Beranda blog Halaman 1223

Pengedar Narkoba Diringkus Saat Ingin Jual Sabu di Pelelangan Ikan

0

BONTANG – Satuan Polairud Polres Bontang meringkus pengedar dan penyalahguna narkotika jenis sabu-sabu berinisial R (28), Rabu (19/5/2022) pukul 16.00 Wita. Warga Santan Ulu Kecamatan Marang Kayu itu diamankan ketika hendak melakukan transaksi sabu-sabu di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Tanjung Limau Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Polairud Iptu Edy Mujianto mengatakan, pengungkapan kasus penyalahgunaan sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat nelayan. Disebutkan akan ada transaksi narkotika di pelabuhan pelelangan ikan (PPI) Tanjung Limau. Personil Satuan Polairud langsung melakukan penyelidikan.

”Benar saja di TKP anggota melihat pelaku RS dengan gerak-gerik mencurigakan. Selanjutnya anggota melakukan pemeriksaan dan menemukan 1 poket sabu yang dibungkus tisu di dalam plastik warna putih. Bungkusan itu sempat dilempar ke laut oleh pelaku,” kata Iptu Mujiyanto.

Anggota Satuan Polairud kemudian menggeledah rumah kontrakan pelaku di Jalan Dewi Sartika Gang Kutilang. Polisi menemukan 1 bungkus plastik klip berisi 7 poket kecil sabu-sabu yang disimpan di atas lemari di dalam kamar. Juga ditemukan 14 poket sabu, 1 sendok sedotan, plastik klip, timbangan digital di dalam dompet warna pink yang disimpan di keranjang pakaian kotor di dapur. Ada juga ditemukan 2 buah bong di bawah rak piring.

“Total sabu yang disita sebanyak 22 bungkus plastic dengan berat kotor 16,79 gram,” terangnya.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Bontang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. ”Untuk pelaku kita jerat dengan  Pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun dengan denda Rp 800 juta maksimal Rp 8 miliar,” jelasnya. (rls/mk)

Jaga Kebugaran Prajurit, Kodim 0908/Bontang Gelar Tes  Jasmani Rutin

0

BONTANG– Demi menjaga kebugaran prajurit, Kodim 0908/Bontang  menggelar tes kesamaptaan jasmani periodik I tahun 2022, yang dilaksanakan di Lapangan Denarhanud Rudal 002 Kelurahan Gunung Elay, Kamis (19/5/2022).

Kegiatan bertujuan mengukur sejauh mana kemampuan seorang prajurit di satuan, guna mendukung tugas pokok TNI AD dalam melaksanakan tugas kesehariannya di lapangan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik.

Sebelum tes dilaksanakan, anggota terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan dan tensi, berat badan serta tinggi badan oleh tim kesehatan. Tes dilanjutkan senam dan pemanasan untuk menghindari cidera saat berolahraga kebugaran jasmani.

Pjs Pasi Pers Kodim 0908/Bontang Letda Inf Eko Santoso saat melaksanakan tes kesegaran jasmani mengharapkan, agar kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat serta tetap mengutamakan keamanan.

Dengan begitu tes dapat berjalan lancar dan aman, sehingga tujuan  kegiatan dapat tercapai dengan baik.

Pelaksanaannya meliputi tes kesegaran jasmani A, yaitu lari selama 12 menit dan tes kesegaran jasmani B dengan materi Pull Up, Sit Up, Lunges, Push Up dan Shuttle Run masing-masing selama 1 menit, serta ketangkasaan renang.

“Tes kesegaran jasmani ini untuk meningkatkan stamina bagi prajurit, sekaligus untuk mengecek kemampuan fisik prajurit,” kata Pjs Pasi Pers Kodim 0908/Bontang. (Pendim Btg)

Tingkatkan Kemampuan, Kodim 0908/Bontang  Gelar Latihan Menembak

0

BONTANG– Untuk memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan menembak, Kodim 0908/Bontang  menggelar latihan  menembak senjata ringan (Latbakjatri) Triwulan II Tahun 2022.

Latihan menembak digelar di lapangan tembak Denarhanud-002/Agni Bala Cakti, yang terletak di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Rabu (18/05/2022).

Danlat (Komandan Latihan) Pasi Ops Kodim 0908/Bontang Kapten Inf Norkem mengatakan, latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) tersebut dilakukan untuk mengasah, memelihara dan mempertahankan kemampuan menembak personel dengan jarak 100 meter untuk laras panjang.

Dijelaskannya, kemampuan menembak merupakan salah satu kemampuan dasar prajurit TNI yang harus senantiasa diasah dan dilatihkan kepada personel.

“Dengan latihan menembak, anggota Kodim dapat melatih kedisiplinan, ketenangan, kesabaran dan akurasi yang tepat selama latihan menembak,” ujarnya.

“Latihan menembak itu dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan tiap tiga bulan (triwulan). Diharapkan dengan latihan tersebut, personel Kodim 0908/Bontang lebih andal dalam menggunakan senjata, sebagai wujud pertanggungjawaban kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.(Pendim Btg)

Jaga Kamtibmas dan Prokes, Polres Bontang Gelar Patroli Dialogis

0

BONTANG– Untuk menjaga kondusivitas kamtibmas wilayah  Bontang, Satuan Samapta Polres Bontang menggelar patroli dialogis  pada Rabu (18/05/2022) malam.

Dipimpin Aipda Wahyu Efendi, personel Samapta Polres Bontang melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi objek vital seperti bank, ATM, tempat keramaian dan pertokoan di sepanjang Jalan Jenderal A Yani serta tempat rawan kriminalitas di Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Samapta Polres Bontang  AKP Widodo mengatakan, pihaknya rutin melaksanakan patroli dialogis, baik pada saat pagi, siang maupun malam hari. Langkah ini dalam upaya mencegah gangguan kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain itu, petugas juga menyampaikan pesan kamtibmas secara humanis  kepada masyarakat.

”Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas kota Bontang yang aman dan kondusif. Selain itu, kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dimanapun, kapanpun pada saat beraktivitas,” kata Widodo.

Dikatakan pula, walau situasi kamtibmas cukup kondusif dan kasus Covid-19 di Bontang melandai, pihak kepolisian tetap akan mengawasi penerapan prokes di masyarakat.

“Patroli dialogis oleh personel Satuan Samapta Polres Bontang ini,  adalah wujud pelayanan Polres Bontang kepada masyarakat,” pungkas AKP Widodo. (hms)

Siapkan Generasi Cinta Qur’an, Yayasan Asy Syaamil Dirikan Rumah Tahfidz untuk Balita

0
Launching Rumah Tahfidz, Jalan Gunung Slamet Perumahan BSD, Rabu (18/5/2022).

BONTANG – Mencetak generasi yang mampu bersaing secara akademik merupakan tujuan dari setiap lembaga pendidikan. Yayasan Asy Syaamil tak hanya mengedepankan nilai akademik, tetapi juga karakter Islami dan hafalan Qur’an. Yayasan Asy Syaamil berkomitmen mengenalkan sejak dini Alquran kepada usia balita dengan mendirikan Rumah Qur’an.

Rumah Qur’an ini dapat menjadi tempat bagi balita belajar serta menghafal ayat-ayat Alquran. Direktur Yayasan Asy Syaamil, Isro Umarghani mengatakan, capaian yang akan dituju dari Rumah Qur’an adalah melahirkan generasi yang cinta Allah dan Rasul-Nya serta cinta terhadap Alquran.

“Sejak dini kita kenalkan, dari mulai membaca, menghafal, lalu mentadaburinya. Dan Insya Allah, dengan Alquran anak-anak mampu menjadi pribadi yang cerdas dan memiliki karakter Islami, ” ucapnya kepada mediakaltim.com, Kamis(19/5/2022).

Misi didirikannya Rumah Qur’an ini yaitu mengelola Rumah Qur’an secara amanah serta profesional, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan bekerjasama dengan lembaga lainnya dalam meningkatkan pelayanan.

Rumah Qur’an yang berada di Jalan Slamet Perumahan BSD ini, akan dikembangkan secara bertahap. Dimulai dari usia balita dan akan dipersiapkan juga untuk rentang usia remaja hingga dewasa.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Bahkan saat launching kemarin, sudah ada orang tua yang menanyakan kapan dibuka kelas untuk dewasa, ” tambahnya.

SDM untuk tenaga pengajar di Rumah Qur’an pun telah dipersiapkan dengan baik. Dengan menggunakan metode Asy Syamili, anak-anak nantinya ditargetkan bisa menghafal 20 surah yang ada di juz 30.

“Dengan metode asy syamili yang membaca dan menghafal, saya yakin anak-anak mampu menghafal sesuai target, bahkan bisa melebihi apa yang sudah ditargetkan, ” jelasnya.

Penanggung Jawab Rumah Qur’an, Shofiya, mengungkapkan pendaftaran akan dibuka 23 Mei 2022, namun hingga saat ini anak-anak yang mendaftar sudah setengah dari yang ditargetkan.

“Alhamdulillah, kami belum buka pendaftaran saja sudah ada 15 anak yang mendaftar dari total target 30 anak. Ada yang anak karyawan ada juga dari masyarakat umum, ” katanya.

Tak ada syarat khusus bagi anak-anak yang ingin mendaftar ke Rumah Qur’an. Nanti ketika kelas hafalan sudah dibuka, masing-masing tenaga pengajar akan membimbing sesuai dengan rentang usia.

“Saat ini, tenaga pengajar masih dalam proses seleksi, karena mereka harus benar-benar pengajar yang berkompeten, dan sistem belajarnya nanti, anak-anak akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan usianya,” tandasnya. (ahr)

Pelatihan Revolusi Mental Bagi JPT, Pemkot Bontang Bangun Budaya Birokrasi Melayani, Dapat Apresiasi dari LAN RI

0

BONTANG – Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI oleh Bapak Dr. Basseng, M.Ed memberi apresiasi dan salut kepada Pemerintah Kota (Pemot) Bontang yang telah memberikan kesempatan kepada seluruh pemangku Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) mengikuti pelatihan Revolusi Mental melalui kerjasama dengan LAN (Lembaga Administrasi Negara).

Ini merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat dalam percepatan membangun budaya birokrasi yang mampu melayani dan berempati dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul di masyarakat, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.

Penghargaan serupa juga diberikan Kepala Puslatbang KDOD LAN Dr. Muhammad Aswad, M.Si dan Kepala Puslatbang KMP LAN Dr. Andi Taufik, M.Si. Apa yang dilakukan Pemkot Bontang merupakan terobosan yang pertama dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, dan berharap langkah yang sangat baik ini dapat menjadi teladan dan dicontoh oleh Pemerintah Daerah lainnya di Indonesia.

Membangun mental budaya kerja melalui pengembangan kompetensi pelatihan ini merupakan investasi yang sangat diharapkan akan membawa perubahan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat, sehingga menumbuhkan legitimasi dan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat kepada pemerintah.

Terlebih dalam kapasitas kewenangan yang dimiliki JPT  akan mampu memberi tekanan yang kuat dalam merevolusi cara pikir, cara pandang dan cara bersikap sehingga dapat melahirkan aparatur yang kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan diseluruh dimensi tugas dan tanggungjawab yang diembannya. “Jika ingin menegakkan benang yang basah, maka peganglah dari ujung atasnya”.

Ungkapan ini memberikan gambaran bahwa untuk membangun budaya birokrasi yang efektif maka harus dengan penguatan peran JPT yang sekaligus akan membawa ritme kerja yang sifatnya menyeluruh bagi seluruh perangkat aparatur.

Wakil Wali Kota Bontang Hj. Najirah, SE menyampaikan bahwa Pelatihan ini sangat selaras dengan visi mewujudkan Kota Bontang yang hebat dan beradab. Sehingga mampu melayani masyarakat dengan cara pikir yang cerdas serta mengedepankan hati yang tulus dalam menjalankan amanah yang diemban.

Semakin banyak tantangan yang dihadapi membutuhkan ritme kerja birokrasi yang luar biasa dalam merespon setiap kondisi secara tepat, cepat dan terukur.

Pelatihan Revmen ini diharapkan juga dapat menciptakan kolaborasi yang sinergis dari seluruh perangkat daerah, sehingga dapat saling membahu dan mengambil peran sesuai bidang tugasnya masing-masing. “Capaian hasilnya nanti akan kami evaluasi bersama Walikota Bontang Bapak Basri Rase dan digunakan dalam mengukur keberhasilan JPT pada perangkat daerah,” beber Najirah.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Bontang Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT menyampaikan bahwa dalam Pelatihan Revmen ini setiap peserta akan diminta untuk langsung mengaktualisasikan upaya dalam membenahi budaya kerja di masing-masing perangkat daerahnya.

Dalam hal ini akan ada bimbingan dan pendampingan dari LAN RI, sehingga perubahan budaya organisasi dapat lebih terarah dan menjamin konsistensi yang dilaksanakan secara menyeluruh, terus menerus dan berkelanjutan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Drs. Sudi Priyanto, M.Si menambahkan informasi bahwa sebenarnya Pelatihan Revmen ini lebih banyak dilaksanakan melalui daring (online), namun untuk lebih memaksimalkan hasil dan sekaligus mematuhi kurikulum yang telah ditetapkan, maka pada kesempatan ini selama 3 hari yakni tanggal 19 sampai 21 Mei 2022 dilaksanakan pengarahan dan pembelajaran langsung secara klasikal di Puslatbang KDOD LAN.

“Perlu kami sampaikan bahwa Pemerintah Kota Bontang dalam pengembangan kompetensi pegawai ASN telah membangun komitmen melalui kerjasama dengan LAN RI sejak awal berdirinya Pemerintah Kota Bontang sebagai daerah otonom hingga saat ini. Kami berharap semoga kerjasama ini terus terjalin dengan LAN RI sebagai Corporate University,” pungkasnya. (rb)

Capai Nilai NSPK Tertinggi, Pemkot Bontang Raih Terbaik Kedua Manajemen ASN

0

BONTANG – Pemkot Bontang di Medio Tahun ini menerima Penghargaan sebagai Pengelola Manajemen ASN Terbaik Kategori Kota dengan Capaian Tertinggi Ke dua se-Regional Kalimantan.

Penghargaan bergengsi BKN Regional-8 Award ini diumumkan dalam perhelatan Rapat Koordinasi Kepegawaian Tahun 2022 di Hotel Bahalap, Palangkaraya.

Dihadiri oleh Kepala/ dan Jajaran BKD/BKPP/BKPSDM se-wilayah kerja Kanreg VIII BKN dan Kepala TASPEN Regional Kalimantan pada Rabu, 18 Mei 2022, penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi kepada instansi di daerah atas kinerjanya dalam layanan kepegawaian.

Keberhasilan Bontang sendiri terbilang prestisius karena pengelolaan kepegawaian yang dinilai sukses dan layak menjadi percontohan.

Pada Tahun 2022 ini, Kanreg VIII BKN memberikan 3 kategori utama penghargaan yakni: Terbaik Manajemen ASN Kategori Propinsi, Terbaik Manajemen ASN Kategori Kabupaten dan Terbaik Manajemen ASN Kategori Kota.

Adapun beberapa kriteria yang menjadi dasar dalam penilaian antara lain capaian Nilai Indeks Profesionalitas ASN, capaian nilai Indeks NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria) dan Sistem Pengelolaan Kinerja di lingkungan Pemerintah Daerah.

Yang paling membanggakan, capaian Indeks NSPK Pemkot Bontang bahkan dinobatkan sebagai yang terbaik dari 46 instansi pemerintah daerah di bawah binaan Kanreg VIII BKN.

Berbekal capaian luar biasa dalam kriteria NSPK ini pula, Bontang berhasil raih titel sebagai salah satu yang terbaik dalam Manajemen ASN se-Regional Kalimantan.

Hadir membuka Rakor, Plt.Kepala BKN RI, Bima Haria Wibisana meminta segenap pengelola kepegawaian di daerah untuk menciptakan iklim kerja tidak biasa, iklim kerja yang kompatibel dengan perubahan zaman dan berbasis kompetensi kekinian.

“Ke semua upaya itu demi mendorong terciptanya ASN yang profesional, yang mampu WFA (Work From Anywhere, Red.),” katanya.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Drs. Sudi Priyanto,M.Si menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas penghargaan yang dianugrahkan oleh Kanreg VIII BKN kepada Pemkot Bontang sebagai salah satu penerima penghargaan.

Dikatakannya, keberhasilan ini tentu tidak lepas dari arahan dan bimbingan Walikota Bontang Bapak Basri Rase, S.IP dan Wakil Walikota Bontang Ibu Hj. Najirah, SE, Sekretaris Daerah Ibu Hj. Aji Erlynawati, serta  peran kerjasama Pimpinan  Perangkat Daerah dan seluruh Jajaran Pegawai Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

“Saya berharap penghargaan ini bisa menjadi pelecut motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bontang dalam rangka mencapai visi dan misi Kota Bontang yang hebat dan beradab,” pungkasnya. (rb

DPRD Kaltim akan Bentuk Pansus Tangani Persoalan CSR

0
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry

SAMARINDA – PT Bayan Resources telah melakukan klarifikasi dana yang diberikan kepada universitas di luar Kaltim merupakan dana owner. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry menyebutkan bahwa dari penyampaian paparan PT Bayan Resourcese pihaknya telah banyak memberikan bantuan untuk Kaltim salah satunya membangun jalan antar wilayah, sektor kesehatan, pendidikan, dan bantuan penanganan Covid-19.

“Sudah disampaikan oleh pihak managernya tidak bisa ikut campur kalau bantuan pribadi. Kalau terkait dengan bantuan perusahaan mereka sampaikan bahwa bantuan perusahaan ke Kaltim selama ini sudah banyak kepada masyarakat,” ungkapnya usai RDP di Lantai III Gedung D Kantor DPRD Kaltim, Selasa (17/5/2022).

Kata dia, persoalan PT Bayan Resources merupakan salah satu perusahaan yang ada di Kaltim yang tidak menutup kemungkinan tidak jelas Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Sehingga ke depannya perlu adanya evaluasi total program CSR dan PPM perusahaan tambang. “Ke depan perlu dibentuk Panitia Khusus (Pansus) evaluasi CSR di Kaltim semua perusahaan tambang,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Reza Fahlevi mengatakan pihaknya akan mengadakan Pansus untuk menindaklanjuti permaslahan CSR termasuk revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2013 tentang tanggung jawab sosial.

“Perda itu perlu pembaharuan karena sesuai dengan peraturan pusat UU yang ada di pusat berubah. Jadi kami minta turunannya juga dirubah dan direvisi ulang untuk Perda CSR tersebut,” terangnya.

Tidak hanya itu dari hasil rapat yang dilakukan. Diketahui bahwa forum CSR bukan hanya satu melainkan ada beberapa forum CSR dari Kemensos dan lainnya. “Komisi IV akan mengundang forum CSR yang ada di Kaltim sesuai dengan turunan dari pemerintah pusat,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Pjs Forum CSR Kesos Kaltim Wahyudin mengatakan bahwa persoalan CSR mengacu kepada Pergub Nomor 3 tahun 2013 dengan Peraturan Kemensos Nomor 9 tahun 2020.

“Kalau Perda 2013 memang kami mau evaluasi karena apakah sesuai keadaan sekarang. Kami mengacu Permensos Nomor 9 tahun 2020 ada delapan aspek yang perlu diberikan manfaat CSR salah satunya pendidikan, kesehatan, infrastruktur, seni dan budaya dan sebagainya,” pungkasnya. (adv)

Penanganan Banjir Jadi Program Prioritas 2021-2026, Dorong Pemprov Percepat Bangun Bendungan Sukarahmat

0

BONTANG – Kepala Badan Penelitian, Perencanaan dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang, Amirudin mengungkapkan pengendalian banjir menjadi salah satu program unggulan Pemkot Bontang yang telah dijabarkan dalam RPJMD Kota Bontang Tahun 2021-2026.

Program ini ditujukan untuk mengurangi luas genangan melalui sistem penanggulangan banjir yang terintegrasi. Adapun kegiatan-kegiatan penanggulangan banjir yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir dan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bontang dapat dilihat pada rincian di bawah ini:

  1. Tahun 2019 (± Rp 90 miliar termasuk Bantuan Keuangan/Bankeu, APBD Provinsi dan APBN) :
  • Pembangunan saluran drainase/gorong-gorong di Kelurahan Kanaan, Belimbing, Tanjung Laut Indah, Bontang Kuala, Api-Api, Gunung Telihan, Bontang Baru dan Gunung Elai (± Rp 32,8 miliar);
  • Pembangunan turap di Kelurahan Gunung Elai, Api-Api, Gunung Telihan (DBH-DR), Guntung (DBH-DR), Kanaan dan Bontang Kuala (± Rp 15,7 miliar);
  • Kegiatan Penyusunan FS Polder Telihan, Polder Satimpo, Polder Tanjung Laut dan Polder Bontang Kuala ± Rp 7,5 miliar;
  • Pembangunan drainase jalan (± Rp 695 juta);
  • Rehabilitasi/pemeliharaan drainase dan trotoar jalan (± Rp 3,7 miliar)
  • Pembangunan/peningkatan prasarana dan sarana dasar permukiman (± Rp 7,1 miliar);
  • Prokasih/Normalisasi sungai ± Rp 300 juta;
  • Normalisasi dan perkuatan tebing Sungai Guntung (APBD Provinsi ± Rp 21,2 miliar)
  • Pemeliharaan berkala Danau Kanaan (APBN-BWS ± Rp 1,1 miliar)
  1. Tahun 2020 (± Rp 77 miliar termasuk Bankeu, APBD Provinsi dan APBN)
  • Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Baru, Satimpo dan Kelurahan Gunung Elai (± Rp 4,4 miliar);
  • Pembangunan Turap di Kelurahan Gunung Elai, Api-Api, Gunung Telihan, Satimpo dan Guntung (± Rp 55,8 miliar);
  • Normalisasi Danau Kanaan, sungai dan drainase ± Rp 8,9 miliar;
  • Pembangunan Jalan Inspeksi Sungai Bontang di Kelurahan Guntung ± Rp 100 juta;
  • Rehabilitasi/Pemeliharaan drainase dan trotoar jalan ± Rp 700 juta;
  • Pembangunan/peningkatan prasarana dan sarana dasar permukiman (± Rp 4,9 miliar);
  • Koordinasi Prokasih ± Rp 71 juta;
  • Kajian teknis penetapan kawasan sempadan/bantaran Sungai Bontang(APBD Prov ± Rp 500 juta);
  • Pemeliharaan berkala Danau Kanaan (APBN-BWS ± Rp 1,6 miliar)
  1. Tahun 2021 (± Rp 58 miliar termasuk Bankeu, APBD Provinsi dan APBN)
  • Perencanaan Teknis Perkuatan Tebing dan Revitalisasi Danau Kanaan, UKLULP dan Studi LARAP Pembangunan Polder Bontang Kuala dan Tanjung Laut (Rp 1,3 miliar);
  • Perencanaan teknis sungai dan drainase di Kelurahan Api-api, Bontang Lestari, Gunung Elai, Satimpo, Telihan, Kanaan, Guntung, Bontang Baru, Bontang Lestari, dan Kelurahan Belimbing (Rp 1,3 miliar);
  • Pembangunan Tanggul Sungai di Kelurahan Api-api, Kelurahan Gunung Telihan dan Gunung Elai (Rp 31 miliar)
  • Pembangunan Pintu Air/Bendung Pengendali Banjir di Kelurahan Bontang Lestari (Rp 172 juta);
  • Rehabilitasi Bangunan Perkuatan Tebing di Kelurahan Api-api dan Kelurahan Kanaan (Rp 2,3 miliar);
  • Operasi dan Pemeliharaan Sungai (Rp 535 juta);
  • Perencanaan teknis untuk saluran drainase di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Tanjung laut, Api-api, Bontang Lestari, Gunung Elai, Satimpo, Gunung Telihan, Kanaan, Bontang Baru, Bontang Lestari, dan Kelurahan Belimbing (Rp 698 juta);
  • Pembangunan saluran drainase di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Tanjung laut , Api-api, Bontang Lestari, Gunung Elai, Satimpo, Gunung Telihan, Kanaan, Bontang Baru, Bontang Lestari dan Kelurahan Belimbing (Rp 3,1 miliar);
  • Peningkatan Saluran Drainase Perkotaan Kelurahan Api-Api (Rp 2 miliar);
  • Rehabilitasi saluran drainase di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Tanjung laut, Api-Api, Bontang Lestari, Gunung Elai, Satimpo, Gunung Telihan, Kanaan, Bontang Baru, Bontang Lestari dan Kelurahan Belimbing (Rp 7 miliar);
  • Operasi dan Pemeliharaan Sistem Drainase Kelurahan Bontang Baru (Rp 126 juta);
  • Pembangunan, peningkatan, dan rehabilitasi drainase lingkungan di Kelurahan Api-Api, Bontang Baru, Bontang Kuala, Bontang Lestari, Gunung Elai, Gunung Telihan, Kanaan, Satimpo, Tanjung Laut Indah, Tanjung Laut, Loktuan (Rp 3,1 miliar)
  • Pembangunan, peningkatan, dan rehabilitasi drainase jalan di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Kuala, Kanaan, Gunung Telihan, Belimbing, Gunung Elai, Api-Api dan Bontang Baru (Rp 2,7 miliar)
  • AMDAL Pembangunan Kolam Depresi Kanaan (APBD Provinsi ± Rp 622 juta)
  • Pemeliharaan berkala Danau Kanaan (APBN-BWS ± Rp 1,5 miliar)
  1. Tahun 2022 (± Rp 57 miliar, termasuk Bankeu dan APBN), bukan Rp 73,6 miliar, seperti yang diberitakan sebelumnya.
  • Penyusunan DED Polder Telihan (± Rp 1,4 miliar)
  • Studi LARAP Polder Telihan (± Rp 350 juta)
  • Penyusunan LARAP Kolam Depresi Kanaan (± Rp 500 juta);
  • Penyusunan masterplan penanggulangan banjir (± Rp 1,5 miliar)
  • Perencanaan teknis bangunan perkuatan tebing sungai (± Rp 800 juta);
  • Pembangunan Bangunan Perkuatan Tebing di Kelurahan Api-Api, Bontang Kuala, Gunung Elai dan Satimpo (± Rp 28,8 miliar)
  • Pembangunan Pintu Air/Bendung Pengendali Banjir di Kecamatan Bontang Utara (± Rp 100 juta)
  • Peningkatan dan Rehabilitasi Bangunan Perkuatan Tebing di Kelurahan Api-Api dan Bontang Kuala (± Rp 1 miliar);
  • Normalisasi/Restorasi Sungai (± Rp 1,9 miliar)
  • Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan dan Perencanaan Teknis Pembangunan/Rehabilitasi Saluran Drainase di seluruh Kota Bontang (± Rp 2,5 miliar)
  • Supervisi Pembangunan/Peningkatan/Rehabilitasi Sistem Drainase Perkotaan (± Rp 540 juta);
  • Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan di Kelurahan Api-Api, Satimpo, Belimbing, Kanaan, Gunung Elai, Bontang Baru, Loktuan, Gunung Telihan dan Berbas Pantai (± Rp 1,5 miliar);
  • Peningkatan Saluran Drainase Perkotaan di Kelurahan Bontang Baru, Kanaan, Loktuan, Satimpo, Gunung Telihan, Api-Api, Berbas Pantai, (± Rp 800 juta);
  • Rehabilitasi Saluran Drainase Perkotaan di Kelurahan Bontang Baru, Kanaan, Loktuan, Satimpo, Gunung Telihan, Api-Api, Berbas Pantai, (± Rp 3,7 miliar);
  • Penyediaan Sarana dan Pemeliharaan Sistem Drainase Perkotaan (± Rp 251 juta);
  • Operasi dan Pemeliharaan Sistem Drainase (± Rp 150 juta)
  • Supervisi Pembangunan/Peningkatan/Rehabilitasi Sistem Drainase Lingkungan (± Rp 25 juta);
  • Rehabilitasi Saluran Drainase Lingkungan di Kelurahan Belimbing dan Berbas Pantai (± Rp 315 juta);
  • Penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum di Perumahan untuk Menunjang Fungsi Hunian di Kelurahan Tanjung Laut, Gunung Telihan, ApiApi, Gunung Elai, Berebas tengah, Satimpo, dan Bontang Lestari (± 1,2 miliar);
  • Rehabilitasi, pembangunan dan rekonstruksi jalan di Kelurahan Api-Api, Tanjung Laut Indah, Kelurahan Belimbing dan Gunung Elai (± Rp 8 miliar);
  • Pemeliharaan berkala Danau Kanaan (APBN-BWS ± Rp 1,6 miliar)

Untuk percepatan penanggulangan banjir, Pemerintah Kota Bontang menyusun berbagai strategi dan kebijakan yang bersifat segera, antara lain:

  1. Menyelesaikan tindak lanjut hasil rekomendasi Pansus Banjir DPRD Kota Bontang tahun 2019;
  2. Mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mempercepat pembangunan Bendungan Sukarahmat;
  3. Melakukan percepatan pelaksanaan seluruh kegiatan pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir TA 2022;
  4. Menyusun Rencana Aksi penganggulangan banjir yang terdiri dari rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka Panjang;
  5. Percepatan penyelesaian Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana Daerah yang sedang dalam proses fasilitasi oleh Biro Hukum Provinsi Kaltim;
  6. Mengevaluasi konstruksi jembatan, terutama yang dibangun dengan tiang penyangga di badan sungai yang mengakibatkan penumpukan sampah sehingga memperlambat laju aliran sungai;
  7. Melakukan pemantauan kondisi sungai melalui susur Sungai Bontang dan Sungai Guntung dari hulu ke hilir;
  8. Menjadikan kegiatan kerja bakti sebagai agenda rutin;
  9. Meningkatkan kolaborasi multipihak dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian banjir;
  10. Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran peduli lingkungan dan agar tidak membuang sampah ke sungai dan drainase. (mk)

Berturut-turut, Kota Bontang Raih WTP Ke-8, Wawali: Jadi Pelecut Seluruh OPD

0

BONTANG – Pemkot Bontang kembali meraih Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Kaltim pada Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Bontang dan Kabupaten Mahakam Ulu Tahun Anggaran 2021 di Ruang Auditorium Lantai II Kantor BPK Perwakilan Kalimantan Timur, Jl M Yamin nomor 19, Samarinda, Rabu (18/5).

Ini merupakan WTP ke-8 yang telah diraih Kota Bontang sejak tahun 2015 secara berturut-turut. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterima Wakil Wali Kota Bontang, Najirah dan Wakil Ketua DPRD Bontang, Junaidi.

Dalam sambutannya, Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim, Dadek Nandemar, SE, MIT, AK, CSFA, CA, CFE mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD dan kepala daerah beserta jajaran atas kerja sama yang baik dalam menyelenggarakan pemerintah. BPK, lanjutnya, bertugas melakukan pemeriksaan dan bertanggung jawab terhadap negara tentang keuangan.

“Hasil pemeriksaan selama 2 bulan di Bontang dan Kabupaten Mahakam Ulu kesimpulannya Opini yang diberikan adalah Wajar Tanpa Pengecualian, hal itu bisa dilihat langsung dari hasil pemeriksaan yang telah diserahkan,” beber Dadek.

Perolehan Opini WTP ini, diharapkan Dadek sebagai bukti akuntabilitasnya pemerintah terhadap masyarakat atas penggunaan uang negara atau tanggung jawab kepala daerah yang berdampak pada kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap pimpinan DPRD dan kepala daerah dapat memanfaatkan dan menggunakan informasi laporan tersebut untuk mengelola laporan keuangan dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut,” tuturnya.

Dadek juga mengucapkan terima kasih karena selama pemeriksaan, tim BPK telah dibantu dengan baik. “Terima kasih kepada Tim Pemeriksa yang telah bekerja keras selama dua bulan,” katanya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengucapkan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada BPK RI perwakilan Kaltim khususnya kepada Tim Pemeriksa LKPD Bontang tahun 2021. Najirah meyakini, kegiatan pemeriksaan yang telah dilakukan memiliki tujuan menilai dan mengukur kepatuhan pemerintah terhadap standar akuntansi pemerintah, transparansi, pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan serta penerapan sistem pengendalian internal pemerintah.

“Pengelolaan keuangan 2021 ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, karena adanya upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, semua daerah diminta untuk melakukan penyesuaian dan refocussing terhadap APBD,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Najirah, pihaknya tetap memiliki komitmen serta lebih serius melaksanakan setiap kebijakan pemerintah dengan tetap menindaklanjuti serta mengacu pada semua petunjuk, arahan, serta regulasi, yang telah dibuat oleh pemerintah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kepala BPK RI Perwakilan Kaltim beserta jajaran telah membimbing, memberikan masukan dan saran serta petunjuknya untuk dapat berkarya lebih baik lagi sehingga tercipta pengelolaan keuangan yang lebih baik, efektif, efisien, berintegritas, transparan, serta akuntabel,” ungkapnya.

“Alhamdulillah Bontang kembali meraih Opini WTP, semoga menjadi pelecut semangat bagi teman-teman OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red.) untuk terus berkomitmen menjaga sistem pelaporan keuangan pemerintah yang lebih baik,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Bontang, Junaidi mengucapkan terima kasih kepada BPK yang telah memberikan penghargaan Opini WTP ke-8 kalinya secara berturut-turut kepada Pemerintah Kota Bontang.

Junaidi juga mengapresiasi Pemkot Bontang atas komitmen dan kerja keras pemerintah yang telah melaporkan keuangan secara wajar dan tidak terdapat kesalahan dan tepat waktu dalam rangka perbaikan dan pemetaan keuangan. (rls/mk)