Beranda blog Halaman 1243

Gelontorkan Rp 3,6 Miliar, Jalan di Bontang Lestari Mulai Diperbaiki

0
Perbaikan Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Bontang Lestari. (Annisa/radar bontang)

BONTANG – Ruas Jalan Ir Soekarno – Hatta mulai diperbaiki. Untuk pengerjaan fisik diperkirakan berlangsung selama 5 bulan. Jalan menyerupai jalur off road itu secara bertahap diperbaiki, walaupun tidak secara keseluruhan.

Dari pantauan mediakaltim.com, paling tidak ada 6 titik kerusakan Jalan Soekarno-Hatta sisi sebelah kiri dari simpang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada, menuju pusat pemerintahan yang mulai dikerjakan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurddin mengatakan, saat ini kontraktor pelaksana sedang melakukan pengupasan jalan yang tingkat kerusakannya cukup parah.

Dengan nilai proyek Rp 3,6 miliar, diharapkan bisa memperbaiki dua ruas sisi kiri dan kanan. Dari panjang 9,6 kilometer, diketahui titik kerusakan yang paling parah berada di dekat jalur Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dari awal Februari kemarin sudah mulai berjalan. Awal berada di sisi sebelah kiri dari RSUD Taman Husada,” kata Anwar saat dikonfirmasi, Selasa (22/2/2022).

Selanjutnya, PUPRK terus melakukan rekayasa jalan untuk menghitung berapa titik yang akan diperbaiki dengan anggaran yang dinilai terbatas.

Pengerjaan kerusakan jalan yang berat akan diperbaiki dengan menggunakan beton. Sedangkan jalan yang volume kerusakannya sedang akan ditambal dengan aspal.

“Kalau yang kecil-kecil kita lewatin dulu menunggu anggaran selanjutnya,” terangnya.

Selain itu, PUPRK juga akan mengerjakan perbaikan di dua ruas jalan. Jalan M Roem dan Jalan Urip Sumoharjo yang mendapat anggaran hasil dari pokok pikiran DPRD dengan rincian masing-masing Rp 200 juta.

Perbaikan Jalan M Roem nantinya akan menyasar titik dekat Kelurahan Bontang Lestari, di arah turunan menuju posko Damkar satu titik, serta didekat simpang menuju stadion taman prestasi satu titik.

Sedangkan di Jalan Urip Sumoharjo, prioritas tentu berada dekat dengan aktivitas perusahaan. Selain mendapat suntikan anggaran Pemkot Bontang, perbaikan juga dilakukan oleh 3 perusahaan yang beroperasi di Bontang Lestari.

“Pengerjaan ditarget jalan Maret mendatang. Perbaikan juga dilakukan dengan menggunakan beton. Memang jumlahnya tidak banyak tetapi mampu mengurangi lokasi kerusakan,” pungkasnya. (ahr)

Luncurkan Portal Satu Data dan TTE, Diskominfo Berharap Bisa Tekan Informasi Hoaks

0
Launching TTE oleh Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Senin(21/2/2022)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bontang meluncurkan portal satu data, yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai macam data. Portal ini sebagai upaya Diskominfo memberikan layanan keterbukaan informasi publik sehingga masyarakat dapat mengakses informasi dengan akurat, mudah, dan cepat.

Plt Kepala Diskominfo Bontang Dasuki, mengatakan launching portal satu data ini juga untuk meminimalisasi informasi-informasi tidak valid atau hoaks yang bisa saja didapat dari berbagai sumber. Dengan adanya portal satu data, masyarakat tidak perlu ragu lagi dengan hal tersebut.

“Seringkali masyarakat bingung dengan keterbukaan data dan dalam hal ini, data yang masyarakat dapatkan dalam portal satu data, itu adalah data yang valid yang sudah melewati proses pemetaan dari kami (Diskominfo), ” ucap Dasuki saat ditemui usai acara launching, di Pendopo Rujab, Senin (21/2/2022).

Portal satu data sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia dan telah terintergrasi secara nasional. Karena itu kata Dasuki, jangkauan akses masyarakat akan lebih luas. Siapapun, dimanapun, dan kapanpun bisa mengakses data yang dibutuhkan.

Dia mengatakan nanti akan dibentuk forum satu data Kota Bontang. Dari forum tersebut akan dilakukan tahap pengumpulan dan pemeriksaan data apakah data sudah bisa di proses ke tahap selanjutnya dan dinyatakan valid untuk disebarluaskan.

“Di forum satu data Kota Bontang, data akan dihimpun dari berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Kami lihat dan periksa, baru setelah itu akan kami masukkan ke situs data.bontangkota.go.id. Sekarang beberapa data yang sudah valid bisa diakses di portal ini,” jelasnya.

Dari sisi keamanan, data yang diverifikasi dan dinyatakan valid telah dicantumkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) didalamnya. Sehingga data yang tersebar luas telah terjamin keakuratan dan keamanannya.

“TTE yang juga dilaunching hari ini, memudahkan kita dalam memverifikasi sebuah data, jadi tidak ada lagi kasus pemalsuan tanda tangan, dan pemalsuan jenis lainnya. Semua aman, legal, dan tidak ribet, ” kata Dasuki.

Tercatat pada Januari 2022, capaian penerbitan TTE sudah ada sebanyak 115 orang. Targetnya, Diskominfo akan terus mensosialisasikan hal ini kepada seluruh OPD agar proses tanda tangan segera beralih ke TTE yang akan memudahkan alur proses data dimuat.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengungkapkan portal satu data ini sebagai pusat informasi yang dapat diakses oleh siapapun sehingga memberikan pelayanan yang mudah bagi para pencari data.

“Saya mengapresiasi Diskominfo Bontang dalam mewujudkan portal satu data ini. Ke depan, ini akan menjadi wadah komunikasi serta koordinasi di tingkat daerah maupun nasional. Apalagi data yang disajikan benar-benar akurat dan terjaga keamanannya,” ujarnya. (ahr)

Bincang Literasi Menulis Feature Menjadi Buku, FPB Hadirkan Penulis Berbakat

0

BONTANG – Forum Penulis Bontang (FPB) sebagai wadah para penulis buku di Kota Taman, menggelar bincang literasi bertajuk “Menulis Feature Menjadi Buku”, Senin (21/2/2022). Kegiatan perdana FPB ini digelar virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan yang didukung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang ini dipandu Retno Utami yang juga seorang penulis. Sebagai pembicara, FPB menghadirkan penulis muda berbakat sekaligus seorang petualang (traveller), Unesia Drajadispa.

Unesia yang keseharianya bekerja sebagai karyawan PLN itu telah menelurkan sebuah buku berjudul “Bekerja Tidur dan Berjalan di Kutai Timur”. Isi buku mengulas pengalaman pribadi si penulis ketika menjelajahi sejumlah wilayah hutan Kutai Timur (Kutim) sejak 2015-2020.

“Lokasi terbanyak yang diulas dalam buku ini adalah bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat,” tutur gadis yang akrab disapa Une itu.

Bagi Une, Kutim merupakan wilayah yang tak hanya sebagai kawasan tambang dan perkebunan kelapa sawit. Tetapi juga wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Dia mengatakan menulis buku ini untuk mengenalkan dan melestarikan beberapa potensi alam untuk kelangsungan hidup di masa depan. Dalam buku itu, juga berisi ajakan menggaungkan pelestarian adat budaya beserta masyarakat lokalnya.

Sunaryo Broto, salah satu sastrawan Kaltim asal Bontang yang meresensi buku bergenre feature tersebut, mengapresiasi dan memberi ucapan selamat kepada Une. Dia bahkan menyebut, hampir tidak menemukan kesalahan tik dalam buku setebal 184 halaman itu.

“Editornya bagus. Buku ini menambah khazanah literasi di Kaltim yang belum begitu banyak. Terutama untuk traveling di Kutai Timur,” tutur pensiunan PT Pupuk Kaltim itu.

Karena keterampilan penulis dinilai sudah mengalir lancar, Sunaryo menantang gadis kelahiran Surabaya 20 Juni 1993 itu untuk membuat cerpen atau puisi tentang pengalaman travelingnya.

“Syukur bisa merangkai menjadi sebuah novel dengan setting penduduk dan alam lokalnya. Mungkin bisa menjadi buku asyik berikutnya,” harap Sunaryo.

Sementara dalam sambutannya, Sriningsih Hutomo selaku ketua FPB menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya dihadiri peserta asal Bontang, tetapi hingga se-Kaltim. Kegiatan ini diharapkan, dapat mengubah pola pikir (midset) bahwa konsisten pada literasi, mampu mengubah tulisan menjadi produksi. Baik berupa karya nyata maupun penghasilan.

Apalagi, kini sudah ada platform digital. Seperti yang digeluti Sriningsih saat ini. Penulis syair, cerpen, dan novel itu mencontohkan salah satu karyanya yang kini telah sukses menembus kurang lebih 2.900 pembaca, dengan popularitas mencapai 16.900 di platform digital.

“Menulislah untuk mengukir jejakmu. Dengan menulis kita akan mengukir sejarah. Bahkan menjadi kenangan bagi anak cucu kita ketika kita sudah tiada nanti,” pesan Nining, panggilan akrabnya. (rls/ahr)

15 Kepsek SD dan 7 Kepsek SMP di Bontang Berganti, Ini Daftarnya

0

BONTANG – Sebanyak 24 kepala sekolah berganti. Adapun 24 kepala sekolah yang berganti. Rinciannya, 15 kepala sekolah SD, 7 kepala sekolah SMP dan 2 kepala sekolah TK. Pelantikan dan pengambilan sumpah janjinya dilakukan Wali Kota Bontang, Basri Rase, di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Senin (21/2/2022).

Mereka dilantik bersamaan baik secara langsung maupun virtual dengan Jabatan Pengawas Sekolah yang kosong, pelantikan susulan pejabat pengawas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang sebelumnya belum sempat dilantik, dan pengangkatan jabatan Pengawas Sekolah.

Jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 57 orang. Di antaranya Pejabat Pengawas Sekolah 20 orang, Kepala Sekolah 24 orang, Kepala UPT Puskesmas 6 orang, Kepala TU Puskesmas 6 orang dan Kepala UPT Labotatorium Dinas Kesehatan 1 orang.

Wali Kota Bontang Basri Rase, menyampaikan pelantikan tersebut merupakan penyegaran bagi lingkungan kerja baik di sekolah maupun puskesmas. “Kepala sekolah maupun kepala puskesmas merupakan orang tua di tempat bekerjanya. Tapi bukan berarti tidak mau menerima masukan dan pendapat dari orang lain. Harus rendah hati dan menerima segala masukan,” tegas Basri.

Basri juga berpesan agar setiap pejabat yang ditunjuk tidak menyalahgunakan wewenang dalam bekerja. “Untuk para guru, tolong anak-anak kita di sekolah diperhatikan agar mereka tidak terjebak dalam pergaulan bebas dan dapat meraih cita-cita mereka dengan baik,” sebutnya.

Dijelaskan Basri, dalam aturan penugasan guru sebagai kepala sekolah diberi jangka waktu 4 periode dengan setiap periode berjangka 4 tahun. Pengangkatan kepala sekolah ini pun, sudah memenuhi aspek persyaratan dan aspek pertimbangan yang dilakukan oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah.

Selain itu, pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian tugas tambahan kepada pejabat fungsional tenaga kesehatan sebagai Kepala Puskesmas dan sebagai Kepala Tata Usaha Puskesmas.  “Kepala Puskesmas merupakan penanggung jawab atas segala kegiatan di Puskesmas, pembinaan kepegawaian, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan bangunan, serta sarana dan peralatan,” kata Basri. (ahr/mk)

DAFTAR KEPALA SEKOLAH YANG BERGANTI

Kepala Sekolah SD

  1. JUDIANSYAH, S.Pd, Kepala SDN 002 Bontang Utara
  2. ABDILLAH, S.Pd, Kepala SDN 003 Bontang Utara
  3. RATNA HUSAIN, S.Pd, Kepala SDN 005 Bontang Utara
  4. MASITAH, M.Pd, Kepala SDN 008 Bontang Utara
  5. NURULLY KESUMA NINGRUM, S.Pd, Kepala Sekolah SDN 010 Bontang Utara
  6. NOVITA SUSYATI, S.S, M.Pd, Kepala SDN 001 Bontang Selatan
  7. USMAN ALI, S.Ag, Kepala SDN 004 Bontang Selatan
  8. SALIHUDDIN M., S.Pd, Kepala SDN 009 Bontang Selatan
  9. PINTA SITORUS, S.Pd.SD, Kepala SDN 010 Bontang Selatan
  10. EKA WAHYUNI, S.Pd, Kepala SDN 012 Bontang Selatan
  11. CATURYATI, S.Pd, Kepala SDN 014 Bontang Selatan
  12. KADIR ZAELANI, S.Pd SDN 015 Bontang Selatan
  13. TRI AYUNINGSIH PUJIASTUTI, S.Pd, Kepala SDN 016 Bontang Selatan
  14. SUHARTINI, S.Pd.SD, Kepala SDN 002 Bontang Barat
  15. TITIK PURWANTININGSIH, S.Si, M.Pd, Kepala SDN 004 Bontang Barat

Kepala Sekolah SMP

  1. SITI CHUSUNING KHAYAH, S.Sos, M.Pd, Kepala SMPN 2 Bontang
  2. MUKONO, M.Pd, Kepala SMPN 3 Bontang
  3. RINAWATI HARINI, S.Pd, M.Pd, Kepala SMPN 6 Bontang
  4. EKO YULI ATMANTO, SE, Kepala SMPN 8 Bontang
  5. MUHIDDIN P, S.Pd, Kepala SMPN 5 Bontang
  6. SUKARSIH, M.Pd, Kepala SMPN 7 Bontang
  7. LILYN INDRIYAWATI, S.Pd, Kepala SMPN 9 Bontang

Kepala Sekolah TK

  1. SURATMI, S.Pd.AUD, Kepala Sekolah TK Negeri 1 Bontang
  2. SITI ASIYAH, S.Pd.AUD, Kepala Sekolah TK Negeri 2 Bontang

Pengawas Sekolah Disdikbud

  1. AKHMADI, S.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdibud
  2. ANIK SUWARTI, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  3. AYU PUSPITASARI, S.Si, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  4. BAMBANG SURATNO, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  5. DWI UTARI, S.Pd.SD, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  6. EFIE PARABANG, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  7. HERMAN, S.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  8. IKA ASTUTI, S.Pd.AUD Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  9. JAROT ENDIK SETIAWAN, M.Pd Pengawas Sekolah Muda, Disdikbud
  10. KARTINI, S.Pd, M.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  11. NURHUDA, S.Pd, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  12. MUHAMMAD ROHIM, S.Pd.SD, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  13. MUHSIN, S.S, Pengawas Sekolah Madya Disdikbud
  14. PURWANTO, M.Pd Pengawas Sekolah Madya, Disdikbud
  15. RAHAYU RUSDIYANTI, SE, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  16. SEMUEL PASARRANGAN, S.Pd Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  17. SUMARMI, S.Pd.AUD, Pengawas Sekolah Madya Disdibud
  18. SYAFRIDON, M.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdikbud
  19. YOHANES HENDRI MURJOKO, S.Pd, M.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdibud
  20. YUNI APRILIANTI, S.Pd, Pengawas Sekolah Muda Disdibud

Kepala UPT Puskesmas dan UPT Laboratorium Dinas Kesehatan

  1. I WAYAN SANTIKA, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara
  2. DWIYANTI, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara II
  3. IRMAWATI, Kepala UPT Puskesmas Bontang Selatan I
  4. LIVIA FITRIATI, Kepala UPT Puskesmas Bontang Selatan II Dinas Kesehatan
  5. MUHAMMAD IRZAL WIJAYA, Kepala UPT Puskesmas Bontang Barat
  6. FARADINA, Kepala UPT Puskesmas Bontang Lestari
  7. ZULFADLIANSYAH NUR, SKM, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan

Kepala TU UPT Puskesmas Dinas Kesehatan

  1. SUFIRMAN S, SKM, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Utara I
  2. YULISDA, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Utara II
  3. IRMA DAMAYANTI, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Selatan I
  4. SUWARTI, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Selatan II
  5. AGUSTINA, SKM, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Barat
  6. SULKANTIE, A.Md.Kep, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Bontang Lestari

Pengrajin Tahu Tempe Mengeluh Naiknya Harga Kedelai

0

Produsen tahu dan tempe di Tanah Air bersiap ketar-ketir menghadapi bahan baku kedelai yang melambung menyusul meningkatnya harga kedelai. Salah satunya disebabkan kebijakan pemerintah China yang mereformasi peternakan babi, sehingga butuh kedelai yang cukup banyak untuk pakan ternak babi setelah diterpa flu babi dalam dua tahun lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan memperkirakan, pada tahun lalu pihak memperkirakan produksi kedelai di Argentina dan Brasil akan meningkat. Namun, proyeksi itu diperkirakan meleset.

“Nah begitu reformasi peternakan babi dibikin, SOP yang bagus maka butuh kedelai banyak untuk pakan babi. Sehingga, China ini memborong kedelainya,” kata Oke Nurwan, Minggu (20/2/2022) dikutip detikcom.

“China beralih memborong kedelai ke Amerika. Kedelai kita itu untuk tahu tempe biasanya dari Amerika. Karena diborong harga melonjak, ditambah pandemi,” ujarnya.
Produksi kedelai Argentina dan Brasil yang turun membuat China beralih memasok dari Amerika Serikat (AS). Sementara, kebutuhan kedelai perajin tahu tempe biasanya dipasok dari AS.

Dia menuturkan, pandemi telah mengerek biaya logistik yang berkontribusi juga pada kenaikan harga kedelai. “Pandemi itu biaya logistik naik empat kalilipat. Sehingga harga kedelai naik, dan jatuhnya kedelai di kita naik,” terangnya.

Sebagai informasi, harga kedelai dunia mengalami lonjakan. Situasi ini tentu akan berdampak besar bagi industri tempe dan tahu domestik yang didominasi skala rumah tangga.

Merujuk pada situs tradingeconomics, harga kedelai berfluktuasi di rentang US$ 15 per bushel (sekitar 27,21 kg) setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Mei 2021 di kisaran US$ 16 per bushel.

Situasi ini telah membuat industri tempe dan tahu ketar ketir. Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia Aip Syariuddin mengatakan 20% atau 30 ribu perajin tahu dan tempe telah setop produksi.

NAIK RP 20 RIBU PER KARUNG

Kenaikan harga kedelai mulai dirasakan pengrajin tahu tempe di Kota Taman. Saat ini, harga kenaikan kedelai sebesar Rp 20.000 per karung isi 50 kilogram. Kepada wartawan, pengrajin tahu dan tempe Mudawam, mengatakan saat ini dirinya membeli kedelai dengan harga Rp 605 ribu. Padahal pekan lalu, masih bisa membeli dengan harga Rp 585 ribu.

Pasokan kedelai diperolehnya dari Samarinda dan pengambilan setiap dua minggu sekali. “Baru dua hari lalu naik. Kenaikannya Rp 20 ribu setiap karung,” kata Mudawam, Sabtu (19/2).

Menurutnya, kondisi ini, dilema bagi produsen tahu tempe lantaran di tengah biaya produksi tinggi, dirinya tidak bisa menaikkan harga karena takut kehilangan konsumen. “Kesepakatan dengan pengrajin lain kami tidak menaikan dan mengubah ukuran tahu dan tempe di pasaran,” tuturnya.

Satu bungkus tempe ukuran besar dijual dengan harga Rp 9 ribu. Sedangkan, satu bungkus tempe ukuran kecil seharga Rp 3 ribu. Sementara, satu bungkus tahu isi lima dijual Rp 5 ribu. Untuk satu kaleng tahu irisan besar isi 128 buah dijual Rp 100 ribu. (mk)

Ditarget Vaksinasi Selesai sebelum Ramadan, Polres Gelar Vaksin Tiap Hari

0
Warga mengikuti vaksinasi di Polres Bontang.

BONTANG – Kapolres Bontang, AKBP Hamam Wahyudi meninjau kegiatan vaksin massal di Aula Parama Satwika Mako Polres Bontang, Jumat (18/2/2022). Kapolres berharap target vaksinasi dapat segera tercapai.

Pantauan media ini, Kapolres datang di lokasi vaksin sekitar pukul 09.00 Wita dan langsung berkeliling melihat suasana vaksinasi. Sesekali, Kapolres menyapa masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi. Usai melakukan peninjauan, Kapolres meninggalkan lokasi dan melaksanakan kegiatan Jumat Berkah.

Kapolres menjelaskan target vaksinasi di Kota Bontang sekitar 153 ribu dan saat ini baru mencapai 86 persen. Dia berharap target itu bisa diselesaikan dalam waktu 1 bulan atau sebelum Ramadan 1443 H.

“Untuk mencapai target tersebut kami akan lakukan vaksinasi setiap hari. Kami akan melaksanakan vaksinasi ke setiap kelurahan. Bila perlu sampai ke tingkat RT,” ujarnya. “Kita akan bergerak bersama-sama dengan instansi terkait untuk mengakselerasi sasaran target hingga ke rumah-rumah,” pungkasnya. (hms)

Kajari Alor Mutasi ke Bontang, Gantikan Posisi Dasplin

0
Kajari Alor, Samsul Arif (kiri) bakal menggantikan posisi Dasplin sebagai Kajari Bontang (kanan).

KUPANG – Gerbong mutasi di Kejaksaan Agung kembali bergerak hingga tingkat Kejaksaan Negeri (Kejari). Untuk wilayah kerja Kejati NTT, selain Kajati dan Wakajati serta sejumlah pejabat eselon II masuk dalam gerbong mutasi ini, juga sejumlah Kajari ikut dipindahtugaskan.

Salah satu Kajari yang masuk dalam daftar mutasi kali ini adalah Kajari Alor, Samsul Arif, SH, MH. Arif dimutasi menjadi Kajari Bontang, Kalimantan Timur menggantikan pejabat sebelumnya, Dasplin SH.

Saat dihubungi Media Kupang, Arif membenarkan dirinya digantikan Abdul Muis Ali, SH, MH yang selama ini bertugas sebagai koordinator pada Kejati Kaltim. Arif mengatakan, dirinya bertugas di Kabupaten Alor sejak tahun 2020, atau sekitar 2 tahun.

“Saya masih di luar daerah. Serah terima (jabatan) mungkin 10 hari ke depan di Kejati NTT,” jelas Arif. Mutasi di lingkungan Kejagung dilakukan terhadap ratusan pejabat eselon II dan III, sesuai Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-171/C/02/2022 dan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 54 tahun 2022. (mk)

Vaksiniasi Booster Masih 9,2 Persen, Wali Kota Minta Perusahaan Tingkatkan Cakupan Vaksin

0

BONTANG – Merujuk data Dinas Kesehatan Kota Bontang, cakupan vaksinasi di Kota Taman untuk dosis ketiga atau booster masih rendah. Baru mencapai 9,2 persen dari jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 152.754 orang.

Sasaran vaksin yaitu tenaga kesehatan 1.895 orang, pelayanan publik 12.887 orang, lansia di atas 60 tahun 7.367 orang, masyarakat umum dan rentan 93.558 orang, remaja 12-17 tahun 18.929 orang, dan anak 6-11 tahun sebanyak 18.088 orang.

Wali Kota Bontang Basri Rase mengakui, sesuai arahan Presiden RI Jokowi, dua hal yang bisa menghambat laju penularan virus corona, yakni protokol kesehatan dan vaksinasi. Sementara, cakupan vaksinasi untuk dosis ketiga di Bontang masih rendah.

Demikian juga untuk vaksin kedua masih mencapai 77,5 persen. Sementara dosis pertama persentasinya sudah mencapai lebih dari 86 persen.

“Maka harus dicari orang yang sudah vaksin pertama tapi belum vaksin kedua. Kita juga telah meminta perusahaan mengecek karyawannya sudah divaksin lengkap atau belum. Mereka diminta melaporkan ke Satgas Covid Kota Bontang,” tegas Basri. (ahr)

19 Sampel Terinfeksi Varian Omicron, Kepala Dinkes Minta Tak Panik

0

BONTANG – Dari 30 sampel pasien Covid-19 yang dikirim ke Laboratorium Kesehatan Kaltim, terdapat 19 sampel pasien yang dinyatakan probable atau suspek terinfeksi varian Omicron. Hasil itu diperoleh melalui tes S Gene Target Failure (SGTF) atau metode pemeriksaan untuk mengidentifikasi sampel varian Omicron

Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati MKes, saat dikonfirmasi wartawan. “Akurasi pemeriksaan memang belum 100 persen. Ini perlu disempurnakan lewat tes WGS (Whole Genome Sequencing, Red.) yang hanya bisa dilakukan di laboratorium Surabaya dan Jakarta,” tutur Toetoek.

Namun kata dia, hasil sementara probable Omicron, cukup menjadi acuan dalam mengambil kebijakan penanganan Covid-19 yang cenderung terus melonjak. “Ditambah tren kasus harian kita (Bontang, Red.) sangat tinggi, jadi kemungkinan ini jenis Omicron,” katanya.

Karena itulah, Toetoek mengimbau waga tidak perlu panik tapi tetap disiplin menerapkan protokol (prokes) ketat. “Kewaspadaan tetap terus ditingkatkan lagi. Meski hasil penelitian, virus Omicron tidak seberbahaya Delta. Tapi virus ini bisa mematikan, bila terpapar pada pasien komorbid atau lansia,” tandasnya. (mk)

Atlet Bontang Berlaga di SEA Pencak Silat Championship Singapura, Basri Doakan Raih Kemenangan

0
Dinda Nuraidha, atlet Pencak Silat asal Bontang

BONTANG – Sepuluh pesilat Indonesia bakal bertarung di ajang 8th SEA Pencak Silat Championship 2022 Singapura, selama sepekan mulai Selasa (22/2/2022). Mereka terdiri dari sembilan atlet pelatnas proyeksi SEA Games Hanoi 2022 dan Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2022. Satu atlet di antaranya Dinda Nuraidha, atlet asal Bontang.

“Kita ikut bangga pada prestasi Dinda Nuraida. Semoga Dinda diberikan kemenangan oleh Allah SWT,” harap Wali Kota Bontang Basri Rase, saat melepas keberangkatan Dinda di rumah jabatan Wali Kota Bontang.

Terlahir dari keluarga atlet pencak silat, Dinda telah menjadi atlet andalan Kaltim dalam beberapa kali event Pekan Olahraga Nasional (PON). Termasuk pada PON XX 2021 di Papua, Dinda berhasil menyumbangkan medali perunggu.

Prestasi ini tidak didapatkan secara instan. Banyak pengorbanan yang telah Dinda lakukan. Bahkan, dia harus berpisah dengan orangtua karena bersekolah di Samarinda.

“Ikut tanding sejak kelas tiga SD langsung juara sampai provinsi. SMP dan SMA di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim di Samarinda. Orangtua di Bontang. Jadi kalau ketemu nggak bisa lama karena saya di mes juga,” ucap Dinda.

Dinda optimistis untuk bisa terus berprestasi. Termasuk berusaha meraih kemenangan di ajang 8th SEA Pencak Silat Championship 2022 Singapura.

Para pesilat yang akan berkompetisi di Singapura telah menjalani latihan di Jakarta. Selain Indro Catur, mereka juga dikawal pelatih Sunarno dan pelatih PPLOP Jateng, Dian Kristianto.

Dari sepuluh pesilat tersebut, hanya satu atlet yang turun di nomor seni. Yakni Asep Yuldan S, atlet pelatnas SEA Games dari Jabar, yang diplot turun di nomor tunggal putra. Sembilan pesilat lainnya bakal bersaing di nomor tanding.

“Event ini sekaligus sebagai uji coba, karena menerapkan peraturan baru, yakni Peraturan Persilat 2021. Peraturan itu akan digunakan untuk SEA Games dan Kejuaraan Dunia 2022,’’ tutur Catur. (mk)