Beranda blog Halaman 1224

Tertunda Pandemi, Sabran: Sukseskan FASI XI Tingkat Kaltim di Bontang

0
Penyerahan Piala Bergilir oleh Ketua Umum DPP BKPRMI Pusat kepada Wali Kota Bontang saat Pembukaan FASI XI, Jum'at (22/10/2021). Foto: Annisa/Media Kaltim

BONTANG – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2021 kembali digelar setelah tertunda beberapa waktu akibat pandemi Covid-19. Kota Bontang ditunjuk sebagai tuan rumah. Pembukaan FASI XI berlangsung di halaman Kantor BKPRMI, Jum’at (22/10/2021) malam tadi.

Pembukaan FASI XI dihadiri Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak, Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua Umum DPP BKPRMI Pusat Datuk Seri Melaka Said Aldi Al Idrus, Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Kaltim Sabran, jajaran Forkopimda Bontang, dan perwakilan 7 Kafilah.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Kaltim Sabran. “Terima kasih untuk Wali Kota Bontang dan jajarannya yang memberikan kesempatan kepada kami untuk mensuskseskan pelaksanaan FASI XI ini,” ucapnya.

Pelaksanaan FASI XI, lanjut Sabran, sudah tertunda beberapa waktu akibat pandemi Covid-19. Namun apapun kondisinya, sesuai hasil rapat yang disepakati bahwa FASI XI harus berlangsung di Kota Bontang. “Perlu diketahui, kita sudah beberapa kali mundur untuk pelaksanaannya, namun melalui rapat DPW dan DPD, kapan pun pelaksanaannya, sesuai kesepakatan, FASI XI ini tetap dilaksanakan di Bontang. Alhamdulillah hal ini dapat terwujud,” ujarnya.

Kegiatan FASI XI yang akan berlangsung 3 hari mulai 22-24 Oktober 2021 ini mendapatkan dukungan serta apresiasi dari Wali Kota Bontang Basri Rase. Ia berharap semoga FASI menjadi wadah untuk melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia.

“Kegiatan yang sifatnya regional pasti saya sangat mendukung, karena sesuai dengan misi saya menjadikan Bontang yang hebat dan beradab. Dan FASI inilah yang menjadi wadah melahirkan anak-anak berakhlak mulia,” jelasnya.

Mengusung Tema “Bisa Juara Satu” yang memiliki makna Bina Santri Jujur, Arif, Ramah, Sabar dan Tulus, mendatangkan sebanyak 7 kafilah dari berbagai kabupaten/kota di antaranya, Samarinda (41 anak), Bontang (41 anak), Kutim (39 anak), Berau (35 anak), Penajam Paser Utara (35 anak), Kukar (13 anak), dan Balikpapan (6 anak).

Masih dalam situasi pandemi Covid-19 pelaksanaan FASI XI ini tetap mengedapankan protokol kesehatan, dengan membatasi peserta, dan juga meniadakan penonton dalam pelaksanaan lomba. Semoga FASI XI dapat berjalan lancar dan Kota Bontang bisa meraih Juara Umum. (ahr/adv)

Launching Kampung KB Lestari, Najirah Optimistis Turunkan Angka Stunting

0
Launching Kampung Percontohan Penurunan Stunting dirangkai penyerahan piagam penghargaan peserta lomba dan memantau dapur sehat di Kampung Makasar, Berbas Pantai. Foto: Humas Pemkot Bontang

BONTANG – Kelurahan Berbas Pantai dijadikan percontohan sebagai Kampung KB Lestari atau Kampung Percontohan Penurunan Stunting. Launching dilakukan Kepala BKKBN RI, di Kampung Makasar, Jumat (22/10) kemarin. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

Hadir Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Kapolres Bontang, Dandim Bontang, Ketua Pengadilan Agama, Kepala DPPKB Bontang, Kepala Dinkes Bontang, Kepala Disdikbud Bontang, Camat serta Lurah.

Najirah mengungkapkan angka stunting di Kota Bontang saat ini mencapai 19,73 persen. Ia optimistis bisa mencapai target 14 persen di tahun 2024. “Langkah-langkah dan upaya percepatan dilakukan Pemkot Bontang sebagai upaya penurunan stunting,” tuturnya.

Saat ini, Kota Bontang telah memiliki kader PPKBK dan sub PPKBK 514 orang, kader Posyandu 734 orang, kader gizi, kader PHBS, kader bina keluarga balita, dan Kampung KB.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan untuk mendukung penurunan stunting perlu dibuat dapur sehat di bawah pimpinan Wakil Walikota. “Luar biasa sponsornya di Bontang, karena dibantu perusahaan. Kalau dari pusat kami dorong dalam bentuk kader,” ucapnya.

Terpisah, Lurah Berbas Pantai Rendhy Maulia mengatakan, ditunjuknya wilayahnya sebagai kampung percontohan penurunan stunting lantaran angkanya lebih tinggi di banding 14 kelurahan lainnya.

Ia mengatakan, angka stunting di wilayah Bontang beberapa masuk zona merah. Namun, tertinggi berada di kelurahannya, mencapai 34 persen. “Dengan adanya peluncuran angka penurunan stunting ini,  saya harapkan masyarakat paham akan pentingnya menjaga kebersihan,” tuturnya. (al/red)

 

Pagar Hias Gedung MTQ Roboh karena Pakai Beton Serabut

0
Pagar hias Gedung MTQ yang roboh mulai diperbaiki. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Pagar hias Gedung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang roboh  di kawasan Stadion Bessai Berinta akhirnya mulai diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) Bontang. “Jika tidak segera diperbaiki, khawatirnya berpotensi mengganggu keselamatan warga yang beraktivitas,” ujar Edi Suprapto, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan DPUPRK Bontang, saat dikonfirmasi, Jumat (22/10/2021).

Ditanya penyebab robohnya pagar, Edi mengaku tak mengetahui pasti. Namun jika dilihat dari jenis materialnya, pagar hias itu menggunakan beton serabut yang tak bertahan lama ketika terkena  hujan atau panas. Adapun estimasi perbaikan, diperkirakan membutuhkan biaya senilai Rp 95 juta. “Waktu perbaikannya kami harapkan bisa secepatnya selesai,” sebutnya.

Dari pantauan media ini di lokasi, bongkahan pagar hias yang roboh sudah dibersihkan seluruhnya.  Gedung tersebut baru diresmikan Januari 2021, dan belum lama ini digunakan untuk perhelatan MTQ ke-42 tingkat Provinsi Kaltim awal Juli lalu. Usai MTQ berakhir, gedung yang dibangun menggunakan APBD senilai Rp 11,6 miliar tersebut banyak digunakan untuk lokasi vaksinasi massal Covid-19 dan beberapa kegiatan lainnya. (bms)

Pimpin Apel Hari Santri, Wawali Apresiasi Pesantren Cegah Pandemi Covid-19

0
Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Apel Hari Santri Nasional di Halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Jumat (22/10/2021). Foto: Humas Pemkot Bontang

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Apel Hari Santri Nasional di Halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Jumat (22/10/2021). Hari Santri Nasional tahun 2021 mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga”.

Dalam amanat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Najirah menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Merujuk tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejak ditetapkan itulah, setiap tahun rutin digelar peringatan Hari Santri Nasional.

Dikatakannya, tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi global covid-19, di mana kaum santri tak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan, begitupun masyarakat Indonesia.

“Kami patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi covid-19,” ungkapnya.

Melalui momen peringatan Hari Santri ini, seluruh peserta upacara diajak bersama-sama mendoakan para pahlawan, terutama dari kalangan ulama, kiai, santri, yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. “Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke yang hari ini sedang bersuka cita merayakan Hari Santri 2021,” pungkasnya. (hms/red)

Kontribusi Ekspor Meningkat, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Primaniyarta 2021 dari Kementerian Perdagangan

0
Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, dari Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi pada Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 di Jakarta, pada Kamis (21/11). Foto: Humas Pupuk Kaltim

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih penghargaan Primaniyarta 2021 kategori Eksportir Produk Hi-Tech dari Kementerian Perdagangan RI, atas peningkatan kontribusi ekspor Perusahaan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan meningkatkan nilai tambah produk melalui penerapan industri berteknologi tinggi. Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, dari Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi pada Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 di Jakarta, pada Kamis (21/11).

Diungkapkan Qomaruzzaman, aktivitas ekspor merupakan salah satu target Pupuk Kaltim untuk pengembangan pasar secara global melalui pengiriman produk unggulan, seperti Urea dan Amoniak. Potensi pasar global terbilang besar, utamanya kawasan Asia, Amerika dan Eropa yang memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan devisa negara. “Kegiatan ekspor kami lakukan setelah kewajiban pemenuhan dalam negeri telah dilaksanakan,” terang Qomaruzzaman.

Hingga September 2021, ekspor Pupuk Kaltim tercatat sebesar 1,75 juta ton atau 103% dari target RKAP s.d September 2021 sebesar 1,71 juta ton dan 101 % dari volume ekspor s.d September 2020 sebesar 1,74 juta.

Pasar Urea Pupuk Kaltim mayoritas di negara-negara Asia Tenggara sebesar 67%, disusul Asia Selatan, Asia Timur, Australia, Meksiko, Amerika Latin dan Amerika Serikat. Sedangkan untuk pasar Amoniak, didominasi negara-negara Asia seperti Filipina, Vietnam, Cina, Jepang, Korea Selatan dan India. “Untuk memperlancar aktivitas ekspor, Pupuk Kaltim menerapkan inovasi teknologi berbasis industri 4.0, seperti Artifial Intelligence dan metode forecasting sebagai strategi Perusahaan dalam mendukung proses produksi, distribusi serta kinerja secara berkesinambungan,” ujar Qomaruzzaman.

Beberapa strategi penunjang diantaranya Sistem Prediksi Harga melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) untuk proses pengembangan dan penetrasi pasar ekspor. Kemudian Distribution Planing and Control System (DPCS), berupa inovasi geospasial teknologi dan Internet of Things (IoT) untuk optimalisasi distribusi yang mendukung proses perencanaan penjualan pupuk ekspor.

Dari sisi fasilitas, Pupuk Kaltim menerapkan pelabuhan berwawasan lingkungan berdasarkan aspek Green Port Guideline dan Rating Tool, sesuai ketetapan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Pengelolaan dan pengoperasian Terminal Khusus (Tersus) Pupuk Kaltim juga didasari keputusan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang mengatur lokasi serta posisi pelabuhan beroperasi.

Saat ini Pupuk Kaltim juga didukung oleh 5 dermaga, dengan kapasitas penyimpanan sebesar 315 ribu ton untuk Urea Bulk Storage dan Amoniak 92 ribu ton. Berbagai langkah pengelolaan pelabuhan berwawasan lingkungan juga dilaksanakan Pupuk Kaltim secara kontinyu, serta melalui sesmen untuk mengukur tingkat pencapaian implementasi Green Port di seluruh area Tersus Pupuk Kaltim. “Pupuk Kaltim juga memiliki Port Reception Facilities untuk pengelolaan limbah sampah dari kapal, serta pohon pelindung tanaman yang dapat mereduksi kebisingan dengan kualitas udara ambient yang sesuai baku mutu,” terang Qomaruzzaman.

Strategi penunjang lainnya, Pupuk Kaltim menerapkan aplikasi iPortLog, untuk melakukan monitoring proses pengapalan secara online dan realtime, yang sekaligus mempercepat proses bisnis di pelabuhan. Seluruh aktivitas juga dijalankan sesuai pedoman penerapan protokol kesehatan Covid-19, sehingga keberlangsungan proses bisnis dijamin berjalan aman dan terkendali. “Semua aktivitas dimonitor langsung secara realtime, untuk memastikan proses sesuai aturan dan berjalan aman,” lanjut Qomaruzzaman.

Dirinya menekankan inovasi teknologi merupakan salah satu kunci peningkatan produktivitas dan kemajuan Perusahaan, sekaligus memperluas potensi pasar secara global. Apalagi Pupuk Kaltim telah menyandang predikat National Lighthouse Industry 4.0, sebagai role model implementasi teknologi industri 4.0 bagi industri tanah air, sehingga implementasi teknologi dalam mendukung aktivitas ekspor Pupuk Kaltim merupakan hal mutlak yang terus dikembangkan untuk peningkatan daya saing Perusahaan. “Dengan memperkuat inovasi teknologi, secara tidak langsung turut mendorong produktivitas Perusahaan dan nilai tambah produk. Hal ini jelas berdampak positif terhadap pencapaian target dan potensi pasar secara nyata,” tambah Qomaruzzaman.

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, mengungkapkan penghargaan Primaniyarta merupakan apresiasi tertinggi Pemerintah atas prestasi para eksportir nasional dalam meningkatkan nilai ekspor secara berkesinambungan, sehingga berdampak terhadap peningkatan devisa negara. “Mengingat tantangan perdagangan global yang sangat kompleks, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia dengan mendorong struktur ekspor tidak lagi di dominasi oleh barang mentah. Selain itu peningkatan akses pasar di negara mitra juga terus dilakukan, untuk mendukung pertumbuhan ekspor non migas,” tutur Mendag Lutfi. (*/nav)

Terobosan Balitbangda, Bantu OPD Susun Renstra lewat CIPTA, Wali Kota Basri Apresiasi

0
Pendampingan penyusunan Renstra terhadap semua OPD di lingkup Pemkot Bontang, dengan metode pelatihan (coaching). Foto: Istimewa

BONTANG – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang melakukan terobosan baru dalam memaksimalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) nya.  Salah satunya dengan meningkatkan pendampingan penyusunan Rencana strategis (Renstra) terhadap semua Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemkot Bontang, dengan metode pelatihan (coaching).

Inovasi yang diinisiasi Syahruddin, Kepala Bidang Litbang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Bapelitbang Bontang itu, diberi nama CIPTA alias Coaching Intensif Perencanaan yang Terpadu dan Aplikatif.

Syahrudin mengatakan, latar belakang dari munculnya inovasi baru ini, karena setiap OPD saat ini sedang dalam momentum penyusunan Renstra dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas perencanaan pembangunan sebagai tujuan dari pelaksanaan tupoksi Bapelitbang.

Selain itu, dari evaluasi capaian RPJMD dan konsistensi Renstra terhadap RPJMD, hasilnya juga masih terkategori rendah. “Sehingga kami putuskan kali ini perencana Bapelitbang harus turun mendampingi dan memberikan pelatihan ke semua OPD, agar Renstra-nya konsisten dan selaras dengan RPJMD. Tujuannya agar bisa menjabarkan visi misi dan janji kepala daerah terpilih,” ujar Syahruddin, Kamis (21/10/2021).

Untuk mendukung inovasi ini, Bapelitbang Bontang juga telah menyiapkan sejumlah tenaga pelatih (coach) yang diturunkan ke semua OPD. Setiap satu orang perencana, sambung Syahruddin, maksimal membina dua OPD.

Terobosan ini rupanya turut mendapat dukungan dari Wali Kota Bontang, Basri Rase. Orang nomor satu di Bontang itu mengapresiasi pendampingan tersebut, karena benar-benar mengotimalkan potensi sumber daya perencana dari Bapelitbang itu sendiri. “Saya kira gagasan Syahruddin tentang sistem pendampingan penyusunan Renstra melalui metode coaching ini sangat tepat untuk memastikan visi dan misi saya dapat dijabarkan seluruhnya ke dalam renstra perangkat daerah,” ujar Basri.

Dukungan senada juga disampaikan Yassir Asyari, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Diskominfo Bontang. Yassir menilai, inovasi pelatihan ini sangat dirasakan manfaatnya, karena dapat membantunya menyelaraskan indikator ataupun target Renstra Diskominfo dengan RPJMD dalam menerjemahkan dan menyelaraskan visi misi kepala daerah. “Kami sangat menyambut baik. Sebab pengalaman saya sebelum ada coaching ini, banyak membuat target yang kami buat akhirnya tidak selaras dari indikator yang telah ditetapkan,” tandasnya. (bms)

Penilaian E-Government, Diskominfo Bontang Berharap Raih Juara Satu

0
Dalam penilaian ini, Kepala Diskominfo Kota Bontang Dasuki memaparkan berbagai capaian dan perkembangan Kota Bontang menuju smart city. Foto: Annisa/Media Kaltim

BONTANG – Tim Penilai Keberhasilan Pembangunan Provinsi Kaltim Bidang E-Government Tahun 2021 melakukan kunjungan ke Diskominfo Kota Bontang, Kamis (21/10/2021). Hadir dalam kunjungan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal, Kabid, Kasi, dan staf pada Bidang E-Government Provinsi Kalimantan Timur termasuk akademisi Unmul Prof Abdullah Karim. Sedangkan dari Dinas Kominfo Bontang hadir Kepala Dinas Kominfo Bontang Dasuki, para Kabid dan Kasi serta Staf Diskominfo Bontang.

Penilaian ini merupakan tradisi di Pemprov Kalimantan Timur yang di tiap peringatan ulang tahunnya memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota berupa panji keberhasilan pembangunan Kaltim. Dalam pertemuan tersebut Dasuki memaparkan berbagai capaian dan perkembangan Kota Bontang menuju smart city.

Saat ditemui, Kasi Pengembangan dan Pengelolaan Aplikasi E-Government Dwi Andriyani menjelaskan, sasaran penilaian kali ini ialah di Bidang E-Government dan Bontang disebutnya mendapat capaian cukup baik.

“Sasaran kali ini adalah bidang E-Government dan smart city, kalo tahun sebelumnya, hanya ada bidang keterbukaan informasi publik. Kalo di E-Gov tidak lepas dari tata kelola penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik, capaiannya sudah cukup bagus 3,28,” jelasnya.

Harapannya, lanjut Dwi, Bontang bisa meraih juara 1 untuk bidang keberhasilan smart city. “Dari seluruh kabupaten/kota kita masuk ke dalam 100 gerakan menuju smart city, harapannya nanti kita bisa juara 1 di tingkat provinsi untuk bidang keberhasilan smart city,” ucap Dwi.

Terkait hasil tinjauan tim penilai, jelas Dwi, masih ada beberapa inovasi Diskominfo Bontang yang perlu bukti pendukung. Hal tersebut perlu dilengkapi sebagai syarat penilaian. “Penilaiannya nanti akan mempengaruhi nilai Kota Bontang dalam penghargaan panji panji saat ulang tahun  Provinsi Kaltim,” pungkasnya. (ahr)

Tes Fisik Prajurit TNI, Tunjang Kenaikan Pangkat

0
Tes fisik kesegaran jasmani (garjas) personel kodim 0908/BTG. (ist)

BONTANG – Para anggota Kodim 0908/BTG melaksanakan tes kesegaran jasmani (Garjas) periodik semester II Tahun 2021, Kamis (21/10/2021). Tes diselenggarakan di lapangan Denrudal 002, Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.

Pjs Pasi Pers, Letda Inf Amran mengatakan, tes dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan dan membina kemampuan fisik, serta mengukur kemampuan para personel, dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok TNI-AD di wilayah Kodim 0908/BTG. “Tes kesegaran jasmani ini merupakan program yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI-AD,” ujarnya.

Letda Amran melanjutkan, tes ini sangat menunjang bagi prajurit yang akan melaksanakan usul kenaikan pangkat, maupun sebagai kelengkapan administrasi mengikuti pendidikan dalam alih golongan, beserta program lainya. Untuk itu, apabila ada waktu kegiatan pembinaan fisik, harus dilatihkan secara teratur dan berjenjang.

Pelaksanaan Samapta ini, sambung amran, meliputi Samapta A dan B. Samapta A yakni berlari 12 menit yang dilaksanakan di trek lari lapangan Denrudal 002 Bontang, serta tes kesegaran B meliputi pull up, sit up, dan push up. “Kami minta agar tes ini diikuti secara serius dan tetap memperhatikan faktor keamanan diri sendiri,” tandasnya. (pendim btg)

Dinobatkan Kota Bersih di Asia Tenggara, Wali Kota Basri Rase: Terima Kasih Warga Bontang

0
Kota Bontang berhasil meraih Penghargaan Ceritificate Of Recognition Clean Land Kategori Kota Bersih Skala Kota Kecil Tingkat Asia Tenggara. Penghargaan diterima Walikota Bontang Basri Rase dari Sekretariat ASEAN, di Jakarta (21/10/21). Foto: Diskominfo Bontang

JAKARTA – Kota Bontang, salah satu dari tiga kota di Indonesia dinobatkan sebagai Kota Ramah Lingkungan/Bersih di Asia Tenggara. Penghargaan itu diberikan The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) kepada beberapa kota di Asia Tenggara yang telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Alhamdulillah. Kota Bontang berhasil meraih penghargaan “Certificate of Recognition Clean Land Kategori Kota Bersih Skala Kota kecil Tingkat Asia Tenggara”. Terimakasih kepada OPD terkait dan seluruh masyarakat kota Bontang yang telah mendukung dan membantu Pemerintah Kota Bontang dalam pengelolaan sampah, emisi gas rumah kaca dan penghematan air,” kata Wali Kota Bontang Basri Rase.

Penghargaan yang dinamai “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

Tujuan program ini adalah untuk mendorong semakin bertumbuhnya kota-kota berkelanjutan di ASEAN dengan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada kota-kota yang telah melakukan berbagai inisiatif dan upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

Sepert dilansir portonews, sebanyak 10 kota di masing-masing negara anggota ASEAN dianugerahi Environmentally Sustainable Cities (ESC Award). Sepuluh kota tersebut yaitu: (1) Temburong, Brunei Darussalam, (2) Preah Sihanouk City, Cambodia, (3) Balikpapan, Indonesia, (4) Xamnneua City, Lao PDR, (5) Majlis Bandaraya Shah Alam (MBSA), Malaysia, (6) Nyaung Oo (Bagan) City, Myanmar, (7) Marikina City, Phillipines, (8) Nee Soon South Division, Singapore, (9) Yala Municipality, Thailand, dan (10) Can Tho City, Vietnam.

Selain ASEAN ESC Award, terdapat juga penghargaan berupa Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Untuk Kategori Clean Water yakni (1) Surabaya, Indonesia. Kategori Clean Air: (2) Phnom Penh City, Cambodia, dan (3) Majlis Bandaraya Johor Bahru (MBJB), Malaysia. Sementara Kategori Clean Land: (4) Paranaque City, Philippines.

Sementara Certificate of Recognition untuk Kota Kecil Kategori Clean Air: (1) Majlis Bandaraya Alor Setar (MBAS), Malaysia, (2) Hatyai Municipality, Thailand, 3) Kep City, Cambodia, (4) Kaysone-Phomvihane City, Lao PDR.

Sedangkan Kategori Clean Water: (5) Thungsong Municipality, Thailand, Kategori Clean Land: (6) Krabi Municipality, Thailand (7) Senmonorom City, Cambodia (8) Bontang, Indonesia, dan (9) Ninh Binh City, Viet Nam

Dalam penilaian penghargaan, setiap negara anggota ASEAN menominasikan 1 (satu) kota untuk menjadi calon penerima ESC Award. Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan ESC Award telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021. Sedangkan untuk penghargaan Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Setiap negara dapat menominasikan maksimal 6 (enam) kota (1 kota besar dan 1 kota kecil untuk masing-masing kategori sertifikat). Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

Acara penghargaan ini dilaksanakan secara hybrid dengan Indonesia menjadi tuan rumah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bersama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi menyerahkan penghargaan ini kepada perwakilan penerima (21/10/2021).

Menteri Siti dalam sambutannya menyebutkan bahwa, ESC Award yang diprakarsai oleh ASEAN tidak dapat disangkal merupakan salah satu pendekatan paling efektif untuk mendorong kota-kota di ASEAN agar dapat lebih memobilisasi sumber daya mereka untuk membangun kota yang bersih dan hijau, serta dapat menetapkan standar untuk diikuti oleh kota-kota yang lain.

“Dengan ini, saya sangat berharap, bahwa ini akan memotivasi kita untuk meningkatkan kinerja lingkungan kita dan menginspirasi orang lain untuk berbagi praktik terbaik di seluruh dunia. Oleh karena itu, saya ingin menegaskan kembali bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan dan untuk bergerak maju dengan cara yang lebih harmonis,” ungkap Menteri Siti.

Menteri Siti kemudian menjelaskan kepada hadirin bahwa Indonesia juga telah memiliki program serupa yang disebut Adipura. Penghargaan Adipura yaitu penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memenuhi kriteria lingkungan tertentu, tidak hanya sebagai kota yang bersih dan hijau, tetapi juga berhasil menunjukkan upaya yang signifikan dalam mengelola limbah domestiknya, serta mempromosikan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah. “Tiga kota dari Indonesia yang menerima penghargaan hari ini termasuk di antara yang telah menerima penghargaan Adipura,” terang Menteri Siti.

Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa ASEAN bangga mengakui kota-kota yang mendapat penghargaan ESC Award dan Certificate of Recognition tahun ini. Menurutnya, kota-kota tersebut telah memprioritaskan pengarusutamaan kebijakan dan program pembangunan yang ramah lingkungan. (red)

Tambah 200 Titik, Kini 250 Lokasi Terjangkau Wifi Gratis di 15 Kelurahan

0
Peluncuran program WiFi gratis oleh Diskominfo Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. (Diskominfo)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang resmi meluncurkan program WiFi gratis, Kamis (21/10/2021). Peluncuran secara simbolis itu dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru.

Tahun ini, Diskominfo berhasil menambah kembali layanan tersebut di 200 lokasi yang tersebar di 15 kelurahan. Lewat penambahan itu, kini tercatat sudah 251 lokasi terjangkau internet gratis milik Pemkot Bontang.

Rinciannya, 27 lokasi untuk sektor pelayanan publik dengan kapasitas 20 Mbps, sementara 200 lokasi di fasilitas kesehatan, pendidikan, keagamaan dan keamanan dengan kapasitas 50 Mbps. Ditambah 16 lokasi di pusat keramaian, dan 8 lokasi di wilayah pesisir Bontang dengan kapasitas 7 Mbps.

Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki mengatakan, layanan ini merupakan program unggulan dan janji politik Basri Rase-Najirah sebagai pasangan Wali Kota dan Wali Kota Bontang. Akses WiFi gratis ini, kata Dasuki, bisa dimanfaatkan masyarakat hingga 30 perangkat sekaligus, dengan jangkauan radius maksimal 30 meter. “Kita (Diskominfo) pastikan tahun depan jumlahnya akan terus bertambah. Desember nanti akan kami evaluasi. Kalau ada titik yang tidak maksimal, akan kami alihkan ke titik yang lain,” bebernya.

Dasuki juga memastikan, layanan WiFi gratis ini bakal memblokir akses gim online, judi online, hingga pornografi. Sehingga aman bagi seluruh kalangan, khususnya anak-anak di bawah umur. Apabila masyarakat ada yang mengeluhkan terkait layanan ini, pihaknya juga telah membuka aduan melalui email di tenesa@telkom.co.id atau menghubungi langsung kontak 0800 183 5566.

Peluncuran program WiFi gratis oleh Diskominfo Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. (Diskominfo)

Terpisah, Wakil Wali Kota Bontang (Wawali) Najirah menyampaikan, program WiFi gratis bertujuan mempermudah akses internet ke masyarakat. Sehingga bisa mendapatkan informasi dengan baik. “Lewat program ini kami berharap, tidak ada lagi masyarakat yang termarjinalkan dalam menghadapi era digital seperti sekarang ini,” ucapnya.

Melalui program ini pula, sambung Najirah, bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan berbagai sektor. Seperti perekonomian, UMKM, wisata kuliner, wisata, industri kreatif, hingga sektor pendidikan. Apalagi di situasi pandemi seperti sekarang, keberadaan WiFi gratis tentu sangat membantu masyarakat. “Kami imbau orang tua untuk tetap memberikan edukasi dan pengawasan terhadap anak-anaknya,” pesannya.

Kepala Diskominfo Kaltim, Faisal, yang ikut hadir dalam peluncuran ini, mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Pemkot bersama Diskominfo Bontang. Menurut Faisal, jika daerah lain baru berencana, Bontang sudah berani untuk merealisasikannya. “Harapannya semoga bisa dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat Bontang,” tandasnya. (bms/adv)