggal 9 Oktober 2022.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan masukannya, Kami ucapkan terima kasih.

Bontang, 4 Oktober 2022

Sekretaris Daerah
Ir Hj Aji Erlynawati MT

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DI SINI

 

Gelar Pangan Murah dan Launching Dapur B2SA, Gubernur: Menjawab Kekhawatiran Krisis Pangan

0

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menegaskan gelar atau pasar pangan murah salah satu upaya dan kerja pemerintah melalui instansi teknis terkait, menyanggah kekhawatiran masyarakat terhadap krisis pangan.

“Ini jawaban kita (pemerintah) agar masyarakat tidak perlu khawatir. Ini juga upaya kita mengendalikan inflasi di daerah,” ungkap Gubernur Isran Noor saat membuka Gelar Pangan Murah dan Launching Dapur B2SA (Beragam Bergizi Seimbang dan Aman) di Halaman Kantor Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Jalan Basuki Rahmat Samarinda, Selasa, 4 Oktober 2022.

Sebab krisis pangan menurut dia, pasti akan berdampak pada perekonomian makro atau inflasi di suatu daerah bahkan negara, tidak terkecuali Kaltim.

Selain itu, inflasi akan sangat berpengaruh dalam menentukan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari di pasaran. Akhirnya, akan memicu terjadinya krisis ekonomi ringan hingga berat dalam suatu negara.

“Jadi keseimbangan kebutuhan dan ketersediaan pangan dan bahan pokok kebutuhan masyarakat, wajib dijaga pemerintah. Dan, gelar pasar murah ini sebagai jawaban kita bahwa pangan kita masih ada dan aman,” tegas orang nomor satu Benua Etam ini.

Kepala Dinas Pangan TPH Kaltim Siti Farisyah Yana mengungkapkan Gelar Pasar Murah merupakan agenda rutin Dinas Pangan TPH sebagai upaya penyediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga murah dan terjangkau, sekaligus menjaga inflasi agar tetap terkendali.

“Sejak Januari tahun ini sudah delapan kali pangan murah dilaksanakan, selain Samarinda juga kabupaten dan kota di Kaltim,” ujar Yana.

Sementara Dapur B2SA, lanjutnya, untuk rumah tangga khususnya keluarga yang memiliki anak agar dibiasakan mengolah menu berbahan pangan lokal dan murah.

“Dapur B2SA ini akan terus kita galakkan kepada keluarga-keluarga di Kaltim ini melalui sinergi kita bersama TP PPK kabupaten dan kota,” jelasnya.

Pemukulan kentongan oleh Gubernur Isran Noor tanda dibukanya Gelar Pangan Murah selama 3 hari (4-6 Oktober) di Halaman Dinas Pangan TPH Kaltim diikuti 52 tenan dan terbuka untuk umum.

Launching Dapur B2SA dalam rangka penganekaragaman pangan berbasis B2SA mengangkat tema Makan Enak, Makan Sehat, Makan B2SA diikuti siswa siswa SDN 021 Meranti Karang Anyar Sungai Kunjang Samarinda.

Pembukaan pangan murah dirangkai pemberian penghargaan tokoh tani Indonesia omzet terbanyak dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, penyerahan banner B2SA TP PKK Kelurahan Karang Anyar Sungai Kunjang Samarinda, serta pemberian menu B2SA kepada siswa siswa sekolah dasar dan ibu hamil.

Hadir Wakil Ketua TP PKK Kaltim Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi, Ketua DPRD Kota Samarinda, Dirut Bankaltimtara Muhammad Yamin, pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemprov Kaltim, kepala perbankan, pimpinan OPD terkait lingkup Pemkot Samarinda dan kabupaten/kota, pimpinan instansi vertikal/kementerian/lembaga di Kaltim. (adv/diskominfokaltim)

Rp 5,3 Miliar untuk Pengelolaan 3 Pasar, BW Sesalkan Minimnya Anggaran

0

BONTANG – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) menyebutkan anggaran di 2023 yang diterima UPT Pasar ialah Rp 5,3 miliar.

Dijelaskan Kamilan, jika dana tersebut diperuntukkan pada pengelolaan tiga pasar, yakni Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Pasar Taman Citra Loktuan dan Pasar Taman Telihan.

Terinci, dari Rp 5,3 miliar ini dipergunakan untuk operasional (listrik, air, dan internet) sebesar Rp 2,2 miliar sedangkan Rp 2,5 miliar untuk pembayaran gaji cleaning servis dan sisanya sekitar Rp 600 juta untuk biaya yang lain.

“Anggaran itu untuk dikelola selama setahun,” ungkapnya saat rapat kerja dengan Komisi II DPRD Bontang, Selasa (4/10/2022).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang menyayangkan dengan minimnya anggaran untuk pengelolaan pasar.

Menurutnya, dengan anggaran yang hanya Rp 5,3 miliar tidak akan cukup untuk melakukan perbaikan ataupun memberikan inovasi ketiga pasar yang ada.

“Ini sangat sedikit. Harusnya Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) ini bisa lebih memperhatikan, jangan sampai pasar kita ini terutama di Rawa Indah ini mati tak mau hidup pun tak segan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Keuangan BPKAD Bontang, Yoga Saputra mengatakan terkait dengan anggaran tersebut kemungkinan akan mengalami perubahan pasalnya pihaknya telah menerima surat dari kementerian soal dana transfer.

“Kemungkinan akan ada perubahan realisasi anggaran di beberapa OPD. Nantinya akan menyesuaikan dengan surat tersebut,” jelasnya. (adv)

Komisi III DPRD Bontang Soroti Realisasikan Anggaran 24 Persen di Dinas PUPR 

0

BONTANG – Pernyataan Kepala Dinas PUPR Bontang Usman yang menyebutkan serapan anggaran instansi yang dipimpinnya pada Oktober hanya mencapai 24 persen, ditanggapi Komisi III DPRD Bontang.

“Serapan baru 24 persen ini tergolong lambat sekali, apalagi sekarang sudah triwulan keempat melewati triwulan ketiga,” kata Agus Suhadi, anggota Komisi III DPRD Bontang.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Bontang ini mengingatkan agar anggaran di setiap OPD hendaknya optimal dapat selesai dan dilaksanakan. Pasalnya, setiap serapan yang tuntas akan berguna bagi alokasi anggaran Pemerintah Kota Bontang.

Rendahnya realisasi anggaran di Dinas PUPR Bontang diketahui saat inspeksi lapangan Komisi III DPRD Bontang pada Selasa (4/10/2022) lalu. Agus mensinyalir rendahnya realisasi itu disebabkan karena pencairan setiap kegiatan proyek fisik hanya bisa dilakukan jika mencapai progres 50 persen. Jika kurang dari nilai itu, tidak boleh.

Politisi PDIP Bontang ini menegaskan, realisasi serapan anggaran ini sangat penting mengingat kegiatan yang dilakukan pada tahun 2022 diharapkan dampaknya akan terasa pada tahun yang sama.

“Jika serapan tinggi, pemerintah pusat akan mempertimbangkan masuknya bantuan keuangan kepada pemerintah Kota Bontang,” ujar Agus.

Lebih jauh dijelaskan anggota DPRD Bontang dua periode ini, dalam perencanaan setiap instansi dituntut untuk mampu mengidentifikasi dan menginventarisasi permasalahan di lapangan.

Selanjutnya, kata Agus, instansi memformulasikan solusi dan fasilitasi kegiatan yang sesuai kondisi dan lokasi. Untuk mencapai hal ini diperlukan koordinasi dan keterpaduan antar bidang di setiap OPD.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi yang tinggi kepada semua Kepala Dinas atau Kepala Badan di Kota Bontang atas semangat dan kerja kerasnya dalam melaksanakan program-program secara tepat waktu,” tutup anggota Komisi III DPRD Bontang. (adv)

Uji Materiil di MK, Pemkot-DPRD Bontang Siapkan Kuasa Hukum

0
Ketua DPRD Bontang menerima mandat dari perwakilan forum RT Kampung Sidrap.

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengatakan DPRD Bontang bersama tim dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui bagian hukum akan menyiapkan kuasa hukum pasca mendapatkan mandat dari warga Kampung Sidrap.

“Supaya kita mendapat kepastian hukum tentang batas wilayah antara Bontang dengan Kutim (Kutai Timur). Batas itu dasarnya adalah Permendagri Nomor 25 Tahun 2005, Kampung Sidrap berada di wilayah administrasi Kecamatan Teluk Pandan, Kutim,” kata Agus Hari.

Terkait anggaran dalam upaya hukum di MK, Agus mengatakan jika pihaknya sedang membahas kesiapannya. Rencananya, anggaran tersebut dikondisikan pada anggaran tahun 2023.

Sementara besaran nominal anggaran kuasa hukum, politisi Gerindra ini belum bisa memperkirakan berapa nilai yang akan dilaksanakan.

“Kita lihat nanti hasil koordinasi bagian hukum dengan kuasa hukum yang akan kita tunjuk, nilainya tergantung komunikasi bagian hukum dan kuasa hukum,” ujar Agus.

Seperti diketahui, DPRD Bontang dan Pemkot mendapatkan mandat dari warga kampung Sidrap mengajukan uji materiil (judicial review) kepada Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang (UU) nomor 47 Tahun 1999.

Agus mengatakan, mandat itu diberikan oleh warga Sidrap pada rapat paripurna DPRD Bontang pada Selasa (27/9/2022) lalu melalui perwakilan masyarakat dan Forum RT di Kantor DPRD Bontang.

UU tersebut terkait tentang pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan Kota Bontang.

Upaya yang dilakukan dua institusi daerah tersebut dilatari adanya persoalan Kampung Sidrap berbatasan langsung dengan Kota Bontang yang tak kunjung kelar hingga saat ini.

Berbagai upaya telah dilakukan semua pihak di Kota Taman, hingga Gubernur Kaltim pun telah memfasilitasi pertemuan yang menghasilkan kesepakatan pelepasan Kampung sidrap masuk dalam wilayah hukum Kota Bontang. Disayangkan upaya ini kandas disebabkan Pemerintah Kutim tak ingin melepas.

Desakan masyarakat Kampung sidrap pun tak dapat ditahan, pasalnya layanan administrasi hingga perhatian kepada masyarakat yang berbatasan langsung dengan Bontang ini tak dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat yang masih berstatus wilayah Kutai Timur itu.

Kini mandat dari warga kampung sidrap sejumlah 3.169 Jiwa telah diberikan kepada pemerintah dan DPRD Bontang, mandat tersebut akan diperjuangkan melalui jalur hukum atau peradilan.

Harapan itu kini bisa saja menjadi langkah terakhir untuk menenangkan masyarakat Kampung Sidrap agar wilayah yang dilalui aktivitas industri di kawasan Pupuk Kaltim tersebut menjadi bagian dari kota yang berdiri pada 12 Oktober 1999. (mk)

DPRD Soroti Selisih Besaran APBD Kaltim 2023, Pemprov Janji Beri Jawaban

0
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud

SAMARINDA – DPRD Kaltim menyampaikan pemandangan fraksi terhadap Nota Keuangan Raperda APBD Kaltim 2023, dalam Rapar Paripurna ke-43, Selasa (4/10/2022).

Dalam kesempatan tersebut, fraksi-fraksi di DPRD Kaltim mempertanyakan penambahan modal untuk Perusahaan Daerah (Perusda). Menurut Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud, penambahan modal untuk Perusda belum pernah dibahas secara mendetail baik di komisi yang membidangi maupun Badan Anggaran (Banggar).

“Belum dibahas di komisi yang membidangi dan belum dibicarakan di Banggar. Nah itu yang menjadi konsen kita,” terangnya usai memimpin Rapat Paripurna.

Selain itu, selisih besaran APBD Kaltim juga menjadi sorotan. Diketahui ada perbedaan besaran APBD Kaltim dari KUA-PPAS sebesar Rp 15,1 triliun, sedangkan pada Nota Keuangan APBD 2023 disampaikan sebesar Rp14,9 triliun.

“Nah ini saya belum tahu itu. Mungkin apakah ini penambahan yang (untuk) perusda itu Rp 200 miliar. Masih menunggu jawaban dari Pak Gubernur. Ini ‘kan masih pandangan. Nanti kita bisa pastikan,” tandasnya.

Sementara Pj Sekdaprov Kaltim jelas Riza Indra yang hadir dalam Rapat Paripurna ke-43, menyatakan, selisih anggaran dalam proses pembahasan merupakan hal yang wajar. Yang jelas Pemprov Kaltim, ujarnya, akan memberikan penjelasan pada agenda Rapat Paripurna jawaban Gubernur Kaltim.

“Itu semua akan kita jawab di agenda jawaban pemerintah. Yang butuh perbaikan, akan kita perbaiki, yang selisih angka itu akan kita jawab. Namanya juga kerangka umum anggaran, pasti tidak pernah presisi, paling tidak dekat,” jelas Riza Indra. (adv/dprdkaltim)

PT Badak LNG Berikan Sertifikasi Juru Las Migas Bagi 32 Peserta 

0
Wali Kota Basri Rase bersama Act COO Badak LNG, Rahmat Safruddin saat pembukaan kualifikasi juru las Migas. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– PT Badak LNG bekerja sama dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM RI mengadakan kualifikasi juru las Migas yang dilaksanakan pada (4-6/10/2022) di Welding Shop MHE Badak LNG. Kualifikasi juru las Migas kembali dimulai setelah terhenti pada  2020 dan 2021.

Ketua Ikatan Welder Bontang (IWB) Agus Yunus berterima kasih  kepada manajemen PT Badak yang telah menyelenggarakan sertifikasi juru las migas. Dia mengharapkan, sertifikasi ini dapat digunakan di Bontang maupun di luar kota, seperti Balikpapan atau bahkan ke luar negeri seperti Papua Nugini.

“Salah satu persyaratan migas yang dikeluarkan atau yang diselenggarakan pada tiga tahun lalu oleh PT Badak,” kata Agus Yunus.

Dikatakannya, Ikatan Welder Bontang sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan mengikuti kualifikasi juru las Migas. “Karena dengan adanya sertifikasi ini, regenerasi Ikatan Welder Bontang khususnya Shielded Metal Arc Welding (SMAW) maupun Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) bisa memiliki sertifikat,” ungkapnya.

Agus mengungkapkan, kendala yang dirasakan Ikatan Welder Bontang saat ini adalah masih kurangnya sertifikasi pengelasan under water (di bawah air). “Di sini kami memohon kepada Wali Kota bisa untuk menyertifikasi pengelasan under water,” harapnya.

Sementara itu, Act COO Badak LNG, Rahmat Safruddin menjelaskan, kualifikasi juru las migas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial berkesinambungan. Sejalan dengan hal ini, dirinya mengatakan PT Badak bekerja sama dengan Dirjen Migas dan mengajak Ikatan Welder Bontang (IWB) yang merupakan mitra binaan PT Badak LNG, untuk bersinergi mendorong para juru las yang berkompeten untuk dapat bersaing di dunia industri yang lebih luas.

“Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2009, hingga tahun 2019 sudah ada sebanyak 195 orang yang telah disertifikasi,” kata Rahmat Safruddin, Selasa (4/10/2022).

Dia menambahkan, saat ini kualifikasi kembali dilaksanakan di tahun 2022, dengan peserta sebanyak 32 orang. Rinciannya,  20 orang berasal dari IWB dan 12 dari mitra PT Badak dan dari LNG Akademi.

“Itu yang akan kita sertifikasi. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan peluang kepada para peserta di dunia industri, mendukung industri Indonesia khususnya di Bontang dengan tenaga ahli las yang kompeten dan tersertifikasi serta berkontribusi dalam menumbuhkan semangat kepercayaan tenaga ahli las yang tersebar di Bontang,” jelasnya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase yang membuka langsung kualifikasi juru las Migas mengatakan, dari awal IWB terbentuk dirinya sudah  memfasilitasi sertifikasi juru las di PT Badak LNG.

Basri mengatakan, ke depannya PT Badak LNG dapat memberikan sertifikasi juru las under water sesuai dengan harapan IWB.

“Ketika LNG Badak melakukan sebuah Inovasi baru terobosan dalam hal LNG akademi, saya mendukung sekali. Karena wajar LNG Badak dikenal dimana-mana,” kata Basri Rase.

“Pemerintah komitmen membantu dan siap dalam bersinergi dengan PT badak LNG,” sambungnya.

Mengakhiri pidato, Basri mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT Badak LNG dan l peserta dari IWB yang telah bersedia mengikuti kualifikasi juri las Migas.

“Dan mohon kepercayaan dari PT Badak kepada IWB untuk dijaga dengan baik supaya kegiatan ini terus berkesinambungan ke depannya,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara, wakil wali Kota Bontang Najirah, Kepala Disnaker Kota Bontang, Abdu Safa Muha serta Ditjen Migas Ridho Pradana Mahaputra. (adv/yah)

Lomba Masak Serba Ikan Dgelar di TPI Tanjung Limau

0

BONTANG – Lomba masak serba ikan dan gerakan ayo makan ikan dilaksanakan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Tanjung Limau Bontang Utara. Acara tersebut sekaligus sebagai ajang pariwisata. Ini diselenggarakan untuk meningkatkan konsumsi ikan warga Bontang demi mengurangi stunting.

“Saya berharap warga juga bisa berkreasi dengan ikan, jadi semakin sering makan ikan, sehingga protein cukup untuk anak-anak kita,” ungkap Najirah, wakil wali kota Bontang.

Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Bontang. Salah satu juri dihadirkan dari Universitas Mulawarman, Samarinda. Ada juga DKP Provinsi dan anggota PKK Bontang.

Perlombaan dilaksanakan pada 4 Oktober 2022, mulai pukul 07.30 Wita. Menu pertama yang dibuat adalah kudapan khusus untuk balita. Kemudian dilanjut dengan masakan besar berupa olahan ikan. Pesertanya adalah 15 kelurahan di Kota Bontang. Serta menghadirkan perwakilan sekolah dari SD 006 Bontang Utara, untuk diberikan edukasi pentingnya mengonsumsi ikan.

Selain lomba, ada juga stan-stan yang menyediakan olahan ikan seperti amplang dan berbagai macam cemilan dari Poklahsar dan sayur-sayuran segar dari Dasa Wisma Kontak Bontang.

Penekanan stunting di Bontang sudah sering digumamkan oleh wali kota Bontang. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pada tahun 2024 mendatang kasus stunting di Bontang bisa turun menjadi 14%. Tahun ini stunting di Bontang masih 19,66%. (sya)