Beranda blog Halaman 1225

Komisi II Pertanyakan Rencana Penambahan Modal Bank Kaltimtara

0
Rapat Komisi II dengan Bank Kaltimtara. (ist)

BONTANG – Permintaan Bank Kaltimtara untuk mendapat penambahan penyertaan modal Rp 75 miliar, dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, dipertanyakan Komisi II DPRD Bontang.

Menurut Ketua Komisi II Rustam, Bank Kaltimtara harus memberikan alasan realistis kepada Pemkot Bontang terkait usulan penambahan modal tersebut. “Sebelumnya sudah ada investasi awal dari pemkot Rp 63,3 miliar. Tapi tidak sebanding dengan hasil yang diberikan yakni hanya Rp 2,7 miliar per tahun,” ujar Rustam saat menggelar rapat bersama di Kantor DPRD Bontang, Senin (18/10/2021).

Dengan nilai investasi sebesar itu, sambung Rustam, seharusnya Bank Kaltimtara bisa memberikan nilai lebih bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau hitung-hitungan bisnis itu tidak masuk,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan anggota Komisi II, Bakhtiar Wakkang. Politisi Nasdem itu mengusulkan, selain memberikan deviden, harus ada sejumlah keuntungan yang didapat pemkot. Seperti non-PNS yang dipermudah dalam pemberian pinjaman. Mengingat mereka juga terdaftar sebagai pegawai pemkot.

“Mungkin satu orang dibatasi hanya bisa pinjam Rp 10-15 juta. Kalau ada dua ribu pegawai, bisa sampai Rp 2 miliar perputaran uang di sana,” papar pria yang akrab disapa BW itu.  Saat dikonfirmasi, perwakilan manajemen Bank Kaltimtara memilih enggan berkomentar. (bms/adv)

Latihan Bersama Trail Run 10K JeMuRUN 2021

0

Tak sembarang orang bisa berolahraga lari, karena kekuatan fisik akan diuji. Karenanya, tubuh harus dipersiapkan dengan matang agar mengurangi resiko cedera.
Apalagi bagi yang suka mengikuti lari Trailrun.

Persiapannya harus dilakukan mininal sejak tiga bulan sebelumnya. Maka itu, perlu latihan rutin, seperti yang dilakukan Komunitas JeMuRUN, dengan meggelar Latihan Bersama Trail Run 10 K JeMuRUN 2021, pada Minggu (17/10/2021).

Ratusan peserta dari berbagai komunitas ikut mengambil bagian. Mengambil lokasi start di Pondok Harmoni, dengan rute Masdarling, Bukit Teletubbies dan Tacin di Kota Bontang.
Kegiatan ini didukung oleh OH Awang Long, LA Carwash, Dapur Gery, Empek Empek anda, BORCY dan Pondok Harmoni yang memberikan dukungan tempat acara.

Adapun komunitas yang terlibat yakni BBC, KELAS TUGU, GGA RUNERS, BPD RUNERS, BEKANTAN, TRAIL RUN SUKA-SUKA, BHHH, PeManTik, Keteterun, serta Lacundekke. (sul/red)

Diveden Tak Sebanding, Nursalam Soroti Penyertaan Modal Kaltimtara

0
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam menyayangkan, kecilnya deviden yang dihasilkan Bank Kaltimtara dari penyertaan modal yang diberikan Pemkot Bontang.

Tercatat dari investasi awal yang dikucurkan sebesar Rp 63,3 miliar, hasil yang diberikan hanya Rp 2,7 miliar per tahun. “Di Tahun 2010 dengan investasi Rp 46 miliar bisa mendapat Rp 9 miliar. Ini perlu ditanyakan likuiditas perusahaan,” ujarnya saat menggelar rapat bersama di gedung DPRD, Senin (18/10/2021).

Politisi Golkar itu membandingkan dengan bank daerah lain seperti Bank Sulselbar di Makassar. Dengan anggaran Rp 63 miliar, sambung Nursalam, mereka bisa memberikan deviden hingga Rp 8 miliar. “Kalau dapatnya hanya Rp 2,7 miliar mending kita investasi ke Makasar,” sindirnya.

Rapat Komisi II bersama manajemen Bank Kaltimtara di Kantor DPRD Bontang. (ist)

Untuk itu, mantan Ketua DPRD Bontang tersebut meminta pemkot berpikir ulang terkait rencana penambahan penyertaan modal Rp 75 miliar tersebut. Nursalam menambahkan, ketika suatu investasi memberikan manfaat, maka harus didukung. Apalagi jika investasi itu bertujuan menciptakan iklim daerah dalam hal kemandirian fiskal.

Termasuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam hal pinjaman. “Kalau tidak ada manfaatnya untuk apa kita investasi, mending kita mengejar investasi lain. Karena tujuan investasi itu kita cari untung, kalau hanya Rp 2,7 miliar berarti perusahaan hanya sekadar menggugurkan kewajiban menyetor deviden,” tandasnya. (bms/adv)

Kunker ke Balikpapan, DPRD Bontang Pelajari Mekanisme dan Teknis PTM

0
Rombongan DPRD Bontang abadikan di depan Gedung DPRD Balikpapan. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – DPRD Kota Bontang menyambangi DPRD Balikpapan, Jumat (15/10). Rombongan diterima Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Muhammad Najib di ruang Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Kota Balikpapan. “Kami datang ingin mengetahui mekanisme dan teknis untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” ucap Maming, Ketua Komisi I Maming.

Maming mengatakan di Kota Bontang saat ini masih tengah menyiapkan pelaksanaan PTM bagi pelajar, mengingat Kota Bontang masih berada di status PPKM Level 3, sehingga masih terus melakukan evaluasi sebelum melaksanakan PTM.

“Alhamdulillah, kami dapat informasi di Balikpapan terkait pelaksanaan PTM, dimana Balikpapan menerapkan 50 persen dari kapasitas ruang belajar dan waktu pembelajarannya pun hanya 2 jam saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Najib yang menerima rombongan mengatakan, kedatangan DPRD Kota Bontang hanya ingin mengetahui pelaksanaan PTM di Kota Balikpapan. “Intinya kita sudah menyampaikan, jika PTM di Balikpapan hanya diberlakukan 50 persen dari kapasitas ruangan dan pembelajarannya sendiri hanya berlangsung 2 jam,” ujarnya.

“Jadi hanya mekanismenya dan teknisnya saja yang ingin mereka ketahui, sebelum juga melaksanakan PTM,” tuturnya. Kota Balikpapan sudah menggelar PTM pada Senin lalu, 11 Oktober 2021, setelah berstatus level 2 PPKM. (adv)

Hari Libur, Gubernur Menyapa Warga Bontang

0

BONTANG –  Setelah Sabtu (16/10) malam diundang menghadiri dan memberikan arahan pada acara Grand Opening PT Suma Energi Investamadi Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Minggu (17/10) pagi, Gubernur Kaltim Isran Noor kembali melanjutkan rutinitas di Benua Etam.

Kali ini Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor hadir di undangan oleh Majelis Zikir atau Zawiyah termasuk menyapa warga Bontang yang juga  dirangkai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tepatnya di Musala Al-Adzkar, Jalan MT Haryono, Gang Harapan, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara

“Alhamdulillah bisa hadir di acara ini. Karena, tadi malam ada acara juga di Samarinda. Sebelumnya saya dan rombongan melaksanakan Kunker ke wilayah selatan,” ucap Isran Noor.

Menurut Isran, kegiatan seperti ini wajib terus dilaksanakan agar daerah ini selalu aman. Karena, warga banyak berdoa dan menghadiri majelis-majelis. Apalagi, saat ini masih kondisi pandemi Covid-19, tentu harus banyak-banyak berdoa agar wabah ini segera berakhir. Karena itu, warga meski beraktivias, tetap saja melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

“Terus lanjutkan kegiatan majelis ini. Banyak berdoa, insyaallah pandemi akan berakhir. Bahkan saat ini saya merasa happy, meski tak terlalu happy. Karena, pandemi Covid, kasus positif terus menurun. Walaupun masih terjadi,” ucapnya.

Isran mengajak, agar warga yang berada di majelis tersebut untuk tetap semangat dan selalu sehat. Sehingga mudah beraktivitas dan menyukseskan pembangunan daerah di Kaltim. (al/red)

Rakorda Nasdem Rekomendasikan Isran Jadi Presiden

0
Rakorda DPD Nasdem Bontang di Hotel Grand Equator. (ist)

BONTANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Bontang mengelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Hotel Grand Equator, Minggu (17/10/2021) pagi.

Rakorda dibuka langsung Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Kalimantan Timur, Isran Noor, dan dihadiri seluruh pengurus Partai Nasdem se-Bontang. Isran mengatakan, rapat tersebut membahas persiapan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. “Ini konsolidasi lanjutan dari Partai Nasdem. Kalau soal strategi itu rahasia. Saya tidak bisa menjawab karena jadi tanggung jawab semua kader dan dibahas di rakor,” ujar Isran.

Disinggung soal rekomendasi dirinya didorong ikut dalam bursa calon Presiden RI mendatang sesuai keinginan mayoritas kader partai, Isran mengaku hal itu sah-sah saja. “Itu kan kader yang meneriakkan. Nasdem ini partai besar, semua terbuka,” ujarnya.

“Terkait rekomendasi mudah-mudahan mulus saja, karena bisa jadi itu sebuah aspirasi. Kalau memang ada kesempatan kita berdoa saja karena peluangnya besar. Ini sebuah nasib bukan takdir, tidak bisa diperjualbelikan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Bontang, Joni Muslim mengatakan, direkomendasikannya Isran Noor sebagai calon presiden mendatang, lantaran memiliki pengalaman politik yang cukup panjang.

Dirinya berharap, dapat memperkuat seluruh kader-kader yang ada.
“Kaltim harus dipimpin orang Kaltim sendiri. Tentunya dengan kader terbaik, Pak Isran Noor. Apalagi nanti perpindahan ibukota di Kaltim. Jadi semangat itu yang terus kita dorong,” kata Joni.

Selain merekomendasikan Isran Noor menjadi calon Presiden RI, Rakorda kali ini juga membahas persiapan kader-kader terbaik Nasdem untuk mengikuti pemilihan legislatif serta tim pemenangan.

Tahun 2024 mendatang, Joni menargetkan raihan lima kursi di DPRD Bontang. “Itu target utama. Insya Allah kita akan raih lima kursi,” ucapnya. Untuk kriteria kader, kata Joni, para kader yang dipilih nantinya harus memiliki mobilitas tinggi dan berintegritas.

Dia juga menyampaikan bahwa seluruh kader Partai Nasdem di bawah kepemimpinannya akan bekerja maksimal untuk memenuhi target yang telah diberikan. “Yang jelas kader harus bekerja keras dan tidak tidak main-main untuk mencapai target ini. Kami akan upayakan dengan maksimal. Menang atau tidaknya yang kami prioritaskan adalah target tersebut,” katanya. (bms/ser)

Isran: Tak Perlu Lagi Kajian, Sidrap Masuk Bontang!, Dokumen Sudah Diserahkan, Tunggu Keputusan Mendagri 

0
Gubernur Kaltim Isran Noor. Foto: istimewa

BONTANG –  Gubernur Kaltim Isran Noor kembali menegaskan bahwa hak kepemilikan Kampung Sidrap, Desa Martadinata, Teluk Pandan, telah diserahkan Pemkab Kutai Timur kepada Pemkot Bontang. Hal ini telah disepakati dan ditandatangani antara Pemkab Kutim dan Pemkot Bontang, disaksikan Gubernur Kaltim pada 3 Maret 2019.

Namun, 5 Agustus 2021, melalui sidang paripurna, Pemkab Kutim dan DPRD Kutim menolak menyerahkan Kampung Sidrap.  “Tidak ada urusan lagi. Ini sudah disepakati dan tidak perlu lagi kajian-kajian,” tegas Isran Noor saat menghadiri Rapat Koordinasi Partai Nasdem di Hotel Grand Equator, Kota Bontang, Minggu (17/10).

Menurut Isran, Pemprov Kaltim telah mengirimkan seluruh dokumen, baik milik Bontang maupun Kutim kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Isran opitimitis, pendapat Kemendagri sama dengan Pemprov Kaltim.  Namun, kata dia, keputusan terakhir tetap di tangan Kemendagri. “Saya berharap, bisa segera diselesaikan, sebelum ada lagi kontestasi politik,” ucapnya.

Untuk diketahui, secara geografis letak Kampung Sidrap memang lebih dekat dengan Kota Bontang. Dengan begitu masyarakat lebih dimudahkan untuk proses administrasi kependudukan.

Pemerintah juga diharapkan bisa lebih mudah mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Kampung Sidrap.

Pemkot Bontang selama ini kesulitan mengembangkan infrastruktur di Kampung Sidrap karena karena terkendala status kepemilikan wilayah. Warga Sidrap pun jadi korban konflik kepemilikan yang berkepanjangan ini.

“Yang jadi korban ini masyarakat. Kalau sudah diserahkan ke Bontang, warga akan lebih dekat dan mudah mengurus administrasinya di Bontang,” pungkas Isran. (rin/red)

 

Peringati Hari Jadi Ke-5, MOCB Bersih-bersih Pantai Citra Lestari

0
Peringati Hari Jadi Ke-5 MOCB Gelar Bersih Pantai (ist)

BONTANG – Komunitas pemotor selalu identik dengan touring hingga aksi balapan liar. Tapi tak jarang para komunitas motor mensisipkan aksi-aksi kemanusiaan seperti berbagi bakti sosial hingga melakukan bersih-bersih tempat yang disinggahi.

Hal inilah yang dilakukan komunitas Metic Owner Community Bontang (MOCB), memperingati hari ulangnya ke-5 dan Kota Bontang ke-22 tahun, Minggu (17/10/2021). Mereka melakukan aksi bersih-bersih Pantai Citra Lestari yang sebelumnya dikenal dengan Pantai Galau.

Ketua MOCB Robby Kuniawan mengatakan, aksi ini bertujuan agar menjaga wilayah pantai tetap bersih sehingga para pengunjung merasa nyaman ketika berada bersantai disini.

“Selain itu kami ingin merubah pandangan masyarakat bahwa sejauh ini bikers itu bisanya hanya balapan dan ugal-ugalan di jalan, tetapi kenyataannya bikers tidak seperti itu dengan kegiatan ini peduli lingkungan hari ini kami ingin tunjukan kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat tidak berfikir negatif tentang bikers,” ungkap Robby.

Ia berharap, setelah kegiatan bersih-bersih yang dilakukan Minggu (17/10) kemarin bisa menyadarkan para pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga tetap bersih. “Kami ingin menyadarkan masyarakat bahwa kepedulian terhadap lingkungan itu penting,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bontang Andi Sofyan Hasdam yang ikut dalam kegiatan ini, mengapresiasi apa yang laksanakan MOCB dengan bersih-bersih Pantai Citra Lestari. Sebab Pantai Citra Lestari ini adalah salah satu pantai yang muncul di tengah pandemi untuk meningkatkan wisata dan tempat hiburan bagi masyarakat.

“Kami harap bukan hanya MOCB yang peduli terhadap lingkungan, tetapi main banyak tumbuh kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Mengingat potensi banjir sangat tinggi sehingga bukan hanya peran serta pemerintah, perusahaan dan lainnya,” bebernya.

Menurutnya, bersih-bersih lingkungan di wilayah Pantai Citra Lestari ini sudah banyak organisasi yang melaksanakannya, namun, kalau dilihat sampah seakan tidak ada habisnya.

“Kalau dilihat ada perilaku yang salah juga dari warga sekitar, maka dari itu penting kerja sama seluruh pihak untuk menumbuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Dikatakan Andi Faiz, kawasan wisata Pantai Citra Lestari tidak masuk dalam daftar potensi wisata di Kota Bontang dan hanya dikelola pemuda di sekitar pantai dengan menarik retribusi kepada warga yang berkunjung.

Seharusnya kata dia, pengelola sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah agar memberi kemudahan bagi para pengunjung untuk membuang sampah dan memberi kenyamanan kepada para pengunjung.

Untuk diketahui, ada sekitar 53 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan bikers peduli lingkungan yakni Metic Owner Community Bontang (MOCB), Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Bontang (YVCI -FB) dan Bontang Sniper Team (BST). (al/red)

Diskominfo Dorong Bontang Jadi Kota Informatif 

0
Penyerahan hadiah lomba PPID pembantu oleh Wali Kota Bontang kepada pemenang juara satu. (Diskominfo)

BONTANG – Dalam rangka HUT ke-22 Pemkot Bontang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan lomba Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu. Lomba diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang.

Penyerahan hadiah dilaksanakan saat syukuran HUT Bontang di Auditorium Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (12/10/2021) lalu. Berdasarkan Keputusan Wali Kota Bontang nomor 188.45/4/414/Diskominfo/2021, juara pertama lomba diraih Kelurahan Bontang Baru yang berhasil mengumpulkan nilai sebanyak 97,46. Juara kedua disusul Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan nilai 93,46. Lalu di posisi ketiga diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan nilai 92,04.

Adapun juara harapan satu, diraih Kecamatan Bontang Barat dengan nilai 89,46. Posisi juara harapan kedua ditempati Kecamatan Bontang Selatan dengan nilai 89,38. Kemudian posisi terakhir atau harapan tiga, diraih Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan nilai 68,3. Keenam OPD tersebut mendapat hadiah berupa piagam penghargaan beserta uang pembinaan yang diserahkan langsung Wali Kota Bontang, Wawali Bontang, dan Ketua DPRD Bontang.

Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki mengatakan, lomba PPID pembantu dilaksanakan dalam rangka mendorong setiap OPD untuk melakukan keterbukaan informasi publik, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008  dan Perda Bontang Nomor 6 tahun 2020. “Di Kaltim, kita (Bontang) peringkat satu. Sehingga hal ini harus terus kita dorong agar Bontang menjadi kota informatif,” terangnya.

Dalam penilaian lomba, Dsikominfo bekerja sama dengan Komisi Informasi dan Diskominfo Provinsi Kaltim sebagai tim penilai. Beberapa indikator penilaian lomba diantaranya keterbukaan informasi, transparansi anggaran, data informasi berkala, informasi setiap saat, ketersedian website yang ada di setiap OPD, serta ketersediaan media sosial (medsos).

Untuk mengukur penilaian dalam lomba ini, Diskominfo menyebar kuisioner kepada peserta lomba. Setelah itu, kuisioner dikembalikan ke panitia untuk dicek dan dinilai. Kemudian oleh panitia, kuisioner diperingkat. Bagi yang masuk dalam urutan 1-10 besar, dinilai oleh tim juri dari provinsi. (bms/adv)

PTM Terbatas, Kemenag Bontang Izinkan 5 Madrasah

0
Gedung MA DDI Bontang. (ist)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang baru mengizinkan 5 madrasah untuk menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Hal tersebut berbeda jauh dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang yang hingga kini telah mengizinkan 41 sekolah jenjang SD dan SMP.

Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Bontang, HM Rais menjelaskan, lima madrasah tersebut yakni Raudhatul Atfal (RA) Assakinah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI, MI Jamiyyatul Qurro’, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas, dan Madrasah Aliyah (MA) DDI. “Terhitung Oktober ini kelimanya sudah bisa menyelenggarakan PTM,” ujarnya.

Sementara 13 madrasah sisanya, sambung Rais, dianggap belum memenuhi standar saat pengisian persyaratan PTM terbatas melalui link yang diberikan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Sehingga masih diberlakukan pembelajaran jarak jauh atau daring. Sebab ketika dianggap belum sesuai protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan, maka secara otomatis akan tertolak oleh sistem. “Semisal dalam satu madrasah terdiri dari sepuluh guru, namun baru tujuh yang divaksin, bisa jadi itu alasan ditolak oleh sistem,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong madrasah yang belum, agar segera melengkapi persyaratan  yang diminta Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI. Sebagai informasi, siswa-siswi madrasah di bawah naungan Kemenag Bontang rata-rata telah divaksin, sama seperti sekolah di bawah naungan Disdik Bontang. Bahkan MAN Bontang, menjadi lembaga pendidikan pertama yang divaksin di Kota Taman.

Tercatat hingga saat ini, persentase cakupan vaksinasi pelajar atau remaja usia 12-17 tahun di Bontang per Jumat (15/10/2021), telah mencapai 82,6% untuk dosis pertama, dan 33,2% untuk dosis kedua. Grafik persentase tersebut selalu naik menyusul gencarnya vaksinasi di  kalangan pelajar Bontang. (bms)