Beranda blog Halaman 1225

Kapolres Pimpin Upacara Bendera Dirangkai Halal Bihalal dan Pemberian Bingkisan untuk Anggota yang Ulang Tahun

0

BONTANG – Polres Bontang menggelar upacara  bendera bulanan yang di rangkai pemberian bingkisan  kepada anggota yang berulang tahun di bulan Mei 2022. Kegiatan dilanjutkan dengan  halal bihalal  di lapangan apel Polres Bontang, Selasa (17/05/2022).

Upacara ini dipimpin Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi S.H.,S.I.K.,M.H. dan diikuti  Waka Polres Bontang Kompol Wisnu Dian Ristanto S.I.K, Pejabat Utama (PJU), kasat, kasie, kapolsek jajaran, perwira, dan seluruh personel Polres Bontang. Baik Polri maupun ASN .

Dalam sambutannya, Kapolres Bontang mengatakan, upacara  bendera ini jangan dianggap kegiatan rutin, namun harus dimaknai sebagai momentum untuk memupuk dan menumbuhkan nilai-nilai jiwa patriotik dan nasionalisme kepada setiap individu Polri.

Hal ini katanya, penting untuk membangun karakter dan jati diri Polri, serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi peningkatan semangat pengabdian sebagai anggota Polri yang dilandasi Tribrata dan Catur Prasetya.

Kapolres mengavaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh Polres Bontang pada bulan yang lalu selesai melaksanakan operasi  ketupat Mahakam 2022 dengan baik sehingga gangguan kamtibmas dapat ditekan dan diminimalisasi sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bontang cukup kondusif.

“Ini merupakan kerja keras bersama dan sinergi semua personel Polres Bontang, baik dari fungsi Reskrim, Lantas, Samapta, Intelkam, Binmas, dan Bhabinkamtibmas serta dukungan dari seluruh anggota Polres Bontang. Hal ini harus kita pertahankan dan ditingkatkan agar kamtibmas di wilayah kota Bontang semakin meningkat. Saat ini kita juga masih melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) guna menciptakan stuasi kamtibmas yang kondusif,” ucapnya.

Selain itu Kapolres Bontang menyampaikan  kondisi Covid-19 di Kota Bontang sudah melandai. “Hal ini berkat kerja keras kita semua dalam mendisiplinkan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan peran serta Polres Bontang yang aktif dalam pencapaian target vaksin secara nasional. Namun demikian kita tidak boleh lengah dan terlena Polri harus  sebagai contoh dalam menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dalam Kesempatan tersebut Kapolres  menerangkan  bahwa upacara dirangkai dengan pemberian bingkisan kepada personel yang berulang tahun di bulan Mei sebagai wujud apresiasi dan perhatian dari pimpinan.

Diakhir  sambutannya Kapolres mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polres Bontang yang melaksanakan tugas dengan baik dan profesional.

Sementara itu selesai melaksanakan apel upacara bendera dan pemberian bingkisan, Kapolres Bontang didampingi Wakapolres dan para Pejabat Utama melanjutkan kegiatan dengan halal bihalal dan silaturahmi dengan bersalam-salaman bersama seluruh personel secara bergiliran. (hms)

Lagi, Babinsa Koramil 03/Anggana Monitoring Vaksinasi di Wilayah Binaan

0

BONTANG – Sukseskan program vaksinasi di masa pandemi Covid-19, Babinsa Jajaran Kodim 0908/Bontang terus mengawal pelaksanaan vaksinasi di wilayah binaan.

Seperti dilakukan personel Babinsa Koramil 03/Anggana Serda Priya Hartana yang terus mendampingi tenaga kesehatan melaksanakan vaksinasi terhadap warga binaan di Puskesmas Anggana Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (17/05/2022).

Demi menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di desa binaannya, personel Babinsa aktif mendampingi tim medis dari Puskesmas setempat, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksinasi tersebut aman dan halal untuk digunakan.

“Program Vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah menghentikan Pandemi Covid-19. Kita sebagai warga Indonesia harus mendukung dan mengikuti vaksinasi. Tidak usah takut dan khawatir, vaksinasi ini telah kita laksanakan sebelumnya. Jangan mudah percaya berita hoax yang banyak beredar. Mari kita bangkit dan dukung pemerintah dengan mensukseskan program vaksinasi ini,” bebernya.

Terpisah, Komandan Koramil 03/Anggana Kapten Inf Leonardo menjelaskan dalam pelaksanaannya, warga yang akan menerima vaksinasi harus melalui beberapa tahapan.

Mulai mengisi pendaftaran, cek tensi dan suhu badan dan screening oleh petugas kesehatan, bila memenuhi syarat dan dinyatakan sehat baru dilaksanakan vaksinasi. Setelah divaksin peserta harus menunggu beberapa menit untuk mengantisipasi terjadinya reaksi terhadap vaksin.

“Kami juga menyampaikan kepada masyarakat yang telah menerima vaksinasi, untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan yang telah di anjurkan Pemerintah. Di masa pandemi saat ini sangat diharapkan peran serta dan kesadaran seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan penyebaran virus mematikan ini, agar kita dapat kembali bangkit dan memulihkan keadaan,” pungkasnya. (Pendim Btg)

Atasi Banjir, Gelontor Rp 73,6 Miliar

0

BONTANG – Pemkot Bontang tahun ini telah menyiapkan dana sebesar Rp 73,6 miliar untuk penanggulanangan banjir di Kota Taman. Rinciannya, Rp 54 miliar dialokasikan melalui APDB Kota Bontang 2022 dan bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim sebesar Rp 19,6 miliar.  Dana itu digunakan untuk membangun sejumlah proyek penanggulangan banjir di daerah-daerah langganan banjir.

Kepala Badan Penelitian, Perencanaan dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang, Amirudin merincikan, dana Rp 54 miliar dari APBD Bontang, digunakan untuk membangun kolam polder di 2 kelurahan di Kota Bontang, membangun drainase di Jalan MT Haryono dan turap sungai di Jalan Imam Bonjol.

“Program penanggulangan banjir, sudah menjadi program prioritas Pemkot Bontang yang telah dituangkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD, Red) Tahun 2021-2026,” sebutnya.

Selain melalui dana APBD Bontang 2022, untuk mengatasi banjir ini, Pemkot Bontang juga mengajukan bantuan keuangan (bankeu) melalui Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2022.

“Yang kami usulkan Rp 400 miliar, namun disetujui Rp 22,9 miliar. Memang angkanya masih jauh dari harapan, tapi kita syukuri. Kita harapkan angkanya terus meningkat setiap tahun untuk program penanggulangan banjir ini,” bebernya. “Ini sudah menjadi komitmen Pemerintah (Basri-Najirah, Red.) yang akan fokus mengatasi banjir di Kota Bontang,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bontang Sony Suwito mengakui, telah menerima bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim untuk proyek penanggulangan banjir sebesar Rp 22,9 miliar.

Bantuan keuangan itu digunakan untuk penurapan sungai senilai Rp 19,6 miliar dan sisanya, Rp2,5 milar  untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Ibu Kota Kecamatan (IKK), Kanaan. “Kita komitmen untuk program-program penanggulangan banjir ini. Kita harapkan, banjir di Bontang bisa segera diatasi,” tegasnya. (rin/mk)

Pintu Masuk Harus Diperlebar, Pasar Citra Mas Loktuan Belum Siap Dioperasikan

0

BONTANG – Rombongan Komisi III melakukan sidak di Pasar Baru Taman Citra Kelurahan Loktuan,  Selasa (17/5/2022). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan sarana penunjang.

Ketua Komisi III Bontang, Amir Tosina mengatakan, ada beberapa catatan dari hasil sidak. Catatan yang terpenting ialah pintu masuk di Gedung Pasar Basah yang dinilai terlalu sempit.

Pintu masuk pasar hanya memiliki lebar tidak sampai 2 meter. Padahal, aktivitas nantinya akan padat karena pedagang harus membawa gerobak menaruh barang dagangannya.

“Ini tidak ideal pintu masuknya. Harus dilebarkan lagi, bayangkan kalau pedagang mau bawa barang ke dalam pasti kesulitan,” kata Amir Tosina,  ditemui di Pasar Baru Taman Citra Loktuan.

Hasil sidak juga meminta Diskop-UKMP memastikan konektivitas saluran pembuangan air yang berada di pasar baru sebelum ditempati.

Dikhawatirkan, jika terjadi sumbatan akibat tumpukan sampah, efeknya akan menghambat aliran air. Dari situ muncul dampak soal aroma tidak sedap yang tentu akan dirasakan oleh masyarakat.

Bangunan yang sudah ada sejak dua tahun lalu dinilai harus segera digunakan. Pada 2018, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan site pile, dari APBN  sekira Rp 9,8 miliar.

Lalu pada 2019, lantaran pasar yang dibangun pertama tidak mampu menampung jumlah pedagang di Pasar Citra Mas lama, maka dilakukan penambahan bangunan menjadi dua lantai dengan kisaran biaya Rp 14,6 miliar melalui APBD.

Sebagai informasi, jumlah kios dan los di gedung baru Pasar Citra Mas Loktuan, sebanyak 554 lapak. Sementara jumlah lapak yang terdaftar milik pedagang sebanyak 493 kios untuk 433 penjual di pasar.

“Semua harus dipastikan selesai dibenahi. Kalau dilihat lantai saluran ipal sudah banyak yang retak nanti menjadi penyebab tersumbatnya sampah,” terangnya.

Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Kepala UPT Pasar Andi Parengrengi mengatakan, memang sejumlah sarana dan prasarana belum semua terselesaikan.

Dari 18 item yang kurang, tiga sudah rampung dibenahi. Misalnya dari konektivitas ipal, tampungan air bersih, dan pengoperasian blower.

Sisanya unit kerusakan kecil yang akan dibenahi setelah mendapat anggaran. Dari estimasi pengerjaan membutuhkan biaya Rp 200 juta.

Untuk itu anggota DPRD diminta mengalihkan anggaran pokok pikiran agar menutupi sisa perbaikan.

“Biar cepat, bisa anggota DPRD salurkan dana aspirasinya agar cepat diperbaiki. Estimasi pemindahan dilakukan bulan depan,” pungkasnya. (ahr)

Banjir Rob Kembali Landa Bontang Kuala

0
Kondisi banjir rob Bontang Kuala

BONTANG – Banjir rob yang diakibatkan pasang air laut merendam Jalan Kapten Piere Tendean Kelurahan Bontang Kuala sejak pukul 06.00 Wita, Selasa (17/5/2022).

Dari data yang dikirimkan  Kelurahan Bontang Kuala, diketahui ketinggian air pasang mencapai 2,4 meter. “Ketinggian air beda-beda pagi dan sore. Tetapi, puncaknya pagi ini,” terang Lurah Bontang Kuala, Suiza Ixan Saputro.

Akibat rob, akses jalan masuk ke pemukiman Bontang Kuala dan ke beberapa sekolah  terganggu. Salah satunya jalan menuju Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bontang, MTS Al-Ikhlas, dan akses jalan menuju SD Negeri 001 ikut terdampak.

Berdasarkan informasi yang diterima, air mulai naik sejak pukul 04.00 Wita untuk pintu masuk menuju destinasi wisata apung di Bontang Kuala.

Salah satu guru MAN Bontang Arbain mengatakan, akibat banjir jelas menghambat proses belajar mengajar. Ditambah, peserta didik dan guru harus jalan kaki untuk bisa masuk ke dalam sekolah.

Dikatakannya, banjir rob sering kali terjadi dan tidak jarang masuk sampai ke dalam sekolah. “Pasti terhambat proses belajarnya. Yang penting tetap berjalan dan seluruh peserta didik bisa masuk sekolah dan mendapat ilmu pengetahuan,” kata Arbain.

Guru lainnya, Budi menjelaskan, air juga sudah mulai merendam halaman MAN Bontang. Namun, belum masuk sampai ke ruang belajar, ini berkat tanggul yang dibuat di depan gerbang masuk dan belakang pintu keluar sekolah.

“Itu genangan masuk hanya rembesan air. Biasanya sebelum di tanggul jelas masuk dan kelas ikut terendam,” terangnya.

Selain tiga sekolah, Kantor Kementerian Agama Kota Bontang juga ikut terdampak. Terlihat banyak pekerja yang kesulitan  masuk dan melaksanakan aktivitas mereka. (ahr)

MODN Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Karang Paci, DPRD Bakal Panggil PT Bayan

0
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun bersama unsur pimpinan dan gabungan Komisi saat menerima unjuk rasa dari MODN, Selasa (17/5).

SAMARINDA – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Majelis Organisasi Daerah Nasional (MODN) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Kaltim, Selasa (17/5).

Aksi tersebut guna menyikapi pemberian dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh salah satu perusahaan tambang yang tergabung dalam Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) sebesar Rp 200 miliar kepada kampus di pulau Jawa dan berbanding terbalik dengan kampus yang ada di Kaltim.

Mahfudz Ghojali selaku bendahara MODN mengatakan bahwa penggunaan dana pribadi pemilik Bayan Group, untuk disalurkan menjadi dana pendidikan bagi Perguruan Tinggi diluar Kaltim tetap tidak etis.

“Ini sungguh sangat mencederai masyarakat Kaltim, bukan itu saja kami mencurigai banyak dana CSR perusahaan yang mengantongi PKP2B lainnya yang menyalurkan CSR ke luar Kaltim,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajukan tuntutan yaitu, agar perusahaan tambang yang memiliki wilayah operasi di Kaltim memberikan CSRnya kepada masyarakat Kaltim, kemudian transparansi penggunaan dana CSR 30 PKP2B yang ada di Kaltim, selanjutnya masyarakat Kaltim meminta DPRD Kaltim bekerjasama dengan harmonis bersama Gubernur Kaltim.

Kemudian lanjut Mahfudz, mendesak Gubernur memperbaharui Forum CSR kepada masyarakat Kaltim untuk peningkatan SDM Kaltim, kemudian mendesak Gubernur dan DPRD segera mungkin merealisasikan Perpres nomor 55 tahun 2022 tentang Pendegelasian Pemberian Perizinan Berusaha di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan membuat Peraturan Batubara.

“Apabila tidak terealisasi maka selaku masyarakat Kaltim akan menutup Sungai Mahakam,” ujar Mahfudz.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan bahwa pihaknya merespon hal ini dengan memanggil PT Bayan Resources untuk mengklarifikasi dengan perwakilan masyarakat dari MODN.

“Dan ternyata hasil klarifikasi yang dilakukan bahwa bantuan ke perguruan tinggi di luar Kaltim adalah berasal dari dana pribadi owner,” ucap Samsun.

Ia menegaskan bahwa demi rasa keadilan masyarakat bahwa dana bantuan itu diserahkan ke Kaltim selain membantu di tempat lain. “

Harapannya, bantuan bisa lebih besar karena dampaknya, ekploitasi yang dilakukan adalah masyarakat Kaltim yang merasakan,” tandasnya.
Kemudian politisi PDI Perjuangan ini menyampaiakan bahwa DPRD Kaltim akan mengevaluasi semua aturan. Apakah sudah sesuai Perda yang ada atau ketentuan-ketentuan terkait CSR sudah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh atau tidak.

“Kita di DPRD punya mekanisme, ada Komisi yang membidangi, ada AKD yang lain. Nanti kita akan bicarakan di Rapim apakah Komisi mana atau akan dibentuk Pansus atau gabungan Komisi, nanti akan dibicarakan di Rapim,” pungkasnya. (adv)

Rusman Ya’qub Sayangkan CSR PKP2B Mengalir ke Pulau Jawa

0
Anggota DPRD Kaltim Rusman Ya'qub

SAMARINDA – Terungkapnya aliran dana CSR perusahaan tambang PKP2B terbesar di Kaltim kepada tiga universitas yang ada di pulau Jawa, mengundang perhatian publik, khususnya masyarakat Kaltim. Banyak elemen masyarakat yang menyayangkan tindakan “tebang pilih” yang dilakukan oleh perusahaan tambang berinisial PT BY tersebut.

Pasalnya, mereka telah mengeruk hasil bumi Kaltim, namun justru yang menikmati orang di luar Kaltim. Kekecewaan dirasakan oleh anggota DPRD Kaltim Rusman Ya’qub. Dikatakannya, masyarakat Kaltim sebenarnya tidak keberatan kalau pihak perusahaan tambang yang berdomisili di Kaltim menyalurkan dana CSR ke luar Kaltim.

Namun yang harus diingat, kata dia, perusahaan juga harus melihat Kaltim, sebagai daerah yang dia keruk hasilnya kekayaannya, sehingga CSR juga bisa diberikan kepada universitas yang ada di Kaltim. Karena kata Rusman, Kaltim memiliki banyak universitas dan lembaga pendidikan yang masih membutuhkan support dari pihak lain.

“Saya atas nama fraksi PPP juga menyayangkan, kog perusahaan-perusahaan tambang itu justru lebih mementingkan untuk memberikan CSR dan dana bantuan pendidikan ke luar Kaltim,” ucapnya, ditemui usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Kaltim.

“Boleh-boleh saja, kita tidak keberatan dan kita tidak mempersoalkan kepada lembaga yang menerima. Tapi yang kita sayangkan adalah keberadaan perusahaan ini kan daerah operasionalnya ada di Kaltim, tapi justru mereka lebih memperhatikan pihak lain. Padahal tanggung dan beban sosial yang diterima adalah Kaltim,” sambungnya.

Menurut dia, seharusnya pihak perusahaan tambang lebih memiliki kepedulian pada pendidikan yang ada di Kaltim. Mengingat daerah operasinya berada di Kaltim. “Bahwa yang dibantu itu soal kepentingan bangsa, memang iya. Tapi mestinya Universitas Mulawarman dong dan universitas yang ada di Kaltim yang menjadi prioritas. Dimana kita tahu bahwa universitas di Kaltim ini masih banyak yang memerlukan sentuhan,” katanya.

Apa yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengenai perusahaan tambang PKP2B terbesar di Kaltim menyalurkan ratusan miliar untuk tiga universitas di pulau Jawa, Rusman Ya’qub sendiri mengaku kaget dan sebelumnya belum pernah menerima informasi tersebut.

Untuk itu, dirinya mendorong agar Pemprov Kaltim bersama DPRD Kaltim memanggil seluruh perusahaan tambang yang ada di Kaltim. “Saya mendorong untuk semua perusahaan tambang dipanggil. Karena pak Wagub sebut perusahaan paling besar PKP2B, tapi apa kontribusinya kepada Kaltim? Tidak ada.

Padahal rakyat yang ada di sekitar wilayah beroperasi merasakan dampak. Ini sudah terlalu jauh ketimpangannya. Jadi, menurut saya harus benar-benar menyikapi. Karena tidak memenuhi aspek keadilan sosial, kalau lama-lama dikhawatirkan ada provokator. Ini adalah ketidakadilan sosial ekonomi, masa Kaltim jadi sapi perahan terus menerus, yang benar saja,” tegasnya. (adv)

DPRD Kaltim Segera Bentuk Pansus Bahas CSR Perusahaan

0
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ahkmed Reza Fachlevi

SAMARINDA – Komisi III dan Komisi IV DPRD Kaltim memanggil Bayan Group untuk mengklarifikasi soal penyaluran CSR ke sejumlah perguruan tinggi di Jawa, Selasa (17/5/2022).

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ahkmed Reza Fachlevi mengatakan, Bayan Group mengklarifikasi bahwa dana yang mengalir ke sejumlah kampus di Jawa merupakan dana pribadi. Dalam rapat tersebut, Bayan Group juga memaparkan realisasi CSR dan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) di Kaltim.

“Kalau dana pribadi, kita di Kaltim juga meminta hak masyararakat. Karena perusahaan tersebut beroperasi di Kaltim. Supaya ada sumbangsihnya bagi daerah kita jangan yang ditinggalkan luka saja,” tegasnya usai rapat.

Reza menambahkan, DPRD Kaltim berinisasi untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menindaklanjuti persoalan CSR di Kaltim. Termasuk melakukan revisi Perda 3/2013 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Diketahui dalam perda tersebut termuat besaran CSR pertambangan yang wajib disalurkan sebesar 3 persen, dari laba bersih perusahaan per tahun.

“Perlu pembaharuan sesuai dengan aturan di pusat yang berubah, turunannya diubah juga. Akan dibahas secara teknis dalam perda nanti temasuk perhitungan dan lainnya,” terangnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry

Sementara Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry, mengatakan, besaran angka CSR dari Bayan Group belum disampaikan. Yang dilaporkan hanya program PPM Bayan Group di sejumlah bidang seperti pendidikan, kesehatan dan infrastrukur senilai Rp 30 miliar.

“Kami perlu tahu bahwa perusahaan bersangkutan telah menjalankan CSR. Perusahaan tambang lain juga harus menyampaikan. Kedepan kita akan panggil 11 PKP2B dan juga IUP,” tegasnya. (eky/adv)

398,6 Kg Sampah Terkumpul di Pulau Beras Basah

0

BONTANG – Pasca libur panjang  Hari Raya Idul Fitri, aksi bersih-bersih dilakukan di Pulau Beras Basah, pada Minggu (15/5/) hingga Senin (16/5). Yang cukup mencengangkan, dari gerakan pungut sampah yang diinisasi Komunitas Peduli Sampah Kota Bontang ini, berhasil mengumpulkan 398 kg sampah.

Adapun rincian sampah yang dikumpulkan yakni sampah duplex (kotak makan/snack, kotak ciki, kotak susu, dan lainnya) sebanyak 1 kg, kardus 4,2 kg, botol plastik 8,3 kg, gelas plastik 23,5 kg, kaleng seng 2,7 kg, plastik kemasan/kresek 16,6 kg, sedotan plastik 2,31 kg, botol kaca 31,43 kg, serta sampah residu berupa hasil pembakaran, styrofoam, terpal, banner, dan lainnya sebanyak 308,56 kg.

Dalam aksi gerakan pungut sampah ini, Komunitas Peduli Sampah Kota Bontang melibatkan 87 relawan yang berasal dari berbagai organisasi. Di antaranya Komunitas I Care, Ruang Kita, MOCB Pokdarwis Bontang Baru, Duta Peduli Sampah, Anak Rantau Kutai Timur, MTMA Kutai Timur, Bosan adventure, Salimah Bontang, Bontang Adventurer Community, #HetifahChangeMakerGrant dan Bontang Rimba Batara serta beberapa aktivis lingkungan lainnya.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung agar dapat membuang sampah pada tempatnya dan membawa pulang sampah kembali ke daratan,” kata Muhammad Saipul, ketua Komunitas Peduli Sampah kepada Media Kaltim.

“Tidak hanya sampah yang menjadi perhatian kami, tetapi juga sedotan plastik. Kami sudah lakukan pengukuran dan menghasilkan sekitar 16.308,8 cm atau 163,088 meter atau setara luas lapangan sepakbola,” tambahnya.

Menurutnya, sampah yang dihasilkan ini tentu akan sangat membahayakan biota laut. Apabila sampah sedotan plastik yang berada di lautan. “Karena itulah kami menghimbau untuk melakukan pengurangan pemakaian sedotan plastik,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah agar dapat bersinergi dan berkolabori bersama komunitas. “Kegiatan ini swadaya dari relawan dan beberapa donatur. Terima kasih untuk para relawan dan donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan gerakan pungut sampah laut. Kedepan, kita harapkan kegiatan ini bisa menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya. (rin/mk)

Salimah Bontang Ikut Bersih-Bersih Pulau Beras Basah

0

BONTANG – Sebagai bentuk rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap lingkungan, Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bontang  ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih di pantai Pulau Beras Basah, Kota Bontang, Minggu, (15/5)

Ketua Salimah Bontang Mutmainah mengatakan, di pantai beras basah seringkali dijumpai kondisinya banyak sampah. Sampah tersebut merupakan sampah yang terbawa aliran ombak.

Selain itu juga terdapat sampah-sampah yang dibawa dan ditinggalkan oleh pengunjung pantai. Sebagai daerah tujuan wisata, pengelolaan sampah  sangat penting, selain dari aspek estetika tentu juga dari sisi kesehatan.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi sarana perkembangbiakan hewan yang berpotensi menjadi vektor penularan penyakit. Selain itu sampah yang lepas ke  lingkungan juga  bisa membahayakan biota laut.

“Salimah melalui Program Komunitas Perempuan Salimah Peduli Lingkungan (KPSPL) ikut terpanggil dan mendukung penuh kegiatan ini, kita semua memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat pantai beras basah ini,” ujarnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Sampah ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung agar dapat membuang sampah pada tempatnya dan membawa pulang sampah kembali ke daratan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan deklarasi Laut Bukan Tempat Sampah bersama beberapa komunitas yang hadir. (rin/mk)