Beranda blog Halaman 1197

Raking: Program Rantang Kasih Harus Terus Diawasi

0
Raking, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Anggota Komisi 1 DPRD Bontang Raking menyebut, program Rantang Kasih sudah mengalami perbaikan. Pernyataan tersebut diungkapkannya setelah melakukan evaluasi sejak Januari hingga Juni 2022.

“Sebagai wakil rakyat, kami harus memberikan masukan kepada pemerintah,” kata Raking ditemui Senin (11/7/2022).

Menurut dia, pemerintah sudah seharusnya menerima kritikan sehingga tak perlu merasa terganggu. Sebab, DPRD dan pemerintah merupakan kesatuan penyelenggara pemerintahan. “Evaluasinya mengenai anggaran dengan menu, saat ini lebih transparan,” sebut Raking.

Terbukti, daftar harga menu setiap wilayah dibedakan. Untuk itu, dirinya sebagai anggota DPRD harus terus mengawasi. “Masukan saya, dari awal makanan harus terjamin dengan baik gizinya, saya lihat hari ini sudah dilaksanakan,” ungkap Raking.(ya)

Perayakan Iduladha, Polres Bontang Sembelih 7 Sapi dan 7 Kambing

0

BONTANG – Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya SH, SIK, MH memimpin pemotongan hewan kurban saat Iduladha 1443 Hijriah di lapangan voli Polres Bontang Minggu (10/7/2022) pagi.

Tahun ini Polres Bontang memotong hewan kurban sebanyak 7 ekor sapi dan 7 ekor kambing.  Hewan kurban tersebut berasal dari anggota Polres Bontang dan bantuan dari perusahaan di wilayah hukum Polres Bontang.

Selain dihadiri Kapolres Bontang, pemotongan hewan kurban juga dihadiri Wakapolres Bontang, Pejabat Utama (PJU), kasat, kasie, kapolsek kota, ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Bontang serta diikuti personel Polres Bontang yang tergabung panitia penyembelihan hewan kurban.

Sebelum dilakukan pemotongan hewan kurban  terlebih dahulu diawali pembacaan doa yang dipimpin Ustaz Ubaidillah. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban dari Kapolres Bontang kepada panitia penyembelihan hewan kurban.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan hewan kurban yang disembelih dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, pondok pesantren, warga asrama, dan warakawuri.

”Melalui takmir Masjid Raudathul Mutaqin Polres Bontang, sebanyak 600 bungkus daging kurban kita bagikan kepada masyarakat kurang mampu, warga asrama, warakawuri dan Pesantren Darul Quro Tanjung Laut,” terang Kapolres.

Selain di Polres Bontang, penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di Polsek Muara Badak dan Polsek Marang Kayu. Di Polsek Muara Badak sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing, sedangkan di Polsek Marang Kayu sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

”Semoga kita dapat memaknai Iduladha tahun ini, dengan berkurban kita menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam mengabdi sebagai insan Bhayangkara yang bertakwa kepada allah SWT,” pungkas Kapolres. (hms)

Irfan Minta Pemerintah Beri Solusi Bagi Pegawai Honorer yang Sudah Lama Mengabdi

0
Anggota DPRD Bontang M Irfan

BONTANG– Anggota Komisi I DPRD Bontang M Irfan meminta, pemerintah memberikan solusi bagi pegawai honorer atau di luar status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tiap instansi.

Solusi diberikan agar mereka tetap dapat bekerja, khususnya tenaga honorer yang sudah lama mengabdi. “Karena, masih banyak instansi mempekerjakan pegawai di luar status PNS dan PPPK untuk memenuhi beban kerja di masing-masing instansi,” ungkapnya.

Untuk itu, Irfan meminta Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang untuk mencari solusi terkait para pegawai Non-PNS atau honorer yang telah lama mengabdi. Pasalnya, banyak dari mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun, namun hanya memiliki ijazah SLTA atau SMP.

Sehingga Irfan berharap sebelum pihak BKPSDM bersama Komisi I  menghadap ke Kemenpan RB,  harus sudah disiapkan opsi atau solusi bagi mereka yang telah mengabdi lama dengan lulusan SLTA.

“Jangan sampai nanti di sana (pusat), masih belum ada persiapan, sehingga tidak ada solusi yang diberikan setelah kembali ke Bontang. Jadi harus dipersiapkan dengan matang,” sebut Irfan.

Oleh karenanya, Irfan mengajak persamaan persepsi untuk solusi terkait Tenaga Kontrak Daerah (TKD) ini. Di antaranya soal persyaratan pengusulan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang disiapkan dengan data lengkap, mulai dari lulusan SLTA hingga sarjana. Kemudian, setelah terdapat persyaratan, ternyata yang diterima rata-rata lulusan S1, maka bagaimana dengan nasib honorer lulusan SLTA yang beberapa tahun sudah jadi TKD di Pemkot Bontang.

“Ini harus dipertanyakan ke pusat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Selain itu yang perlu diperjelas adalah soal usia TKD. Mengingat terdapat TKD yang sudah berusia di atas 40 tahun, bahkan sudah mencapai 50 tahun.

“Kalau secara durasi kerja yang disyaratkan PPPK dengan pensiun di usia 56 tahun, maka TKD yang sudah tua, kurang lebih hanya tersisa waktu bekerja kurang dari 10 tahun untuk mengabdi. Ini harus kita pertanyakan juga,” bebernya.

Semua syarat tersebut, kata Irfan, harus dipertanyakan di pusat agar saat kembali ke Bontang bisa memberikan ketegasan.

“Disimpulkan apa yang mau ditanyakan di sana, dan solusinya apa. Sehingga ada ketegasan. Manfaatkan waktu saat ke KemenPAN-RB, karena pasti dibatasi lantaran seluruh Indonesia menunggu kepastian terkait penghapusan tenaga honorer ini,” tandasnya. (adv/ref)

Curi Handphone saat Pemilik Terlelap, Warga Tanjung Laut Diamankan Polisi

0

BONTANG – Pria berinisial WS (46), warga Kelurahan Tanjung Laut diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan karena diduga  mencuri 1 unit handphone milik S (53), warga Jalan HM Ardan Kelurahan Satimpo Kecamatan Bontang Selatan. Pelaku diamankan ke Mapolsek Bontang Selatan, Minggu (10/7/2022) pukul 03.00 Wita.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya SH, SIK, MH melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri mengatakan, kejadian bermula Minggu (10/7/2022) sekitar pukul 02.00 Wita. Ketika itu korban sedang tertidur di ruang tamu dan pintu rumah tidak tertutup. Kemudian pelaku datang dan masuk ke rumah korban.

Seorang saksi yang tidur di kamar belakang terbangun melihat ada seseorang tak dikenal masuk rumah. Saksi berpura-pura tidur dan memperhatikan gerak-gerik pelaku yang mengambil handphone (HP) merek Vivo. Saat pelaku kabur membawa HP, saksi langsung membangunkan korban dan memberitahu kalau HP-nya telah dicuri.

Selanjutnya korban bersama saksi bergegas mengejar pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan, kemudian koban dan saksi dibantu warga akhirnya berhasil mengamankan pelaku dan melaporkan  ke Polsek Bontang Selatan.

”Pelaku melakukan aksi pencurian dengan memanfaatkan kelengahan korban yang sedang tertidur kemudian mengambil HP dan membawa kabur,” Kata Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri, Senin (11/7/2022).

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian material Rp 2,5 juta. “Pelaku dan barang bukti 1 unit HP merek Oppo sudah kami amankan di Polsek Bontang Selatan. Pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Iptu Abdul Khoiri. (hms)

Tradisi Pedang Pora Sambut Kapolres Bontang yang Baru

0

BONTANG – Kedatangan  Kapolres Bontang  yang baru, AKBP Yusep Dwi Prasetiya SH, SIK, MH, disambut dengan tradisi tepung tawar dan pedang pora di halaman Mako Polres Bontang, Senin (11/7/2022).

Sebelum upacara tradisi Tepung Tawar, tarian tradisional adat Kutai, dan tradisi pedang pora oleh para perwira pertama Polres Bontang, lebih dulu dilakukan pengalungan bunga dan penyerahan buket kepada pejabat baru dan istri saat memasuki halaman Mapolres Bontang.

Kapolres baru juga disambut dengan Jajar Kehormatan oleh Regu Bersenjata dari Sat Sabhara Polres Bontang dilanjutkan Pedang Pora, dan penyambutan oleh Wakapolres dan Pejabat Utama (PJU) Polres Bontang  beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Bontang.

Usai kegiatan tersebut, kedua perwira menengah Polri ini langsung menuju Ruang Kerja Kapolres, sebelum memimpin acara Laporan Kesatuan (Lapsat) di Ruang Rapat Utama  lantai dua dan Apel Besar Farewell Parade di Lapangan Mapolres Bontang.

Dalam Apel Besar Farewell Parade, AKBP Hamam Wahyudi SH, SIK, MH,   secara pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua anggota jajaran Polres Bontang, yang selama ini  telah mendukung dan membantu dia selama menjabat Kapolres Bontang.

“Terima kasih kepada  semua anggota Polres Bontang yang telah mendukung dan membantu saya selama menjabat  sebagai Kapolres Bontang. Dan saya mohon dukungan rekan-rekan kepada kapolres yang baru demi organisasi Polres Bontang yang sudah dibangun oleh pendahulu kita dan saya juga memohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan, rangkaian demi rangkaian serah terima jabatan Kapolres Bontang telah dilalui. Dia mengucapkan terima kasih kepada panitia, Pejabat Utama, perwira, personel Polres Bontang yang telah mendukung rangkaian acara serah terima jabatan Kapolres Bontang dengan rasa tanggung jawab.

”Untuk itu saya secara pribadi dan keluarga mohon diterima dan bergabung di Polres Bontang untuk mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa melalui institusi Polri yang kita cintai guna mewujudkan Kota Taman ini tetap kondusif maju dan beradab,” harapnya. (hms)

Warga Lapas yang Bebas Dapat Bantuan Akomodasi Pulang ke Daerah Asal

0
Kapalapas Kelas 2A kota Bontang, Ronny Widiyatmoko. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang melakukan kerjasama dengan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Bontang mengenai pemberian bantuan akomodasi bagi warga binaan Lapas yang telah bebas. Bantuan ini untuk warga binaan dari luar Kota Bontang yang ingin pulang ke daerah asalnya.

Kepala Lapas kelas 2A Kota Bontang Ronny Widiyatmoko mengatakan kerjasama ini hanya menegaskan, kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pemberian akomodasi bagi warga binaan yang telah menjalani masa tahanan dan dinyatakan bebas.

Dia mengatakan warga binaan di Lapas Bontang berasal dari berbagai wilayah di Kaltim, seperti Sangatta, Samarinda, dan Balikpapan.  “Kerja sama ini untuk membantu warga yang telah bebas namun tidak memiliki ongkos pulang dengan memperlihatkan bukti surat keterangan bebas dari Lapas,” jelas Ronny, Senin (11/7/2022).

Mengenai jumlah bantuan akomodasi, dirinya menyebutkan semua diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.  “Ini hanya menegaskan kegiatan-kegiatan sebelumnya yang telah dilakukan,” kata Ronny.

Ronny mengatakan saat ini jumlah warga binaan di Lapas kelas 2A Bontang ada sebanyak 1.489 orang. Jumlah ini katanya, sudah melebihi kapasitas Lapas.  “Bisa dibayangkan padatnya jumlah warga binaan saat ini,” urai Ronny.

Mengenai estimasi jumlah setiap bulan warga binaan yang bebas, Ronny mengatakan ada sebanyak 20 hingga 30 warga binaan. “Dari kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan, sepertinya akan ada bantuan,” jelasnya. “Dinas sosial hanya membantu dan memberikan solusi bagi warga binaan yang mengalami masalah,” tutup Ronny. (ya)

Idul Adha 1443 H, BPUI-PKT Salurkan 100 Sapi dan 29 Kambing Kurban

0

BONTANG – Badan Pembinaan Umat Islam (BPUI) PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menyembelih 100 sapi dan 29 kambing pada perayaan Idul Adha 1443 Hijriah. Para Muqorrib (pekurban) terdiri dari jajaran direksi, manajemen, karyawan bersama keluarga besar perusahaan, para jamaah serta masyarakat sekitar.

Penyembelihan diawali penyerahan hewan kurban jajaran Direksi PKT oleh SVP Sekretaris Perusahaan Teguh Ismartono, kepada panitia kurban BPUI PKT di halaman parkir Masjid Baiturrahman, Minggu (10/7/2022).

Ketua Panitia Idul Adha BPUI PKT Dendik Lugianto, mengatakan tahun ini bursa hewan kurban digelar secara offline selama tiga hari dengan menerapkan protokol kesehatan 6M, pada 7-9 Juli 2022. Selain itu panitia juga membuka layanan pembelian hewan kurban via transfer bank, untuk memberi kemudahan bagi Muqorrib tanpa harus datang tatap muka.

“Kami juga bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bidang Peternakan Kota Bontang untuk memastikan kesehatan hewan kurban, sekaligus bentuk pencegahan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK),” ujar Dendik.

Tahun ini penyaluran daging kurban menyasar 5.362 kepala keluarga di Kota Bontang, dengan proses pendistribusian melalui enam Masjid. Diantaranya Masjid Raya Baiturrahman, Al Furqon, Fathul Khoir, Al Mubarokah, Al Ikhlas dan Al Jabal. Para Mustahiq tersebar di Kelurahan Belimbing, Telihan, Kanaan, Loktuan, Guntung, Bontang Kuala, Gunung Elai dan Api-Api. Termasuk Pulau Gusung dan Sempayang, Kampung Sidrap, Jalan Pipa serta jalan poros Bontang-Sangatta.

Untuk menghindari tumpang tindih, sebagian pendistribusian daging kurban juga dilakukan melalui sejumlah masjid maupun lembaga di dalam dan luar Kota Bontang yang mengajukan permintaan kepada BPUI. “Para Mustahiq juga ditentukan melalui survei tim BPUI-PKT, untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan merata,” tambah Dendik.

SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono, mengatakan tahun ini jajaran Direksi PKT berkurban 2 sapi dan 2 kambing untuk didistribusikan bagi Mustahiq di Kota Bontang, sesuai sasaran yang telah ditentukan panitia BPUI-PKT. Dirinya pun mengapresiasi tingginya antusias karyawan PKT beserta keluarga yang berkurban pada Idul Adha tahun ini, dan menyebut hal ini sebagai bukti kepedulian serta kepekaan sosial karyawan dan keluarga besar PKT.

“Semoga kurban tahun ini menjadi berkah bagi karyawan PKT bersama keluarga, serta memberi manfaat bagi para Mustahiqi Kota Bontang,” kata Teguh.

Dirinya berpesan agar Idul Adha dirayakan dengan memperbanyak rasa syukur, serta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di tiap aktivitas. Idul Adha sebagai momentum ibadah untuk saling berbagi kepada sesama, diharap bisa terus tertanam dan ditingkatkan insan PKT. Mengingat hakikat kurban merupakan salah satu upaya menumbuhkan kepekaan dan solidaritas antar manusia.

“Melalui kurban tahun ini, ketakwaan kita dapat semakin meningkat dan hubungan sesama manusia juga semakin baik. Seiring makin tingginya nilai kepedulian dan empati kepada sesama,” tutur Teguh.

Panitia Kurban Masjid Al Misbah Bontang Kuala Sanusi, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para Muqorrib PKT untuk pendistribusian daging kurban melalui pihaknya, dan memastikan amanah tersebut disalurkan sesuai sasaran penerima. Dikatakan Sanusi, PKT setiap tahun rutin menyalurkan bantuan daging kurban melalui Masjid Al Misbah Bontang Kuala, sehingga manfaat perusahaan makin dirasakan masyarakat secara merata di Kota Bontang.

“Tiap tahun PKT selalu memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyalurkan bantuan daging kurban bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan PKT dan pastikan amanah para Muqorrib tersampaikan kepada Mustahiq yang ada di Kelurahan Bontang Kuala,” ucap Sanusi. (adv)

Semarak dan Meriahnya Pawai Takbir Keliling di Perum BSD Bontang

0

BONTANG – Malam menyambut Iduladha 1443 hijriah berlangsung semarak dan meriah di lingkungan Perum Bukit Sekatup Damai (BSD), Kota Bontang Sabtu (9/7/2022), yang dimulai pukul 20.00 Wita malam ini.

Acara dipusatkan di depan Masjid Fathul Khoir dan diikuti warga antar-RT di Perumahan BSD. Menariknya setiap RT, membawa berbagai ornamen, yang membuat suasana semakin semarak.

Pawai takbir start dan finish di depan Masjid Fathul Khoir. Rutenya peserta berjalan kaki berkeliling di lingkungan Perum BSD sambil menggemakan kalimat takbir.

Peserta pawai dilepas pengurus Takmir Masjid Fahul Khoir Ustaz Tabiin Noor. “Tujuan dari syiar pawai takbir ini adalah untuk lebih meningkatkan hubungan tali silaturahim,” ucapnya.

Dalam kegiatan pawai takbir ini, panitia menetapkan juara 1 diraih RT 27 dan berhak mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 2 juta. Sementara juara 2 diraih RT 26 dengan hadiah Rp 1,5 juta dan juara 3 diraih RT 41 mendapatkan hadiah Rp 1 juta.  Bagi yang tidak meraih juara diberikan uang partisipasi sebesar Rp 300 ribu. (mk)

Pemakaman Muslim Belum Terealisasi, Komisi III Desak Pemkot

0
Abdul Malik (ist)

BONTANG – Kalangan DPRD Bontang terus menyuarakan pengadaan lahan untuk pemakaman muslim di Kecamatan Bontang Barat. Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik meminta Pemkot Bontang segera mencari dan menetapkan lahan di wilayah tersebut.

Sebab selama ini, warga Kecamatan Bontang Barat yang meninggal dunia dikuburkan di wilayah Kutai Timur (Kutim). Hal itu dinilai memberatkan sebab selain jaraknya jauh, status kepemilikan lahan juga bukan milik Bontang.

“Ini sudah kerap kali kami suarakan. Baik melalui forum RT, musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) mulai tingkat kelurahan hingga kota,” kata Malik yang juga warga Bontang Barat.

Menurutnya, sejumlah lokasi telah disurvei oleh jajaran Komisi III dalam kegiatan kunjungan lapangan. Namun hingga kini belum terealisasi, termasuk belum menemukan kepastian soal legalitasnya. “Kami minta Dinas Perkim (DPKPP) untuk menindaklanjuti hal ini,” kata Malik belum lama ini.

Menanggapi hal itu, Kabid Pertanahan DPKPP Bontang Muhammad Nur menyampaikan, saat ini pihaknya sedang merancang edaran untuk penguasaan Area Penggunaan Lain (APL), dan masih berproses di Bagian Hukum Setkot Bontang.

Nantinya, kata dia, edaran itu dapat digunakan oleh kecamatan dan kelurahan, sebagai panduan dalam melegalisasi aset maupun surat-surat. Pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga bakal merancang regulasi sampai ke tahap pembuatan sertifikat tanah.

“Intinya bersabar dulu karena lahan eks hutan lindung rawan sengketa. Adapun kajian lahan pemakaman, baru ada di tahun depan. Beberapa alternatif lokasi sudah dipetakan. Bukan hanya di Bontang Barat, tetapi juga di Bontang Utara dan Selatan,” pungkas Nur. (mk)

Transportasi Guru di Pesisir Tak Layak, Perusahaan Diminta Berpartisipasi

0

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal meminta pemkot ataupun CSR perusahaan untuk menyediakan perahu yang layak bagi para guru yang mengajar di pesisir Pulau Gusung, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara.

Menurut Faisal, perahu yang ditumpangi para guru saat ini, kapasitasnya terlalu kecil, sehingga cukup membahayakan. Apalagi jika kondisi cuaca yang tidak bersahabat, para guru harus menunggu cuaca normal kembali untuk bisa menyeberang. Bila dipaksakan, dikhawatirkan membahayakan penumpang.

“Kami sadari anggaran di Disdik juga terbatas. Sehingga kami harapkan adanya partisipasi dari perusahaan di sekitar PT Pupuk Kaltim,” ujar Faisal, belum lama ini.

Pihaknya mendorong pihak terkait untuk membuat proposal ke perusahaan. Dirinya pun tak masalah jika kapal itu dihias dengan menampilkan logo perusahaan yang menyumbang. Tentunya, bantuan yang diberikan harapannnya adalah kapal dengan kapasitas cukup besar dan bisa menampung puluhan guru. Bukan seperti sekarang yang hanya berupa perahu ketinting.

“Jadi promosi CSR perusahaan dapat, guru juga senang bisa terbantu soal transportasinya,” tutup politisi NasDem itu. (mk)